|
pre- text |
WORD |
post- text |
% |
|
Muttafaq alaih). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar III, hal. |
123-133) |
Allah memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq karena du |
24 % |
|
tahkannya di dalam Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf |
199, |
Al-Hijr 85, dan Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah SAW j |
61 % |
|
tara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, dan Asy-Syura |
43. |
Sementara itu Rasulullah SAW juga menjelaskan keuntungan ora |
62 % |
|
dalam Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr |
85, |
dan Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah SAW juga menjelas |
62 % |
|
sanah kita, adalah seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. |
a. |
berkata: Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas k |
69 % |
|
mampu menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan |
Daud). Dalam hadits lain nabi juga bersabda: Barangsiapa men |
50 % |
|
|
skan beberapa perilaku orang bertakwa tersebut. Setidaknya |
lima perilaku takwa yang digambarkan Allah pada ayat-ayat di |
16 % |
|
|
erikan sesuatu di jalan Allah walaupun sedikit. Dorongan ini |
pada diri setiap orang tetapi kadang-kadang tidak muncul. Un |
38 % |
|
|
marah, sakit hati, dan keinginan untuk menuntut balas masih |
ada, |
tapi perasaan itu tidak dituruti melainkan ditahan dan ditut |
45 % |
|
diwaktu lapang dan sempit Termasuk perilaku orang bertakwa |
adalah |
berinfaq dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam keadaan lapa |
18 % |
|
bertakwa dengan infaq karena dua hal berikut: Pertama; infaq |
adalah |
kebalikan dari riba yang dilarang oleh ayat sebelumnya (Qs. |
25 % |
|
yang dilarang oleh ayat sebelumnya (Qs. Ali Imran 130). Riba |
adalah |
pemerasan yang dilakukan oleh orang kaya terhadap orang yang |
27 % |
|
nya dari bayaran hutang yang berlipat ganda. Sedangkan infaq |
adalah |
sebuah pertolongan kepada orang yang membutuhkan tanpa imbal |
29 % |
|
ng yang membutuhkan tanpa imbalan. Kedua; Sesungguhnya infaq |
sesuatu yang tidak mudah dilakukan karena kecintaan manusia |
30 % |
|
|
ketakwaan. Anjuran dan perintah berinfaq pada waktu lapang |
adalah |
untuk menghilangkan perasaan sombong, rakus, aniaya, cinta y |
34 % |
|
, dan lain-lain. Sedangkan anjuran bersedekah di waktu sulit |
adalah |
untuk merobah sifat manusia yang lebih suka diberi dari pada |
36 % |
|
u. Menahan marah Selanjutnya perilaku orang yang bertakwa |
adalah |
mampu menahan marah dengan tidak melampiaskan kemarahan wala |
41 % |
|
bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu |
adalah) |
orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, |
49 % |
|
dian tidak menghukumnya sekalipun ia mampu melakukannya. Ini |
adalah |
perjuangan untuk pengendalian diri yang lebih tinggi dari me |
55 % |
|
hal. 272). Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah kita, |
adalah |
seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. berkata: Saya b |
68 % |
|
afkan kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, karena itu |
adalah |
sifat utama. Berbuat ihsan Ini adalah tingkat yang lebih |
72 % |
|
dirinya, karena itu adalah sifat utama. Berbuat ihsan Ini |
adalah |
tingkat yang lebih tinggi dari tiga perilaku takwa sebelumny |
72 % |
|
kan suatu riwayat yang menggambarkan bahwa berbuat ihsan itu |
adalah |
sebagai puncak dari tiga sifat utama sebelumnya: Seorang bud |
76 % |
|
emperoleh surga yang sangat luas dan menyenangkan. Itu semua |
adalah |
sebaik-baik balasan dan imbalan Allah terhadap amal yang tel |
98 % |
|
ri setiap orang tetapi kadang-kadang tidak muncul. Untuk itu |
agamalah |
yang menumbuhkan kesadaran itu. Menahan marah Selanjutnya |
39 % |
|
pat, seperti wadah yang penuh dengan air, lalu ditutup rapat |
agar |
tidak tumpah. Ini mengisyaratkan bahwa perasaan marah, sakit |
43 % |
|
asaan itu tidak dituruti melainkan ditahan dan ditutup rapat |
tidak keluar perkataan dan tindakan yang tidak baik. (Qurais |
46 % |
|
|
u orang bertakwa. Untuk memberikan dorongan kepada manusia |
mau memaafkan, Allah berulang kali memerintahkannya di dalam |
60 % |
|
|
anya di hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad |
ahmad |
al-Hufy, Edisi Indonesia, hal. 272). Nabi Muhammad SAW seb |
67 % |
|
dan menutupnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh dengan |
air, |
lalu ditutup rapat agar tidak tumpah. Ini mengisyaratkan bah |
43 % |
|
i uswatun hasanah kita, adalah seseorang yang sangat pemaaf. |
aisyiyah |
r. a. berkata: Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW memb |
69 % |
|
an perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat |
akan |
Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan sia |
7 % |
|
al ia mampu untuk melampiaskannya, maka di hari kiamat Allah |
akan |
memenuhi hatinya dengan keridhaan. Memaafkan Memaafkan be |
52 % |
|
rangsiapa memberi maaf ketika dia mampu membalas, maka Allah |
akan |
mengampuninya saat ia kesukaran. Dan Orang yang memaafkan te |
64 % |
|
kezhaliman, karena mengharapkan keredhaan Allah, maka Allah |
akan |
menambah kemuliaan kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya dapa |
66 % |
|
a beliau dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau |
akan |
memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, karena |
71 % |
|
i semua perbuatannya dan memohon ampun sambil bertekad tidak |
akan |
mengulangi lagi kesalahan itu. Orang mumin yang bertakwa s |
90 % |
|
han itu. Orang mumin yang bertakwa setelah bertaubat tidak |
akan |
mengulang pelanggaran yang telah dilakukannya, karena ia aka |
92 % |
|
kan mengulang pelanggaran yang telah dilakukannya, karena ia |
akan |
selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam ayat ini Allah |
92 % |
|
an memaafkan, menuntut orang untuk menghapus bekas luka hati |
akibat |
perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh karena itu pantaslah |
58 % |
|
WT berfirman wal kazhimiin alghaizha, maka tuannya menjawab: |
aku |
telah menahan marahku. Budak itu berkata lagi, Allah telah b |
79 % |
|
memerintahkannya di dalam Al-Quran, antara lain dalam surat |
al-araf |
199, Al-Hijr 85, dan Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah |
61 % |
|
kata kepada tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman wal kazhimiin |
alghaizha, |
maka tuannya menjawab: Aku telah menahan marahku. Budak itu |
78 % |
|
nnya di dalam Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf 199, |
al-hijr |
85, dan Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah SAW juga menj |
62 % |
|
i hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad |
al-hufy, |
Edisi Indonesia, hal. 272). Nabi Muhammad SAW sebagai uswa |
67 % |
|
amnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. |
ali |
Imran 133-136). Pada ayat pertama dari kelompok ayat diatas |
11 % |
|
kebalikan dari riba yang dilarang oleh ayat sebelumnya (Qs. |
ali |
Imran 130). Riba adalah pemerasan yang dilakukan oleh orang |
26 % |
|
an kemarahan walaupun sebenarnya ia mampu melakukannya. Kata |
al-kazhimiin |
berarti penuh dan menutupnya dengan rapat, seperti wadah yan |
42 % |
|
rang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, |
allah |
menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang yan |
5 % |
|
rbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan |
allah, |
lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi |
7 % |
|
osa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain |
allah. |
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang me |
8 % |
|
mran 133-136). Pada ayat pertama dari kelompok ayat diatas, |
allah |
SWT memerintahkan terhadap orang-orang yang beriman untuk be |
12 % |
|
uk mereka yang bertakwa. Kemudian pada ayat-ayat selanjutnya |
allah |
SWT menjelaskan beberapa perilaku orang bertakwa tersebut. |
15 % |
|
sebut. Setidaknya ada lima perilaku takwa yang digambarkan |
allah |
pada ayat-ayat di atas, berikut penjelasannya: Berinfak di |
16 % |
|
alaih). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar III, hal. 123-133) |
allah |
memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq karena dua hal |
24 % |
|
susah apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan |
allah |
walaupun sedikit. Dorongan ini ada pada diri setiap orang te |
38 % |
|
padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka di hari kiamat |
allah |
akan memenuhi hatinya dengan keridhaan. Memaafkan Memaafk |
52 % |
|
Untuk memberikan dorongan kepada manusia agar mau memaafkan, |
allah |
berulang kali memerintahkannya di dalam Al-Quran, antara lai |
60 % |
|
: Barangsiapa memberi maaf ketika dia mampu membalas, maka |
allah |
akan mengampuninya saat ia kesukaran. Dan Orang yang memaafk |
64 % |
|
memaafkan terhadap kezhaliman, karena mengharapkan keredhaan |
allah, |
maka Allah akan menambah kemuliaan kepadanya di hari kiamat |
66 % |
|
rhadap kezhaliman, karena mengharapkan keredhaan Allah, maka |
allah |
akan menambah kemuliaan kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya |
66 % |
|
Rasulullah SAW membalas karena beliau dianiaya selama hukum |
allah |
tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan kesalahan orang lain |
70 % |
|
ngkat yang lebih tinggi dari tiga perilaku takwa sebelumnya. |
allah |
mencintai orang yang berbuat ihsan dengan berbagai cara yang |
73 % |
|
uannya sangat marah. Budak itu berkata kepada tuannya: Tuan, |
allah |
SWT berfirman wal kazhimiin alghaizha, maka tuannya menjawab |
78 % |
|
menjawab: Aku telah menahan marahku. Budak itu berkata lagi, |
allah |
telah berfirman walafiina aninnaas, yang dijawab oleh tuanny |
79 % |
|
: Kamu telah kumaafkan. Budak itupun melanjutkan lagi, bahwa |
allah |
telah berfirman wallahu yuhibbul muhsiniin, tuannya menjawab |
81 % |
|
muhsiniin, tuannya menjawab: Pergilah! Engkau merdeka karena |
allah. |
(Muhammad Rasyid Ridha, IV, hal. 135). Riwayat senada juga d |
82 % |
|
halat, tidak berpuasa, dan sebagainya, mereka langsung ingat |
allah, |
sehingga merasa malu dan takut kepadaNya. Lalu ia cepat meny |
89 % |
|
h dilakukannya, karena ia akan selalu ingat dan takut kepada |
allah. |
Dalam ayat ini Allah juga menegaskan dua hal, pertama; Han |
93 % |
|
a akan selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam ayat ini |
allah |
juga menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah lah tempat mem |
93 % |
|
Dalam ayat ini Allah juga menegaskan dua hal, pertama; Hanya |
allah |
lah tempat memohon ampunan, karena hanya Allah juga yang mam |
94 % |
|
ertama; Hanya Allah lah tempat memohon ampunan, karena hanya |
allah |
juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan |
94 % |
|
ua; ayat ini menunjukkan batapa Maha Pemaaf dan Pengampunnya |
allah. |
Untuk mereka yang memenuhi lima kriteria diatas, Allah men |
96 % |
|
ya Allah. Untuk mereka yang memenuhi lima kriteria diatas, |
allah |
menjanjikan balasan berupa ampunan, selamat dari siksaan, me |
96 % |
|
nyenangkan. Itu semua adalah sebaik-baik balasan dan imbalan |
allah |
terhadap amal yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
) sebutir kurma (HR. Muttafaq alaih). Menurut Rasyid Ridha |
(al-manar |
III, hal. 123-133) Allah memulai gambaran orang bertakwa den |
24 % |
|
d Ridha, IV, hal. 135). Riwayat senada juga dikemukakan oleh |
al-maraghi |
dalam menafsirkan ayat ini. Cepat menyadari kesalahan lalu |
83 % |
|
kataan dan tindakan yang tidak baik. (Quraisy Shihab, Tafsir |
al-misbah, |
II, hal. 207). Orang yang mampu menahan marah, oleh Nabi S |
47 % |
|
mau memaafkan, Allah berulang kali memerintahkannya di dalam |
al-quran, |
antara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, dan Asy-Syu |
61 % |
|
semua adalah sebaik-baik balasan dan imbalan Allah terhadap |
amal |
yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan |
amarahnya |
dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang |
4 % |
|
nganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon |
ampun |
terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengamp |
7 % |
|
aNya. Lalu ia cepat menyesali semua perbuatannya dan memohon |
ampun |
sambil bertekad tidak akan mengulangi lagi kesalahan itu. |
90 % |
|
kWA Dr. Isnawati Rais, MA. Dan bersegeralah kamu kepada |
ampunan |
dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan |
1 % |
|
a itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah |
ampunan |
dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai |
9 % |
|
kan terhadap orang-orang yang beriman untuk bersegera meraih |
ampunan |
dan surga yang sangat luas yang disediakan untuk mereka yang |
13 % |
|
menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah lah tempat memohon |
ampunan, |
karena hanya Allah juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; a |
94 % |
|
memohon ampunan, karena hanya Allah juga yang mampu memberi |
ampunan. |
Kedua; ayat ini menunjukkan batapa Maha Pemaaf dan Pengampun |
95 % |
|
enuhi lima kriteria diatas, Allah menjanjikan balasan berupa |
ampunan, |
selamat dari siksaan, mendapat pahala yang besar, dan memper |
97 % |
|
u lapang adalah untuk menghilangkan perasaan sombong, rakus, |
aniaya, |
cinta yang berlebihan terhadap harta, dan lain-lain. Sedangk |
35 % |
|
hku. Budak itu berkata lagi, Allah telah berfirman walafiina |
aninnaas, |
yang dijawab oleh tuannya: Kamu telah kumaafkan. Budak itupu |
80 % |
|
patuhan, ketundukkan hati, yang merupakan sebuah ketakwaan. |
anjuran |
dan perintah berinfaq pada waktu lapang adalah untuk menghil |
33 % |
|
nta yang berlebihan terhadap harta, dan lain-lain. Sedangkan |
anjuran |
bersedekah di waktu sulit adalah untuk merobah sifat manusia |
35 % |
|
kan, Allah berulang kali memerintahkannya di dalam Al-Quran, |
antara |
lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, dan Asy-Syura 43. |
61 % |
|
ngan orang-orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain, di |
antaranya: |
Barangsiapa memberi maaf ketika dia mampu membalas, maka Al |
63 % |
|
enyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang yang |
apabila |
melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, merek |
6 % |
|
hapuskan. Jadi seseorang baru dikatakan memaafkan orang lain |
apabila |
ia menghapuskan kesalahan orang lain itu, kemudian tidak men |
54 % |
|
yang lebih suka diberi dari pada memberi. Sebenarnya sesusah |
apapun, |
manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah walaupu |
37 % |
|
atu hadits Rasulullah SAW menyatakan: Jauhkanlah dirimu dari |
api |
neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma (HR. Mutta |
23 % |
|
-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, dan |
asy-syura |
43. Sementara itu Rasulullah SAW juga menjelaskan keuntungan |
62 % |
|
lima perilaku takwa yang digambarkan Allah pada ayat-ayat di |
atas, |
berikut penjelasannya: Berinfak diwaktu lapang dan sempit |
17 % |
|
baik. Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji |
atau |
menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memoh |
6 % |
|
bertakwa menghadapi dirinya sendiri, yaitu bila dia, sengaja |
atau |
tidak, melakukan perbuatan dosa seperti, membunuh, memakan r |
86 % |
|
atan dosa seperti, membunuh, memakan riba, korupsi, berzina, |
atau |
menganiaya diri sendiri seperti minum khamar, membuka aurat, |
87 % |
|
adaan bagaimanapun, baik dalam keadaan lapang (berkecukupan) |
ataupun |
dalam keadaan sempit (kekurangan). Mereka berusaha untuk sel |
19 % |
|
, atau menganiaya diri sendiri seperti minum khamar, membuka |
aurat, |
tidak shalat, tidak berpuasa, dan sebagainya, mereka langsun |
88 % |
|
aik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136). Pada |
ayat |
pertama dari kelompok ayat diatas, Allah SWT memerintahkan t |
12 % |
|
al (Qs. Ali Imran 133-136). Pada ayat pertama dari kelompok |
ayat |
diatas, Allah SWT memerintahkan terhadap orang-orang yang be |
12 % |
|
Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba yang dilarang oleh |
ayat |
sebelumnya (Qs. Ali Imran 130). Riba adalah pemerasan yang d |
26 % |
|
n berbagai cara yang mungkin dilakukannya. Dalam menafsirkan |
ayat |
ini Muhammad Rasyid Ridha mengemukakan suatu riwayat yang me |
74 % |
|
at senada juga dikemukakan oleh Al-Maraghi dalam menafsirkan |
ayat |
ini. Cepat menyadari kesalahan lalu beristighfar Perilaku |
84 % |
|
karena ia akan selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam |
ayat |
ini Allah juga menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah lah |
93 % |
|
, karena hanya Allah juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; |
ayat |
ini menunjukkan batapa Maha Pemaaf dan Pengampunnya Allah. |
95 % |
|
as yang disediakan untuk mereka yang bertakwa. Kemudian pada |
ayat-ayat |
selanjutnya Allah SWT menjelaskan beberapa perilaku orang be |
15 % |
|
tidaknya ada lima perilaku takwa yang digambarkan Allah pada |
ayat-ayat |
di atas, berikut penjelasannya: Berinfak diwaktu lapang da |
16 % |
|
dari kesalahan lalu beristighfar Perilaku ini menggambarkan |
bagaimana |
orang yang bertakwa menghadapi dirinya sendiri, yaitu bila d |
85 % |
|
rmasuk perilaku orang bertakwa adalah berinfaq dalam keadaan |
bagaimanapun, |
baik dalam keadaan lapang (berkecukupan) ataupun dalam keada |
18 % |
|
ir, lalu ditutup rapat agar tidak tumpah. Ini mengisyaratkan |
bahwa |
perasaan marah, sakit hati, dan keinginan untuk menuntut bal |
44 % |
|
d Rasyid Ridha mengemukakan suatu riwayat yang menggambarkan |
bahwa |
berbuat ihsan itu adalah sebagai puncak dari tiga sifat utam |
75 % |
|
uannya: Kamu telah kumaafkan. Budak itupun melanjutkan lagi, |
bahwa |
Allah telah berfirman wallahu yuhibbul muhsiniin, tuannya me |
81 % |
|
ng bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), |
baik |
diwaktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang |
3 % |
|
n (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat |
baik. |
Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau |
5 % |
|
u orang bertakwa adalah berinfaq dalam keadaan bagaimanapun, |
baik |
dalam keadaan lapang (berkecukupan) ataupun dalam keadaan se |
18 % |
|
up rapat agar tidak keluar perkataan dan tindakan yang tidak |
baik. |
(Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, II, hal. 207). Orang ya |
46 % |
|
hwa perasaan marah, sakit hati, dan keinginan untuk menuntut |
balas |
masih ada, tapi perasaan itu tidak dituruti melainkan ditaha |
45 % |
|
mereka yang memenuhi lima kriteria diatas, Allah menjanjikan |
balasan |
berupa ampunan, selamat dari siksaan, mendapat pahala yang b |
97 % |
|
g sangat luas dan menyenangkan. Itu semua adalah sebaik-baik |
balasan |
dan imbalan Allah terhadap amal yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu |
balasannya |
ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di b |
9 % |
|
an karena kecintaan manusia terhadap harta. Oleh karena itu, |
barangsiapa |
yang sanggup menginfakkan harta diwaktu lapang dan sempit, j |
31 % |
|
Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain nabi juga bersabda: |
barangsiapa |
menahan marah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka d |
51 % |
|
rang yang mau memaafkan kesalahan orang lain, di antaranya: |
barangsiapa |
memberi maaf ketika dia mampu membalas, maka Allah akan meng |
64 % |
|
Memaafkan Memaafkan berarti menghapuskan. Jadi seseorang |
baru |
dikatakan memaafkan orang lain apabila ia menghapuskan kesal |
53 % |
|
juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan |
batapa |
Maha Pemaaf dan Pengampunnya Allah. Untuk mereka yang meme |
95 % |
|
a ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di |
bawahnya |
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah s |
10 % |
|
ng yang membutuhkan pertolongan dengan memakan hartanya dari |
bayaran |
hutang yang berlipat ganda. Sedangkan infaq adalah sebuah pe |
28 % |
|
a. Kemudian pada ayat-ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan |
beberapa |
perilaku orang bertakwa tersebut. Setidaknya ada lima peri |
15 % |
|
am diri, sedangkan memaafkan, menuntut orang untuk menghapus |
bekas |
luka hati akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh kare |
58 % |
|
enahan marah, oleh Nabi SAW disebut sebagai orang yang kuat. |
beliau |
bersabda: Orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat, te |
48 % |
|
ta: Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas karena |
beliau |
dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau akan mem |
70 % |
|
s karena beliau dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. |
beliau |
akan memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, k |
71 % |
|
h seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. berkata: Saya |
belum |
pernah melihat Rasulullah SAW membalas karena beliau dianiay |
69 % |
|
kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang |
beramal |
(Qs. Ali Imran 133-136). Pada ayat pertama dari kelompok ay |
11 % |
|
walaupun sebenarnya ia mampu melakukannya. Kata al-kazhimiin |
berarti |
penuh dan menutupnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh |
42 % |
|
an memenuhi hatinya dengan keridhaan. Memaafkan Memaafkan |
berarti |
menghapuskan. Jadi seseorang baru dikatakan memaafkan orang |
53 % |
|
sebelumnya. Allah mencintai orang yang berbuat ihsan dengan |
berbagai |
cara yang mungkin dilakukannya. Dalam menafsirkan ayat ini M |
74 % |
|
memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang |
berbuat |
baik. Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji |
5 % |
|
lain yang mengenai dirinya, karena itu adalah sifat utama. |
berbuat |
ihsan Ini adalah tingkat yang lebih tinggi dari tiga perila |
72 % |
|
i tiga perilaku takwa sebelumnya. Allah mencintai orang yang |
berbuat |
ihsan dengan berbagai cara yang mungkin dilakukannya. Dalam |
73 % |
|
id Ridha mengemukakan suatu riwayat yang menggambarkan bahwa |
berbuat |
ihsan itu adalah sebagai puncak dari tiga sifat utama sebelu |
75 % |
|
gat marah. Budak itu berkata kepada tuannya: Tuan, Allah SWT |
berfirman |
wal kazhimiin alghaizha, maka tuannya menjawab: Aku telah me |
78 % |
|
u telah menahan marahku. Budak itu berkata lagi, Allah telah |
berfirman |
walafiina aninnaas, yang dijawab oleh tuannya: Kamu telah ku |
80 % |
|
kumaafkan. Budak itupun melanjutkan lagi, bahwa Allah telah |
berfirman |
wallahu yuhibbul muhsiniin, tuannya menjawab: Pergilah! Engk |
81 % |
|
erilaku takwa yang digambarkan Allah pada ayat-ayat di atas, |
berikut |
penjelasannya: Berinfak diwaktu lapang dan sempit Termasu |
17 % |
|
memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq karena dua hal |
berikut: |
Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba yang dilarang oleh |
25 % |
|
memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq karena dua hal |
berikut: |
Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba yang dilarang oleh |
25 % |
|
at diatas, Allah SWT memerintahkan terhadap orang-orang yang |
beriman |
untuk bersegera meraih ampunan dan surga yang sangat luas ya |
13 % |
|
barkan Allah pada ayat-ayat di atas, berikut penjelasannya: |
berinfak |
diwaktu lapang dan sempit Termasuk perilaku orang bertakwa |
17 % |
|
u lapang dan sempit Termasuk perilaku orang bertakwa adalah |
berinfaq |
dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam keadaan lapang (berke |
18 % |
|
ati, yang merupakan sebuah ketakwaan. Anjuran dan perintah |
berinfaq |
pada waktu lapang adalah untuk menghilangkan perasaan sombon |
34 % |
|
dalam menafsirkan ayat ini. Cepat menyadari kesalahan lalu |
beristighfar |
Perilaku ini menggambarkan bagaimana orang yang bertakwa men |
84 % |
|
ah kita, adalah seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. |
berkata: |
Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas karena bel |
69 % |
|
atu pelanggaran yang membuat tuannya sangat marah. Budak itu |
berkata |
kepada tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman wal kazhimiin algh |
77 % |
|
maka tuannya menjawab: Aku telah menahan marahku. Budak itu |
berkata |
lagi, Allah telah berfirman walafiina aninnaas, yang dijawab |
79 % |
|
ah kita, adalah seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. |
berkata: |
Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas karena bel |
69 % |
|
rinfaq dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam keadaan lapang |
(berkecukupan) |
ataupun dalam keadaan sempit (kekurangan). Mereka berusaha u |
19 % |
|
uk menghilangkan perasaan sombong, rakus, aniaya, cinta yang |
berlebihan |
terhadap harta, dan lain-lain. Sedangkan anjuran bersedekah |
35 % |
|
pertolongan dengan memakan hartanya dari bayaran hutang yang |
berlipat |
ganda. Sedangkan infaq adalah sebuah pertolongan kepada oran |
28 % |
|
iri seperti minum khamar, membuka aurat, tidak shalat, tidak |
berpuasa, |
dan sebagainya, mereka langsung ingat Allah, sehingga merasa |
88 % |
|
marah, oleh Nabi SAW disebut sebagai orang yang kuat. Beliau |
bersabda: |
Orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (oran |
48 % |
|
Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain nabi juga |
bersabda: |
Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu untuk melampiaska |
51 % |
|
enyatakan: Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan |
(bersedekah) |
sebutir kurma (HR. Muttafaq alaih). Menurut Rasyid Ridha ( |
23 % |
|
berlebihan terhadap harta, dan lain-lain. Sedangkan anjuran |
bersedekah |
di waktu sulit adalah untuk merobah sifat manusia yang lebih |
36 % |
|
ah SWT memerintahkan terhadap orang-orang yang beriman untuk |
bersegera |
meraih ampunan dan surga yang sangat luas yang disediakan un |
13 % |
|
PERILAKU Orang berTAkWA Dr. Isnawati Rais, MA. Dan |
bersegeralah |
kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasn |
1 % |
|
PERILAKU Orang |
bertakwa |
Dr. Isnawati Rais, MA. Dan bersegeralah kamu kepada ampu |
0 % |
|
luas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang |
bertakwa. |
(Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik diwaktu |
2 % |
|
dan surga yang sangat luas yang disediakan untuk mereka yang |
bertakwa. |
Kemudian pada ayat-ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan be |
14 % |
|
at selanjutnya Allah SWT menjelaskan beberapa perilaku orang |
bertakwa |
tersebut. Setidaknya ada lima perilaku takwa yang digambar |
15 % |
|
Berinfak diwaktu lapang dan sempit Termasuk perilaku orang |
bertakwa |
adalah berinfaq dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam keada |
18 % |
|
ha (AL-Manar III, hal. 123-133) Allah memulai gambaran orang |
bertakwa |
dengan infaq karena dua hal berikut: Pertama; infaq adalah k |
25 % |
|
adaran itu. Menahan marah Selanjutnya perilaku orang yang |
bertakwa |
adalah mampu menahan marah dengan tidak melampiaskan kemarah |
40 % |
|
dak mudah, oleh karena itu pantaslah dianggap perilaku orang |
bertakwa. |
Untuk memberikan dorongan kepada manusia agar mau memaafka |
59 % |
|
eristighfar Perilaku ini menggambarkan bagaimana orang yang |
bertakwa |
menghadapi dirinya sendiri, yaitu bila dia, sengaja atau tid |
85 % |
|
tidak akan mengulangi lagi kesalahan itu. Orang mumin yang |
bertakwa |
setelah bertaubat tidak akan mengulang pelanggaran yang tela |
91 % |
|
angi lagi kesalahan itu. Orang mumin yang bertakwa setelah |
bertaubat |
tidak akan mengulang pelanggaran yang telah dilakukannya, ka |
91 % |
|
cepat menyesali semua perbuatannya dan memohon ampun sambil |
bertekad |
tidak akan mengulangi lagi kesalahan itu. Orang mumin yang |
90 % |
|
memberikan dorongan kepada manusia agar mau memaafkan, Allah |
berulang |
kali memerintahkannya di dalam Al-Quran, antara lain dalam s |
60 % |
|
ang memenuhi lima kriteria diatas, Allah menjanjikan balasan |
berupa |
ampunan, selamat dari siksaan, mendapat pahala yang besar, d |
97 % |
|
kecukupan) ataupun dalam keadaan sempit (kekurangan). Mereka |
berusaha |
untuk selalu dapat membantu orang lain sesuai dengan kemampu |
20 % |
|
kan perbuatan dosa seperti, membunuh, memakan riba, korupsi, |
berzina, |
atau menganiaya diri sendiri seperti minum khamar, membuka a |
87 % |
|
n berupa ampunan, selamat dari siksaan, mendapat pahala yang |
besar, |
dan memperoleh surga yang sangat luas dan menyenangkan. Itu |
97 % |
|
aimana orang yang bertakwa menghadapi dirinya sendiri, yaitu |
bila |
dia, sengaja atau tidak, melakukan perbuatan dosa seperti, m |
86 % |
|
dari pada memberi. Sebenarnya sesusah apapun, manusia masih |
bisa |
memberikan sesuatu di jalan Allah walaupun sedikit. Dorongan |
37 % |
|
ang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam |
bonjol) |
|
100 % |
|
lah sebagai puncak dari tiga sifat utama sebelumnya: Seorang |
budak |
melakukan sesuatu pelanggaran yang membuat tuannya sangat ma |
76 % |
|
kukan sesuatu pelanggaran yang membuat tuannya sangat marah. |
budak |
itu berkata kepada tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman wal ka |
77 % |
|
alghaizha, maka tuannya menjawab: Aku telah menahan marahku. |
budak |
itu berkata lagi, Allah telah berfirman walafiina aninnaas, |
79 % |
|
a aninnaas, yang dijawab oleh tuannya: Kamu telah kumaafkan. |
budak |
itupun melanjutkan lagi, bahwa Allah telah berfirman wallahu |
81 % |
|
ut sebagai orang yang kuat. Beliau bersabda: Orang yang kuat |
bukanlah |
orang yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) o |
49 % |
|
u adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. |
bukhari, |
Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain nabi juga bersabda: |
50 % |
|
dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan |
bumi, |
yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) ora |
2 % |
|
ya. Allah mencintai orang yang berbuat ihsan dengan berbagai |
cara |
yang mungkin dilakukannya. Dalam menafsirkan ayat ini Muhamm |
74 % |
|
uga dikemukakan oleh Al-Maraghi dalam menafsirkan ayat ini. |
cepat |
menyadari kesalahan lalu beristighfar Perilaku ini menggamb |
84 % |
|
gat Allah, sehingga merasa malu dan takut kepadaNya. Lalu ia |
cepat |
menyesali semua perbuatannya dan memohon ampun sambil bertek |
89 % |
|
adalah untuk menghilangkan perasaan sombong, rakus, aniaya, |
cinta |
yang berlebihan terhadap harta, dan lain-lain. Sedangkan anj |
35 % |
|
dan sempit Termasuk perilaku orang bertakwa adalah berinfaq |
dalam |
keadaan bagaimanapun, baik dalam keadaan lapang (berkecukupa |
18 % |
|
ng bertakwa adalah berinfaq dalam keadaan bagaimanapun, baik |
dalam |
keadaan lapang (berkecukupan) ataupun dalam keadaan sempit ( |
19 % |
|
gaimanapun, baik dalam keadaan lapang (berkecukupan) ataupun |
dalam |
keadaan sempit (kekurangan). Mereka berusaha untuk selalu da |
19 % |
|
ikan infaq meski terkadang mereka sendiri sedang kesulitan. |
dalam |
suatu hadits Rasulullah SAW menyatakan: Jauhkanlah dirimu da |
22 % |
|
an dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). |
dalam |
hadits lain nabi juga bersabda: Barangsiapa menahan marah pa |
51 % |
|
ena menahan marah hanya upaya menahan sesuatu yang tersimpan |
dalam |
diri, sedangkan memaafkan, menuntut orang untuk menghapus be |
57 % |
|
agar mau memaafkan, Allah berulang kali memerintahkannya di |
dalam |
Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, d |
61 % |
|
erulang kali memerintahkannya di dalam Al-Quran, antara lain |
dalam |
surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, dan Asy-Syura 43. Sementara i |
61 % |
|
kemuliaan kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat |
dalam |
Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, hal. 272). Nabi M |
67 % |
|
erbuat ihsan dengan berbagai cara yang mungkin dilakukannya. |
dalam |
menafsirkan ayat ini Muhammad Rasyid Ridha mengemukakan suat |
74 % |
|
, hal. 135). Riwayat senada juga dikemukakan oleh Al-Maraghi |
dalam |
menafsirkan ayat ini. Cepat menyadari kesalahan lalu beris |
84 % |
|
kannya, karena ia akan selalu ingat dan takut kepada Allah. |
dalam |
ayat ini Allah juga menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah |
93 % |
|
g mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di |
dalamnya, |
dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Im |
11 % |
|
PERILAKU Orang berTAkWA Dr. Isnawati Rais, MA. |
dan |
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada sur |
1 % |
|
s, MA. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu |
dan |
kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dised |
1 % |
|
nan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit |
dan |
bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yait |
2 % |
|
hkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit, |
dan |
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) |
4 % |
|
upun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya |
dan |
memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang |
4 % |
|
alahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. |
dan |
(juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau meng |
5 % |
|
at akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, |
dan |
siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mere |
7 % |
|
eka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. |
dan |
mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka |
8 % |
|
tahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka |
dan |
surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka |
10 % |
|
di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, |
dan |
itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Imran |
11 % |
|
adap orang-orang yang beriman untuk bersegera meraih ampunan |
dan |
surga yang sangat luas yang disediakan untuk mereka yang ber |
13 % |
|
at di atas, berikut penjelasannya: Berinfak diwaktu lapang |
dan |
sempit Termasuk perilaku orang bertakwa adalah berinfaq dal |
17 % |
|
, barangsiapa yang sanggup menginfakkan harta diwaktu lapang |
dan |
sempit, jelas menunjukkan sikap kepatuhan, ketundukkan hati, |
32 % |
|
ketundukkan hati, yang merupakan sebuah ketakwaan. Anjuran |
dan |
perintah berinfaq pada waktu lapang adalah untuk menghilangk |
33 % |
|
ombong, rakus, aniaya, cinta yang berlebihan terhadap harta, |
dan |
lain-lain. Sedangkan anjuran bersedekah di waktu sulit adala |
35 % |
|
arnya ia mampu melakukannya. Kata al-kazhimiin berarti penuh |
dan |
menutupnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh dengan air |
42 % |
|
tumpah. Ini mengisyaratkan bahwa perasaan marah, sakit hati, |
dan |
keinginan untuk menuntut balas masih ada, tapi perasaan itu |
44 % |
|
asih ada, tapi perasaan itu tidak dituruti melainkan ditahan |
dan |
ditutup rapat agar tidak keluar perkataan dan tindakan yang |
46 % |
|
ainkan ditahan dan ditutup rapat agar tidak keluar perkataan |
dan |
tindakan yang tidak baik. (Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, |
46 % |
|
ang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, |
dan |
Abu Daud). Dalam hadits lain nabi juga bersabda: Barangsiapa |
50 % |
|
m Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, |
dan |
Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah SAW juga menjelaskan |
62 % |
|
u membalas, maka Allah akan mengampuninya saat ia kesukaran. |
dan |
Orang yang memaafkan terhadap kezhaliman, karena mengharapka |
65 % |
|
i minum khamar, membuka aurat, tidak shalat, tidak berpuasa, |
dan |
sebagainya, mereka langsung ingat Allah, sehingga merasa mal |
88 % |
|
ebagainya, mereka langsung ingat Allah, sehingga merasa malu |
dan |
takut kepadaNya. Lalu ia cepat menyesali semua perbuatannya |
89 % |
|
takut kepadaNya. Lalu ia cepat menyesali semua perbuatannya |
dan |
memohon ampun sambil bertekad tidak akan mengulangi lagi kes |
90 % |
|
nggaran yang telah dilakukannya, karena ia akan selalu ingat |
dan |
takut kepada Allah. Dalam ayat ini Allah juga menegaskan d |
93 % |
|
beri ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan batapa Maha Pemaaf |
dan |
Pengampunnya Allah. Untuk mereka yang memenuhi lima kriter |
95 % |
|
a ampunan, selamat dari siksaan, mendapat pahala yang besar, |
dan |
memperoleh surga yang sangat luas dan menyenangkan. Itu semu |
98 % |
|
pat pahala yang besar, dan memperoleh surga yang sangat luas |
dan |
menyenangkan. Itu semua adalah sebaik-baik balasan dan imbal |
98 % |
|
luas dan menyenangkan. Itu semua adalah sebaik-baik balasan |
dan |
imbalan Allah terhadap amal yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang |
dapat |
mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan pe |
8 % |
|
am keadaan sempit (kekurangan). Mereka berusaha untuk selalu |
dapat |
membantu orang lain sesuai dengan kemampuan. Mereka tidak pe |
20 % |
|
akan menambah kemuliaan kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya |
dapat |
dilihat dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, hal. |
67 % |
|
Isnawati Rais, MA. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan |
dari |
Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi |
1 % |
|
edang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan |
dari |
Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sung |
9 % |
|
ang yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136). Pada ayat pertama |
dari |
kelompok ayat diatas, Allah SWT memerintahkan terhadap orang |
12 % |
|
am suatu hadits Rasulullah SAW menyatakan: Jauhkanlah dirimu |
dari |
api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma (HR. M |
23 % |
|
nfaq karena dua hal berikut: Pertama; infaq adalah kebalikan |
dari |
riba yang dilarang oleh ayat sebelumnya (Qs. Ali Imran 130). |
26 % |
|
p orang yang membutuhkan pertolongan dengan memakan hartanya |
dari |
bayaran hutang yang berlipat ganda. Sedangkan infaq adalah s |
28 % |
|
it adalah untuk merobah sifat manusia yang lebih suka diberi |
dari |
pada memberi. Sebenarnya sesusah apapun, manusia masih bisa |
37 % |
|
adalah perjuangan untuk pengendalian diri yang lebih tinggi |
dari |
menahan marah. Karena menahan marah hanya upaya menahan sesu |
56 % |
|
utama. Berbuat ihsan Ini adalah tingkat yang lebih tinggi |
dari |
tiga perilaku takwa sebelumnya. Allah mencintai orang yang b |
73 % |
|
menggambarkan bahwa berbuat ihsan itu adalah sebagai puncak |
dari |
tiga sifat utama sebelumnya: Seorang budak melakukan sesuatu |
76 % |
|
ia diatas, Allah menjanjikan balasan berupa ampunan, selamat |
dari |
siksaan, mendapat pahala yang besar, dan memperoleh surga ya |
97 % |
|
ereka berusaha untuk selalu dapat membantu orang lain sesuai |
dengan |
kemampuan. Mereka tidak pernah melalaikan infaq meski terkad |
20 % |
|
h SAW menyatakan: Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun |
dengan |
(bersedekah) sebutir kurma (HR. Muttafaq alaih). Menurut R |
23 % |
|
nar III, hal. 123-133) Allah memulai gambaran orang bertakwa |
dengan |
infaq karena dua hal berikut: Pertama; infaq adalah kebalika |
25 % |
|
oleh orang kaya terhadap orang yang membutuhkan pertolongan |
dengan |
memakan hartanya dari bayaran hutang yang berlipat ganda. Se |
28 % |
|
tnya perilaku orang yang bertakwa adalah mampu menahan marah |
dengan |
tidak melampiaskan kemarahan walaupun sebenarnya ia mampu me |
41 % |
|
melakukannya. Kata al-kazhimiin berarti penuh dan menutupnya |
dengan |
rapat, seperti wadah yang penuh dengan air, lalu ditutup rap |
42 % |
|
penuh dan menutupnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh |
dengan |
air, lalu ditutup rapat agar tidak tumpah. Ini mengisyaratka |
43 % |
|
mpiaskannya, maka di hari kiamat Allah akan memenuhi hatinya |
dengan |
keridhaan. Memaafkan Memaafkan berarti menghapuskan. Jadi |
52 % |
|
u takwa sebelumnya. Allah mencintai orang yang berbuat ihsan |
dengan |
berbagai cara yang mungkin dilakukannya. Dalam menafsirkan a |
74 % |
|
orang yag menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun |
di |
waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mem |
4 % |
|
nnya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir |
di |
bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan |
10 % |
|
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal |
di |
dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal ( |
11 % |
|
da lima perilaku takwa yang digambarkan Allah pada ayat-ayat |
di |
atas, berikut penjelasannya: Berinfak diwaktu lapang dan s |
17 % |
|
terhadap harta, dan lain-lain. Sedangkan anjuran bersedekah |
di |
waktu sulit adalah untuk merobah sifat manusia yang lebih su |
36 % |
|
narnya sesusah apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu |
di |
jalan Allah walaupun sedikit. Dorongan ini ada pada diri set |
38 % |
|
a menahan marah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka |
di |
hari kiamat Allah akan memenuhi hatinya dengan keridhaan. |
52 % |
|
sia agar mau memaafkan, Allah berulang kali memerintahkannya |
di |
dalam Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr |
61 % |
|
ntungan orang-orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain, |
di |
antaranya: Barangsiapa memberi maaf ketika dia mampu memba |
63 % |
|
eredhaan Allah, maka Allah akan menambah kemuliaan kepadanya |
di |
hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad a |
66 % |
|
orang lain, di antaranya: Barangsiapa memberi maaf ketika |
dia |
mampu membalas, maka Allah akan mengampuninya saat ia kesuka |
64 % |
|
a orang yang bertakwa menghadapi dirinya sendiri, yaitu bila |
dia, |
sengaja atau tidak, melakukan perbuatan dosa seperti, membun |
86 % |
|
perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh karena itu pantaslah |
dianggap |
perilaku orang bertakwa. Untuk memberikan dorongan kepada |
59 % |
|
a belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas karena beliau |
dianiaya |
selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan ke |
70 % |
|
s. Ali Imran 133-136). Pada ayat pertama dari kelompok ayat |
diatas, |
Allah SWT memerintahkan terhadap orang-orang yang beriman un |
12 % |
|
ngampunnya Allah. Untuk mereka yang memenuhi lima kriteria |
diatas, |
Allah menjanjikan balasan berupa ampunan, selamat dari siksa |
96 % |
|
ktu sulit adalah untuk merobah sifat manusia yang lebih suka |
diberi |
dari pada memberi. Sebenarnya sesusah apapun, manusia masih |
37 % |
|
bertakwa tersebut. Setidaknya ada lima perilaku takwa yang |
digambarkan |
Allah pada ayat-ayat di atas, berikut penjelasannya: Berin |
16 % |
|
berkata lagi, Allah telah berfirman walafiina aninnaas, yang |
dijawab |
oleh tuannya: Kamu telah kumaafkan. Budak itupun melanjutkan |
80 % |
|
maafkan Memaafkan berarti menghapuskan. Jadi seseorang baru |
dikatakan |
memaafkan orang lain apabila ia menghapuskan kesalahan orang |
54 % |
|
. (Muhammad Rasyid Ridha, IV, hal. 135). Riwayat senada juga |
dikemukakan |
oleh Al-Maraghi dalam menafsirkan ayat ini. Cepat menyadar |
83 % |
|
t sebelumnya (Qs. Ali Imran 130). Riba adalah pemerasan yang |
dilakukan |
oleh orang kaya terhadap orang yang membutuhkan pertolongan |
27 % |
|
n. Kedua; Sesungguhnya infaq adalah sesuatu yang tidak mudah |
dilakukan |
karena kecintaan manusia terhadap harta. Oleh karena itu, ba |
30 % |
|
i orang yang berbuat ihsan dengan berbagai cara yang mungkin |
dilakukannya. |
Dalam menafsirkan ayat ini Muhammad Rasyid Ridha mengemukaka |
74 % |
|
etelah bertaubat tidak akan mengulang pelanggaran yang telah |
dilakukannya, |
karena ia akan selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam |
92 % |
|
SAW membalas karena beliau dianiaya selama hukum Allah tidak |
dilanggar. |
Beliau akan memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai dir |
70 % |
|
hal berikut: Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba yang |
dilarang |
oleh ayat sebelumnya (Qs. Ali Imran 130). Riba adalah pemera |
26 % |
|
enambah kemuliaan kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya dapat |
dilihat |
dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, hal. 272). |
67 % |
|
orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya |
diri |
sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhada |
6 % |
|
suatu di jalan Allah walaupun sedikit. Dorongan ini ada pada |
diri |
setiap orang tetapi kadang-kadang tidak muncul. Untuk itu ag |
38 % |
|
mampu melakukannya. Ini adalah perjuangan untuk pengendalian |
diri |
yang lebih tinggi dari menahan marah. Karena menahan marah h |
56 % |
|
nahan marah hanya upaya menahan sesuatu yang tersimpan dalam |
diri, |
sedangkan memaafkan, menuntut orang untuk menghapus bekas lu |
57 % |
|
i, membunuh, memakan riba, korupsi, berzina, atau menganiaya |
diri |
sendiri seperti minum khamar, membuka aurat, tidak shalat, t |
87 % |
|
. Dalam suatu hadits Rasulullah SAW menyatakan: Jauhkanlah |
dirimu |
dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma ( |
22 % |
|
tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang yang mampu menahan |
dirinya |
ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadi |
50 % |
|
ar. Beliau akan memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai |
dirinya, |
karena itu adalah sifat utama. Berbuat ihsan Ini adalah t |
71 % |
|
u ini menggambarkan bagaimana orang yang bertakwa menghadapi |
dirinya |
sendiri, yaitu bila dia, sengaja atau tidak, melakukan perbu |
85 % |
|
, hal. 207). Orang yang mampu menahan marah, oleh Nabi SAW |
disebut |
sebagai orang yang kuat. Beliau bersabda: Orang yang kuat bu |
48 % |
|
u dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang |
disediakan |
untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag men |
2 % |
|
tuk bersegera meraih ampunan dan surga yang sangat luas yang |
disediakan |
untuk mereka yang bertakwa. Kemudian pada ayat-ayat selanjut |
14 % |
|
balas masih ada, tapi perasaan itu tidak dituruti melainkan |
ditahan |
dan ditutup rapat agar tidak keluar perkataan dan tindakan y |
45 % |
|
inan untuk menuntut balas masih ada, tapi perasaan itu tidak |
dituruti |
melainkan ditahan dan ditutup rapat agar tidak keluar perkat |
45 % |
|
pnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh dengan air, lalu |
ditutup |
rapat agar tidak tumpah. Ini mengisyaratkan bahwa perasaan m |
43 % |
|
ada, tapi perasaan itu tidak dituruti melainkan ditahan dan |
ditutup |
rapat agar tidak keluar perkataan dan tindakan yang tidak ba |
46 % |
|
rtakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik |
diwaktu |
lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan |
3 % |
|
ah pada ayat-ayat di atas, berikut penjelasannya: Berinfak |
diwaktu |
lapang dan sempit Termasuk perilaku orang bertakwa adalah b |
17 % |
|
Oleh karena itu, barangsiapa yang sanggup menginfakkan harta |
diwaktu |
lapang dan sempit, jelas menunjukkan sikap kepatuhan, ketund |
32 % |
|
sih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah walaupun sedikit. |
dorongan |
ini ada pada diri setiap orang tetapi kadang-kadang tidak mu |
38 % |
|
ntaslah dianggap perilaku orang bertakwa. Untuk memberikan |
dorongan |
kepada manusia agar mau memaafkan, Allah berulang kali memer |
60 % |
|
hadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni |
dosa |
selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya |
8 % |
|
iri, yaitu bila dia, sengaja atau tidak, melakukan perbuatan |
dosa |
seperti, membunuh, memakan riba, korupsi, berzina, atau meng |
86 % |
|
endiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap |
dosa-dosa |
mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain All |
7 % |
|
h terhadap amal yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: |
dosen |
IAIN Imam Bonjol) |
100 % |
|
PERILAKU Orang berTAkWA |
dr. |
Isnawati Rais, MA. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan |
0 % |
|
3) Allah memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq karena |
dua |
hal berikut: Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba yang |
25 % |
|
n takut kepada Allah. Dalam ayat ini Allah juga menegaskan |
dua |
hal, pertama; Hanya Allah lah tempat memohon ampunan, karena |
93 % |
|
amat (Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, |
edisi |
Indonesia, hal. 272). Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun ha |
67 % |
|
rman wallahu yuhibbul muhsiniin, tuannya menjawab: Pergilah! |
engkau |
merdeka karena Allah. (Muhammad Rasyid Ridha, IV, hal. 135). |
82 % |
|
urut Rasyid Ridha (AL-Manar III, hal. 123-133) Allah memulai |
gambaran |
orang bertakwa dengan infaq karena dua hal berikut: Pertama; |
24 % |
|
an dengan memakan hartanya dari bayaran hutang yang berlipat |
ganda. |
Sedangkan infaq adalah sebuah pertolongan kepada orang yang |
28 % |
|
t. Beliau bersabda: Orang yang kuat bukanlah orang yang jago |
gulat, |
tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang yang mampu menahan |
49 % |
|
ski terkadang mereka sendiri sedang kesulitan. Dalam suatu |
hadits |
Rasulullah SAW menyatakan: Jauhkanlah dirimu dari api neraka |
22 % |
|
inya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam |
hadits |
lain nabi juga bersabda: Barangsiapa menahan marah padahal i |
51 % |
|
(HR. Muttafaq alaih). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar III, |
hal. |
123-133) Allah memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq |
24 % |
|
llah memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq karena dua |
hal |
berikut: Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba yang dila |
25 % |
|
akan yang tidak baik. (Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, II, |
hal. |
207). Orang yang mampu menahan marah, oleh Nabi SAW disebu |
47 % |
|
dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, |
hal. |
272). Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah kita, adal |
68 % |
|
ah! Engkau merdeka karena Allah. (Muhammad Rasyid Ridha, IV, |
hal. |
135). Riwayat senada juga dikemukakan oleh Al-Maraghi dalam |
83 % |
|
kut kepada Allah. Dalam ayat ini Allah juga menegaskan dua |
hal, |
pertama; Hanya Allah lah tempat memohon ampunan, karena hany |
93 % |
|
i yang lebih tinggi dari menahan marah. Karena menahan marah |
hanya |
upaya menahan sesuatu yang tersimpan dalam diri, sedangkan m |
57 % |
|
ah. Dalam ayat ini Allah juga menegaskan dua hal, pertama; |
hanya |
Allah lah tempat memohon ampunan, karena hanya Allah juga ya |
94 % |
|
hal, pertama; Hanya Allah lah tempat memohon ampunan, karena |
hanya |
Allah juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; ayat ini menun |
94 % |
|
enahan marah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka di |
hari |
kiamat Allah akan memenuhi hatinya dengan keridhaan. Memaa |
52 % |
|
dhaan Allah, maka Allah akan menambah kemuliaan kepadanya di |
hari |
kiamat (Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad al-Huf |
67 % |
|
yang tidak mudah dilakukan karena kecintaan manusia terhadap |
harta. |
Oleh karena itu, barangsiapa yang sanggup menginfakkan harta |
31 % |
|
arta. Oleh karena itu, barangsiapa yang sanggup menginfakkan |
harta |
diwaktu lapang dan sempit, jelas menunjukkan sikap kepatuhan |
32 % |
|
asaan sombong, rakus, aniaya, cinta yang berlebihan terhadap |
harta, |
dan lain-lain. Sedangkan anjuran bersedekah di waktu sulit a |
35 % |
|
a terhadap orang yang membutuhkan pertolongan dengan memakan |
hartanya |
dari bayaran hutang yang berlipat ganda. Sedangkan infaq ada |
28 % |
|
si Indonesia, hal. 272). Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun |
hasanah |
kita, adalah seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. be |
68 % |
|
g dan sempit, jelas menunjukkan sikap kepatuhan, ketundukkan |
hati, |
yang merupakan sebuah ketakwaan. Anjuran dan perintah beri |
33 % |
|
tidak tumpah. Ini mengisyaratkan bahwa perasaan marah, sakit |
hati, |
dan keinginan untuk menuntut balas masih ada, tapi perasaan |
44 % |
|
dangkan memaafkan, menuntut orang untuk menghapus bekas luka |
hati |
akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh karena itu pan |
58 % |
|
tuk melampiaskannya, maka di hari kiamat Allah akan memenuhi |
hatinya |
dengan keridhaan. Memaafkan Memaafkan berarti menghapuska |
52 % |
|
u dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma |
(hr. |
Muttafaq alaih). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar III, hal. |
23 % |
|
at itu adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketika marah |
(hr. |
Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain nabi juga |
50 % |
|
elihat Rasulullah SAW membalas karena beliau dianiaya selama |
hukum |
Allah tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan kesalahan orang |
70 % |
|
membutuhkan pertolongan dengan memakan hartanya dari bayaran |
hutang |
yang berlipat ganda. Sedangkan infaq adalah sebuah pertolong |
28 % |
|
arah dengan tidak melampiaskan kemarahan walaupun sebenarnya |
ia |
mampu melakukannya. Kata al-kazhimiin berarti penuh dan menu |
42 % |
|
s lain nabi juga bersabda: Barangsiapa menahan marah padahal |
ia |
mampu untuk melampiaskannya, maka di hari kiamat Allah akan |
51 % |
|
. Jadi seseorang baru dikatakan memaafkan orang lain apabila |
ia |
menghapuskan kesalahan orang lain itu, kemudian tidak menghu |
54 % |
|
alahan orang lain itu, kemudian tidak menghukumnya sekalipun |
ia |
mampu melakukannya. Ini adalah perjuangan untuk pengendalian |
55 % |
|
etika dia mampu membalas, maka Allah akan mengampuninya saat |
ia |
kesukaran. Dan Orang yang memaafkan terhadap kezhaliman, kar |
65 % |
|
ingat Allah, sehingga merasa malu dan takut kepadaNya. Lalu |
ia |
cepat menyesali semua perbuatannya dan memohon ampun sambil |
89 % |
|
k akan mengulang pelanggaran yang telah dilakukannya, karena |
ia |
akan selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam ayat ini A |
92 % |
|
adap amal yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen |
iain |
Imam Bonjol) |
100 % |
|
kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya |
ialah |
ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahny |
9 % |
|
g mengenai dirinya, karena itu adalah sifat utama. Berbuat |
ihsan |
Ini adalah tingkat yang lebih tinggi dari tiga perilaku takw |
72 % |
|
erilaku takwa sebelumnya. Allah mencintai orang yang berbuat |
ihsan |
dengan berbagai cara yang mungkin dilakukannya. Dalam menafs |
73 % |
|
mengemukakan suatu riwayat yang menggambarkan bahwa berbuat |
ihsan |
itu adalah sebagai puncak dari tiga sifat utama sebelumnya: |
76 % |
|
tindakan yang tidak baik. (Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, |
ii, |
hal. 207). Orang yang mampu menahan marah, oleh Nabi SAW d |
47 % |
|
kurma (HR. Muttafaq alaih). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar |
iii, |
hal. 123-133) Allah memulai gambaran orang bertakwa dengan i |
24 % |
|
amal yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN |
imam |
Bonjol) |
100 % |
|
dalah sebuah pertolongan kepada orang yang membutuhkan tanpa |
imbalan. |
Kedua; Sesungguhnya infaq adalah sesuatu yang tidak mudah di |
30 % |
|
s dan menyenangkan. Itu semua adalah sebaik-baik balasan dan |
imbalan |
Allah terhadap amal yang telah mereka lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
a, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali |
imran |
133-136). Pada ayat pertama dari kelompok ayat diatas, Alla |
12 % |
|
alikan dari riba yang dilarang oleh ayat sebelumnya (Qs. Ali |
imran |
130). Riba adalah pemerasan yang dilakukan oleh orang kaya t |
26 % |
|
Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi |
indonesia, |
hal. 272). Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah kita, |
67 % |
|
lain sesuai dengan kemampuan. Mereka tidak pernah melalaikan |
infaq |
meski terkadang mereka sendiri sedang kesulitan. Dalam sua |
21 % |
|
, hal. 123-133) Allah memulai gambaran orang bertakwa dengan |
infaq |
karena dua hal berikut: Pertama; infaq adalah kebalikan dari |
25 % |
|
orang bertakwa dengan infaq karena dua hal berikut: Pertama; |
infaq |
adalah kebalikan dari riba yang dilarang oleh ayat sebelumny |
25 % |
|
hartanya dari bayaran hutang yang berlipat ganda. Sedangkan |
infaq |
adalah sebuah pertolongan kepada orang yang membutuhkan tanp |
29 % |
|
da orang yang membutuhkan tanpa imbalan. Kedua; Sesungguhnya |
infaq |
adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan karena kecintaan m |
30 % |
|
elakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka |
ingat |
akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, da |
6 % |
|
idak shalat, tidak berpuasa, dan sebagainya, mereka langsung |
ingat |
Allah, sehingga merasa malu dan takut kepadaNya. Lalu ia cep |
89 % |
|
g pelanggaran yang telah dilakukannya, karena ia akan selalu |
ingat |
dan takut kepada Allah. Dalam ayat ini Allah juga menegask |
92 % |
|
memberikan sesuatu di jalan Allah walaupun sedikit. Dorongan |
ini |
ada pada diri setiap orang tetapi kadang-kadang tidak muncul |
38 % |
|
yang penuh dengan air, lalu ditutup rapat agar tidak tumpah. |
ini |
mengisyaratkan bahwa perasaan marah, sakit hati, dan keingin |
44 % |
|
kemudian tidak menghukumnya sekalipun ia mampu melakukannya. |
ini |
adalah perjuangan untuk pengendalian diri yang lebih tinggi |
55 % |
|
rang untuk menghapus bekas luka hati akibat perbuatan orang. |
ini |
tidak mudah, oleh karena itu pantaslah dianggap perilaku ora |
59 % |
|
enai dirinya, karena itu adalah sifat utama. Berbuat ihsan |
ini |
adalah tingkat yang lebih tinggi dari tiga perilaku takwa se |
72 % |
|
bagai cara yang mungkin dilakukannya. Dalam menafsirkan ayat |
ini |
Muhammad Rasyid Ridha mengemukakan suatu riwayat yang mengga |
74 % |
|
nada juga dikemukakan oleh Al-Maraghi dalam menafsirkan ayat |
ini. |
Cepat menyadari kesalahan lalu beristighfar Perilaku ini |
84 % |
|
ini. Cepat menyadari kesalahan lalu beristighfar Perilaku |
ini |
menggambarkan bagaimana orang yang bertakwa menghadapi dirin |
85 % |
|
na ia akan selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam ayat |
ini |
Allah juga menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah lah temp |
93 % |
|
ena hanya Allah juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; ayat |
ini |
menunjukkan batapa Maha Pemaaf dan Pengampunnya Allah. Unt |
95 % |
|
PERILAKU Orang berTAkWA Dr. |
isnawati |
Rais, MA. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuha |
0 % |
|
dan imbalan Allah terhadap amal yang telah mereka lakukan. |
(isnawati |
Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya |
itu, |
sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampuna |
9 % |
|
skan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka |
itu |
balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang me |
9 % |
|
lakukan karena kecintaan manusia terhadap harta. Oleh karena |
itu, |
barangsiapa yang sanggup menginfakkan harta diwaktu lapang d |
31 % |
|
a diri setiap orang tetapi kadang-kadang tidak muncul. Untuk |
itu |
agamalah yang menumbuhkan kesadaran itu. Menahan marah Se |
39 % |
|
tidak muncul. Untuk itu agamalah yang menumbuhkan kesadaran |
itu. |
Menahan marah Selanjutnya perilaku orang yang bertakwa ad |
40 % |
|
dan keinginan untuk menuntut balas masih ada, tapi perasaan |
itu |
tidak dituruti melainkan ditahan dan ditutup rapat agar tida |
45 % |
|
kuat bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat |
itu |
adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. B |
49 % |
|
fkan orang lain apabila ia menghapuskan kesalahan orang lain |
itu, |
kemudian tidak menghukumnya sekalipun ia mampu melakukannya. |
55 % |
|
ka hati akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh karena |
itu |
pantaslah dianggap perilaku orang bertakwa. Untuk memberik |
59 % |
|
m surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, dan Asy-Syura 43. Sementara |
itu |
Rasulullah SAW juga menjelaskan keuntungan orang-orang yang |
62 % |
|
memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, karena |
itu |
adalah sifat utama. Berbuat ihsan Ini adalah tingkat yang |
72 % |
|
mukakan suatu riwayat yang menggambarkan bahwa berbuat ihsan |
itu |
adalah sebagai puncak dari tiga sifat utama sebelumnya: Seor |
76 % |
|
sesuatu pelanggaran yang membuat tuannya sangat marah. Budak |
itu |
berkata kepada tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman wal kazhim |
77 % |
|
zha, maka tuannya menjawab: Aku telah menahan marahku. Budak |
itu |
berkata lagi, Allah telah berfirman walafiina aninnaas, yang |
79 % |
|
n ampun sambil bertekad tidak akan mengulangi lagi kesalahan |
itu. |
Orang mumin yang bertakwa setelah bertaubat tidak akan men |
91 % |
|
sar, dan memperoleh surga yang sangat luas dan menyenangkan. |
itu |
semua adalah sebaik-baik balasan dan imbalan Allah terhadap |
98 % |
|
bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan |
itulah |
sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136 |
11 % |
|
naas, yang dijawab oleh tuannya: Kamu telah kumaafkan. Budak |
itupun |
melanjutkan lagi, bahwa Allah telah berfirman wallahu yuhibb |
81 % |
|
rgilah! Engkau merdeka karena Allah. (Muhammad Rasyid Ridha, |
iv, |
hal. 135). Riwayat senada juga dikemukakan oleh Al-Maraghi d |
83 % |
|
ngan keridhaan. Memaafkan Memaafkan berarti menghapuskan. |
jadi |
seseorang baru dikatakan memaafkan orang lain apabila ia men |
53 % |
|
g kuat. Beliau bersabda: Orang yang kuat bukanlah orang yang |
jago |
gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang yang mampu |
49 % |
|
nya sesusah apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu di |
jalan |
Allah walaupun sedikit. Dorongan ini ada pada diri setiap or |
38 % |
|
g kesulitan. Dalam suatu hadits Rasulullah SAW menyatakan: |
jauhkanlah |
dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir |
22 % |
|
a yang sanggup menginfakkan harta diwaktu lapang dan sempit, |
jelas |
menunjukkan sikap kepatuhan, ketundukkan hati, yang merupaka |
32 % |
|
an) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan |
(juga) |
orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya |
5 % |
|
(HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain nabi |
juga |
bersabda: Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu untuk m |
51 % |
|
, Al-Hijr 85, dan Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah SAW |
juga |
menjelaskan keuntungan orang-orang yang mau memaafkan kesala |
62 % |
|
Allah. (Muhammad Rasyid Ridha, IV, hal. 135). Riwayat senada |
juga |
dikemukakan oleh Al-Maraghi dalam menafsirkan ayat ini. Ce |
83 % |
|
selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam ayat ini Allah |
juga |
menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah lah tempat memohon |
93 % |
|
; Hanya Allah lah tempat memohon ampunan, karena hanya Allah |
juga |
yang mampu memberi ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan bata |
94 % |
|
upun sedikit. Dorongan ini ada pada diri setiap orang tetapi |
kadang-kadang |
tidak muncul. Untuk itu agamalah yang menumbuhkan kesadaran |
39 % |
|
n dorongan kepada manusia agar mau memaafkan, Allah berulang |
kali |
memerintahkannya di dalam Al-Quran, antara lain dalam surat |
61 % |
|
Orang berTAkWA Dr. Isnawati Rais, MA. Dan bersegeralah |
kamu |
kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya se |
1 % |
|
lah berfirman walafiina aninnaas, yang dijawab oleh tuannya: |
kamu |
telah kumaafkan. Budak itupun melanjutkan lagi, bahwa Allah |
80 % |
|
123-133) Allah memulai gambaran orang bertakwa dengan infaq |
karena |
dua hal berikut: Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba y |
25 % |
|
Sesungguhnya infaq adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan |
karena |
kecintaan manusia terhadap harta. Oleh karena itu, barangsia |
31 % |
|
udah dilakukan karena kecintaan manusia terhadap harta. Oleh |
karena |
itu, barangsiapa yang sanggup menginfakkan harta diwaktu lap |
31 % |
|
ntuk pengendalian diri yang lebih tinggi dari menahan marah. |
karena |
menahan marah hanya upaya menahan sesuatu yang tersimpan dal |
56 % |
|
ekas luka hati akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh |
karena |
itu pantaslah dianggap perilaku orang bertakwa. Untuk memb |
59 % |
|
ia kesukaran. Dan Orang yang memaafkan terhadap kezhaliman, |
karena |
mengharapkan keredhaan Allah, maka Allah akan menambah kemul |
65 % |
|
. berkata: Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas |
karena |
beliau dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau a |
70 % |
|
u akan memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, |
karena |
itu adalah sifat utama. Berbuat ihsan Ini adalah tingkat |
71 % |
|
hibbul muhsiniin, tuannya menjawab: Pergilah! Engkau merdeka |
karena |
Allah. (Muhammad Rasyid Ridha, IV, hal. 135). Riwayat senada |
82 % |
|
at tidak akan mengulang pelanggaran yang telah dilakukannya, |
karena |
ia akan selalu ingat dan takut kepada Allah. Dalam ayat in |
92 % |
|
an dua hal, pertama; Hanya Allah lah tempat memohon ampunan, |
karena |
hanya Allah juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; ayat ini |
94 % |
|
piaskan kemarahan walaupun sebenarnya ia mampu melakukannya. |
kata |
al-kazhimiin berarti penuh dan menutupnya dengan rapat, sepe |
42 % |
|
Imran 130). Riba adalah pemerasan yang dilakukan oleh orang |
kaya |
terhadap orang yang membutuhkan pertolongan dengan memakan h |
27 % |
|
ak itu berkata kepada tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman wal |
kazhimiin |
alghaizha, maka tuannya menjawab: Aku telah menahan marahku. |
78 % |
|
mpit Termasuk perilaku orang bertakwa adalah berinfaq dalam |
keadaan |
bagaimanapun, baik dalam keadaan lapang (berkecukupan) ataup |
18 % |
|
takwa adalah berinfaq dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam |
keadaan |
lapang (berkecukupan) ataupun dalam keadaan sempit (kekurang |
19 % |
|
apun, baik dalam keadaan lapang (berkecukupan) ataupun dalam |
keadaan |
sempit (kekurangan). Mereka berusaha untuk selalu dapat memb |
19 % |
|
a dengan infaq karena dua hal berikut: Pertama; infaq adalah |
kebalikan |
dari riba yang dilarang oleh ayat sebelumnya (Qs. Ali Imran |
25 % |
|
uhnya infaq adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan karena |
kecintaan |
manusia terhadap harta. Oleh karena itu, barangsiapa yang sa |
31 % |
|
uah pertolongan kepada orang yang membutuhkan tanpa imbalan. |
kedua; |
Sesungguhnya infaq adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan |
30 % |
|
ampunan, karena hanya Allah juga yang mampu memberi ampunan. |
kedua; |
ayat ini menunjukkan batapa Maha Pemaaf dan Pengampunnya All |
95 % |
|
ah. Ini mengisyaratkan bahwa perasaan marah, sakit hati, dan |
keinginan |
untuk menuntut balas masih ada, tapi perasaan itu tidak ditu |
44 % |
|
buat baik. Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan |
keji |
atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu |
6 % |
|
uni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan |
kejinya |
itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah a |
8 % |
|
surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka |
kekal |
di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang berama |
11 % |
|
ang beramal (Qs. Ali Imran 133-136). Pada ayat pertama dari |
kelompok |
ayat diatas, Allah SWT memerintahkan terhadap orang-orang ya |
12 % |
|
idak dituruti melainkan ditahan dan ditutup rapat agar tidak |
keluar |
perkataan dan tindakan yang tidak baik. (Quraisy Shihab, Taf |
46 % |
|
erusaha untuk selalu dapat membantu orang lain sesuai dengan |
kemampuan. |
Mereka tidak pernah melalaikan infaq meski terkadang mereka |
20 % |
|
ertakwa adalah mampu menahan marah dengan tidak melampiaskan |
kemarahan |
walaupun sebenarnya ia mampu melakukannya. Kata al-kazhimiin |
41 % |
|
yang sangat luas yang disediakan untuk mereka yang bertakwa. |
kemudian |
pada ayat-ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan beberapa pe |
14 % |
|
orang lain apabila ia menghapuskan kesalahan orang lain itu, |
kemudian |
tidak menghukumnya sekalipun ia mampu melakukannya. Ini adal |
55 % |
|
arena mengharapkan keredhaan Allah, maka Allah akan menambah |
kemuliaan |
kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat dalam Muh |
66 % |
|
g berTAkWA Dr. Isnawati Rais, MA. Dan bersegeralah kamu |
kepada |
ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas la |
1 % |
|
A. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan |
kepada |
surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan u |
1 % |
|
ng berlipat ganda. Sedangkan infaq adalah sebuah pertolongan |
kepada |
orang yang membutuhkan tanpa imbalan. Kedua; Sesungguhnya in |
29 % |
|
ianggap perilaku orang bertakwa. Untuk memberikan dorongan |
kepada |
manusia agar mau memaafkan, Allah berulang kali memerintahka |
60 % |
|
nggaran yang membuat tuannya sangat marah. Budak itu berkata |
kepada |
tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman wal kazhimiin alghaizha, |
78 % |
|
ng telah dilakukannya, karena ia akan selalu ingat dan takut |
kepada |
Allah. Dalam ayat ini Allah juga menegaskan dua hal, perta |
93 % |
|
harapkan keredhaan Allah, maka Allah akan menambah kemuliaan |
kepadanya |
di hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad Ahma |
66 % |
|
mereka langsung ingat Allah, sehingga merasa malu dan takut |
kepadanya. |
Lalu ia cepat menyesali semua perbuatannya dan memohon ampun |
89 % |
|
kan harta diwaktu lapang dan sempit, jelas menunjukkan sikap |
kepatuhan, |
ketundukkan hati, yang merupakan sebuah ketakwaan. Anjuran |
32 % |
|
rang yang memaafkan terhadap kezhaliman, karena mengharapkan |
keredhaan |
Allah, maka Allah akan menambah kemuliaan kepadanya di hari |
66 % |
|
nnya, maka di hari kiamat Allah akan memenuhi hatinya dengan |
keridhaan. |
Memaafkan Memaafkan berarti menghapuskan. Jadi seseorang |
53 % |
|
ang-kadang tidak muncul. Untuk itu agamalah yang menumbuhkan |
kesadaran |
itu. Menahan marah Selanjutnya perilaku orang yang bertak |
40 % |
|
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan |
(kesalahan) |
orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (ju |
4 % |
|
baru dikatakan memaafkan orang lain apabila ia menghapuskan |
kesalahan |
orang lain itu, kemudian tidak menghukumnya sekalipun ia mam |
54 % |
|
W juga menjelaskan keuntungan orang-orang yang mau memaafkan |
kesalahan |
orang lain, di antaranya: Barangsiapa memberi maaf ketika |
63 % |
|
ya selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan |
kesalahan |
orang lain yang mengenai dirinya, karena itu adalah sifat ut |
71 % |
|
leh Al-Maraghi dalam menafsirkan ayat ini. Cepat menyadari |
kesalahan |
lalu beristighfar Perilaku ini menggambarkan bagaimana oran |
84 % |
|
dan memohon ampun sambil bertekad tidak akan mengulangi lagi |
kesalahan |
itu. Orang mumin yang bertakwa setelah bertaubat tidak aka |
91 % |
|
ka dia mampu membalas, maka Allah akan mengampuninya saat ia |
kesukaran. |
Dan Orang yang memaafkan terhadap kezhaliman, karena menghar |
65 % |
|
ernah melalaikan infaq meski terkadang mereka sendiri sedang |
kesulitan. |
Dalam suatu hadits Rasulullah SAW menyatakan: Jauhkanlah d |
22 % |
|
kan sikap kepatuhan, ketundukkan hati, yang merupakan sebuah |
ketakwaan. |
Anjuran dan perintah berinfaq pada waktu lapang adalah unt |
33 % |
|
orang yang kuat itu adalah) orang yang mampu menahan dirinya |
ketika |
marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain |
50 % |
|
salahan orang lain, di antaranya: Barangsiapa memberi maaf |
ketika |
dia mampu membalas, maka Allah akan mengampuninya saat ia ke |
64 % |
|
iwaktu lapang dan sempit, jelas menunjukkan sikap kepatuhan, |
ketundukkan |
hati, yang merupakan sebuah ketakwaan. Anjuran dan perinta |
33 % |
|
Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah SAW juga menjelaskan |
keuntungan |
orang-orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain, di anta |
63 % |
|
puninya saat ia kesukaran. Dan Orang yang memaafkan terhadap |
kezhaliman, |
karena mengharapkan keredhaan Allah, maka Allah akan menamba |
65 % |
|
korupsi, berzina, atau menganiaya diri sendiri seperti minum |
khamar, |
membuka aurat, tidak shalat, tidak berpuasa, dan sebagainya, |
88 % |
|
n marah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka di hari |
kiamat |
Allah akan memenuhi hatinya dengan keridhaan. Memaafkan M |
52 % |
|
Allah, maka Allah akan menambah kemuliaan kepadanya di hari |
kiamat |
(Lengkapnya dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, Edis |
67 % |
|
esia, hal. 272). Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah |
kita, |
adalah seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. berkata: |
68 % |
|
k, melakukan perbuatan dosa seperti, membunuh, memakan riba, |
korupsi, |
berzina, atau menganiaya diri sendiri seperti minum khamar, |
87 % |
|
af dan Pengampunnya Allah. Untuk mereka yang memenuhi lima |
kriteria |
diatas, Allah menjanjikan balasan berupa ampunan, selamat da |
96 % |
|
ampu menahan marah, oleh Nabi SAW disebut sebagai orang yang |
kuat. |
Beliau bersabda: Orang yang kuat bukanlah orang yang jago gu |
48 % |
|
disebut sebagai orang yang kuat. Beliau bersabda: Orang yang |
kuat |
bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu |
49 % |
|
yang kuat bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (orang yang |
kuat |
itu adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (H |
49 % |
|
an walafiina aninnaas, yang dijawab oleh tuannya: Kamu telah |
kumaafkan. |
Budak itupun melanjutkan lagi, bahwa Allah telah berfirman w |
80 % |
|
dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir |
kurma |
(HR. Muttafaq alaih). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar III, |
23 % |
|
lah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa |
lagi |
yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak me |
7 % |
|
annya menjawab: Aku telah menahan marahku. Budak itu berkata |
lagi, |
Allah telah berfirman walafiina aninnaas, yang dijawab oleh |
79 % |
|
oleh tuannya: Kamu telah kumaafkan. Budak itupun melanjutkan |
lagi, |
bahwa Allah telah berfirman wallahu yuhibbul muhsiniin, tuan |
81 % |
|
nnya dan memohon ampun sambil bertekad tidak akan mengulangi |
lagi |
kesalahan itu. Orang mumin yang bertakwa setelah bertaubat |
91 % |
|
ayat ini Allah juga menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah |
lah |
tempat memohon ampunan, karena hanya Allah juga yang mampu m |
94 % |
|
kurangan). Mereka berusaha untuk selalu dapat membantu orang |
lain |
sesuai dengan kemampuan. Mereka tidak pernah melalaikan infa |
20 % |
|
tika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits |
lain |
nabi juga bersabda: Barangsiapa menahan marah padahal ia mam |
51 % |
|
menghapuskan. Jadi seseorang baru dikatakan memaafkan orang |
lain |
apabila ia menghapuskan kesalahan orang lain itu, kemudian t |
54 % |
|
memaafkan orang lain apabila ia menghapuskan kesalahan orang |
lain |
itu, kemudian tidak menghukumnya sekalipun ia mampu melakuka |
54 % |
|
lah berulang kali memerintahkannya di dalam Al-Quran, antara |
lain |
dalam surat Al-Araf 199, Al-Hijr 85, dan Asy-Syura 43. Semen |
61 % |
|
an keuntungan orang-orang yang mau memaafkan kesalahan orang |
lain, |
di antaranya: Barangsiapa memberi maaf ketika dia mampu me |
63 % |
|
Allah tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan kesalahan orang |
lain |
yang mengenai dirinya, karena itu adalah sifat utama. Berb |
71 % |
|
ng, rakus, aniaya, cinta yang berlebihan terhadap harta, dan |
lain-lain. |
Sedangkan anjuran bersedekah di waktu sulit adalah untuk mer |
35 % |
|
ik balasan dan imbalan Allah terhadap amal yang telah mereka |
lakukan. |
(Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, |
lalu |
memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang |
7 % |
|
enutupnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh dengan air, |
lalu |
ditutup rapat agar tidak tumpah. Ini mengisyaratkan bahwa pe |
43 % |
|
aghi dalam menafsirkan ayat ini. Cepat menyadari kesalahan |
lalu |
beristighfar Perilaku ini menggambarkan bagaimana orang yan |
84 % |
|
gsung ingat Allah, sehingga merasa malu dan takut kepadaNya. |
lalu |
ia cepat menyesali semua perbuatannya dan memohon ampun samb |
89 % |
|
da ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas |
langit |
dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. ( |
2 % |
|
aurat, tidak shalat, tidak berpuasa, dan sebagainya, mereka |
langsung |
ingat Allah, sehingga merasa malu dan takut kepadaNya. Lalu |
89 % |
|
(Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik diwaktu |
lapang |
maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahn |
3 % |
|
ayat-ayat di atas, berikut penjelasannya: Berinfak diwaktu |
lapang |
dan sempit Termasuk perilaku orang bertakwa adalah berinfaq |
17 % |
|
alah berinfaq dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam keadaan |
lapang |
(berkecukupan) ataupun dalam keadaan sempit (kekurangan). Me |
19 % |
|
ena itu, barangsiapa yang sanggup menginfakkan harta diwaktu |
lapang |
dan sempit, jelas menunjukkan sikap kepatuhan, ketundukkan h |
32 % |
|
sebuah ketakwaan. Anjuran dan perintah berinfaq pada waktu |
lapang |
adalah untuk menghilangkan perasaan sombong, rakus, aniaya, |
34 % |
|
dekah di waktu sulit adalah untuk merobah sifat manusia yang |
lebih |
suka diberi dari pada memberi. Sebenarnya sesusah apapun, ma |
36 % |
|
kukannya. Ini adalah perjuangan untuk pengendalian diri yang |
lebih |
tinggi dari menahan marah. Karena menahan marah hanya upaya |
56 % |
|
adalah sifat utama. Berbuat ihsan Ini adalah tingkat yang |
lebih |
tinggi dari tiga perilaku takwa sebelumnya. Allah mencintai |
72 % |
|
maka Allah akan menambah kemuliaan kepadanya di hari kiamat |
(lengkapnya |
dapat dilihat dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, |
67 % |
|
beberapa perilaku orang bertakwa tersebut. Setidaknya ada |
lima |
perilaku takwa yang digambarkan Allah pada ayat-ayat di atas |
16 % |
|
Pemaaf dan Pengampunnya Allah. Untuk mereka yang memenuhi |
lima |
kriteria diatas, Allah menjanjikan balasan berupa ampunan, s |
96 % |
|
beriman untuk bersegera meraih ampunan dan surga yang sangat |
luas |
yang disediakan untuk mereka yang bertakwa. Kemudian pada ay |
14 % |
|
mendapat pahala yang besar, dan memperoleh surga yang sangat |
luas |
dan menyenangkan. Itu semua adalah sebaik-baik balasan dan i |
98 % |
|
ralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang |
luasnya |
seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang ya |
2 % |
|
i, sedangkan memaafkan, menuntut orang untuk menghapus bekas |
luka |
hati akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh karena it |
58 % |
|
PERILAKU Orang berTAkWA Dr. Isnawati Rais, |
ma. |
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan ke |
1 % |
|
an kesalahan orang lain, di antaranya: Barangsiapa memberi |
maaf |
ketika dia mampu membalas, maka Allah akan mengampuninya saa |
64 % |
|
ng mampu memberi ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan batapa |
maha |
Pemaaf dan Pengampunnya Allah. Untuk mereka yang memenuhi |
95 % |
|
gsiapa menahan marah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, |
maka |
di hari kiamat Allah akan memenuhi hatinya dengan keridhaan. |
52 % |
|
ranya: Barangsiapa memberi maaf ketika dia mampu membalas, |
maka |
Allah akan mengampuninya saat ia kesukaran. Dan Orang yang m |
64 % |
|
an terhadap kezhaliman, karena mengharapkan keredhaan Allah, |
maka |
Allah akan menambah kemuliaan kepadanya di hari kiamat (Leng |
66 % |
|
tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman wal kazhimiin alghaizha, |
maka |
tuannya menjawab: Aku telah menahan marahku. Budak itu berka |
78 % |
|
dan sebagainya, mereka langsung ingat Allah, sehingga merasa |
malu |
dan takut kepadaNya. Lalu ia cepat menyesali semua perbuatan |
89 % |
|
nahan marah Selanjutnya perilaku orang yang bertakwa adalah |
mampu |
menahan marah dengan tidak melampiaskan kemarahan walaupun s |
41 % |
|
h dengan tidak melampiaskan kemarahan walaupun sebenarnya ia |
mampu |
melakukannya. Kata al-kazhimiin berarti penuh dan menutupnya |
42 % |
|
uraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, II, hal. 207). Orang yang |
mampu |
menahan marah, oleh Nabi SAW disebut sebagai orang yang kuat |
47 % |
|
g jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang yang |
mampu |
menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu D |
50 % |
|
ain nabi juga bersabda: Barangsiapa menahan marah padahal ia |
mampu |
untuk melampiaskannya, maka di hari kiamat Allah akan memenu |
51 % |
|
han orang lain itu, kemudian tidak menghukumnya sekalipun ia |
mampu |
melakukannya. Ini adalah perjuangan untuk pengendalian diri |
55 % |
|
ng lain, di antaranya: Barangsiapa memberi maaf ketika dia |
mampu |
membalas, maka Allah akan mengampuninya saat ia kesukaran. D |
64 % |
|
lah lah tempat memohon ampunan, karena hanya Allah juga yang |
mampu |
memberi ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan batapa Maha Pem |
94 % |
|
q adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan karena kecintaan |
manusia |
terhadap harta. Oleh karena itu, barangsiapa yang sanggup me |
31 % |
|
anjuran bersedekah di waktu sulit adalah untuk merobah sifat |
manusia |
yang lebih suka diberi dari pada memberi. Sebenarnya sesusah |
36 % |
|
ih suka diberi dari pada memberi. Sebenarnya sesusah apapun, |
manusia |
masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah walaupun sediki |
37 % |
|
perilaku orang bertakwa. Untuk memberikan dorongan kepada |
manusia |
agar mau memaafkan, Allah berulang kali memerintahkannya di |
60 % |
|
Untuk itu agamalah yang menumbuhkan kesadaran itu. Menahan |
marah |
Selanjutnya perilaku orang yang bertakwa adalah mampu menaha |
40 % |
|
elanjutnya perilaku orang yang bertakwa adalah mampu menahan |
marah |
dengan tidak melampiaskan kemarahan walaupun sebenarnya ia m |
41 % |
|
p rapat agar tidak tumpah. Ini mengisyaratkan bahwa perasaan |
marah, |
sakit hati, dan keinginan untuk menuntut balas masih ada, ta |
44 % |
|
Tafsir al-Misbah, II, hal. 207). Orang yang mampu menahan |
marah, |
oleh Nabi SAW disebut sebagai orang yang kuat. Beliau bersab |
47 % |
|
ang kuat itu adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketika |
marah |
(HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain nabi |
50 % |
|
). Dalam hadits lain nabi juga bersabda: Barangsiapa menahan |
marah |
padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka di hari kiamat |
51 % |
|
angan untuk pengendalian diri yang lebih tinggi dari menahan |
marah. |
Karena menahan marah hanya upaya menahan sesuatu yang tersim |
56 % |
|
an diri yang lebih tinggi dari menahan marah. Karena menahan |
marah |
hanya upaya menahan sesuatu yang tersimpan dalam diri, sedan |
57 % |
|
ak melakukan sesuatu pelanggaran yang membuat tuannya sangat |
marah. |
Budak itu berkata kepada tuannya: Tuan, Allah SWT berfirman |
77 % |
|
azhimiin alghaizha, maka tuannya menjawab: Aku telah menahan |
marahku. |
Budak itu berkata lagi, Allah telah berfirman walafiina anin |
79 % |
|
diberi dari pada memberi. Sebenarnya sesusah apapun, manusia |
masih |
bisa memberikan sesuatu di jalan Allah walaupun sedikit. Dor |
37 % |
|
rasaan marah, sakit hati, dan keinginan untuk menuntut balas |
masih |
ada, tapi perasaan itu tidak dituruti melainkan ditahan dan |
45 % |
|
ng bertakwa. Untuk memberikan dorongan kepada manusia agar |
mau |
memaafkan, Allah berulang kali memerintahkannya di dalam Al- |
60 % |
|
Rasulullah SAW juga menjelaskan keuntungan orang-orang yang |
mau |
memaafkan kesalahan orang lain, di antaranya: Barangsiapa |
63 % |
|
orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang |
maupun |
di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan |
3 % |
|
k menuntut balas masih ada, tapi perasaan itu tidak dituruti |
melainkan |
ditahan dan ditutup rapat agar tidak keluar perkataan dan ti |
45 % |
|
orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang yang apabila |
melakukan |
perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat ak |
6 % |
|
bagai puncak dari tiga sifat utama sebelumnya: Seorang budak |
melakukan |
sesuatu pelanggaran yang membuat tuannya sangat marah. Budak |
77 % |
|
ghadapi dirinya sendiri, yaitu bila dia, sengaja atau tidak, |
melakukan |
perbuatan dosa seperti, membunuh, memakan riba, korupsi, ber |
86 % |
|
an tidak melampiaskan kemarahan walaupun sebenarnya ia mampu |
melakukannya. |
Kata al-kazhimiin berarti penuh dan menutupnya dengan rapat, |
42 % |
|
ang lain itu, kemudian tidak menghukumnya sekalipun ia mampu |
melakukannya. |
Ini adalah perjuangan untuk pengendalian diri yang lebih tin |
55 % |
|
antu orang lain sesuai dengan kemampuan. Mereka tidak pernah |
melalaikan |
infaq meski terkadang mereka sendiri sedang kesulitan. Dal |
21 % |
|
orang yang bertakwa adalah mampu menahan marah dengan tidak |
melampiaskan |
kemarahan walaupun sebenarnya ia mampu melakukannya. Kata al |
41 % |
|
a bersabda: Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu untuk |
melampiaskannya, |
maka di hari kiamat Allah akan memenuhi hatinya dengan kerid |
52 % |
|
ang dijawab oleh tuannya: Kamu telah kumaafkan. Budak itupun |
melanjutkan |
lagi, bahwa Allah telah berfirman wallahu yuhibbul muhsiniin |
81 % |
|
ang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. berkata: Saya belum pernah |
melihat |
Rasulullah SAW membalas karena beliau dianiaya selama hukum |
69 % |
|
di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan |
memaafkan |
(kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat b |
4 % |
|
i hari kiamat Allah akan memenuhi hatinya dengan keridhaan. |
memaafkan |
Memaafkan berarti menghapuskan. Jadi seseorang baru dikataka |
53 % |
|
emaafkan berarti menghapuskan. Jadi seseorang baru dikatakan |
memaafkan |
orang lain apabila ia menghapuskan kesalahan orang lain itu, |
54 % |
|
a upaya menahan sesuatu yang tersimpan dalam diri, sedangkan |
memaafkan, |
menuntut orang untuk menghapus bekas luka hati akibat perbua |
58 % |
|
ertakwa. Untuk memberikan dorongan kepada manusia agar mau |
memaafkan, |
Allah berulang kali memerintahkannya di dalam Al-Quran, anta |
60 % |
|
ulullah SAW juga menjelaskan keuntungan orang-orang yang mau |
memaafkan |
kesalahan orang lain, di antaranya: Barangsiapa memberi ma |
63 % |
|
a Allah akan mengampuninya saat ia kesukaran. Dan Orang yang |
memaafkan |
terhadap kezhaliman, karena mengharapkan keredhaan Allah, ma |
65 % |
|
iau dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau akan |
memaafkan |
kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, karena itu adala |
71 % |
|
rang kaya terhadap orang yang membutuhkan pertolongan dengan |
memakan |
hartanya dari bayaran hutang yang berlipat ganda. Sedangkan |
28 % |
|
gaja atau tidak, melakukan perbuatan dosa seperti, membunuh, |
memakan |
riba, korupsi, berzina, atau menganiaya diri sendiri seperti |
87 % |
|
n, di antaranya: Barangsiapa memberi maaf ketika dia mampu |
membalas, |
maka Allah akan mengampuninya saat ia kesukaran. Dan Orang y |
64 % |
|
iyah r. a. berkata: Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW |
membalas |
karena beliau dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. B |
70 % |
|
daan sempit (kekurangan). Mereka berusaha untuk selalu dapat |
membantu |
orang lain sesuai dengan kemampuan. Mereka tidak pernah mela |
20 % |
|
untuk merobah sifat manusia yang lebih suka diberi dari pada |
memberi. |
Sebenarnya sesusah apapun, manusia masih bisa memberikan ses |
37 % |
|
memaafkan kesalahan orang lain, di antaranya: Barangsiapa |
memberi |
maaf ketika dia mampu membalas, maka Allah akan mengampuniny |
64 % |
|
h tempat memohon ampunan, karena hanya Allah juga yang mampu |
memberi |
ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan batapa Maha Pemaaf dan |
95 % |
|
pada memberi. Sebenarnya sesusah apapun, manusia masih bisa |
memberikan |
sesuatu di jalan Allah walaupun sedikit. Dorongan ini ada pa |
37 % |
|
rena itu pantaslah dianggap perilaku orang bertakwa. Untuk |
memberikan |
dorongan kepada manusia agar mau memaafkan, Allah berulang k |
60 % |
|
sebelumnya: Seorang budak melakukan sesuatu pelanggaran yang |
membuat |
tuannya sangat marah. Budak itu berkata kepada tuannya: Tuan |
77 % |
|
berzina, atau menganiaya diri sendiri seperti minum khamar, |
membuka |
aurat, tidak shalat, tidak berpuasa, dan sebagainya, mereka |
88 % |
|
a dia, sengaja atau tidak, melakukan perbuatan dosa seperti, |
membunuh, |
memakan riba, korupsi, berzina, atau menganiaya diri sendiri |
86 % |
|
pemerasan yang dilakukan oleh orang kaya terhadap orang yang |
membutuhkan |
pertolongan dengan memakan hartanya dari bayaran hutang yang |
27 % |
|
Sedangkan infaq adalah sebuah pertolongan kepada orang yang |
membutuhkan |
tanpa imbalan. Kedua; Sesungguhnya infaq adalah sesuatu yang |
29 % |
|
mampu untuk melampiaskannya, maka di hari kiamat Allah akan |
memenuhi |
hatinya dengan keridhaan. Memaafkan Memaafkan berarti men |
52 % |
|
tapa Maha Pemaaf dan Pengampunnya Allah. Untuk mereka yang |
memenuhi |
lima kriteria diatas, Allah menjanjikan balasan berupa ampun |
96 % |
|
36). Pada ayat pertama dari kelompok ayat diatas, Allah SWT |
memerintahkan |
terhadap orang-orang yang beriman untuk bersegera meraih amp |
12 % |
|
ongan kepada manusia agar mau memaafkan, Allah berulang kali |
memerintahkannya |
di dalam Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Araf 199, Al-H |
61 % |
|
atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu |
memohon |
ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat m |
7 % |
|
ut kepadaNya. Lalu ia cepat menyesali semua perbuatannya dan |
memohon |
ampun sambil bertekad tidak akan mengulangi lagi kesalahan i |
90 % |
|
lah juga menegaskan dua hal, pertama; Hanya Allah lah tempat |
memohon |
ampunan, karena hanya Allah juga yang mampu memberi ampunan. |
94 % |
|
punan, selamat dari siksaan, mendapat pahala yang besar, dan |
memperoleh |
surga yang sangat luas dan menyenangkan. Itu semua adalah se |
98 % |
|
). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar III, hal. 123-133) Allah |
memulai |
gambaran orang bertakwa dengan infaq karena dua hal berikut: |
24 % |
|
kan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag |
menafkahkan |
(hartanya), baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit, dan |
3 % |
|
ihsan dengan berbagai cara yang mungkin dilakukannya. Dalam |
menafsirkan |
ayat ini Muhammad Rasyid Ridha mengemukakan suatu riwayat ya |
74 % |
|
135). Riwayat senada juga dikemukakan oleh Al-Maraghi dalam |
menafsirkan |
ayat ini. Cepat menyadari kesalahan lalu beristighfar Per |
84 % |
|
diwaktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang |
menahan |
amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai or |
4 % |
|
muncul. Untuk itu agamalah yang menumbuhkan kesadaran itu. |
menahan |
marah Selanjutnya perilaku orang yang bertakwa adalah mampu |
40 % |
|
marah Selanjutnya perilaku orang yang bertakwa adalah mampu |
menahan |
marah dengan tidak melampiaskan kemarahan walaupun sebenarny |
41 % |
|
Shihab, Tafsir al-Misbah, II, hal. 207). Orang yang mampu |
menahan |
marah, oleh Nabi SAW disebut sebagai orang yang kuat. Beliau |
47 % |
|
gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang yang mampu |
menahan |
dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Da |
50 % |
|
Abu Daud). Dalam hadits lain nabi juga bersabda: Barangsiapa |
menahan |
marah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka di hari k |
51 % |
|
ah perjuangan untuk pengendalian diri yang lebih tinggi dari |
menahan |
marah. Karena menahan marah hanya upaya menahan sesuatu yang |
56 % |
|
ngendalian diri yang lebih tinggi dari menahan marah. Karena |
menahan |
marah hanya upaya menahan sesuatu yang tersimpan dalam diri, |
57 % |
|
tinggi dari menahan marah. Karena menahan marah hanya upaya |
menahan |
sesuatu yang tersimpan dalam diri, sedangkan memaafkan, menu |
57 % |
|
an wal kazhimiin alghaizha, maka tuannya menjawab: Aku telah |
menahan |
marahku. Budak itu berkata lagi, Allah telah berfirman walaf |
79 % |
|
aliman, karena mengharapkan keredhaan Allah, maka Allah akan |
menambah |
kemuliaan kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat |
66 % |
|
yang lebih tinggi dari tiga perilaku takwa sebelumnya. Allah |
mencintai |
orang yang berbuat ihsan dengan berbagai cara yang mungkin d |
73 % |
|
ah menjanjikan balasan berupa ampunan, selamat dari siksaan, |
mendapat |
pahala yang besar, dan memperoleh surga yang sangat luas dan |
97 % |
|
lu ingat dan takut kepada Allah. Dalam ayat ini Allah juga |
menegaskan |
dua hal, pertama; Hanya Allah lah tempat memohon ampunan, ka |
93 % |
|
gi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak |
meneruskan |
perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu |
8 % |
|
tu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang |
mengalir |
di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, |
10 % |
|
n ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat |
mengampuni |
dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kej |
8 % |
|
iapa memberi maaf ketika dia mampu membalas, maka Allah akan |
mengampuninya |
saat ia kesukaran. Dan Orang yang memaafkan terhadap kezhali |
64 % |
|
Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau |
menganiaya |
diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun te |
6 % |
|
dosa seperti, membunuh, memakan riba, korupsi, berzina, atau |
menganiaya |
diri sendiri seperti minum khamar, membuka aurat, tidak shal |
87 % |
|
lakukannya. Dalam menafsirkan ayat ini Muhammad Rasyid Ridha |
mengemukakan |
suatu riwayat yang menggambarkan bahwa berbuat ihsan itu ada |
75 % |
|
k dilanggar. Beliau akan memaafkan kesalahan orang lain yang |
mengenai |
dirinya, karena itu adalah sifat utama. Berbuat ihsan Ini |
71 % |
|
mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka |
mengetahui. |
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan su |
9 % |
|
at ini Muhammad Rasyid Ridha mengemukakan suatu riwayat yang |
menggambarkan |
bahwa berbuat ihsan itu adalah sebagai puncak dari tiga sifa |
75 % |
|
Cepat menyadari kesalahan lalu beristighfar Perilaku ini |
menggambarkan |
bagaimana orang yang bertakwa menghadapi dirinya sendiri, ya |
85 % |
|
ar Perilaku ini menggambarkan bagaimana orang yang bertakwa |
menghadapi |
dirinya sendiri, yaitu bila dia, sengaja atau tidak, melakuk |
85 % |
|
simpan dalam diri, sedangkan memaafkan, menuntut orang untuk |
menghapus |
bekas luka hati akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, ole |
58 % |
|
uhi hatinya dengan keridhaan. Memaafkan Memaafkan berarti |
menghapuskan. |
Jadi seseorang baru dikatakan memaafkan orang lain apabila i |
53 % |
|
adi seseorang baru dikatakan memaafkan orang lain apabila ia |
menghapuskan |
kesalahan orang lain itu, kemudian tidak menghukumnya sekali |
54 % |
|
ukaran. Dan Orang yang memaafkan terhadap kezhaliman, karena |
mengharapkan |
keredhaan Allah, maka Allah akan menambah kemuliaan kepadany |
66 % |
|
Anjuran dan perintah berinfaq pada waktu lapang adalah untuk |
menghilangkan |
perasaan sombong, rakus, aniaya, cinta yang berlebihan terha |
34 % |
|
ila ia menghapuskan kesalahan orang lain itu, kemudian tidak |
menghukumnya |
sekalipun ia mampu melakukannya. Ini adalah perjuangan untuk |
55 % |
|
ia terhadap harta. Oleh karena itu, barangsiapa yang sanggup |
menginfakkan |
harta diwaktu lapang dan sempit, jelas menunjukkan sikap kep |
32 % |
|
penuh dengan air, lalu ditutup rapat agar tidak tumpah. Ini |
mengisyaratkan |
bahwa perasaan marah, sakit hati, dan keinginan untuk menunt |
44 % |
|
tu. Orang mumin yang bertakwa setelah bertaubat tidak akan |
mengulang |
pelanggaran yang telah dilakukannya, karena ia akan selalu i |
92 % |
|
ua perbuatannya dan memohon ampun sambil bertekad tidak akan |
mengulangi |
lagi kesalahan itu. Orang mumin yang bertakwa setelah bert |
90 % |
|
ah. Untuk mereka yang memenuhi lima kriteria diatas, Allah |
menjanjikan |
balasan berupa ampunan, selamat dari siksaan, mendapat pahal |
96 % |
|
n, Allah SWT berfirman wal kazhimiin alghaizha, maka tuannya |
menjawab: |
Aku telah menahan marahku. Budak itu berkata lagi, Allah tel |
79 % |
|
wa Allah telah berfirman wallahu yuhibbul muhsiniin, tuannya |
menjawab: |
Pergilah! Engkau merdeka karena Allah. (Muhammad Rasyid Ridh |
82 % |
|
yang bertakwa. Kemudian pada ayat-ayat selanjutnya Allah SWT |
menjelaskan |
beberapa perilaku orang bertakwa tersebut. Setidaknya ada |
15 % |
|
Hijr 85, dan Asy-Syura 43. Sementara itu Rasulullah SAW juga |
menjelaskan |
keuntungan orang-orang yang mau memaafkan kesalahan orang la |
62 % |
|
g tetapi kadang-kadang tidak muncul. Untuk itu agamalah yang |
menumbuhkan |
kesadaran itu. Menahan marah Selanjutnya perilaku orang y |
39 % |
|
sanggup menginfakkan harta diwaktu lapang dan sempit, jelas |
menunjukkan |
sikap kepatuhan, ketundukkan hati, yang merupakan sebuah ket |
32 % |
|
hanya Allah juga yang mampu memberi ampunan. Kedua; ayat ini |
menunjukkan |
batapa Maha Pemaaf dan Pengampunnya Allah. Untuk mereka ya |
95 % |
|
ratkan bahwa perasaan marah, sakit hati, dan keinginan untuk |
menuntut |
balas masih ada, tapi perasaan itu tidak dituruti melainkan |
45 % |
|
ahan sesuatu yang tersimpan dalam diri, sedangkan memaafkan, |
menuntut |
orang untuk menghapus bekas luka hati akibat perbuatan orang |
58 % |
|
pun dengan (bersedekah) sebutir kurma (HR. Muttafaq alaih). |
menurut |
Rasyid Ridha (AL-Manar III, hal. 123-133) Allah memulai gamb |
24 % |
|
a ia mampu melakukannya. Kata al-kazhimiin berarti penuh dan |
menutupnya |
dengan rapat, seperti wadah yang penuh dengan air, lalu ditu |
42 % |
|
emukakan oleh Al-Maraghi dalam menafsirkan ayat ini. Cepat |
menyadari |
kesalahan lalu beristighfar Perilaku ini menggambarkan baga |
84 % |
|
endiri sedang kesulitan. Dalam suatu hadits Rasulullah SAW |
menyatakan: |
Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedeka |
22 % |
|
pahala yang besar, dan memperoleh surga yang sangat luas dan |
menyenangkan. |
Itu semua adalah sebaik-baik balasan dan imbalan Allah terha |
98 % |
|
lah, sehingga merasa malu dan takut kepadaNya. Lalu ia cepat |
menyesali |
semua perbuatannya dan memohon ampun sambil bertekad tidak a |
90 % |
|
ang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah |
menyukai |
orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang yang apabila |
5 % |
|
erintahkan terhadap orang-orang yang beriman untuk bersegera |
meraih |
ampunan dan surga yang sangat luas yang disediakan untuk mer |
13 % |
|
puasa, dan sebagainya, mereka langsung ingat Allah, sehingga |
merasa |
malu dan takut kepadaNya. Lalu ia cepat menyesali semua perb |
89 % |
|
llahu yuhibbul muhsiniin, tuannya menjawab: Pergilah! Engkau |
merdeka |
karena Allah. (Muhammad Rasyid Ridha, IV, hal. 135). Riwayat |
82 % |
|
abila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, |
mereka |
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mere |
6 % |
|
reka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa |
mereka, |
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan |
7 % |
|
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan |
mereka |
tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka menget |
8 % |
|
h. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang |
mereka |
mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan m |
9 % |
|
meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. |
mereka |
itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yan |
9 % |
|
a mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan |
mereka |
dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang me |
10 % |
|
ka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang |
mereka |
kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang |
10 % |
|
aih ampunan dan surga yang sangat luas yang disediakan untuk |
mereka |
yang bertakwa. Kemudian pada ayat-ayat selanjutnya Allah SWT |
14 % |
|
ng (berkecukupan) ataupun dalam keadaan sempit (kekurangan). |
mereka |
berusaha untuk selalu dapat membantu orang lain sesuai denga |
20 % |
|
uk selalu dapat membantu orang lain sesuai dengan kemampuan. |
mereka |
tidak pernah melalaikan infaq meski terkadang mereka sendiri |
21 % |
|
ampuan. Mereka tidak pernah melalaikan infaq meski terkadang |
mereka |
sendiri sedang kesulitan. Dalam suatu hadits Rasulullah SA |
21 % |
|
membuka aurat, tidak shalat, tidak berpuasa, dan sebagainya, |
mereka |
langsung ingat Allah, sehingga merasa malu dan takut kepadaN |
88 % |
|
nunjukkan batapa Maha Pemaaf dan Pengampunnya Allah. Untuk |
mereka |
yang memenuhi lima kriteria diatas, Allah menjanjikan balasa |
96 % |
|
baik-baik balasan dan imbalan Allah terhadap amal yang telah |
mereka |
lakukan. (Isnawati Rais: Dosen IAIN Imam Bonjol) |
99 % |
|
in. Sedangkan anjuran bersedekah di waktu sulit adalah untuk |
merobah |
sifat manusia yang lebih suka diberi dari pada memberi. Sebe |
36 % |
|
t, jelas menunjukkan sikap kepatuhan, ketundukkan hati, yang |
merupakan |
sebuah ketakwaan. Anjuran dan perintah berinfaq pada waktu |
33 % |
|
esuai dengan kemampuan. Mereka tidak pernah melalaikan infaq |
meski |
terkadang mereka sendiri sedang kesulitan. Dalam suatu had |
21 % |
|
riba, korupsi, berzina, atau menganiaya diri sendiri seperti |
minum |
khamar, membuka aurat, tidak shalat, tidak berpuasa, dan seb |
87 % |
|
imbalan. Kedua; Sesungguhnya infaq adalah sesuatu yang tidak |
mudah |
dilakukan karena kecintaan manusia terhadap harta. Oleh kare |
30 % |
|
menghapus bekas luka hati akibat perbuatan orang. Ini tidak |
mudah, |
oleh karena itu pantaslah dianggap perilaku orang bertakwa. |
59 % |
|
aan kepadanya di hari kiamat (Lengkapnya dapat dilihat dalam |
muhammad |
Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, hal. 272). Nabi Muhammad S |
67 % |
|
m Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, hal. 272). Nabi |
muhammad |
SAW sebagai uswatun hasanah kita, adalah seseorang yang sang |
68 % |
|
i cara yang mungkin dilakukannya. Dalam menafsirkan ayat ini |
muhammad |
Rasyid Ridha mengemukakan suatu riwayat yang menggambarkan b |
74 % |
|
in, tuannya menjawab: Pergilah! Engkau merdeka karena Allah. |
(muhammad |
Rasyid Ridha, IV, hal. 135). Riwayat senada juga dikemukakan |
82 % |
|
lanjutkan lagi, bahwa Allah telah berfirman wallahu yuhibbul |
muhsiniin, |
tuannya menjawab: Pergilah! Engkau merdeka karena Allah. (Mu |
82 % |
|
l bertekad tidak akan mengulangi lagi kesalahan itu. Orang |
mumin |
yang bertakwa setelah bertaubat tidak akan mengulang pelangg |
91 % |
|
an ini ada pada diri setiap orang tetapi kadang-kadang tidak |
muncul. |
Untuk itu agamalah yang menumbuhkan kesadaran itu. Menahan |
39 % |
|
mencintai orang yang berbuat ihsan dengan berbagai cara yang |
mungkin |
dilakukannya. Dalam menafsirkan ayat ini Muhammad Rasyid Rid |
74 % |
|
orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, |
muslim, |
dan Abu Daud). Dalam hadits lain nabi juga bersabda: Barangs |
50 % |
|
i api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma (HR. |
muttafaq |
alaih). Menurut Rasyid Ridha (AL-Manar III, hal. 123-133) |
23 % |
|
isbah, II, hal. 207). Orang yang mampu menahan marah, oleh |
nabi |
SAW disebut sebagai orang yang kuat. Beliau bersabda: Orang |
48 % |
|
marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud). Dalam hadits lain |
nabi |
juga bersabda: Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu un |
51 % |
|
t dalam Muhammad Ahmad al-Hufy, Edisi Indonesia, hal. 272). |
nabi |
Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah kita, adalah seseorang |
68 % |
|
hadits Rasulullah SAW menyatakan: Jauhkanlah dirimu dari api |
neraka |
walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma (HR. Muttafaq ala |
23 % |
|
kut: Pertama; infaq adalah kebalikan dari riba yang dilarang |
oleh |
ayat sebelumnya (Qs. Ali Imran 130). Riba adalah pemerasan y |
26 % |
|
ya (Qs. Ali Imran 130). Riba adalah pemerasan yang dilakukan |
oleh |
orang kaya terhadap orang yang membutuhkan pertolongan denga |
27 % |
|
dak mudah dilakukan karena kecintaan manusia terhadap harta. |
oleh |
karena itu, barangsiapa yang sanggup menginfakkan harta diwa |
31 % |
|
al-Misbah, II, hal. 207). Orang yang mampu menahan marah, |
oleh |
Nabi SAW disebut sebagai orang yang kuat. Beliau bersabda: O |
48 % |
|
pus bekas luka hati akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, |
oleh |
karena itu pantaslah dianggap perilaku orang bertakwa. Unt |
59 % |
|
lagi, Allah telah berfirman walafiina aninnaas, yang dijawab |
oleh |
tuannya: Kamu telah kumaafkan. Budak itupun melanjutkan lagi |
80 % |
|
Rasyid Ridha, IV, hal. 135). Riwayat senada juga dikemukakan |
oleh |
Al-Maraghi dalam menafsirkan ayat ini. Cepat menyadari kes |
83 % |
|
PERILAKU |
orang |
berTAkWA Dr. Isnawati Rais, MA. Dan bersegeralah kamu k |
0 % |
|
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) |
orang, |
Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) ora |
5 % |
|
ng, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) |
orang |
yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri s |
5 % |
|
dang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala |
orang |
yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136). Pada ayat pertama dar |
11 % |
|
yat-ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan beberapa perilaku |
orang |
bertakwa tersebut. Setidaknya ada lima perilaku takwa yang |
15 % |
|
nya: Berinfak diwaktu lapang dan sempit Termasuk perilaku |
orang |
bertakwa adalah berinfaq dalam keadaan bagaimanapun, baik da |
18 % |
|
it (kekurangan). Mereka berusaha untuk selalu dapat membantu |
orang |
lain sesuai dengan kemampuan. Mereka tidak pernah melalaikan |
20 % |
|
id Ridha (AL-Manar III, hal. 123-133) Allah memulai gambaran |
orang |
bertakwa dengan infaq karena dua hal berikut: Pertama; infaq |
25 % |
|
s. Ali Imran 130). Riba adalah pemerasan yang dilakukan oleh |
orang |
kaya terhadap orang yang membutuhkan pertolongan dengan mema |
27 % |
|
iba adalah pemerasan yang dilakukan oleh orang kaya terhadap |
orang |
yang membutuhkan pertolongan dengan memakan hartanya dari ba |
27 % |
|
ipat ganda. Sedangkan infaq adalah sebuah pertolongan kepada |
orang |
yang membutuhkan tanpa imbalan. Kedua; Sesungguhnya infaq ad |
29 % |
|
an Allah walaupun sedikit. Dorongan ini ada pada diri setiap |
orang |
tetapi kadang-kadang tidak muncul. Untuk itu agamalah yang m |
39 % |
|
mbuhkan kesadaran itu. Menahan marah Selanjutnya perilaku |
orang |
yang bertakwa adalah mampu menahan marah dengan tidak melamp |
40 % |
|
dak baik. (Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, II, hal. 207). |
orang |
yang mampu menahan marah, oleh Nabi SAW disebut sebagai oran |
47 % |
|
rang yang mampu menahan marah, oleh Nabi SAW disebut sebagai |
orang |
yang kuat. Beliau bersabda: Orang yang kuat bukanlah orang y |
48 % |
|
h Nabi SAW disebut sebagai orang yang kuat. Beliau bersabda: |
orang |
yang kuat bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (orang yang |
48 % |
|
i orang yang kuat. Beliau bersabda: Orang yang kuat bukanlah |
orang |
yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang y |
49 % |
|
abda: Orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat, tetapi |
(orang |
yang kuat itu adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketik |
49 % |
|
h orang yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) |
orang |
yang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim |
49 % |
|
erarti menghapuskan. Jadi seseorang baru dikatakan memaafkan |
orang |
lain apabila ia menghapuskan kesalahan orang lain itu, kemud |
54 % |
|
takan memaafkan orang lain apabila ia menghapuskan kesalahan |
orang |
lain itu, kemudian tidak menghukumnya sekalipun ia mampu mel |
54 % |
|
atu yang tersimpan dalam diri, sedangkan memaafkan, menuntut |
orang |
untuk menghapus bekas luka hati akibat perbuatan orang. Ini |
58 % |
|
untut orang untuk menghapus bekas luka hati akibat perbuatan |
orang. |
Ini tidak mudah, oleh karena itu pantaslah dianggap perilaku |
58 % |
|
Ini tidak mudah, oleh karena itu pantaslah dianggap perilaku |
orang |
bertakwa. Untuk memberikan dorongan kepada manusia agar ma |
59 % |
|
jelaskan keuntungan orang-orang yang mau memaafkan kesalahan |
orang |
lain, di antaranya: Barangsiapa memberi maaf ketika dia ma |
63 % |
|
mbalas, maka Allah akan mengampuninya saat ia kesukaran. Dan |
orang |
yang memaafkan terhadap kezhaliman, karena mengharapkan kere |
65 % |
|
hukum Allah tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan kesalahan |
orang |
lain yang mengenai dirinya, karena itu adalah sifat utama. |
71 % |
|
tinggi dari tiga perilaku takwa sebelumnya. Allah mencintai |
orang |
yang berbuat ihsan dengan berbagai cara yang mungkin dilakuk |
73 % |
|
ahan lalu beristighfar Perilaku ini menggambarkan bagaimana |
orang |
yang bertakwa menghadapi dirinya sendiri, yaitu bila dia, se |
85 % |
|
n sambil bertekad tidak akan mengulangi lagi kesalahan itu. |
orang |
mumin yang bertakwa setelah bertaubat tidak akan mengulang p |
91 % |
|
a yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk |
orang-orang |
yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya |
2 % |
|
mi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) |
orang-orang |
yag menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun di wa |
3 % |
|
(hartanya), baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit, dan |
orang-orang |
yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Alla |
4 % |
|
an amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai |
orang-orang |
yang berbuat baik. Dan (juga) orang yang apabila melakukan p |
5 % |
|
dari kelompok ayat diatas, Allah SWT memerintahkan terhadap |
orang-orang |
yang beriman untuk bersegera meraih ampunan dan surga yang s |
13 % |
|
43. Sementara itu Rasulullah SAW juga menjelaskan keuntungan |
orang-orang |
yang mau memaafkan kesalahan orang lain, di antaranya: Bar |
63 % |
|
baik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136). |
pada |
ayat pertama dari kelompok ayat diatas, Allah SWT memerintah |
12 % |
|
at luas yang disediakan untuk mereka yang bertakwa. Kemudian |
pada |
ayat-ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan beberapa perilak |
14 % |
|
Setidaknya ada lima perilaku takwa yang digambarkan Allah |
pada |
ayat-ayat di atas, berikut penjelasannya: Berinfak diwaktu |
16 % |
|
merupakan sebuah ketakwaan. Anjuran dan perintah berinfaq |
pada |
waktu lapang adalah untuk menghilangkan perasaan sombong, ra |
34 % |
|
alah untuk merobah sifat manusia yang lebih suka diberi dari |
pada |
memberi. Sebenarnya sesusah apapun, manusia masih bisa membe |
37 % |
|
an sesuatu di jalan Allah walaupun sedikit. Dorongan ini ada |
pada |
diri setiap orang tetapi kadang-kadang tidak muncul. Untuk i |
38 % |
|
am hadits lain nabi juga bersabda: Barangsiapa menahan marah |
padahal |
ia mampu untuk melampiaskannya, maka di hari kiamat Allah ak |
51 % |
|
gai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik |
pahala |
orang yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136). Pada ayat perta |
11 % |
|
jikan balasan berupa ampunan, selamat dari siksaan, mendapat |
pahala |
yang besar, dan memperoleh surga yang sangat luas dan menyen |
97 % |
|
ati akibat perbuatan orang. Ini tidak mudah, oleh karena itu |
pantaslah |
dianggap perilaku orang bertakwa. Untuk memberikan doronga |
59 % |
|
tiga sifat utama sebelumnya: Seorang budak melakukan sesuatu |
pelanggaran |
yang membuat tuannya sangat marah. Budak itu berkata kepada |
77 % |
|
g mumin yang bertakwa setelah bertaubat tidak akan mengulang |
pelanggaran |
yang telah dilakukannya, karena ia akan selalu ingat dan tak |
92 % |
|
W sebagai uswatun hasanah kita, adalah seseorang yang sangat |
pemaaf. |
Aisyiyah r. a. berkata: Saya belum pernah melihat Rasulullah |
69 % |
|
mpu memberi ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan batapa Maha |
pemaaf |
dan Pengampunnya Allah. Untuk mereka yang memenuhi lima kr |
95 % |
|
larang oleh ayat sebelumnya (Qs. Ali Imran 130). Riba adalah |
pemerasan |
yang dilakukan oleh orang kaya terhadap orang yang membutuhk |
27 % |
|
ampunan. Kedua; ayat ini menunjukkan batapa Maha Pemaaf dan |
pengampunnya |
Allah. Untuk mereka yang memenuhi lima kriteria diatas, Al |
95 % |
|
sekalipun ia mampu melakukannya. Ini adalah perjuangan untuk |
pengendalian |
diri yang lebih tinggi dari menahan marah. Karena menahan ma |
56 % |
|
takwa yang digambarkan Allah pada ayat-ayat di atas, berikut |
penjelasannya: |
Berinfak diwaktu lapang dan sempit Termasuk perilaku orang |
17 % |
|
sebenarnya ia mampu melakukannya. Kata al-kazhimiin berarti |
penuh |
dan menutupnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh dengan |
42 % |
|
erarti penuh dan menutupnya dengan rapat, seperti wadah yang |
penuh |
dengan air, lalu ditutup rapat agar tidak tumpah. Ini mengis |
43 % |
|
rintah berinfaq pada waktu lapang adalah untuk menghilangkan |
perasaan |
sombong, rakus, aniaya, cinta yang berlebihan terhadap harta |
34 % |
|
lu ditutup rapat agar tidak tumpah. Ini mengisyaratkan bahwa |
perasaan |
marah, sakit hati, dan keinginan untuk menuntut balas masih |
44 % |
|
kit hati, dan keinginan untuk menuntut balas masih ada, tapi |
perasaan |
itu tidak dituruti melainkan ditahan dan ditutup rapat agar |
45 % |
|
g yang berbuat baik. Dan (juga) orang yang apabila melakukan |
perbuatan |
keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, |
6 % |
|
at mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan |
perbuatan |
kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya |
8 % |
|
afkan, menuntut orang untuk menghapus bekas luka hati akibat |
perbuatan |
orang. Ini tidak mudah, oleh karena itu pantaslah dianggap p |
58 % |
|
rinya sendiri, yaitu bila dia, sengaja atau tidak, melakukan |
perbuatan |
dosa seperti, membunuh, memakan riba, korupsi, berzina, atau |
86 % |
|
rasa malu dan takut kepadaNya. Lalu ia cepat menyesali semua |
perbuatannya |
dan memohon ampun sambil bertekad tidak akan mengulangi lagi |
90 % |
|
elah berfirman wallahu yuhibbul muhsiniin, tuannya menjawab: |
pergilah! |