SEAsiteBar

click here for the word frequency

Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan
(GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN)
Oleh Maman A Majid Binfas
 


Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM)
Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada
Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip:
a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah.
b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati).
c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana.
d. Ilmu harus diamalkan.
e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik.
f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih.
Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut.
Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu.
Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik;
Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih.
Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah?
Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar.
Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati.
Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran.
Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah.
Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah.
Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka?
Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata.
Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari!
Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak?

 

 

pre- text

WORD

post- text

%
dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah 2 %
ri pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman al-kindi ; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammad 7 %
Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi se 8 %
ng terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa 8 %
senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji al-qur `an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkan 10 %
tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian al-quran , Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ad 11 %
g berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya s 13 %
n dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat al-quran , hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dok 13 %
an pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul al-islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu- 16 %
etif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan al-quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulis 16 %
Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada 16 %
jati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bija 21 %
yak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usa 26 %
n tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Ab 30 %
d Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar se 32 %
; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( al-ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati 46 %
u semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, k 47 %
usia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri . KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tid 50 %
emperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan mur 52 %
istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengada 53 %
nusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang , maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan y 56 %
nusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebena 61 %
benaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan 64 %
Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, me 64 %
am membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir , menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah merek 65 %
buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, m 65 %
karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah de 68 %
sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya . Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak 69 %
k berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bo 72 %
in itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori d 73 %
diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka l 77 %
plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberal 82 %
akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
  muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLU 0 %
Muhammadiyah   Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLU 0 %
Muhammadiyah versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) 0 %
Muhammadiyah Versi   Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) 0 %
Muhammadiyah Versi ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad   Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan   (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan ( gagasannya YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA   YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA yang HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG   HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG hampir MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR   MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah 1 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR mati DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berd 1 %
hammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI   DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berd 1 %
ammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI dan TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirin 1 %
adiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN   TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirin 1 %
diyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN terlupakan ) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu or 1 %
i Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN   ) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu or 1 %
hmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisas 1 %
Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh   Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisas 1 %
Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tida 1 %
n (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman   A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tida 1 %
(GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman a Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak 1 %
(GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A   Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak 1 %
(GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat 1 %
ASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid   Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat 1 %
SANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisah 1 %
YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas   Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisah 1 %
HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gag 1 %
MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah   berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gag 1 %
MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pi 1 %
ERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya   suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pi 1 %
RLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran 1 %
KAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu   organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran 1 %
AN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya 1 %
Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi   tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya 1 %
aman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab 1 %
A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak   dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab 1 %
Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang- 1 %
d Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat   dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang- 1 %
Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang 1 %
Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan   dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang 2 %
Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemud 2 %
arah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari   gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemud 2 %
rah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian berg 2 %
dirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan   dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian berg 2 %
irinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabun 2 %
nya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan   pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabun 2 %
ya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjad 2 %
u organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran   pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjad 2 %
organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota s 2 %
i tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya   Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota s 2 %
tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara 2 %
k dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab   orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara 2 %
dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang -orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar 2 %
t dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang   -orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar 2 %
dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang- orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah 2 %
sahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang   yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah 2 %
ahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menye 2 %
n dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang   kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menye 2 %
dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati da 2 %
gasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian   bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati da 2 %
asan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tu 2 %
pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung   menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tu 2 %
ikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan org 2 %
pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi   anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan org 2 %
endirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi 2 %
ya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota   secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi 2 %
a Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebu 2 %
b orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara   sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebu 2 %
orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang 2 %
g-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar   telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang 3 %
-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada 3 %
g yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah   menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada 3 %
yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya m 3 %
ian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati   dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya m 3 %
an bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupak 3 %
rgabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar   dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupak 3 %
gabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan p 3 %
ung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan   tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan p 3 %
ng menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujud 3 %
jadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan   organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujud 3 %
adi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gag 3 %
a secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi   tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gag 3 %
secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para 3 %
sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut   yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para 3 %
adar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pend 3 %
telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang   pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pend 3 %
telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendiriny 3 %
h menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada   hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendiriny 3 %
menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tida 3 %
ti dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya   merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tida 3 %
i dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin 3 %
an tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan   perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin 3 %
n tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan 3 %
rganisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan   dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan 3 %
ganisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan denga 3 %
sasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari   gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan denga 3 %
asi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Co 3 %
sebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan   para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Co 4 %
ebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroam 4 %
yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para   pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroam 4 %
yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU ti 4 %
hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya   PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU ti 4 %
akikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya psii tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak m 4 %
atnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII   tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak m 4 %
tnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin 4 %
merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak   mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin 4 %
erupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisah 4 %
n perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin   dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisah 4 %
perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan 4 %
n dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan   dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan 4 %
dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim 4 %
gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan   HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim 4 %
agasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan hos Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asya 4 %
san para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS   Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asya 4 %
an para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian 4 %
irinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto   NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian 4 %
rinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto nu tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian jug 4 %
nya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU   tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian jug 4 %
ya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muha 4 %
II tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak   mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muha 4 %
I tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah 4 %
mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin   dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah 4 %
mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mung 4 %
pisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan   dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mung 4 %
isahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dip 4 %
n dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan   Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dip 5 %
dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan 5 %
n HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim   Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan 5 %
HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ah 5 %
kroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari   Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ah 5 %
roaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahla 5 %
o NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian   juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahla 5 %
NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Den 5 %
tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga   Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Den 5 %
idak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian 5 %
dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah   tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian 5 %
dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasa 5 %
ahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak   mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasa 5 %
hkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pi 5 %
ngan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin   dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pi 5 %
gan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang 5 %
Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan   dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang 5 %
Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncu 5 %
ari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari   Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncu 5 %
ri Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemu 5 %
mikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad   Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemu 5 %
ikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian ti 5 %
juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan   Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian ti 5 %
uga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mun 5 %
hammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan   demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mun 5 %
ammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipi 5 %
h tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian   gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipi 5 %
tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan d 5 %
mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan   dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan d 6 %
ungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari 6 %
kin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan   pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari 6 %
in dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran 6 %
sahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran   yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran 6 %
ahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan g 6 %
n dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang   muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan g 6 %
dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan 6 %
Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul   kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan 6 %
hmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (par 6 %
lan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian   tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (par 6 %
an Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pen 6 %
ngan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak   mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pen 6 %
gan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, 6 %
ikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin   dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, 6 %
kian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasm 6 %
an dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan   dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasm 6 %
n dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al 6 %
n pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari   pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al 6 %
pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; 6 %
n yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran   dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; 6 %
yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala 6 %
ng muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan   gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala 6 %
g muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang 6 %
l kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan   awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang 6 %
kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang penc 6 %
udian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal   (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang penc 6 %
ian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal ( para ) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus b 6 %
tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para   ) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus b 6 %
dak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya , (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ik 6 %
n dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya   , (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ik 7 %
ipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, ( moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan M 7 %
sahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh   Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan M 7 %
ahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa 7 %
ari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman   Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa 7 %
ri pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman al -Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Mu 7 %
pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al   -Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Mu 7 %
pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al- kindi ; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammad 7 %
an dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi   ; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammad 7 %
dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah d 7 %
gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala   seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah d 7 %
gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menja 7 %
awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang   pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menja 7 %
awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua 7 %
ra) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus   berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua 7 %
a) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertam 7 %
nya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya   Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertam 7 %
ya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP I 7 %
oh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan   Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP I 7 %
h Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gaga 7 %
Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa   Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gaga 7 %
Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dah 7 %
la seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah   dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dah 7 %
a seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan 7 %
eorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan   menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan 7 %
orang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang ter 7 %
encetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi   ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang ter 7 %
ncetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih 7 %
s berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua   umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih 7 %
berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adala 7 %
dirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum   pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adala 8 %
irinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaim 8 %
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama   DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaim 8 %
katan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama dpp IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana 8 %
an Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP   IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana 8 %
n Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP imm ) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapa 8 %
ahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM   ) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapa 8 %
iswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengam 8 %
hammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan   Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengam 8 %
ammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan 8 %
iyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad   Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan 8 %
yah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ay 8 %
n menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan   yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ay 8 %
menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al 8 %
jadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang   terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al 8 %
adi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran De 8 %
a umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih   adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran De 8 %
umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan de 8 %
pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah   bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan de 8 %
ertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muh 8 %
P IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana   dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muh 8 %
IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah 8 %
Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya   mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah 8 %
agasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai org 8 %
d Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan   ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai org 8 %
Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat -ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisa 8 %
lan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat   -ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisa 8 %
an yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat- ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi se 8 %
ang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat   al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi se 8 %
ng terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al -Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senan 8 %
terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al   -Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senan 8 %
terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al- quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa 8 %
lih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran   Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa 9 %
ih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhti 9 %
lah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan   demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhti 9 %
ah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan unt 9 %
mana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian   Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan unt 9 %
ana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi te 9 %
mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah   sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi te 9 %
mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat unt 9 %
lkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai   organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat unt 9 %
kan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji 9 %
yat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi   senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji 9 %
at al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an 9 %
n Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa   diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an 9 %
Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus men 9 %
kian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan   untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus men 9 %
ian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi t 9 %
uhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk   menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi t 9 %
hammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat be 9 %
yah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi   tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat be 9 %
ah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyaw 9 %
agai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat   untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyaw 9 %
gai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah u 9 %
rganisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk   mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah u 9 %
ganisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk meng 9 %
senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji   Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk meng 10 %
senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji al -Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengama 10 %
nantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al   -Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengama 10 %
antiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al- qur `an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkan 10 %
iasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur   `an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkan 10 %
asa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur` an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya 10 %
a diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an   sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya 10 %
diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh kare 10 %
rkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus   menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh kare 10 %
kan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Mu 10 %
uk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi   tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Mu 10 %
k menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadi 10 %
adi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat   bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadi 10 %
di tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mung 10 %
uk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah   untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mung 10 %
k mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin te 10 %
gkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk   mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin te 10 %
kaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tig 10 %
sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya   Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tig 10 %
sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga pri 10 %
ligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh   karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga pri 10 %
igus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni 10 %
adi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya   Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni 10 %
di tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian 10 %
rmusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah   tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian 10 %
musyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Qu 10 %
warah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak   mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Qu 10 %
arah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Mus 11 %
tuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin   terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Mus 11 %
uk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah d 11 %
malkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah   dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah d 11 %
alkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan am 11 %
nnya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari   tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan am 11 %
nya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, y 11 %
Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga   prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, y 11 %
leh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat 11 %
enanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip   yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat 11 %
nanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini h 11 %
Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni   ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini h 11 %
hammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; 11 %
tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian   Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; 11 %
tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian al -Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; ant 11 %
dak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al   -Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; ant 11 %
ak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al- quran , Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ad 11 %
ngkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran   , Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ad 11 %
kin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada 11 %
ah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah   dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada 11 %
h dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Den 11 %
ari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan   amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Den 11 %
ri tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal , yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan d 11 %
iga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal   , yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan d 11 %
a prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikia 11 %
insip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang   saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikia 11 %
nsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian war 11 %
yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat   ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian war 11 %
yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga M 11 %
ni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini   hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga M 11 %
i ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammad 11 %
ngkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir   mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammad 11 %
gkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah 11 %
ian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati   ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah 12 %
Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih per 12 %
ran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara   ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih per 12 %
an, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu m 12 %
Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada   dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu m 12 %
Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempe 12 %
yawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan   tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempe 12 %
awarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari 12 %
h dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada   Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari 12 %
dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan 12 %
al, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan   demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan 12 %
l, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan piki 12 %
saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian   warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan piki 12 %
aat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH 12 %
ni hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga   Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH 12 %
i hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahla 12 %
i ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah   masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahla 12 %
; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Ter 12 %
tara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih   perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Ter 12 %
ara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama 12 %
da dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu   mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama 12 %
a dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkait 12 %
Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari   gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkait 12 %
Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan denga 12 %
demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan   dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan denga 12 %
demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ib 12 %
ikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan   pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ib 12 %
kian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sho 12 %
rga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran   KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sho 12 %
ga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran kh . Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat 12 %
Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH   . Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat 12 %
uhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat 13 %
adiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad   Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat 13 %
diyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad dahlan . Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu d 13 %
masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan   . Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu d 13 %
sih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengama 13 %
u mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama   yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengama 13 %
mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan a 13 %
pelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang   berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan a 13 %
elajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat A 13 %
agasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan   dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat A 13 %
gasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran 13 %
dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan   Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran 13 %
an pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal i 13 %
iran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah   Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal i 13 %
ran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tida 13 %
. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat   tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tida 13 %
Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dima 13 %
d Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat   waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dima 13 %
Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud u 13 %
an. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu   dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud u 13 %
n. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk 13 %
Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan   pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk 13 %
erutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti 13 %
ng berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan   ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti 13 %
g berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat -ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejak 13 %
rkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat   -ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejak 13 %
kaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat- ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya s 13 %
an dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat   Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya s 13 %
n dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat al -Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya seca 13 %
dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al   -Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya seca 13 %
engan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al- quran , hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dok 13 %
Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran   , hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dok 13 %
badah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik 13 %
ah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal   itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik 14 %
h Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tet 14 %
holat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu   tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tet 14 %
olat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi un 14 %
tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak   dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi un 14 %
epat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk membe 14 %
tu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud   untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk membe 14 %
u dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi mak 14 %
pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk   mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi mak 14 %
pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif 14 %
n ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti   jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif 14 %
ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna pen 14 %
at Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya   secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna pen 14 %
t Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapann 14 %
uran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara   dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapann 14 %
ran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada m 14 %
itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik   tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada m 14 %
itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kin 14 %
dak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi   untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kin 14 %
ak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Seb 14 %
maksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk   memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Seb 14 %
aksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagas 14 %
ntuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi   makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagas 14 %
tuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan 14 %
engikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna   kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan 14 %
ngikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran 14 %
jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif   guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran 14 %
jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. 14 %
knya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna   penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. 14 %
nya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan 14 %
okmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya   pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan 15 %
kmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas 15 %
ik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada   masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas 15 %
k tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas meru 15 %
tapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa   kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas meru 15 %
api untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini . Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan 15 %
untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini   . Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan 15 %
tuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasa 15 %
emberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab   gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasa 15 %
mberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pi 15 %
akna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan   dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pi 15 %
kna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikira 15 %
kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan   pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikira 15 %
kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif 15 %
guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran   KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif 15 %
guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran kh . Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif da 15 %
na penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH   . Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif da 15 %
penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inova 15 %
rapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad   Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inova 15 %
apannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Da 15 %
a pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan   jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Da 15 %
pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tu 15 %
masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas   merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tu 15 %
masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang 15 %
. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan   gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang 15 %
Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudu 15 %
gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan   dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudu 15 %
agasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al 15 %
san dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan   pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al 15 %
an dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam d 15 %
pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran   kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam d 15 %
ikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Q 15 %
KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif   dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Q 16 %
KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran 16 %
Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan   inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran 16 %
Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif . Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sam 16 %
hlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif   . Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sam 16 %
an jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sek 16 %
las merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam   tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sek 16 %
as merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang di 16 %
pakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan   yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang di 16 %
akan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketah 16 %
gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang   berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketah 16 %
gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupa 16 %
dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul   Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupa 16 %
an pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul al -Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan 16 %
pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al   -Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan 16 %
pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al- islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu- 16 %
an kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam   dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu- 16 %
n kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satu 16 %
retif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan   Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satu 16 %
etif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan al -Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya 16 %
if dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al   -Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya 16 %
f dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al- quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulis 16 %
inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran   yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulis 16 %
inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ah 16 %
atif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang   sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ah 16 %
tif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dah 16 %
alam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai   sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dah 16 %
lam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang 16 %
san yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang   diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang 16 %
an yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikas 16 %
erjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui   merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikas 16 %
rjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Diny 16 %
-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan   satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Diny 16 %
Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu -satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyataka 16 %
m dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu   -satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyataka 17 %
dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu- satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada 17 %
-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya   tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada 17 %
Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu it 17 %
ang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan   Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu it 17 %
ng sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) ada 17 %
mpai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad   Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) ada 17 %
pai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kek 17 %
karang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan   yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kek 17 %
arang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekaluta 17 %
g diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang   dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekaluta 17 %
diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan . Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan u 17 %
upakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan   . Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan u 17 %
akan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka 17 %
satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan   (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka 17 %
tunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan ( pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah 17 %
a tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada   waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah 17 %
tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah 17 %
san Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu   itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah 17 %
an Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu ) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan 17 %
Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu   ) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan 17 %
mad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pe 17 %
hlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya   kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pe 17 %
lan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersa 17 %
dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan   di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersa 17 %
ipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. 17 %
ublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di   kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. 17 %
blikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tul 17 %
an. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan   umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tul 18 %
n. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat : mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan 18 %
inyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat   : mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan 18 %
yatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahma 18 %
n (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka   pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahma 18 %
(pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahl 18 %
a waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah   belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahl 18 %
waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan 18 %
u itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah   dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan 18 %
itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pen 18 %
u) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan   tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pen 18 %
) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungka 18 %
nya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak   pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungka 18 %
ya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haj 18 %
alutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah   bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haj 18 %
lutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu . Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid 18 %
i kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu   . Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid 18 %
kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentan 18 %
ngan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari   tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentan 18 %
gan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ah 18 %
t: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan   KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ah 18 %
: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan kh . Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad 18 %
mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH   . Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad 18 %
reka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan 18 %
pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad   Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan 18 %
ecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam 18 %
elah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan   dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam 18 %
lah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam bero 18 %
dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan   pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam bero 18 %
dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi ber 18 %
rnah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan   Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi ber 18 %
nah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegan 18 %
bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji   Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegan 18 %
ersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada 18 %
u. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid   tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada 19 %
. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip 19 %
tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang   KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip 19 %
ulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang kh . Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: 19 %
isan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH   . Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: 19 %
an KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. S 19 %
. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad   Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. S 19 %
Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantia 19 %
Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan   dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantia 19 %
Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa men 19 %
n dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam   berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa men 19 %
dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan dir 19 %
apan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi   berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan dir 19 %
pan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempert 19 %
Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang   pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempert 19 %
ajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggu 19 %
tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada   prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggu 19 %
tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip : a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabk 19 %
KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip   : a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabk 19 %
Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a . Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan ti 19 %
Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a   . Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan ti 19 %
d Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kep 19 %
alam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa   menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kep 19 %
lam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b 19 %
sasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan   diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b 19 %
asi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. P 19 %
berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri   (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. P 19 %
rpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri ( mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persa 20 %
a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan   tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persa 20 %
a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya ) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berd 20 %
tiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya   ) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berd 20 %
asa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar keb 20 %
nghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada   Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar keb 20 %
ghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada allah . b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran 20 %
ngkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah   . b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran 20 %
n diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b . Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sej 20 %
diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b   . Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sej 20 %
i (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c 20 %
mpertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu   adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c 20 %
pertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. per 20 %
ggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya   ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. per 20 %
gungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya s 20 %
wabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan   persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya s 20 %
abkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, 20 %
annya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan   berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, 20 %
nnya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama 20 %
pada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar   kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama 20 %
ada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemim 20 %
. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran   (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemim 20 %
b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran ( sejati ). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin teru 21 %
Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati   ). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin teru 21 %
u adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c . perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-mene 21 %
adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c   . perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-mene 21 %
nya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah 21 %
an persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya   setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah 21 %
n persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, 21 %
audaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap   orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, 21 %
udaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang , terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehing 21 %
an berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang   , terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehing 21 %
berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat m 21 %
r kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama   para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat m 21 %
kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengam 21 %
enaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para   pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengam 21 %
naran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keput 21 %
ejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin   terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keput 21 %
jati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus -menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan y 21 %
. c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus   -menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan y 21 %
c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus- menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bija 21 %
perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus   menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bija 21 %
perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. 21 %
setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah   ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. 21 %
setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu , sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. 21 %
ap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu   , sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. 21 %
orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus 21 %
terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga   dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus 21 %
erutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diama 21 %
ma para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat   mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diama 21 %
a para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. 21 %
mimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil   keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. 22 %
impin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perluny 22 %
us-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan   yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perluny 22 %
s-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dil 22 %
nerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang   bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dil 22 %
erus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana . d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan per 22 %
mbah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana   . d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan per 22 %
ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d . Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubaha 22 %
ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d   . Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubaha 22 %
, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabil 22 %
hingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu   harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabil 22 %
ingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila mema 22 %
dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus   diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila mema 22 %
dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan . e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlu 22 %
gambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan   . e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlu 22 %
il keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e . Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan u 22 %
l keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e   . Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan u 22 %
putusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju 22 %
yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya   dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju 22 %
ang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan ya 22 %
sana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan   perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan ya 22 %
ana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih b 22 %
Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan   apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih b 22 %
Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f 22 %
harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila   memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f 22 %
arus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Me 22 %
iamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang   diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Me 23 %
amalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan 23 %
e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan   untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan 23 %
e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta 23 %
Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk   menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta 23 %
erlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri 23 %
a dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju   keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri 23 %
dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk k 23 %
kan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan   yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk k 23 %
an perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebena 23 %
erubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang   lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebena 23 %
rubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. I 23 %
an apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih   baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. I 23 %
n apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik . f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas 23 %
abila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik   . f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas 23 %
a memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f . Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan 23 %
memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f   . Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan 23 %
ng diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat 23 %
n untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan   harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat 23 %
untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis 23 %
k menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta   sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis 23 %
menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakal 23 %
keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri   untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakal 23 %
keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah war 23 %
an yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk   kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah war 23 %
n yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran . Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhamma 23 %
bih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran   . Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhamma 23 %
h baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah me 23 %
. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas   dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah me 24 %
f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengab 24 %
f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan   bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengab 24 %
. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih . Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan s 24 %
engorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih   . Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan s 24 %
rbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali 24 %
n harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat   ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali 24 %
harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasa 24 %
sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis   manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasa 24 %
sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan piki 24 %
ntuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah   warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan piki 24 %
tuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pe 24 %
ebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga   Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pe 24 %
benaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organis 24 %
las dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah   mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organis 24 %
as dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. 24 %
ih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan   sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. 24 %
h. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seora 24 %
Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama   sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seora 24 %
Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang toko 24 %
ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali   gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang toko 24 %
ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang g 24 %
manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan   dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang g 24 %
anakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagas 24 %
kalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan   pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagas 24 %
alah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya te 24 %
rga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran   pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya te 24 %
ga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah meng 24 %
mmadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri   organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah meng 25 %
madiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah 25 %
baikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya   ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah 25 %
aikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini . Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah sat 25 %
an sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini   . Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah sat 25 %
sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organis 25 %
ekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang   tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organis 25 %
kali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi te 25 %
gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh   yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi te 25 %
agasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesa 25 %
an dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang   gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesa 25 %
n dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indone 25 %
ran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya   telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indone 25 %
an pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia da 25 %
ndiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah   menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia da 25 %
diri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang ba 25 %
asinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan   salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang ba 25 %
sinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak k 25 %
ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah   satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak k 25 %
ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalang 25 %
Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu   organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalang 25 %
Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmat 25 %
koh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi   terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmat 25 %
oh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya wala 25 %
gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar   di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya wala 25 %
agasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupu 25 %
asannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di   Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupu 25 %
sannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam be 26 %
lah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia   dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam be 26 %
ah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbag 26 %
menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan   sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbag 26 %
enghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya p 26 %
kan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang   banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya p 26 %
an salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus ber 26 %
ah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak   kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus ber 26 %
h satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-mac 26 %
rganisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan   menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-mac 26 %
ganisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepe 26 %
besar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya   walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepe 26 %
esar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( 26 %
Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun   dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( 26 %
ndonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam 26 %
sia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam   berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam 26 %
ia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kut 26 %
ekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai   gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kut 26 %
karang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), 26 %
ng banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya   plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), 26 %
g banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik 26 %
nyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus   bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik 26 %
yak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam -macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam am 26 %
ngan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam   -macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam am 26 %
gan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam- macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usa 26 %
enikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam   ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usa 26 %
nikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha mau 26 %
tinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam   kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha mau 26 %
inya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam pe 26 %
un dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan   (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam pe 27 %
dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarik 27 %
m berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam   tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarik 27 %
berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan M 27 %
agai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda   kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan M 27 %
gai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip !), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhamma 27 %
aya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip   !), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhamma 27 %
plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. G 27 %
bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik   dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. G 27 %
bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan 27 %
cam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam   amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan 27 %
am-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan piki 27 %
acam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal   usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan piki 27 %
cam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran ce 27 %
agam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha   maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran ce 27 %
gam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang 27 %
pentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun   dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang 27 %
entingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang terse 27 %
gan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam   persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang terse 27 %
an (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tid 27 %
da kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan   Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tid 27 %
a kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan muhammadiyah . Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untu 27 %
aik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah   . Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untu 27 %
k dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaik 27 %
amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan   pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaik 27 %
amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gaga 27 %
aha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran   cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gaga 28 %
ha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pi 28 %
dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang   tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pi 28 %
dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut , jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran sem 28 %
rsyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut   , jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran sem 28 %
yarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam it 28 %
atan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas   tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam it 28 %
tan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jela 28 %
uhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak   layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jela 28 %
hammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas meng 28 %
diyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak   untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas meng 28 %
iyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung 28 %
Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk   diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung 28 %
Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan . Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak ha 28 %
ikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan   . Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak ha 28 %
iran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang pe 28 %
merlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan   dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang pe 28 %
erlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu 28 %
ang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan   pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu 28 %
ng tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelaja 28 %
ebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran   semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelaja 28 %
but, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terut 28 %
las tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam   itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terut 28 %
as tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama 28 %
tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu   jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama 28 %
idak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi w 28 %
layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas   mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi w 28 %
ayak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhamm 28 %
diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung   banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhamm 28 %
diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah 28 %
kan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak   hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah 29 %
an. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah mana 29 %
Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal   yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah mana 29 %
Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala 29 %
san dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang   perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala 29 %
an dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak 29 %
n pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu   dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak 29 %
pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud 29 %
emacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari   terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud 29 %
macam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk men 29 %
u jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama   bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk men 29 %
jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpa 29 %
as mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi   warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpa 29 %
s mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dar 29 %
gandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga   Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dar 29 %
andung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan 29 %
k hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah   manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan 29 %
hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan b 29 %
g perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala   tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan b 29 %
perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdiri 29 %
u dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak   ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdiri 29 %
dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya 29 %
pelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada   maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya 29 %
elajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organis 29 %
i terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud   untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organis 29 %
terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi te 29 %
tama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk   menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi te 29 %
ama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. P 29 %
arga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang   dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. P 29 %
rga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu 29 %
Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari   gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu 30 %
uhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahu 30 %
iyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan   dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahu 30 %
yah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, n 30 %
manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan   tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, n 30 %
manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nam 30 %
la tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan   berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nam 30 %
a tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti I 30 %
a maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya   organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti I 30 %
maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiya 30 %
tuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi   tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiya 30 %
uk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut . Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamalu 30 %
mpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut   . Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamalu 30 %
g dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Af 30 %
i gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu   diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Af 30 %
gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui , nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan 30 %
dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui   , nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan 30 %
n tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama -nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhamm 30 %
juan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama   -nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhamm 30 %
uan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama- nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Ab 30 %
berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama   seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Ab 30 %
erdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di 30 %
ya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti   Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di 30 %
a organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalan 30 %
ganisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu   Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalan 30 %
anisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu taimiyah , Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat 30 %
tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah   , Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat 30 %
rsebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam diken 30 %
Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin   al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam diken 31 %
Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal 31 %
rlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al   Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal 31 %
lu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai 31 %
tahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani   dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai 31 %
ahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulam 31 %
i, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan   Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulam 31 %
, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama pengger 31 %
ama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad   Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama pengger 31 %
ma seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad abduh , di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pem 31 %
perti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh   , di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pem 31 %
rti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaha 31 %
i Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di   kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaha 31 %
Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gag 31 %
imiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan   umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gag 31 %
miyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan 31 %
h, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat   Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan 31 %
, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pi 31 %
aludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam   dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pi 31 %
ludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ah 31 %
l Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal   sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ah 31 %
Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahl 31 %
i dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai   ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahl 31 %
dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dik 31 %
Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama   penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dik 31 %
uhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga 31 %
bduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak   pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga 31 %
duh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan . Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gaga 31 %
angan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan   . Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gaga 31 %
gan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang 31 %
t Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan   dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang 32 %
Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipe 32 %
lam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan   pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipe 32 %
am dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi 32 %
nal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran   Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi 32 %
al sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh u 32 %
bagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad   Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh u 32 %
agai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ul 32 %
lama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan   dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ul 32 %
ama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama ters 32 %
ggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal   juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama ters 32 %
gerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. 32 %
k pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga   sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. 32 %
pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh ka 32 %
aruan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai   gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh ka 32 %
ruan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu 32 %
agasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan   yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu 32 %
gasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahma 32 %
n dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang   dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahma 32 %
dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan ole 32 %
n Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi   oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan ole 32 %
Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh ban 32 %
ad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh   ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh ban 32 %
d Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama -ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pa 32 %
lan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama   -ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pa 32 %
an dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama- ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar se 32 %
kenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama   tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar se 32 %
enal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut . Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering diny 32 %
a sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut   . Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering diny 32 %
sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan 32 %
gai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh   karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan 33 %
ai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebaga 33 %
asan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena   itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebaga 33 %
san yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai to 33 %
yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu   Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai to 33 %
yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pe 33 %
dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad   Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pe 33 %
ipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu 33 %
ruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan   oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu 33 %
uhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan 33 %
oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh   banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan 33 %
leh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhamma 33 %
ama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak   pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhamma 33 %
ma-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah 33 %
ama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar   sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah 33 %
ma tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyata 33 %
sebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering   dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyata 33 %
ebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai 33 %
karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan   sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai 33 %
karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan 33 %
itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai   tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan 33 %
tu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pemba 33 %
mad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh   pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pemba 33 %
ad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Ak 33 %
oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu   dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Ak 33 %
oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan t 33 %
h banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan   Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan t 33 %
banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu d 33 %
r sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah   dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu d 33 %
sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahw 33 %
nyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan   sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahw 34 %
yatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa geraka 34 %
sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai   gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa geraka 34 %
sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembah 34 %
tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan   pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembah 34 %
tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan . Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang d 34 %
haru dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan   . Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang d 34 %
ru dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakuk 34 %
an Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan   tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakuk 34 %
n Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan keti 34 %
mmadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi   perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan keti 34 %
madiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tok 34 %
ah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu   dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tok 34 %
h dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh terse 34 %
takan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat   bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh terse 34 %
akan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di 34 %
sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa   gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di 34 %
ebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksana 34 %
gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan   pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksana 34 %
erakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negar 34 %
aharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan   yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negar 34 %
haruan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -ne 34 %
an. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang   dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -ne 34 %
n. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di ma 34 %
etapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan   ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di ma 34 %
tapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana inst 34 %
erlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga   tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana inst 34 %
rlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi 35 %
icatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh   tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi 35 %
catat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan 35 %
hwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut   di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan 35 %
wa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan da 35 %
gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di   laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan da 35 %
gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitas 35 %
mbaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan   di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitas 35 %
baharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya 35 %
haruan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di   negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya 35 %
aruan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah 35 %
yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara   -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah 35 %
ng dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara - negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia 35 %
akukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara   di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia 35 %
kukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia de 35 %
kan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di   mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia de 35 %
an ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan 35 %
etiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana   institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan 35 %
tiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. B 35 %
h tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi   keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. B 35 %
tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muha 35 %
di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan   dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muha 35 %
di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad 35 %
laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan   fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad 35 %
aksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendir 35 %
negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya   sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendir 35 %
negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adal 35 %
a -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah   tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adal 35 %
-negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah 35 %
di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia   dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah 35 %
di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang 35 %
a institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan   lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang 36 %
institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap . Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama d 36 %
usi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap   . Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama d 36 %
i keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir 36 %
amaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan   Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir 36 %
maan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang memp 36 %
fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad   Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang memp 36 %
fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai 36 %
itasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh   sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai 36 %
tasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai keduduka 36 %
sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri   adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai keduduka 36 %
udah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terho 36 %
ersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah   salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terho 36 %
rsedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat d 36 %
a dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah   seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat d 36 %
dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Univer 36 %
lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang   ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Univer 36 %
lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas 36 %
ap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama   di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas 36 %
p. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al 36 %
Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di   Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al 36 %
Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar 36 %
n Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir   yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar 36 %
Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan D 36 %
ammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang   mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan D 36 %
mmad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum 36 %
h sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai   kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum 36 %
sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merup 36 %
adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan   terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merup 36 %
dalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan pergu 36 %
ah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat   di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan pergu 37 %
h seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan pergurua 37 %
seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di   Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan pergurua 37 %
eorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yan 37 %
a di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas   al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yan 37 %
di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang s 37 %
i Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al   Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang s 37 %
Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat 37 %
r yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar   dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat 37 %
yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berw 37 %
ng mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan   Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berw 37 %
g mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa 37 %
punyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul   Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa 37 %
unyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam 37 %
i kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum   yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam 37 %
kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keil 37 %
udukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang   merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keil 37 %
dukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama 37 %
hormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan   perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama 37 %
ormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, ti 37 %
Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan   Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, ti 37 %
niversitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saj 37 %
itas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi   yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saj 37 %
tas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di 37 %
al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang   sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di 37 %
l Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerin 37 %
r dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat   berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerin 37 %
dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri 37 %
l Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa   dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri 37 %
Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir 37 %
yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam   keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir 37 %
yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi 37 %
upakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan   agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi 38 %
pakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga s 38 %
perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama   Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga s 38 %
perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama islam , tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh 38 %
ruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam   , tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh 38 %
an Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia 38 %
nggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak   saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia 38 %
ggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam 38 %
yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja   di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam 38 %
ang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. D 38 %
g sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di   negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. D 38 %
sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demi 38 %
erwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya   sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demi 38 %
rwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gag 38 %
dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri   Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gag 38 %
dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri mesir , tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan p 38 %
keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir   , tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan p 38 %
eilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabahar 38 %
n agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi   juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabahar 38 %
agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan M 38 %
ma Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga   seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan M 38 %
a Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad 38 %
, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh   dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad 38 %
tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh 38 %
k saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia   Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh 38 %
saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia islam . Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh diduku 38 %
di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam   . Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh diduku 38 %
i negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh 38 %
rinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan   demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh 38 %
inya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Unive 38 %
diri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian   gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Unive 38 %
iri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas b 38 %
ir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan   pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas b 39 %
r, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut 39 %
ga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan   Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut 39 %
a seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingg 39 %
h dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad   Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingg 39 %
dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cend 39 %
a Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh   didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cend 39 %
Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung mer 39 %
Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung   oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung mer 39 %
engan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupaka 39 %
n demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh   dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupaka 39 %
demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan ga 39 %
mikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua   Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan ga 39 %
ikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intele 39 %
an pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas   besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intele 39 %
n pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. 39 %
abaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar   tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. 39 %
baharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut , sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangka 39 %
Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut   , sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangka 39 %
uhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan 39 %
Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga   cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan 39 %
bduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharua 39 %
kung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung   merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharua 39 %
ung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dil 39 %
dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan   gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dil 40 %
ua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan o 40 %
ersitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan   intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan o 40 %
rsitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual . Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Da 40 %
r tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual   . Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Da 40 %
tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama s 40 %
sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan   gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama s 40 %
sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali ti 40 %
a cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan   pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali ti 40 %
cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperol 40 %
merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan   yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperol 40 %
erupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh du 40 %
akan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang   dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh du 40 %
kan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dar 40 %
an intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan   oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dar 40 %
n intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lem 40 %
telektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh   Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lem 40 %
elektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga p 40 %
ual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad   Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga p 40 %
al. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidik 40 %
dangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan   sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidik 40 %
angkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan ap 40 %
an gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama   sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan ap 40 %
n gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. S 40 %
san pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali   tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. S 40 %
an pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab p 40 %
mbaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak   memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab p 40 %
baharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu i 40 %
ang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh   dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu i 41 %
ng dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum 41 %
ukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan   dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum 41 %
kan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada s 41 %
oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari   lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada s 41 %
leh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah se 41 %
ad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga   pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah se 41 %
d Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendi 41 %
ama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan   apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendi 41 %
ma sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun . Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan d 41 %
ali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun   . Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan d 41 %
i tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar se 41 %
ak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab   pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar se 41 %
k memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalip 41 %
mperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada   waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalip 41 %
peroleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di 41 %
eh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu   itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di 41 %
h dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kala 41 %
ukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu   belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kala 41 %
kungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan u 41 %
n dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum   ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan u 41 %
dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat 41 %
ri lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada   sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat 41 %
i lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, 41 %
aga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah   sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, 41 %
ga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga 41 %
idikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah   pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga 41 %
dikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difa 41 %
un. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan   dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difa 41 %
n. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami k 41 %
bab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar   sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami k 42 %
ab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerak 42 %
aktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun   di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerak 42 %
ktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan 42 %
u itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di   kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan 42 %
itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharu 42 %
um ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan   umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharu 42 %
m ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ah 42 %
a sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat   Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ah 42 %
sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat islam , sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Da 42 %
ah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam   , sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Da 42 %
sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersi 42 %
pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga   dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersi 42 %
pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sa 42 %
dikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat   difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sa 42 %
ikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat prat 42 %
ar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami   kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat prat 42 %
r sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, 42 %
alipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau   gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, 42 %
lipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah me 42 %
i kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan   pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah me 42 %
kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan 42 %
mat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan   Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan 42 %
at Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasa 42 %
lam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad   Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasa 42 %
am, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan p 42 %
hingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan   bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan p 42 %
ingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran se 42 %
pat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat   sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran se 42 %
at difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus 42 %
ahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat   pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus 43 %
hami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal , ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusah 43 %
au gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal   , ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusah 43 %
gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fa 43 %
kan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah   mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fa 43 %
an pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas penduk 43 %
n Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan   gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas penduk 43 %
Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untu 43 %
Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan   dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untu 43 %
ahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk me 43 %
an bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan   pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk me 43 %
n bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanak 43 %
fat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran   sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanak 43 %
at sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan 43 %
pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus   mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan 43 %
pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikirany 43 %
lah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan   fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikirany 43 %
ah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. H 43 %
bangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas   pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. H 43 %
angkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid 43 %
gasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung   untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid 43 %
asan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuli 43 %
dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk   melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuli 43 %
an pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalam 43 %
ekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan   gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalam 44 %
kaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya se 44 %
mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan   dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya se 44 %
mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebaga 44 %
gusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan   pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebaga 44 %
usahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ah 44 %
fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya   itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ah 44 %
asilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu . Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad 44 %
litas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu   . Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad 44 %
s pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan d 44 %
ndukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji   Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan d 44 %
dukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam r 44 %
g untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid   menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam r 44 %
untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah sing 44 %
aksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan   pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah sing 44 %
ksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul f 44 %
san dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya   sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul f 44 %
an dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah 44 %
pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai   murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah 44 %
ikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran 44 %
nya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid   Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran 44 %
ya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. A 44 %
u. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad   Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. A 44 %
. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Da 44 %
ji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan   dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Da 44 %
i Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, 44 %
id menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam   risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, 44 %
d menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tu 44 %
iskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah   singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tu 45 %
skan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin 45 %
ngalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat   berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin 45 %
galamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dap 45 %
ya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul   falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dap 45 %
a sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipeti 45 %
i murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah   Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipeti 45 %
murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Per 45 %
Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran   KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Per 45 %
Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran kh . Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertam 45 %
mad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH   . Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertam 45 %
d Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kera 45 %
lan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad   Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kera 45 %
an dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad dahlan , yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali K 45 %
am risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan   , yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali K 45 %
risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahma 45 %
lah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni   tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahma 45 %
ah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahl 45 %
ngkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh   poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahl 45 %
gkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan me 45 %
berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin   yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan me 45 %
berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengung 45 %
udul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang   dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengung 45 %
dul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan 45 %
alsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat   dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan 45 %
lsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik ; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkata 45 %
Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik   ; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkata 45 %
ran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; pertama ; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( 45 %
Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama   ; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( 45 %
hmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali 45 %
an, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali   KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali 46 %
n, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali kh . Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen 46 %
yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH   . Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen 46 %
akni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang 46 %
tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad   Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang 46 %
ujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyata 46 %
oin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan   mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyata 46 %
in yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manu 46 %
dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan   perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manu 46 %
dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu se 46 %
Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan   ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu se 46 %
Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya 46 %
ma; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama   (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya 46 %
; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( al -Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mat 46 %
Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al   -Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mat 46 %
erapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al- ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati 46 %
i KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali   pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati 46 %
KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen ) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati pera 46 %
. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen   ) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati pera 46 %
Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaanny 46 %
d Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang   menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaanny 46 %
Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali 46 %
ngungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan   bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali 46 %
gungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para u 46 %
apkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa   manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para u 46 %
pkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yai 46 %
rkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia   itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yai 46 %
kataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu o 46 %
aan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu   semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu o 46 %
an ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-oran 46 %
(al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya   mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-oran 47 %
(al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yan 47 %
Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati   (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yan 47 %
azali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati ( mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang beri 47 %
i pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati   perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang beri 47 %
pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya ) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ula 47 %
menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya   ) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ula 47 %
nyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu se 47 %
n bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali   para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu se 47 %
bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senanti 47 %
wa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para   ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senanti 47 %
a manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa da 47 %
usia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama   yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa da 47 %
sia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam ke 47 %
tu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu   orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam ke 47 %
u semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang -orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingun 47 %
uanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang   -orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingun 47 %
anya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang- orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, k 47 %
mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang   yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, k 47 %
ati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecual 47 %
(mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang   berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecual 47 %
mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu . Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka 47 %
rasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu   . Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka 47 %
saannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang 47 %
nnya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan   ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang 47 %
nya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beram 47 %
kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama   itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beram 47 %
ecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. 47 %
ali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu   senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. 47 %
li para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang be 47 %
ama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa   dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang be 47 %
ma yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal 47 %
itu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam   kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal 48 %
tu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan , kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya 48 %
ang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan   , kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya 48 %
g yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam ke 48 %
berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali   mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam ke 48 %
erilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawati 48 %
. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka   yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawati 48 %
Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran k 48 %
ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang   beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran k 48 %
ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal . Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali m 48 %
tu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal   . Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali m 48 %
senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka 48 %
nantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan   yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka 48 %
antiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang 48 %
asa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang   beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang 48 %
sa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas 48 %
m kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal   pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas 48 %
kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan 48 %
bingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun   semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan 48 %
ingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. 48 %
, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya   dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. 48 %
kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua 48 %
ali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam   kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua 48 %
li mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan 48 %
ng beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran   kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan 48 %
g beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka d 48 %
al. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali   mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka d 48 %
l. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antar 48 %
yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka   yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antar 49 %
yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara man 49 %
beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang   ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara man 49 %
beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia be 49 %
l pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas   dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia be 49 %
pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwat 49 %
n semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan   bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwat 49 %
semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih . Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angk 49 %
nya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih   . Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angk 49 %
dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. kedua ; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan ta 49 %
kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua   ; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan ta 49 %
ekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka 49 %
n kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan   mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka 49 %
kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengam 49 %
li mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka   di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengam 49 %
i mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil 49 %
mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di   antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil 49 %
ereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputu 49 %
yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara   manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputu 49 %
ang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan send 49 %
las dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia   berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan send 49 %
as dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendi 49 %
ersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak   angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendi 49 %
rsih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. 49 %
Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh   dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. 49 %
Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahm 49 %
dua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan   takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahm 49 %
ua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahla 49 %
anyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur   mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahla 49 %
nyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran 49 %
mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka   mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran 49 %
mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa p 49 %
antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil   keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa p 50 %
antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin ag 50 %
nusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan   sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin ag 50 %
usia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri -sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan 50 %
rwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri   -sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan 50 %
watak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri- sendiri . KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tid 50 %
ngkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri   . KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tid 50 %
kuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. kh . Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak b 50 %
h dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH   . Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak b 50 %
dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama 50 %
akabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad   Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama 50 %
kabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu 50 %
mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan   heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu 50 %
ereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya 50 %
mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran   mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya 50 %
mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya berangg 50 %
il keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa   pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya berangg 50 %
l keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, menga 50 %
san sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin   agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, menga 50 %
an sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil k 50 %
ndiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama   dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil k 50 %
diri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keput 50 %
i-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan   yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keput 50 %
-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan 50 %
diri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang   tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan 50 %
iri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendir 50 %
KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak   beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendir 50 %
H. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa m 50 %
Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama   selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa m 50 %
Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadak 50 %
heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu   hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadak 51 %
heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan per 51 %
mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya   beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan per 51 %
mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap , mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan ant 51 %
emimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap   , mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan ant 51 %
impin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, 51 %
ma dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil   keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, 51 %
a dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau 51 %
g tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan   sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau 51 %
tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertuka 51 %
beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri   tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertuka 51 %
eragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar piki 51 %
ma selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa   mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar piki 51 %
a selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperb 51 %
anya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan   pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperb 51 %
nya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan 51 %
ggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan   antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan 51 %
gap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana ya 51 %
engambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara   mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana ya 51 %
ngambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka , tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang bena 51 %
l keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka   , tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang bena 51 %
keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan m 51 %
usan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak   mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan m 51 %
san sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana 51 %
sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau   bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana 51 %
sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang sala 51 %
tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar   pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang sala 51 %
anpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hany 51 %
ngadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran   memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hany 52 %
gadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggap 52 %
n antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan   mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggap 52 %
antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan sa 52 %
ara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana   yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan sa 52 %
ra mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, d 52 %
ereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang   benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, d 52 %
reka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepak 52 %
tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar   dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepak 52 %
tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatka 52 %
ak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan   mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatka 52 %
k mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan den 52 %
u bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana   yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan den 52 %
bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan i 52 %
tukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang   salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan i 52 %
ukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah ?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istriny 52 %
pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah   ?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istriny 52 %
iran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disep 52 %
memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya   anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disep 52 %
emperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan -anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan d 52 %
cangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan   -anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan d 52 %
angkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan- anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan mur 52 %
ana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan   saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan mur 52 %
na yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja , disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya 52 %
ang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja   , disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya 52 %
g benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan 52 %
mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan   dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan 52 %
ana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan 52 %
ng salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan   istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan 53 %
g salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya , disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-te 53 %
. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya   , disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-te 53 %
Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri 53 %
an-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan   dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri 53 %
n-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu 53 %
apan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan   muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu 53 %
pan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya , disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja aka 53 %
, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya   , disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja aka 53 %
disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. 53 %
dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan   dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. 53 %
dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi 53 %
istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan   teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi 53 %
istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman -temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marila 53 %
nya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman   -temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marila 53 %
ya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman- temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengada 53 %
pakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya   sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengada 53 %
akatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri . Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan perm 53 %
dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri   . Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan perm 53 %
engan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawar 53 %
muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu   saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawar 53 %
muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan 53 %
dnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja   akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan 53 %
nya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan denga 53 %
disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan   dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan denga 53 %
disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan . Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan 53 %
an dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan   . Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan 54 %
dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di 54 %
n teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi   marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di 54 %
teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar gol 54 %
temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah   mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar gol 54 %
emannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masin 54 %
ndiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan   permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masin 54 %
diri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk 54 %
a akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan   dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk 54 %
akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membic 54 %
dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan   golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membic 54 %
ibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan ma 54 %
n. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan   lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan ma 54 %
. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah 54 %
tapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain   di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah 54 %
api marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah se 54 %
i marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di   luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah se 54 %
marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungg 54 %
ilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar   golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungg 54 %
lah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yan 54 %
adakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan   masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yan 54 %
dakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar 54 %
permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing   - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar 54 %
musyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan ma 54 %
aratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing   untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan ma 54 %
ratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah 54 %
dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk   membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah 55 %
dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya 55 %
gan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan   manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya 55 %
an lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang sal 55 %
di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah   sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang sal 55 %
di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; 55 %
ngan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya   yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; 55 %
gan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manu 55 %
masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang   benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manu 55 %
asing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar ?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia ka 55 %
- masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar   ?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia ka 55 %
masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau me 55 %
ing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan   manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau me 55 %
ng untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjaka 55 %
k membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah   sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjaka 55 %
membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan a 55 %
n manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya   yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan a 55 %
manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun 55 %
akah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang   salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun 55 %
kah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah ? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, seka 55 %
esungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah   ? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, seka 55 %
gguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? ketiga ; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua ka 55 %
a yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga   ; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua ka 55 %
yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berul 55 %
nar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia   kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berul 55 %
ar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ul 55 %
Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau   mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ul 56 %
an manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka ke 56 %
sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan   pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka ke 56 %
esungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jad 56 %
ya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan   apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jad 56 %
a yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun , sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa 56 %
salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun   , sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa 56 %
alah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali , dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau 56 %
Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali   , dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau 56 %
Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah 56 %
iga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua   kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah 56 %
ga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali , berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menj 56 %
Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali   , berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menj 56 %
nusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang -ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesena 56 %
lau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang   -ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesena 56 %
au mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang- ulang , maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan y 56 %
ngerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang   , maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan y 56 %
erjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang di 56 %
kan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka   kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang di 56 %
an pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. K 56 %
jaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian   jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. K 56 %
aan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebias 56 %
apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi   biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebias 56 %
papun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa . Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan ya 56 %
, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa   . Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan ya 56 %
sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dici 56 %
i, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau   sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dici 56 %
, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai i 56 %
kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah   menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai i 56 %
kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar 56 %
erulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi   kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar 57 %
rulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk diru 57 %
ng, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan   yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk diru 57 %
g, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. 57 %
aka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang   dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. 57 %
ka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai . Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah men 57 %
ian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai   . Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah men 57 %
n jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat 57 %
asa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan   yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat 57 %
sa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahw 57 %
Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang   dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahw 57 %
alau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanya 57 %
ah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai   itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanya 57 %
h menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan 57 %
enjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu   sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan 57 %
njadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusi 57 %
kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar   untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusi 57 %
kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia memb 57 %
angan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk   dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia memb 57 %
ngan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah . Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat 57 %
ng dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah   . Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat 57 %
dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebias 57 %
ntai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah   menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebias 57 %
tai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang 57 %
biasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi   tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang 57 %
iasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah 57 %
yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat   bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah 57 %
yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diteri 57 %
dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa   kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diteri 57 %
icintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik da 57 %
u sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan   manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik da 58 %
sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut 58 %
untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia   membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut 58 %
ntuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau it 58 %
rubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela   adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau it 58 %
ubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, 58 %
. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat   kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, 58 %
Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan 58 %
njadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan   yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan 58 %
jadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehen 58 %
tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang   telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehen 58 %
tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak ma 58 %
t bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah   diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak ma 58 %
bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima , baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal 58 %
ebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima   , baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal 58 %
anyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbu 58 %
kan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik   dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbu 58 %
an manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. 58 %
anusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari   sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. 58 %
nusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau 58 %
membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut   atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau 58 %
membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada 58 %
ela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau   itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada 58 %
la adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat , perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang ak 58 %
t kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat   , perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang ak 58 %
kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah 58 %
n yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan   kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah 58 %
yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup 58 %
lah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak   maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup 58 %
ah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela 58 %
erima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun   amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela 59 %
rima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela deng 59 %
, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal   perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela deng 59 %
baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan . Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorb 59 %
i sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan   . Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorb 59 %
sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan j 59 %
atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau   ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan j 59 %
atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa 59 %
u itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada   yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa 59 %
itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. 59 %
qat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang   akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. 59 %
at, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demi 59 %
perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan   merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demi 59 %
erasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu 59 %
kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah   sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu 59 %
kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena 59 %
k maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup   membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena 59 %
maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapan 59 %
amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela   dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapan 59 %
amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bah 59 %
erbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan   mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bah 59 %
rbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang d 59 %
au ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan   jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang d 59 %
u ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimili 59 %
a yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa   raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimili 59 %
yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga . Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki ad 59 %
g akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga   . Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki ad 59 %
akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar 59 %
ubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian   itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar 59 %
bah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. 59 %
sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu   karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. 59 %
sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat 60 %
p membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena   anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat 60 %
membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia pe 60 %
ngan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya   bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia pe 60 %
gan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu di 60 %
engorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa   apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu di 60 %
ngorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolo 60 %
rbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa   yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolo 60 %
bankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan 60 %
an jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang   dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan 60 %
n jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi 60 %
aga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki   adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi 60 %
ga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu da 60 %
mikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah   benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu da 60 %
ikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar . Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam ke 60 %
itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar   . Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam ke 60 %
karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. keempat ; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, ha 60 %
anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat   ; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, ha 60 %
nggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersa 60 %
nya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia   perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersa 60 %
ya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sam 60 %
hwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu   digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sam 60 %
wa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunak 60 %
dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan   menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunak 60 %
dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal 60 %
i adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi   satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal 60 %
adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikir 60 %
lah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu   dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikir 60 %
ah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya 60 %
nar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam   kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya 61 %
ar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran , harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memi 61 %
mpat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran   , harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memi 61 %
at; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bag 61 %
anusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus   bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bag 61 %
nusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama -sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana s 61 %
erlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama   -sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana s 61 %
rlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama- sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebena 61 %
digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama   mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebena 61 %
igolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat 61 %
enjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan   akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat 61 %
njadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan t 61 %
i satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal   pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan t 61 %
satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manus 61 %
m kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya   untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manus 61 %
kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hid 61 %
naran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk   memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hid 61 %
aran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di du 61 %
arus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir   bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di du 61 %
rus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manus 61 %
ma-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana   sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manus 61 %
a-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus me 61 %
ergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya   hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus me 61 %
rgunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus memperguna 61 %
n akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat   dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus memperguna 61 %
akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan 61 %
al pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan   tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan 62 %
l pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikiran 62 %
rannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan   manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikiran 62 %
annya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untu 62 %
ntuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia   hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untu 62 %
tuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk meng 62 %
emikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup   di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk meng 62 %
mikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengore 62 %
kir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di   dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengore 62 %
ir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia . Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi so 62 %
gaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia   . Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi so 62 %
imana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad 62 %
ebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia   harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad 62 %
benarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan k 62 %
nya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus   mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan k 62 %
ya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, 62 %
n tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan   pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, 62 %
tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hid 62 %
nusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya   untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hid 62 %
usia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan 62 %
hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk   mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan 62 %
idup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah la 62 %
nia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi   soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah la 62 %
ia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya 62 %
Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal   itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya 62 %
anusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, menca 62 %
harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad   dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, menca 62 %
harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari k 62 %
us mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan   kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari k 62 %
s mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya , tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang s 62 %
n pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya   , tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang s 63 %
pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. 63 %
nnya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan   hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. 63 %
nya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelim 63 %
ntuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup   dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelim 63 %
tuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; S 63 %
mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan   tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; S 63 %
mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah m 63 %
ksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah   lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah m 63 %
si soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya , mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia m 63 %
itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya   , mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia m 63 %
tikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengark 63 %
an kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari   kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengark 63 %
n kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajar 63 %
yaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran   yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajar 63 %
aannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pe 63 %
ya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang   sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pe 63 %
a, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati . Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran 63 %
uan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati   . Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran 63 %
hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. kelima ; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yan 63 %
dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima   ; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yan 63 %
n tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermaca 63 %
ah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah   manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermaca 63 %
h lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam 63 %
ya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia   mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam 63 %
a, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beber 63 %
ebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan   pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beber 64 %
benaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran -pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk 64 %
ang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran   -pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk 64 %
ng sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran- pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan 64 %
. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran   fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan 64 %
Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah 64 %
lima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa   yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah 64 %
ima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah mempe 64 %
Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang   bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah mempe 64 %
Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam -macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangk 64 %
manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam   -macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangk 64 %
anusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam- macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, me 64 %
a mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam   membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, me 64 %
mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mi 64 %
garkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca   beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mi 64 %
arkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, meni 64 %
lajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa   tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, meni 64 %
ajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, 64 %
-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk   buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, 64 %
pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, memba 64 %
jaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku   dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, memba 64 %
aran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membandin 64 %
n fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan   sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membandin 64 %
fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-band 64 %
a yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah   memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-band 64 %
yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan , memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari 64 %
acam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan   , memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari 65 %
am membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir -mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah 65 %
aca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir   -mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah 65 %
ca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir- mikir , menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah merek 65 %
berapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir   , menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah merek 65 %
rapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang , membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat mem 65 %
uk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang   , membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat mem 65 %
buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding -banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh kepu 65 %
sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding   -banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh kepu 65 %
udah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding- banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, m 65 %
mperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding   kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, m 65 %
perbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperol 65 %
cangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana   kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperol 65 %
angkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari , barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh bara 65 %
, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari   , barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh bara 65 %
memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar 65 %
-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah   mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar 65 %
mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang se 65 %
menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka   dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang se 65 %
menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesunggu 65 %
bang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat   memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesunggu 65 %
ang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Denga 65 %
nding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh   keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Denga 65 %
ding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan , memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pik 65 %
ing kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan   , memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pik 65 %
g kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya send 65 %
emari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh   barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya send 66 %
mari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dap 66 %
barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang   benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dap 66 %
arulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat men 66 %
h mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar   yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat men 66 %
mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetah 66 %
eka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang   sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetah 66 %
ka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya . Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan meneta 66 %
peroleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya   . Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan meneta 66 %
roleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, in 66 %
keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan   akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, in 66 %
eputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah 66 %
usan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal   pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah 66 %
san, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan y 66 %
roleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya   sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan y 66 %
oleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang bena 66 %
rang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri   dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang bena 66 %
ang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sek 66 %
enar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat   mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sek 66 %
nar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebia 66 %
esungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui   dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebia 66 %
sungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan 66 %
gguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan   menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan 66 %
guhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan , inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia ti 66 %
ngan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan   , inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia ti 66 %
an akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak bera 66 %
l pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah   perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak bera 67 %
pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegan 67 %
ya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan   yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegan 67 %
a sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teg 67 %
ndiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang   benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teg 67 %
diri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar . Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pen 67 %
dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar   . Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pen 67 %
pat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan 67 %
etahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang   kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan 67 %
tahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan 67 %
menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan   manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan 67 %
menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang be 67 %
kan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia   tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang be 67 %
an, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar ka 67 %
nilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak   berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar ka 67 %
ilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena kh 67 %
erbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani   memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena kh 67 %
rbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, k 67 %
yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang   teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, k 67 %
ang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau b 67 %
enar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh   pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau b 67 %
nar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang 67 %
rang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian   dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang 67 %
ang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang ben 67 %
kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan   perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang ben 67 %
kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan t 67 %
manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan   yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan t 67 %
manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpis 67 %
sia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang   benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpis 67 %
ia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan 68 %
dak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar   karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan 68 %
ak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-ap 68 %
ani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena   khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-ap 68 %
ni memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir , kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang su 68 %
ang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir   , kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang su 68 %
g teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah men 68 %
uh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau   barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah men 68 %
h pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi ke 68 %
irian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang   yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi ke 68 %
rian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenan 68 %
dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang   benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenan 68 %
dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar , akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya 68 %
erbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar   , akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya 68 %
buatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khaw 68 %
an yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan   terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khaw 68 %
n yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan 68 %
enar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah   dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan 68 %
nar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan ter 68 %
karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan   apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan ter 68 %
karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa -apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisa 68 %
ena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa   -apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisa 68 %
na khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa- apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah de 68 %
khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa   yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah de 68 %
hawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan 68 %
tir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang   sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan 68 %
ir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman- 68 %
alau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah   menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman- 68 %
lau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya 68 %
ang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi   kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya 68 %
ng yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya , khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata 68 %
, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya   , khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata 68 %
akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya 69 %
pisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir   akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya 69 %
isah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekha 69 %
dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan   terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekha 69 %
dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran i 69 %
apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah   dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran i 69 %
pa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang 69 %
g sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan   teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang 69 %
sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman -temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhir 69 %
h menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman   -temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhir 69 %
menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman- temannya . Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak 69 %
kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya   . Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak 69 %
esenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani 69 %
gannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek   kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani 69 %
annya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani menge 69 %
a, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata   banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani menge 69 %
, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan bar 69 %
r akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya   kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan bar 69 %
akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang bena 69 %
ah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran   itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang bena 69 %
h dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, k 69 %
engan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu   yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, k 69 %
ngan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudi 69 %
teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang   akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudi 69 %
teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupn 69 %
mannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya   tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupn 69 %
annya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya sep 69 %
. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak   berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya sep 69 %
Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti ma 69 %
k kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani   mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti ma 70 %
kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang t 70 %
knya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan   barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang t 70 %
nya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak bera 70 %
khawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang   yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak bera 70 %
hawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, 70 %
tiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang   benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, 70 %
iran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar , kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup 70 %
itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar   , kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup 70 %
u yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup 70 %
khirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian   hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup 70 %
hirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak m 70 %
idak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya   seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak m 70 %
dak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati 70 %
ani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti   makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati 70 %
ni mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenara 70 %
erjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk   yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenara 70 %
rjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. 70 %
an barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang   tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. 70 %
n barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keen 70 %
arang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak   berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keen 70 %
rang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal , hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Keba 70 %
ng benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal   , hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Keba 70 %
benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan 70 %
r, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup   asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan 70 %
, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para 70 %
mudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal   hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para 70 %
udian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup , tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimp 70 %
hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup   , tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimp 70 %
idupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belu 70 %
ya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak   menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belu 71 %
a seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani 71 %
i makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati   kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani 71 %
makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran . Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbank 71 %
yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran   . Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbank 71 %
tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. keenam ; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta b 71 %
erakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam   ; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta b 71 %
akal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiw 71 %
p asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan   para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiw 71 %
asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya 71 %
l hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para   pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya 71 %
hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk ber 71 %
tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin   belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk ber 71 %
idak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha 71 %
menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum   berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha 71 %
enepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolo 71 %
i kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani   mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolo 71 %
kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat ma 71 %
Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan   harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat ma 71 %
Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia 71 %
am; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta   benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia 71 %
m; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam 71 %
banyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda   dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam 71 %
anyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebe 71 %
akan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan   jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebe 71 %
kan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. M 71 %
a pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya   untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. M 71 %
pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah p 71 %
mpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk   berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah p 72 %
pin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-p 72 %
m berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha   tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-p 72 %
berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu b 72 %
orbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya   umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu b 72 %
rbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasan 72 %
kan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat   manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasan 72 %
an harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya 72 %
a benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia   dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya 72 %
benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya meper 72 %
a dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam   kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya meper 72 %
dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran . Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, m 72 %
nya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran   . Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, m 72 %
a untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperal 72 %
uk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah   pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperal 72 %
k berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin -pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusi 72 %
ha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin   -pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusi 72 %
a tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin- pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bo 72 %
ongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin   itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bo 72 %
ngnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh- 72 %
ya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu   biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh- 72 %
a umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan 72 %
anusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya   hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan 72 %
nusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah 72 %
dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya   mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah 72 %
dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan , memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: 72 %
ran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan   , memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: 73 %
n. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri 73 %
emimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat   manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri 73 %
mimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pe 73 %
pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia   yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pe 73 %
emimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengeta 73 %
pin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang   bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengeta 73 %
in itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh -bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan t 73 %
u biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh   -bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan t 73 %
biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh- bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori d 73 %
anya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh   dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori d 73 %
nya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan a 73 %
hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan   lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan a 73 %
hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah . Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (p 73 %
mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah   . Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (p 73 %
ermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. ketujuh : Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Da 73 %
an, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh   : Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Da 73 %
, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam me 73 %
mperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu   terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam me 73 %
peralat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajar 73 %
manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri   atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajar 73 %
manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari ked 73 %
sia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas   pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari ked 73 %
ia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu 73 %
oh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan   teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu 73 %
h-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya 73 %
oh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori   dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya 73 %
h dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya den 73 %
an lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan   amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya den 73 %
n lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan c 73 %
mah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal   (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan c 73 %
h. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal ( praktek ), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara berti 74 %
tujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek   ), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara berti 74 %
uh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. K 74 %
lmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam   mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. K 74 %
mu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingk 74 %
atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari   kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingk 74 %
tas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saj 74 %
engetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua   ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saj 74 %
ngetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja bel 74 %
ahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu   itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja bel 74 %
huan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum b 74 %
n teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu   supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum b 74 %
teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa men 74 %
dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya   dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa men 74 %
dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjaka 74 %
al (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan   cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjaka 74 %
l (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tid 74 %
raktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara   bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tid 74 %
aktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat . Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu di 74 %
lam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat   . Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu di 74 %
m mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. 74 %
pelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau   setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. 74 %
elajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin 74 %
edua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat   saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin 74 %
dua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, 74 %
ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja   belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, 74 %
lmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengu 74 %
tu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum   bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengu 74 %
u supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus M 74 %
paya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa   mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus M 74 %
aya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah 74 %
cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan   tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah 75 %
ara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan an 75 %
ertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak   perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan an 75 %
rtingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan 75 %
kat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu   ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan 75 %
at. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah . Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya 75 %
u setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah   . Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya 75 %
setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat i 75 %
ngkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada   poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat i 75 %
gkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, b 75 %
saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin   ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, b 75 %
saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini , pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik 75 %
a belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini   , pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik 75 %
belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingk 75 %
sa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus   Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingk 75 %
a mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maup 75 %
n tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah   dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maup 75 %
tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun p 75 %
dak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan   angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun p 75 %
ak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingk 75 %
ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan   mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingk 75 %
ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilay 75 %
h. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya   saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilay 75 %
. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah da 75 %
da poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat   ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah da 75 %
a poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini , baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam 75 %
oin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini   , baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam 75 %
n ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi t 75 %
i, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik   pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi t 75 %
, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori 75 %
ngurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada   tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori 76 %
gurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogik 76 %
uhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat   pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogik 76 %
hammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tida 76 %
diyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat   maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tida 76 %
iyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak dirag 76 %
an angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun   pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak dirag 76 %
n angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan 76 %
gkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada   tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan 76 %
katan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Na 76 %
udanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat   wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Na 76 %
danya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dala 76 %
aat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah   dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dala 76 %
at ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal 76 %
i, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam   segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal 76 %
, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal prakt 76 %
ik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi   teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal prakt 76 %
k pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya 76 %
a tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori   berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya 76 %
tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perl 76 %
pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika   tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perl 76 %
usat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi 76 %
maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak   diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi 76 %
aupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/di 76 %
a tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan   lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/di 76 %
tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi . Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/diperta 76 %
gkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi   . Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/diperta 76 %
at wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan? 76 %
layah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun   dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan? 76 %
ayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibad 76 %
dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam   hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibad 76 %
alam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah S 76 %
m segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal   praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah S 76 %
segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat 77 %
i berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya   masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat 77 %
berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu 77 %
ogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih   perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu 77 %
gika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan k 77 %
tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu   lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan k 77 %
idak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian 77 %
diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi   diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian 77 %
diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah /dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Qur 77 %
kan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah   /dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Qur 77 %
an lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/ dipertanyakan ?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai pir 77 %
n dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan   ?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai pir 77 %
alam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utam 77 %
al praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah   Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utam 77 %
l praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perju 77 %
tiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat   tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perju 77 %
iknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan 77 %
masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat   waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan 77 %
masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ah 77 %
perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu   dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ah 77 %
perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad 77 %
lu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan   kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad 77 %
u lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, 77 %
diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian   al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, 77 %
diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al -Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, me 77 %
asah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al   -Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, me 77 %
sah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al- quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka l 77 %
ipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran   sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka l 77 %
pertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan 77 %
akan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai   piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan 77 %
kan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai 77 %
badah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti   utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai 78 %
adah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebeb 78 %
Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama   perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebeb 78 %
holat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribad 78 %
t waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan   KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribad 78 %
waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan kh . Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, 78 %
aktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH   . Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, 78 %
tu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu sh 78 %
n kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad   Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu sh 78 %
kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad dahlan , mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat su 78 %
n al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan   , mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat su 78 %
al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh ruti 78 %
an sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka   logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh ruti 78 %
n sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju 78 %
piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan   sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju 78 %
piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi ti 78 %
utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai   kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi ti 78 %
utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjad 78 %
juangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan   pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjad 78 %
uangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi , lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, 78 %
KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi   , lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, 78 %
. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum 78 %
mad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu   shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum 78 %
ad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi ta 78 %
lan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat   subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi ta 78 %
an, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata car 78 %
ereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh   rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata car 78 %
reka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shal 78 %
logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin   jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shal 78 %
ogikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatny 78 %
kakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam   tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatny 79 %
akan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya ber 79 %
sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju   pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya ber 79 %
sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka 79 %
gai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi   tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka 79 %
ai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam 79 %
bebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak   menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam 79 %
ebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga 79 %
pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi   soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga 79 %
ribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal , belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga kepu 79 %
di, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal   , belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga kepu 79 %
, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan t 79 %
u shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum   lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan t 79 %
shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih 79 %
lat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi   tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih 79 %
at subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibi 79 %
ubuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata   cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibi 79 %
buh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan 79 %
rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara   shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan 79 %
utin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita 79 %
tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya   beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita 79 %
uju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri 79 %
tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka   ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri 79 %
tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam , hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika 79 %
menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam   , hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika 79 %
enjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi 79 %
soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga   keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi 79 %
soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa das 79 %
um lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan   tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa das 79 %
m lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu 79 %
tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih   dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu 79 %
tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi uk 79 %
shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan   bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi uk 80 %
shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahk 80 %
beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita   sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahk 80 %
beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengk 80 %
a ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri   logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengk 80 %
ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan 80 %
, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika   pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan 80 %
hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai 80 %
keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi   tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai 80 %
keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi o 80 %
usan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa   dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi o 80 %
san tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organis 80 %
arjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar   itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organis 80 %
rjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi 80 %
h dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu   menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi 80 %
dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerak 80 %
kan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi   ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerak 80 %
an bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran . Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan suda 80 %
cerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran   . Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan suda 80 %
rita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah diting 80 %
endiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan   Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah diting 80 %
ndiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada 80 %
a pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan   sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada 80 %
pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika t 80 %
i tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai   nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika t 80 %
tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi 80 %
pa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi   organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi 80 %
a dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi 80 %
u menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi   pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi 81 %
menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuas 81 %
kuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan   sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuas 81 %
uran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hi 81 %
Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah   ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hi 81 %
Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nur 81 %
aderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan   pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nur 81 %
deran sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, 81 %
n sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada   logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, 81 %
sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, A 81 %
ai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika   tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, A 81 %
i nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, 81 %
organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi   plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, 81 %
organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan 81 %
nisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus   misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan 81 %
isasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-sant 81 %
i pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi   haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-sant 81 %
pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun me 81 %
gerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus   kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun me 81 %
erakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi 81 %
dah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan   hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi 81 %
ah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persya 81 %
ingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga   rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persya 81 %
ngkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan 81 %
tkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana   nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan 81 %
kan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani , etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak di 81 %
da logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani   , etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak di 81 %
logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik , Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihirauk 81 %
ika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik   , Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihirauk 81 %
a tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, akhlak , sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, 81 %
gi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak   , sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, 82 %
plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan -santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab 82 %
misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan   -santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab 82 %
misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan- santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberal 82 %
aus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun   menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberal 82 %
us kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi it 82 %
asaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi   misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi it 82 %
saan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah 82 %
hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi   persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah 82 %
hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasa 82 %
nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan   tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasa 82 %
nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar ha 82 %
ani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak   dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar ha 82 %
ni, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Da 82 %
Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan   lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Da 82 %
khlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi , sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan pro 82 %
k, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi   , sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan pro 82 %
sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek pol 82 %
n-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab   liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek pol 82 %
-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek 82 %
adi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi   itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek 82 %
di misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi 82 %
i persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah   menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi 82 %
persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi 82 %
rikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi   dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi 82 %
ikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kenda 82 %
tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar   hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kenda 82 %
ak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan 82 %
dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak   asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan 82 %
ihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi . Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisni 82 %
ukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi   . Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisni 83 %
an lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya 83 %
lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan   proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya 83 %
agi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa m 83 %
ebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek   politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa m 83 %
bab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik , proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal 83 %
eralisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik   , proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal 83 %
alisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu te 83 %
i itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek   suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu te 83 %
itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting 83 %
menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi   menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting 83 %
menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposa 83 %
dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi   kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposa 83 %
dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan 83 %
asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan   bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan 83 %
asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi ua 83 %
n proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya   tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi ua 83 %
proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang sak 83 %
ek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa   mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang sak 83 %
k politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedi 83 %
k, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal   waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedi 83 %
, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kad 83 %
yek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu   terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kad 83 %
ek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun 83 %
menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting   proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun 83 %
menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? pe 83 %
kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal   laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? pe 84 %
endaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? perseta 84 %
raan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku   dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? perseta 84 %
aan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! A 84 %
bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan   kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! A 84 %
bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfir 84 %
nya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi   uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfir 84 %
ya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah 84 %
anpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang   saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah 84 %
npa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. D 84 %
mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku   tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. D 84 %
engenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia ! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh 84 %
waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia   ! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh 84 %
ktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir 84 %
erpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader   ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir 84 %
rpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran 84 %
g proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun   bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran 84 %
proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan ? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilia 84 %
osal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan   ? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilia 84 %
al laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan ! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta da 84 %
dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan   ! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta da 84 %
n kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! astagfirullah . Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.A 84 %
saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah   . Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.A 84 %
u tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Da 84 %
rsedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari   tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Da 84 %
sedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan d 84 %
! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh   butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan d 84 %
Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas 84 %
r ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir   pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas 84 %
ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu k 84 %
n bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran   brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu k 85 %
bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita meng 85 %
persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian   serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita meng 85 %
persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati 85 %
tan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta   dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati 85 %
an! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secar 85 %
Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari   makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secar 85 %
stagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksam 85 %
ullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah   KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksam 85 %
llah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah kh .Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama a 85 %
ah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH   .Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama a 85 %
h. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH. ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifit 85 %
Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad   Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifit 85 %
ri tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengu 85 %
uh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan   di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengu 85 %
h butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus 85 %
butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di   atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus 85 %
utir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas , lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muha 85 %
pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas   , lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muha 85 %
ikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiy 85 %
an brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu   kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiy 85 %
n brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah da 85 %
ilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita   mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah da 85 %
lian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan 85 %
a dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati   secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan 85 %
dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudany 85 %
makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara   seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudany 85 %
akalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat i 85 %
KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama   aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat i 85 %
H.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah 85 %
Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas   pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah 85 %
ahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih be 85 %
atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus   Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih be 86 %
atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesua 86 %
ita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah   dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesua 86 %
ta mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai d 86 %
mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan   angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai d 86 %
engamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan age 86 %
secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan   mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan age 86 %
secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasa 86 %
seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya   saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasa 86 %
eksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar ala 86 %
ma aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat   ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar ala 86 %
a aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini . Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pi 86 %
ktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini   . Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pi 86 %
ifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH 86 %
pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah   masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH 86 %
pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahma 86 %
rus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih   bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahma 86 %
us Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, 86 %
adiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya   sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, 86 %
diyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, atauka 86 %
dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai   dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, atauka 86 %
n angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru 86 %
atan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan   agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru 86 %
tan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikira 86 %
danya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda   dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikira 86 %
anya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran sert 86 %
saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar   alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran sert 86 %
aat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gag 86 %
ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam   pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gag 86 %
ni. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. 86 %
kah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran   KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. 87 %
ah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran kh . Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ah 87 %
masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH   . Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ah 87 %
asih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dah 87 %
bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad   Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dah 87 %
ercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad dahlan ?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sud 87 %
ya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan   ?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sud 87 %
sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh da 87 %
dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah   justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh da 87 %
dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar 87 %
agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru   pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar 87 %
agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarny 87 %
dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran   serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarny 87 %
asar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - di 87 %
alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta   gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - di 87 %
lam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan 87 %
iran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan   KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan 87 %
ran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan kh . Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, a 87 %
n KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH   . Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, a 87 %
KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah 87 %
hmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad   Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah 87 %
mad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah m 87 %
hlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan   sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah m 87 %
lan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati da 87 %
ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah   jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati da 87 %
ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan pad 87 %
kah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh   dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan pad 87 %
ah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam di 87 %
ustru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari   akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam di 87 %
stru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebab 87 %
pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar   dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebab 87 %
pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh 87 %
serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya   - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh 87 %
ta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan , ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari 87 %
KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan   , ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari 88 %
H. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai 88 %
d Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah   sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai 88 %
Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepent 88 %
an sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah   mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepent 88 %
n sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan 88 %
dah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati   dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan 88 %
ah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, ya 88 %
jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan   padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, ya 88 %
auh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang men 88 %
ari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam   disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang men 88 %
ri akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan org 88 %
sarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan   oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan org 88 %
arnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisa 88 %
a - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh   serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisa 88 %
- dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta 88 %
cehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan   dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta 88 %
ehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal 88 %
n, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari   berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal 88 %
, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Mu 88 %
h sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai   kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Mu 88 %
sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan , yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah s 88 %
dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan   , yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah s 88 %
an padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai 88 %
adam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang   menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai 88 %
dam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu lonca 88 %
bkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan   organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu lonca 88 %
kan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk m 88 %
erbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi   serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk m 89 %
rbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapa 89 %
dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta   amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapa 89 %
dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kep 89 %
berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal   usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kep 89 %
berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepenting 89 %
gai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha   Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepenting 89 %
ai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepu 89 %
an, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah   sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepu 89 %
n, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pri 89 %
menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai   batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pri 89 %
menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi 89 %
adikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu   loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi 89 %
dikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelo 89 %
ganisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan   untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelo 89 %
anisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. 89 %
si serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk   mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. 89 %
i serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mu 89 %
amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai   kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mu 89 %
mal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagi 89 %
uhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan   dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagi 89 %
hammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian a 89 %
madiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan   kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian a 89 %
iyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanya 89 %
agai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan   pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanya 89 %
gai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, men 89 %
u loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi   atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, men 90 %
loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadik 90 %
catan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau   kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadik 90 %
atan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok . Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhamm 90 %
uk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok   . Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhamm 90 %
mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah b 90 %
pai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan   mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah b 90 %
ai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan 90 %
ntingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin   sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan 90 %
tingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga p 90 %
an kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian   atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga p 90 %
n kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persek 90 %
kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau   kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persek 90 %
epuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan , menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhi 90 %
ibadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan   , menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhi 90 %
adi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu 90 %
elompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan   Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu 90 %
lompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara ga 90 %
an mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah   bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara ga 90 %
n mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan 90 %
n sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan   lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan 90 %
sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran 90 %
an atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga   persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran 90 %
n atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya 90 %
nyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan   berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya 91 %
yakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legend 91 %
adikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris   Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legend 91 %
dikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan 91 %
Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu   sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan 91 %
Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebag 91 %
yah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara   gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebag 91 %
ah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai donge 91 %
ikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan   dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai donge 91 %
kan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng b 91 %
lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan   pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng b 91 %
lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? 91 %
persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran   pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? 91 %
persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti ter 91 %
n berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya   hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti ter 91 %
berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubu 91 %
istoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya   legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubu 91 %
storis Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kr 91 %
Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda   dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kr 91 %
antu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriter 91 %
u sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan   atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriter 91 %
sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, y 91 %
entara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau   sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, y 91 %
ntara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa 91 %
agasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai   dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa 91 %
gasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi 91 %
an pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng   belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi 91 %
n pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka ? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presid 91 %
ran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka   ? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presid 91 %
pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indones 92 %
inya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti   terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indones 92 %
nya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan 92 %
nda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya   kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan 92 %
da dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria , yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang ja 92 %
tau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria   , yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang ja 92 %
u sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, ja 92 %
bagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang   bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, ja 92 %
agai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan 92 %
dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa   menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan 92 %
dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi 92 %
belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi   presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi 92 %
belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi ora 92 %
Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden   Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi ora 92 %
Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden indonesia , kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor s 92 %
erselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia   , kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor s 92 %
selubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di 92 %
ungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau   bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di 92 %
ngnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indone 92 %
kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan   orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indone 92 %
kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. M 92 %
ria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang   jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. M 92 %
ia, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa , jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungki 92 %
yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa   , jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungki 92 %
ng bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu 92 %
a menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan   bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu 92 %
menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga ter 92 %
presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi   jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga ter 93 %
presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi 93 %
iden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi   orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi 93 %
den Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada M 93 %
ndonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang   nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada M 93 %
donesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhamma 93 %
ia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor   satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhamma 93 %
a, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah 93 %
alau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu   di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah 93 %
lau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah da 93 %
u bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di   Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah da 93 %
bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di indonesia . Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan 93 %
ang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia   . Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan 93 %
g jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya 93 %
jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin   begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya 93 %
jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta 93 %
bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu   juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta 93 %
bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerb 93 %
impi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga   terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerb 93 %
mpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, 93 %
i orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi   pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, 93 %
orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila 93 %
ng nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada   Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila 93 %
g nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan or 93 %
di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah   dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan or 93 %
di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang 93 %
Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan   angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang 93 %
ndonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran 93 %
. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan   mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran 93 %
Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli da 93 %
n begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya   beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli da 93 %
begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah ata 93 %
juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta   gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah ata 94 %
juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya , bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah t 94 %
di pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya   , bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah t 94 %
pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebu 94 %
a Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila   dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebu 94 %
Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia , bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, m 94 %
hammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia   , bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, m 94 %
mmadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia 94 %
yah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan   orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia 94 %
ah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak 94 %
n angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang   kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak 94 %
angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menj 94 %
mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran   asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menj 94 %
mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi p 94 %
nya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli   daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi p 94 %
ya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pa 94 %
erta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah   atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pa 94 %
rta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada pe 94 %
gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau   wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada pe 94 %
erbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarika 94 %
ya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah   tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarika 94 %
a, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut , maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau 94 %
dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut   , maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau 94 %
a, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal u 94 %
ukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka   dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal u 94 %
kan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha 94 %
orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia   tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha 94 %
orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muham 94 %
kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak   bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muham 94 %
kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiy 94 %
hiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa   menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiy 94 %
iran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu 94 %
li daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi   pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu 95 %
i daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apaka 95 %
rah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk   pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apaka 95 %
ah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah dem 95 %
tau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada   persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah dem 95 %
au wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan 95 %
rsebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan   atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan 95 %
sebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal 95 %
t, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau   amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal 95 %
, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat 95 %
ka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal   usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat 95 %
a dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus 95 %
tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha   Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus 95 %
tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha muhammadiyah . Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati b 95 %
enjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah   . Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati b 95 %
jadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening 95 %
pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu   apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening 95 %
pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahm 95 %
pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah   demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahm 95 %
ada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian , tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan 95 %
yarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian   , tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan 95 %
rikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo 95 %
n atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan   awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo 95 %
atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? 95 %
u amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal   niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? 95 %
amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau 95 %
l usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat   tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau 95 %
usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didir 95 %
a Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus   suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didir 95 %
Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikann 95 %
ammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci   - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikann 96 %
adiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya deng 96 %
ah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati   bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya deng 96 %
h. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa 96 %
u apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening   KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa 96 %
apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening kh . Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa sya 96 %
pakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH   . Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa sya 96 %
kah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yan 96 %
emikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad   Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yan 96 %
mikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad dahlan , tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya 96 %
, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan   , tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya 96 %
tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memoho 96 %
n awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo   dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memoho 96 %
awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu ? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon mag 96 %
l niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu   ? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon mag 96 %
niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah 96 %
tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau   didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah 96 %
tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi s 96 %
hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya   dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi s 96 %
hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. 96 %
ening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan   doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. 96 %
ning KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Mu 96 %
g KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa   syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Mu 96 %
KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadi 96 %
hmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu   yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadi 96 %
mad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah b 96 %
Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang   hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah b 96 %
ahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanla 96 %
, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya   memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanla 96 %
tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. 96 %
dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon   magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. 96 %
ulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan 96 %
u didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah   ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan 96 %
didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pi 97 %
rikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho   Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pi 97 %
ikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran 97 %
ya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi   semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran 97 %
a dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata . Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahm 97 %
an doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata   . Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahm 97 %
oa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanl 97 %
ng hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah   bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanl 97 %
g hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legend 97 %
memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah   hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legend 97 %
emohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu . Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan 97 %
n magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu   . Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan 97 %
magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng b 97 %
h ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan   dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng b 97 %
ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belak 97 %
dho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan   pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belak 97 %
ho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan 97 %
i semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran   KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan 97 %
semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran kh . Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tet 97 %
emata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH   . Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tet 97 %
ata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nil 97 %
Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad   Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nil 97 %
Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan 97 %
madiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan   bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan 97 %
adiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ket 97 %
ukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah   legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ket 97 %
kanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan h 97 %
hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda   dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan h 97 %
antu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakik 97 %
u. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan   dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakik 98 %
. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang n 98 %
an dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng   belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang n 98 %
n dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka ! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! S 98 %
pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka   ! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! S 98 %
kiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga 98 %
n KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan   tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga 98 %
KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenu 98 %
hmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi   nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenu 98 %
mad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan 98 %
ahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai   dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan 98 %
hlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dala 98 %
n bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan   makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dala 98 %
bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanu 98 %
nlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna   ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanu 98 %
lah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan 98 %
da dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan   hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan 98 %
a dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesuda 98 %
dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki   yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesuda 98 %
ongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH. 98 %
ng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang   nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH. 98 %
g belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata ! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad 98 %
aka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata   ! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad 98 %
a! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan a 98 %
n tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga   terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan a 98 %
tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ad 98 %
i dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan   dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ad 98 %
dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muha 98 %
makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam   sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muha 98 %
akna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari ! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah 98 %
ulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari   ! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah 98 %
san hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi 99 %
hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan   sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi 99 %
hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? C 99 %
yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah   KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? C 99 %
ang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah kh .Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerd 99 %
g nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH   .Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerd 99 %
nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH. ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tap 99 %
a! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad   Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tap 99 %
! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak c 99 %
ga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan   apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak c 99 %
a terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! 99 %
enungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah   akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! 99 %
nungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermu 99 %
kan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan   ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermu 99 %
an dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada   Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
alam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
i! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah   versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
n sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi   baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
udah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru   ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
h KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
hmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas   tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
mad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi   tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
ahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
an apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak   cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
n apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas ! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
ah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas   ! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka -muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
da Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka   -muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
a Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka- muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
hammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka   tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
ammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
diyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi   tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
iyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
h versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak   bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka , bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka   , bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
ru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
das tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral   tapi tidak berakhlak? 100 %
s tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
pi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi   tidak berakhlak? 100 %
i tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak   berakhlak? 100 %
cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak ? 100 %
ermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak   ? 100 %
  muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLU 0 %
Muhammadiyah Versi ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan ( gagasannya YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA yang HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG hampir MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah 0 %
Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR mati DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berd 1 %
ammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI dan TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirin 1 %
diyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN terlupakan ) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu or 1 %
Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tida 1 %
(GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman a Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak 1 %
(GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat 1 %
SANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisah 1 %
HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gag 1 %
MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pi 1 %
RLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran 1 %
AN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya 1 %
aman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab 1 %
Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang- 1 %
Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang 1 %
Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemud 2 %
rah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian berg 2 %
irinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabun 2 %
ya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjad 2 %
organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota s 2 %
tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara 2 %
dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang -orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar 2 %
dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang- orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah 2 %
ahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menye 2 %
dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati da 2 %
asan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tu 2 %
ikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan org 2 %
endirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi 2 %
a Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebu 2 %
orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang 2 %
-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada 3 %
yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya m 3 %
an bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupak 3 %
gabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan p 3 %
ng menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujud 3 %
adi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gag 3 %
adar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pend 3 %
telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendiriny 3 %
menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tida 3 %
i dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin 3 %
n tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan 3 %
ganisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan denga 3 %
asi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Co 3 %
ebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroam 4 %
yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU ti 4 %
tnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin 4 %
perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan 4 %
dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim 4 %
an para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian 4 %
ya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muha 4 %
mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mung 4 %
isahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dip 4 %
dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan 5 %
HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ah 5 %
roaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahla 5 %
NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Den 5 %
idak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian 5 %
dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasa 5 %
gan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang 5 %
Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncu 5 %
ri Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemu 5 %
ikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian ti 5 %
uga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mun 5 %
ammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipi 5 %
tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan d 5 %
ungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari 6 %
in dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran 6 %
ahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan g 6 %
hmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (par 6 %
an Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pen 6 %
kian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasm 6 %
n dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al 6 %
pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; 6 %
yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala 6 %
g muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang 6 %
kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang penc 6 %
ian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal ( para ) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus b 6 %
dak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya , (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ik 6 %
ahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa 7 %
ri pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman al -Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Mu 7 %
dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah d 7 %
gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menja 7 %
a) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertam 7 %
ya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP I 7 %
h Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gaga 7 %
Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dah 7 %
a seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan 7 %
orang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang ter 7 %
ncetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih 7 %
irinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaim 8 %
iswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengam 8 %
ammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan 8 %
yah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ay 8 %
menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al 8 %
umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan de 8 %
ertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muh 8 %
IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah 8 %
agasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai org 8 %
Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat -ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisa 8 %
an yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat- ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi se 8 %
ng terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al -Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senan 8 %
terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al- quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa 8 %
ih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhti 9 %
ah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan unt 9 %
ana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi te 9 %
mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat unt 9 %
kan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji 9 %
at al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an 9 %
Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus men 9 %
hammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat be 9 %
ah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyaw 9 %
ganisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk meng 9 %
senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji al -Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengama 10 %
asa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur` an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya 10 %
diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh kare 10 %
kan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Mu 10 %
k menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadi 10 %
di tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mung 10 %
kaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tig 10 %
igus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni 10 %
di tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian 10 %
musyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Qu 10 %
uk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah d 11 %
alkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan am 11 %
nya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, y 11 %
nanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini h 11 %
hammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; 11 %
tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian al -Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; ant 11 %
ak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al- quran , Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ad 11 %
kin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada 11 %
h dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Den 11 %
ri tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal , yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan d 11 %
a prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikia 11 %
nsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian war 11 %
i ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammad 11 %
gkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah 11 %
Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih per 12 %
an, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu m 12 %
Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempe 12 %
awarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari 12 %
dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan 12 %
l, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan piki 12 %
aat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH 12 %
i hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahla 12 %
; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Ter 12 %
a dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkait 12 %
Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan denga 12 %
demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ib 12 %
kian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sho 12 %
uhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat 13 %
diyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad dahlan . Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu d 13 %
sih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengama 13 %
mempelajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan a 13 %
elajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat A 13 %
gasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran 13 %
an pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal i 13 %
ran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tida 13 %
Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dima 13 %
Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud u 13 %
n. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk 13 %
erutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti 13 %
g berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat -ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejak 13 %
kaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat- ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya s 13 %
n dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat al -Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya seca 13 %
engan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al- quran , hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dok 13 %
badah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik 13 %
olat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi un 14 %
epat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk membe 14 %
ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna pen 14 %
t Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapann 14 %
ran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada m 14 %
itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kin 14 %
tuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan 14 %
ngikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran 14 %
jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. 14 %
nya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan 14 %
kmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas 15 %
k tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas meru 15 %
tuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasa 15 %
mberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pi 15 %
kna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikira 15 %
kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif 15 %
penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inova 15 %
apannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Da 15 %
pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tu 15 %
masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang 15 %
Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudu 15 %
agasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al 15 %
an dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam d 15 %
KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran 16 %
Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif . Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sam 16 %
an jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sek 16 %
as merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang di 16 %
akan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketah 16 %
an pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul al -Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan 16 %
pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al- islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu- 16 %
n kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satu 16 %
etif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan al -Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya 16 %
f dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al- quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulis 16 %
inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ah 16 %
tif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dah 16 %
lam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang 16 %
an yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikas 16 %
rjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Diny 16 %
Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu -satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyataka 16 %
dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu- satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada 17 %
Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu it 17 %
ng sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) ada 17 %
pai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kek 17 %
arang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekaluta 17 %
diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan . Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan u 17 %
akan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka 17 %
tunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan ( pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah 17 %
tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah 17 %
mad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pe 17 %
lan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersa 17 %
blikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tul 17 %
n. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat : mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan 18 %
yatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahma 18 %
(pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahl 18 %
waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan 18 %
itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pen 18 %
) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungka 18 %
ya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haj 18 %
lutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu . Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid 18 %
kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentan 18 %
gan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ah 18 %
reka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan 18 %
ecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam 18 %
lah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam bero 18 %
dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi ber 18 %
nah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegan 18 %
ersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada 18 %
. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip 19 %
an KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. S 19 %
Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantia 19 %
Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa men 19 %
dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan dir 19 %
pan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempert 19 %
ajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggu 19 %
Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a . Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan ti 19 %
d Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kep 19 %
lam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b 19 %
rpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri ( mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persa 20 %
a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya ) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berd 20 %
asa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar keb 20 %
ghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada allah . b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran 20 %
pertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. per 20 %
gungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya s 20 %
abkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, 20 %
nnya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama 20 %
ada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemim 20 %
b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran ( sejati ). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin teru 21 %
nya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah 21 %
n persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, 21 %
udaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang , terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehing 21 %
berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat m 21 %
kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengam 21 %
perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. 21 %
orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus 21 %
erutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diama 21 %
a para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. 21 %
impin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perluny 22 %
s-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dil 22 %
erus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana . d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan per 22 %
ingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila mema 22 %
dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan . e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlu 22 %
putusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju 22 %
ang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan ya 22 %
ana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih b 22 %
Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f 22 %
arus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Me 22 %
amalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan 23 %
dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk k 23 %
an perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebena 23 %
n apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik . f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas 23 %
ng diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat 23 %
untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis 23 %
n yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran . Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhamma 23 %
h baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah me 23 %
f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengab 24 %
rbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali 24 %
sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan piki 24 %
tuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pe 24 %
benaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organis 24 %
as dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. 24 %
h. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seora 24 %
Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang toko 24 %
ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang g 24 %
anakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagas 24 %
alah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya te 24 %
madiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah 25 %
sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organis 25 %
agasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesa 25 %
n dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indone 25 %
an pendiri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia da 25 %
diri organisasinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang ba 25 %
sinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak k 25 %
ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalang 25 %
Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmat 25 %
oh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya wala 25 %
sannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam be 26 %
ah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbag 26 %
enghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya p 26 %
an salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus ber 26 %
h satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-mac 26 %
ganisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepe 26 %
esar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( 26 %
ndonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam 26 %
ia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kut 26 %
karang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), 26 %
yak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam -macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam am 26 %
gan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam- macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usa 26 %
nikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha mau 26 %
inya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam pe 26 %
dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarik 27 %
berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan M 27 %
plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. G 27 %
bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan 27 %
am-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan piki 27 %
cam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran ce 27 %
gam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang 27 %
entingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang terse 27 %
an (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tid 27 %
a kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan muhammadiyah . Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untu 27 %
k dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaik 27 %
amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gaga 27 %
ha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pi 28 %
yarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam it 28 %
tan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jela 28 %
hammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas meng 28 %
Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan . Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak ha 28 %
iran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang pe 28 %
erlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu 28 %
ng tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelaja 28 %
but, jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terut 28 %
idak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi w 28 %
ayak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhamm 28 %
diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah 28 %
an. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah mana 29 %
Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala 29 %
pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud 29 %
macam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk men 29 %
jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpa 29 %
s mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dar 29 %
andung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan 29 %
hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan b 29 %
perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdiri 29 %
dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya 29 %
elajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organis 29 %
ama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. P 29 %
rga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu 29 %
uhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahu 30 %
yah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, n 30 %
manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nam 30 %
a tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti I 30 %
maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiya 30 %
gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui , nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan 30 %
n tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama -nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhamm 30 %
uan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama- nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Ab 30 %
anisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu taimiyah , Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat 30 %
rsebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam diken 30 %
Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal 31 %
lu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai 31 %
ahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulam 31 %
, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama pengger 31 %
ma seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad abduh , di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pem 31 %
Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gag 31 %
miyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan 31 %
, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pi 31 %
ludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ah 31 %
Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahl 31 %
dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dik 31 %
uhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga 31 %
duh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan . Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gaga 31 %
gan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang 31 %
Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipe 32 %
am dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi 32 %
al sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh u 32 %
agai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ul 32 %
ama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama ters 32 %
gerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. 32 %
pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh ka 32 %
ruan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu 32 %
gasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahma 32 %
dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan ole 32 %
d Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama -ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pa 32 %
an dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama- ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar se 32 %
ai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebaga 33 %
yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pe 33 %
ipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu 33 %
leh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhamma 33 %
ma-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah 33 %
ebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai 33 %
karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan 33 %
ad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Ak 33 %
oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan t 33 %
banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu d 33 %
sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahw 33 %
yatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa geraka 34 %
sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembah 34 %
tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan . Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang d 34 %
ru dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakuk 34 %
n Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan keti 34 %
h dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh terse 34 %
akan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di 34 %
ebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksana 34 %
erakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negar 34 %
haruan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -ne 34 %
n. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di ma 34 %
tapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana inst 34 %
gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitas 35 %
aruan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah 35 %
ng dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara - negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia 35 %
an ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan 35 %
tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muha 35 %
di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad 35 %
aksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendir 35 %
negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adal 35 %
-negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah 35 %
di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang 35 %
institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap . Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama d 36 %
i keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir 36 %
maan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang memp 36 %
fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai 36 %
udah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terho 36 %
rsedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat d 36 %
dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Univer 36 %
lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas 36 %
Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan D 36 %
mmad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum 36 %
sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merup 36 %
dalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan pergu 36 %
eorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yan 37 %
di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang s 37 %
Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat 37 %
yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berw 37 %
g mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa 37 %
kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keil 37 %
dukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama 37 %
ormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, ti 37 %
tas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di 37 %
l Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerin 37 %
dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri 37 %
Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir 37 %
yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi 37 %
pakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga s 38 %
perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama islam , tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh 38 %
an Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia 38 %
ggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam 38 %
sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demi 38 %
eilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabahar 38 %
agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan M 38 %
tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh 38 %
saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia islam . Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh diduku 38 %
i negerinya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh 38 %
inya sendiri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Unive 38 %
iri Mesir, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas b 38 %
r, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut 39 %
a seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingg 39 %
dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cend 39 %
demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan ga 39 %
ikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intele 39 %
n pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. 39 %
uhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan 39 %
ung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dil 39 %
ua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan o 40 %
rsitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual . Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Da 40 %
tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama s 40 %
sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali ti 40 %
cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperol 40 %
erupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh du 40 %
kan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dar 40 %
elektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga p 40 %
al. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidik 40 %
angkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan ap 40 %
n gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. S 40 %
an pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab p 40 %
ng dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum 41 %
kan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada s 41 %
leh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah se 41 %
d Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendi 41 %
ma sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun . Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan d 41 %
i tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar se 41 %
k memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalip 41 %
peroleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di 41 %
dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat 41 %
i lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, 41 %
ga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga 41 %
dikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difa 41 %
n. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami k 41 %
ab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerak 42 %
itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharu 42 %
m ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ah 42 %
sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat islam , sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Da 42 %
sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersi 42 %
pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sa 42 %
ikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat prat 42 %
r sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, 42 %
lipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah me 42 %
kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan 42 %
at Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasa 42 %
am, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan p 42 %
ingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran se 42 %
at difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus 42 %
hami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal , ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusah 43 %
gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fa 43 %
an pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas penduk 43 %
Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untu 43 %
ahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk me 43 %
n bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanak 43 %
at sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan 43 %
pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikirany 43 %
ah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. H 43 %
an pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalam 43 %
kaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya se 44 %
mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebaga 44 %
usahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ah 44 %
s pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan d 44 %
dukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam r 44 %
untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah sing 44 %
ksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul f 44 %
an dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah 44 %
ya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. A 44 %
. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Da 44 %
i Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, 44 %
d menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tu 44 %
skan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin 45 %
a sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipeti 45 %
murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Per 45 %
d Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kera 45 %
an dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad dahlan , yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali K 45 %
risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahma 45 %
berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengung 45 %
dul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan 45 %
ran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; pertama ; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( 45 %
hmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali 45 %
akni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang 46 %
ujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyata 46 %
in yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manu 46 %
dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu se 46 %
Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya 46 %
; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( al -Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mat 46 %
erapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al- ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati 46 %
Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaanny 46 %
Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali 46 %
gungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para u 46 %
pkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yai 46 %
an ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-oran 46 %
(al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yan 47 %
azali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati ( mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang beri 47 %
pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya ) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ula 47 %
nyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu se 47 %
bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senanti 47 %
a manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa da 47 %
sia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam ke 47 %
u semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang -orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingun 47 %
anya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang- orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, k 47 %
ati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecual 47 %
saannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang 47 %
nya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beram 47 %
li para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang be 47 %
ma yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal 47 %
tu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan , kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya 48 %
g yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam ke 48 %
erilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawati 48 %
Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran k 48 %
ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal . Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali m 48 %
senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka 48 %
antiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang 48 %
sa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas 48 %
ingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. 48 %
kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua 48 %
li mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan 48 %
g beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka d 48 %
l. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antar 48 %
yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara man 49 %
beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia be 49 %
pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwat 49 %
dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. kedua ; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan ta 49 %
ekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka 49 %
kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengam 49 %
ereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputu 49 %
ang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan send 49 %
as dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendi 49 %
rsih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. 49 %
Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahm 49 %
ua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahla 49 %
nyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran 49 %
mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa p 49 %
antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin ag 50 %
dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama 50 %
kabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu 50 %
ereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya 50 %
mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya berangg 50 %
an sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil k 50 %
diri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keput 50 %
-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan 50 %
iri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendir 50 %
H. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa m 50 %
Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadak 50 %
heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan per 51 %
mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap , mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan ant 51 %
impin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, 51 %
a dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau 51 %
eragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar piki 51 %
a selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperb 51 %
nya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan 51 %
gap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana ya 51 %
ngambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka , tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang bena 51 %
keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan m 51 %
san sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana 51 %
sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang sala 51 %
anpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hany 51 %
gadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggap 52 %
antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan sa 52 %
ra mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, d 52 %
reka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepak 52 %
tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatka 52 %
k mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan den 52 %
bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan i 52 %
ukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah ?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istriny 52 %
iran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disep 52 %
emperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan -anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan d 52 %
angkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan- anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan mur 52 %
na yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja , disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya 52 %
g benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan 52 %
ana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan 52 %
g salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya , disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-te 53 %
Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri 53 %
n-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu 53 %
pan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya , disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja aka 53 %
disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. 53 %
dengan istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi 53 %
istrinya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman -temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marila 53 %
ya, disepakatkan dengan muridnya, disepakatkan dengan teman- temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengada 53 %
muridnya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan 53 %
nya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan denga 53 %
disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan . Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan 53 %
dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di 54 %
teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar gol 54 %
emannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masin 54 %
diri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk 54 %
akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membic 54 %
ibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan ma 54 %
. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah 54 %
marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungg 54 %
lah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yan 54 %
dakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar 54 %
musyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan ma 54 %
dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya 55 %
an lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang sal 55 %
di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; 55 %
gan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manu 55 %
asing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar ?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia ka 55 %
masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau me 55 %
ng untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjaka 55 %
membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan a 55 %
manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun 55 %
kah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah ? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, seka 55 %
gguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? ketiga ; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua ka 55 %
yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berul 55 %
ar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ul 55 %
an manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka ke 56 %
esungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jad 56 %
a yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun , sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa 56 %
alah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali , dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau 56 %
Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah 56 %
ga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali , berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menj 56 %
nusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang -ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesena 56 %
au mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang- ulang , maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan y 56 %
erjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang di 56 %
an pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. K 56 %
aan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebias 56 %
papun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa . Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan ya 56 %
sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dici 56 %
, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai i 56 %
kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar 56 %
rulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk diru 57 %
g, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. 57 %
ka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai . Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah men 57 %
n jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat 57 %
sa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahw 57 %
alau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanya 57 %
njadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusi 57 %
ngan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah . Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat 57 %
dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebias 57 %
tai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang 57 %
iasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah 57 %
yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diteri 57 %
icintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik da 57 %
sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut 58 %
ntuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau it 58 %
ubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, 58 %
Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan 58 %
jadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehen 58 %
tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak ma 58 %
bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima , baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal 58 %
anyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbu 58 %
an manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. 58 %
membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada 58 %
la adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat , perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang ak 58 %
kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah 58 %
yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup 58 %
ah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela 58 %
rima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela deng 59 %
baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan . Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorb 59 %
sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan j 59 %
atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa 59 %
itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. 59 %
at, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demi 59 %
erasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu 59 %
kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena 59 %
maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapan 59 %
amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bah 59 %
rbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang d 59 %
u ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimili 59 %
yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga . Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki ad 59 %
akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar 59 %
sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat 60 %
membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia pe 60 %
gan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu di 60 %
ngorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolo 60 %
bankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan 60 %
ga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu da 60 %
ikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar . Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam ke 60 %
karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. keempat ; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, ha 60 %
nggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersa 60 %
wa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunak 60 %
dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal 60 %
adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikir 60 %
ah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya 60 %
ar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran , harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memi 61 %
at; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bag 61 %
nusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama -sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana s 61 %
rlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama- sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebena 61 %
igolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat 61 %
njadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan t 61 %
satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manus 61 %
rus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manus 61 %
a-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus me 61 %
rgunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus memperguna 61 %
akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan 61 %
l pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikiran 62 %
annya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untu 62 %
ir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia . Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi so 62 %
imana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad 62 %
benarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan k 62 %
ya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, 62 %
tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hid 62 %
ia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya 62 %
anusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, menca 62 %
harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari k 62 %
s mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya , tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang s 62 %
pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. 63 %
tuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; S 63 %
mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah m 63 %
si soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya , mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia m 63 %
tikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengark 63 %
n kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajar 63 %
aannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pe 63 %
a, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati . Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran 63 %
hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. kelima ; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yan 63 %
n tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermaca 63 %
h lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam 63 %
a, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beber 63 %
benaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran -pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk 64 %
ng sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran- pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan 64 %
Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah 64 %
ima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah mempe 64 %
Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam -macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangk 64 %
anusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam- macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, me 64 %
mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mi 64 %
arkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, meni 64 %
aran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membandin 64 %
fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-band 64 %
yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan , memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari 64 %
rapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang , membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat mem 65 %
buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding -banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh kepu 65 %
udah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding- banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, m 65 %
perbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperol 65 %
angkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari , barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh bara 65 %
memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar 65 %
mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang se 65 %
menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesunggu 65 %
ding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan , memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pik 65 %
mari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dap 66 %
arulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat men 66 %
mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetah 66 %
ka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya . Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan meneta 66 %
roleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, in 66 %
eputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah 66 %
san, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan y 66 %
ang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sek 66 %
nar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebia 66 %
sungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan 66 %
guhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan , inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia ti 66 %
an akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak bera 66 %
pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegan 67 %
a sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teg 67 %
diri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar . Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pen 67 %
pat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan 67 %
tahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan 67 %
menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang be 67 %
an, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar ka 67 %
ilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena kh 67 %
rbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, k 67 %
nar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang 67 %
ang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang ben 67 %
kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan t 67 %
manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpis 67 %
ia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan 68 %
ak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-ap 68 %
ni memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir , kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang su 68 %
g teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah men 68 %
h pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi ke 68 %
rian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenan 68 %
dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar , akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya 68 %
buatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khaw 68 %
n yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan 68 %
nar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan ter 68 %
karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa -apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisa 68 %
na khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa- apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah de 68 %
hawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan 68 %
ir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman- 68 %
lau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya 68 %
ng yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya , khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata 68 %
akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya 69 %
isah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekha 69 %
dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran i 69 %
pa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang 69 %
sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman -temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhir 69 %
menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman- temannya . Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak 69 %
annya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani menge 69 %
, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan bar 69 %
akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang bena 69 %
ngan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudi 69 %
teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupn 69 %
annya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya sep 69 %
Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti ma 69 %
kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang t 70 %
nya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak bera 70 %
hawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, 70 %
iran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar , kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup 70 %
u yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup 70 %
hirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak m 70 %
ni mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenara 70 %
rjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. 70 %
n barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keen 70 %
rang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal , hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Keba 70 %
, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para 70 %
idupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belu 70 %
a seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani 71 %
makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran . Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbank 71 %
tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. keenam ; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta b 71 %
akal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiw 71 %
asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya 71 %
enepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolo 71 %
kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat ma 71 %
Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia 71 %
m; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam 71 %
anyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebe 71 %
kan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. M 71 %
pin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-p 72 %
berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu b 72 %
rbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasan 72 %
an harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya 72 %
benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya meper 72 %
dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran . Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, m 72 %
a untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperal 72 %
a umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan 72 %
nusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah 72 %
dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan , memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: 72 %
n. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri 73 %
mimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pe 73 %
emimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengeta 73 %
nya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan a 73 %
hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah . Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (p 73 %
manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari ked 73 %
ia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu 73 %
h dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya den 73 %
n lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan c 73 %
h. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal ( praktek ), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara berti 74 %
uh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. K 74 %
mu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingk 74 %
tas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saj 74 %
teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa men 74 %
dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjaka 74 %
l (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tid 74 %
aktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat . Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu di 74 %
m mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. 74 %
elajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin 74 %
dua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, 74 %
u supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus M 74 %
aya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah 74 %
ara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan an 75 %
at. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah . Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya 75 %
setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat i 75 %
a mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maup 75 %
tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun p 75 %
ak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingk 75 %
ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilay 75 %
. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah da 75 %
n ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi t 75 %
, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori 75 %
gurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogik 76 %
hammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tida 76 %
iyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak dirag 76 %
n angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan 76 %
katan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Na 76 %
danya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dala 76 %
at ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal 76 %
tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perl 76 %
usat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi 76 %
aupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/di 76 %
tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi . Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/diperta 76 %
at wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan? 76 %
ayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibad 76 %
alam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah S 76 %
segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat 77 %
berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu 77 %
idak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian 77 %
diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah /dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Qur 77 %
an lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/ dipertanyakan ?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai pir 77 %
alam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utam 77 %
l praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perju 77 %
iknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan 77 %
masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ah 77 %
perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad 77 %
u lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, 77 %
diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al -Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, me 77 %
sah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al- quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka l 77 %
pertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan 77 %
kan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai 77 %
adah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebeb 78 %
holat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribad 78 %
tu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu sh 78 %
kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad dahlan , mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat su 78 %
al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh ruti 78 %
n sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju 78 %
piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi ti 78 %
utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjad 78 %
uangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi , lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, 78 %
. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum 78 %
ad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi ta 78 %
ogikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatny 78 %
sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka 79 %
ai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam 79 %
ebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga 79 %
ribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal , belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga kepu 79 %
shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih 79 %
at subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibi 79 %
buh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan 79 %
utin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita 79 %
uju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri 79 %
tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam , hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika 79 %
enjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi 79 %
soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa das 79 %
m lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu 79 %
tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi uk 79 %
shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahk 80 %
ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan 80 %
hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai 80 %
keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi o 80 %
san tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organis 80 %
dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerak 80 %
an bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran . Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan suda 80 %
rita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah diting 80 %
ndiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada 80 %
pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika t 80 %
tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi 80 %
a dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi 80 %
menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuas 81 %
uran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hi 81 %
Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nur 81 %
deran sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, 81 %
sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, A 81 %
pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun me 81 %
erakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi 81 %
ah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persya 81 %
ngkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan 81 %
kan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani , etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak di 81 %
a tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, akhlak , sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, 81 %
plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan -santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab 82 %
misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan- santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberal 82 %
us kekuasaan hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi it 82 %
hingga rana nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasa 82 %
nurani, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar ha 82 %
ni, etik, Akhlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Da 82 %
khlak, sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi , sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan pro 82 %
sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek pol 82 %
-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek 82 %
di misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi 82 %
persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi 82 %
ikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kenda 82 %
ak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan 82 %
ihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi . Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisni 82 %
an lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya 83 %
menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposa 83 %
dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan 83 %
asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi ua 83 %
proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang sak 83 %
k politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedi 83 %
, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kad 83 %
menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? pe 83 %
endaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? perseta 84 %
aan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! A 84 %
ya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah 84 %
npa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. D 84 %
engenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia ! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh 84 %
ktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir 84 %
rpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran 84 %
proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan ? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilia 84 %
al laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan ! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta da 84 %
n kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! astagfirullah . Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.A 84 %
u tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Da 84 %
ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu k 84 %
bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita meng 85 %
persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati 85 %
an! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secar 85 %
stagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksam 85 %
h. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH. ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifit 85 %
ri tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengu 85 %
utir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas , lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muha 85 %
ikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiy 85 %
n brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah da 85 %
lian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan 85 %
dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudany 85 %
akalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat i 85 %
H.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah 85 %
atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesua 86 %
ta mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai d 86 %
engamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan age 86 %
secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasa 86 %
eksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar ala 86 %
ifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH 86 %
pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahma 86 %
us Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, 86 %
diyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, atauka 86 %
n angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru 86 %
tan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikira 86 %
anya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran sert 86 %
aat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gag 86 %
ni. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. 86 %
asih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dah 87 %
ercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad dahlan ?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sud 87 %
sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh da 87 %
agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarny 87 %
asar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - di 87 %
lam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan 87 %
KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah 87 %
mad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah m 87 %
lan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati da 87 %
ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan pad 87 %
ah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam di 87 %
stru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebab 87 %
pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh 87 %
ta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan , ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari 87 %
H. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai 88 %
Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepent 88 %
n sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan 88 %
ah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, ya 88 %
auh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang men 88 %
ri akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan org 88 %
- dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta 88 %
ehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal 88 %
, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Mu 88 %
sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan , yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah s 88 %
an padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai 88 %
dam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu lonca 88 %
kan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk m 88 %
rbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapa 89 %
dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kep 89 %
berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepenting 89 %
ai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepu 89 %
n, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pri 89 %
menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi 89 %
dikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelo 89 %
i serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mu 89 %
mal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagi 89 %
hammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian a 89 %
iyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanya 89 %
gai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, men 89 %
loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadik 90 %
mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah b 90 %
tingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga p 90 %
n kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persek 90 %
epuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan , menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhi 90 %
adi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu 90 %
lompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara ga 90 %
n mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan 90 %
sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran 90 %
n atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya 90 %
dikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan 91 %
Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebag 91 %
ah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai donge 91 %
kan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng b 91 %
lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? 91 %
persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti ter 91 %
berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubu 91 %
storis Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kr 91 %
antu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriter 91 %
sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, y 91 %
ntara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa 91 %
n pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka ? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presid 91 %
nya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan 92 %
da dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria , yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang ja 92 %
u sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, ja 92 %
agai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan 92 %
dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi 92 %
Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden indonesia , kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor s 92 %
selubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di 92 %
ngnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indone 92 %
kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. M 92 %
ia, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa , jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungki 92 %
ng bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu 92 %
presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi 93 %
den Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada M 93 %
a, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah 93 %
bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di indonesia . Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan 93 %
bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerb 93 %
mpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, 93 %
orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila 93 %
g nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan or 93 %
di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang 93 %
ndonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran 93 %
Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli da 93 %
begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah ata 93 %
juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya , bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah t 94 %
pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebu 94 %
Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia , bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, m 94 %
mmadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia 94 %
ah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak 94 %
angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menj 94 %
mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi p 94 %
ya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pa 94 %
rta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada pe 94 %
erbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarika 94 %
a, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal u 94 %
kan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha 94 %
orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muham 94 %
kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiy 94 %
iran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu 94 %
ah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah dem 95 %
au wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan 95 %
sebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal 95 %
, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat 95 %
a dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus 95 %
tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha muhammadiyah . Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati b 95 %
jadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening 95 %
pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahm 95 %
ada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian , tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan 95 %
rikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo 95 %
atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? 95 %
amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau 95 %
adiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya deng 96 %
kah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yan 96 %
mikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad dahlan , tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya 96 %
niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah 96 %
tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi s 96 %
hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. 96 %
ning KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Mu 96 %
KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadi 96 %
mad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah b 96 %
ahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanla 96 %
ulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan 96 %
ikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran 97 %
a dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata . Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahm 97 %
oa syahdu yang hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanl 97 %
g hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legend 97 %
emohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu . Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan 97 %
magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng b 97 %
ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belak 97 %
ho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan 97 %
ata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nil 97 %
Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan 97 %
adiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ket 97 %
kanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan h 97 %
antu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakik 97 %
n dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka ! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! S 98 %
kiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga 98 %
KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenu 98 %
mad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan 98 %
hlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dala 98 %
bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanu 98 %
lah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan 98 %
a dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesuda 98 %
ongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH. 98 %
g belaka! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata ! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad 98 %
a! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan a 98 %
tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ad 98 %
dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muha 98 %
akna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari ! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah 98 %
san hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi 99 %
hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? C 99 %
nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH. ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tap 99 %
! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak c 99 %
a terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! 99 %
nungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermu 99 %
an dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
alam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
h KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
mad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
ahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
n apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas ! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka -muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
a Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka- muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
ammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
iyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka , bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
ru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
s tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
i tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak ? 100 %
ma seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad abduh , di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pem 31 %
fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai 36 %
dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cend 39 %
orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang 2 %
telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendiriny 3 %
umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan de 8 %
an, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu m 12 %
awarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih perlu mempelajari 12 %
an pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal i 13 %
kmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas 15 %
tunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan ( pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah 17 %
mad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pe 17 %
ajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggu 19 %
asa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar keb 20 %
pertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. per 20 %
dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk k 23 %
dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya 29 %
udah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terho 36 %
k memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalip 41 %
dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat 41 %
a selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperb 51 %
emannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masin 54 %
ubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, 58 %
atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa 59 %
ga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu da 60 %
setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat i 75 %
, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori 75 %
n angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan 76 %
alam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utam 77 %
deran sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, 81 %
auh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang men 88 %
orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila 93 %
ah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah dem 95 %
an dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan de 8 %
udah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terho 36 %
ga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu da 60 %
mad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pe 17 %
pertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. per 20 %
ubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, 58 %
lu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai 31 %
tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muha 35 %
pakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir, tetapi juga s 38 %
an sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil k 50 %
H. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa m 50 %
tan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikira 86 %
Muhammadiyah Versi ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh 0 %
ri Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemu 5 %
ammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM) Gagasan ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan 8 %
uhammadiyah masih perlu mempelajari gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat 13 %
penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inova 15 %
ng sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) ada 17 %
reka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan 18 %
an KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. S 19 %
al sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh u 32 %
yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pe 33 %
elektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga p 40 %
at Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasa 42 %
ya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. A 44 %
d Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kera 45 %
akni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang 46 %
dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama 50 %
tu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu sh 78 %
h. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH. ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifit 85 %
asih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dah 87 %
KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah 87 %
kah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa syahdu yan 96 %
ata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nil 97 %
nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH. ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tap 99 %
murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Per 45 %
benaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran -pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk 64 %
ng sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran- pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan 64 %
sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan piki 24 %
hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan b 29 %
njadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan t 61 %
eputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah 66 %
rang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal , hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Keba 70 %
stagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksam 85 %
diyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN terlupakan ) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu or 1 %
i dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin 3 %
masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang 15 %
rjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. Diny 16 %
akan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan. dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka 17 %
a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya ) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berd 20 %
ebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai 33 %
sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahw 33 %
sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembah 34 %
ru dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakuk 34 %
ebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksana 34 %
gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan dan fasilitas 35 %
dukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama 37 %
ung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dil 39 %
lipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah me 42 %
pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikirany 43 %
an pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalam 43 %
Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali 46 %
ekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka 49 %
a selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperb 51 %
nya, disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan denga 53 %
emannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain di luar golongan masin 54 %
dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya 55 %
an manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka ke 56 %
icintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik da 57 %
at, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demi 59 %
igolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat 61 %
ya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, 62 %
buatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khaw 68 %
isah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekha 69 %
kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang t 70 %
akal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiw 71 %
aya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah 74 %
an lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/ dipertanyakan ?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai pir 77 %
n sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju 78 %
menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika tinggi plus misi haus kekuas 81 %
epuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan , menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhi 90 %
kiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga 98 %
nungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermu 99 %
ma-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah 33 %
stru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebab 87 %
teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupn 69 %
a tinggi plus misi haus kekuasaan hingga rana nurani, etik, akhlak , sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, 81 %
cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak ? 100 %
H.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah 85 %
kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang penc 6 %
ri pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman al -Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Mu 7 %
dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah d 7 %
umum pertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan de 8 %
agasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai org 8 %
ng terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al -Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senan 8 %
senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji al -Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengama 10 %
diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh kare 10 %
kaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tig 10 %
tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian al -Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; ant 11 %
ri tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal , yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan d 11 %
erutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti 13 %
n dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat al -Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya seca 13 %
badah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik 13 %
an jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sek 16 %
an pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul al -Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan 16 %
etif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan al -Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya 16 %
lan yang dipublikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersa 17 %
blikasikan. Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tul 17 %
Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa men 19 %
ghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada allah . b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran 20 %
dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan . e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlu 22 %
sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan piki 24 %
Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. Seorang toko 24 %
sinya ini. Seorang tokoh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak k 25 %
h satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-mac 26 %
esar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( 26 %
ndonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam 26 %
dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarik 27 %
bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan 27 %
am-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan piki 27 %
entingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang terse 27 %
an. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah mana 29 %
hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan b 29 %
rsebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam diken 30 %
Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal 31 %
Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gag 31 %
ludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ah 31 %
ama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama ters 32 %
udah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terho 36 %
rsedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat d 36 %
di Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al Azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang s 37 %
Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir 37 %
rsitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual . Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Da 40 %
n gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. S 40 %
ab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerak 42 %
itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharu 42 %
r sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, 42 %
hami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal , ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusah 43 %
gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fa 43 %
at sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas pendukung untuk melaksanakan gagasan 43 %
ksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul f 44 %
i Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, 44 %
d menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tu 44 %
a sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipeti 45 %
hmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali 45 %
; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( al -Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mat 46 %
erapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama (al- ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati 46 %
nyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu se 47 %
ma yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal 47 %
g yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam ke 48 %
ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal . Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali m 48 %
sa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas 48 %
kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua 48 %
g beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka d 48 %
Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadak 50 %
ukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah ?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istriny 52 %
kah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah ? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, seka 55 %
ar?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ul 55 %
alah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali , dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau 56 %
ga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali , berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menj 56 %
sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dici 56 %
rima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela deng 59 %
sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan j 59 %
ga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu da 60 %
ah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya 60 %
njadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan t 61 %
ia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya 62 %
eputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah 66 %
g teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah men 68 %
rang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal , hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Keba 70 %
, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para 70 %
benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya meper 72 %
a untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperal 72 %
n. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri 73 %
n lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan c 73 %
uh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. K 74 %
m mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. 74 %
at ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal 76 %
ayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibad 76 %
alam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibadah S 76 %
diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al -Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, me 77 %
. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum 78 %
ad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi ta 78 %
ribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal , belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga kepu 79 %
utin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita 79 %
-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek 82 %
k politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedi 83 %
menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? pe 83 %
stagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksam 85 %
ikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiy 85 %
aat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gag 86 %
dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kep 89 %
selubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di 92 %
, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat 95 %
jadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening 95 %
atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? 95 %
dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muha 98 %
ru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
an jelas merupakan gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sek 16 %
Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa men 19 %
ndonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam 26 %
dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan ( dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarik 27 %
bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan 27 %
entingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang terse 27 %
Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri Mesir 37 %
ksanakan gagasan dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul f 44 %
i Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, 44 %
ma yaitu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal 47 %
kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua 48 %
ah benar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya 60 %
benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya meper 72 %
uh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. K 74 %
at ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal 76 %
ayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, Ibad 76 %
aat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gag 86 %
dan makna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muha 98 %
; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama ( al-ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati 46 %
an pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul al-islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu- 16 %
ghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada allah . b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran 20 %
senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji al-qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya 10 %
ng terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa 8 %
tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian al-quran , Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ad 11 %
n dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat al-quran , hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya secara dok 13 %
etif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan al-quran yang sampai sekarang diketahui merupakan satu-satunya tulis 16 %
diasah/dipertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka l 77 %
agasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai org 8 %
kaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tig 10 %
ri tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal , yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan d 11 %
erutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti 13 %
dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan . e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlu 22 %
am-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan piki 27 %
rsebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam diken 30 %
ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal . Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali m 48 %
sa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas 48 %
rima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela deng 59 %
n lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan c 73 %
dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kep 89 %
, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat 95 %
emperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan mur 52 %
membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia pe 60 %
endirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi 2 %
ak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingk 75 %
engamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan age 86 %
ndonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran 93 %
rsih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. 49 %
Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada Dengan demikian warga Muhammadiyah masih per 12 %
ereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputu 49 %
gap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana ya 51 %
Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang- 1 %
IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah 8 %
nya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan 14 %
dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi ber 18 %
erutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diama 21 %
Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f 22 %
ma sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun . Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan d 41 %
pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sa 42 %
dul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan 45 %
mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya berangg 50 %
emperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan -anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan d 52 %
angkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan- anggapan saja, disepakatkan dengan istrinya, disepakatkan dengan mur 52 %
a yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun , sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa 56 %
membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia pe 60 %
ngorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu digolo 60 %
arkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, meni 64 %
menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesunggu 65 %
ang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sek 66 %
karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa -apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisa 68 %
na khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa- apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah de 68 %
ifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH 86 %
i serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mu 89 %
pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahm 95 %
a terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! 99 %
karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah de 68 %
Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f 22 %
ifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH 86 %
pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahm 95 %
a terenungkan dalam sanubari! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! 99 %
ma sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun . Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan d 41 %
a yang salah? Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun , sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa 56 %
, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para 70 %
ihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi . Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisni 82 %
mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi p 94 %
n kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! astagfirullah . Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.A 84 %
HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ah 5 %
manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal (praktek), Dalam mempelajari ked 73 %
utir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas , lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muha 85 %
membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada 58 %
rpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran 84 %
sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh da 87 %
H. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai 88 %
loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadik 90 %
n kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persek 90 %
sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, y 91 %
rta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada pe 94 %
sebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal 95 %
niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? atau didirikannya dengan doa syahdu yang hanya memohon magfirah 96 %
sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, ataukah justru pikiran serta gagasan KH. Ahmad Dahlan sudah jauh da 87 %
H. Ahmad Dahlan sudah jauh dari akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai 88 %
rpenting proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran 84 %
kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang penc 6 %
atau amal usaha Muhammadiyah. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? 95 %
Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi se 8 %
g berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal itu tidak dimaksud untuk mengikuti jejaknya s 13 %
Mesir yang mempunyai kedudukan terhormat di Universitas al azhar dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat 37 %
SANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisah 1 %
MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pi 1 %
tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara 2 %
asan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tu 2 %
secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para 3 %
a) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertam 7 %
ertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muh 8 %
mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat unt 9 %
di tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mung 10 %
elajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat A 13 %
an pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat Al-Quran, hal i 13 %
aksud untuk mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi untuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. Sebab gagas 14 %
tuk memberi makna kreatif guna penerapannya pada masa kini. sebab gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan jelas merupakan gagasa 15 %
gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupa 16 %
diketahui merupakan satu-satunya tulisan Ahmad Dahlan yang dipublikasikan . Dinyatakan (pada waktu itu) adanya kekalutan di kalangan u 17 %
waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan 18 %
lutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu . Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid 18 %
dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan dir 19 %
pan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempert 19 %
lam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b 19 %
rpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri ( mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persa 20 %
n diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah. b . Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sej 20 %
nnya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama 20 %
ada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemim 20 %
perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. 21 %
a para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. d. Ilmu harus diamalkan. e. 21 %
erus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana . d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan per 22 %
ana. d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih b 22 %
Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f 22 %
rubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. I 23 %
n apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik . f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas 23 %
ng diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f. mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Sangat 23 %
n yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran . Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhamma 23 %
. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih . Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan s 24 %
as dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. 24 %
oh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya wala 25 %
an salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus ber 26 %
ia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kut 26 %
yak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam -macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam am 26 %
plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. G 27 %
dalam persyarikatan Muhammadiyah. Gagasan pikiran cemerlang tersebut , jelas tidak layak untuk diabaikan. Gagasan dan pikiran sem 28 %
Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan . Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak ha 28 %
diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah 28 %
jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpa 29 %
a tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti I 30 %
uk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut . Perlu diketahui, nama-nama seperti Ibnu Taimiyah, Jamalu 30 %
a organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad Abduh, di kalan 30 %
ma seperti Ibnu Taimiyah, Jamaludin al Afghani dan Muhammad abduh , di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pem 31 %
Afghani dan Muhammad Abduh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahl 31 %
duh, di kalangan umat Islam dikenal sebagai ulama penggerak pembaharuan . Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gaga 31 %
pembaharuan. Gagasan dan pikiran Ahmad Dahlan dikenal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut. Oleh ka 32 %
enal juga sebagai gagasan yang dipengaruhi oleh ulama-ulama tersebut . Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering diny 32 %
leh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhamma 33 %
karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan 33 %
ad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Ak 33 %
yatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa geraka 34 %
tokoh pembaharu dan Muhammadiyah dinyatakan sebagai gerakan pembaharuan . Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang d 34 %
akan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di 34 %
erakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negar 34 %
catat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di laksanakan di negara -negara di mana institusi keagamaan 35 %
i keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir 36 %
fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. Bahkan Muhammad abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir yang mempunyai 36 %
dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri 37 %
r, tetapi juga seluruh dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut 39 %
dunia Islam. Dengan demikian gagasan pemabaharuan Muhammad abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cend 39 %
n pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. 39 %
baharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut , sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangka 39 %
cenderung merupakan gagasan intelektual. Sedangkan gagasan pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperol 40 %
leh Ahmad Dahlan sama sekali tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah se 41 %
i tidak memperoleh dukungan dari lembaga pendidikan apapun. sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar se 41 %
kungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan u 41 %
i lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan umat Islam, 41 %
kalangan umat Islam, sehingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan 42 %
ingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran se 42 %
an pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran sekaligus mengusahakan fasilitas penduk 43 %
an dan pikiranya itu. Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah 44 %
galamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dap 45 %
gungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para u 46 %
mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu . Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka 47 %
tu orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan , kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya 48 %
ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal . Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali m 48 %
sa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas 48 %
semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih . Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angk 49 %
ekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka 49 %
as dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendi 49 %
ua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahla 49 %
mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa p 49 %
H. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa m 50 %
mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap , mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan ant 51 %
impin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, 51 %
sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang sala 51 %
gadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggap 52 %
reka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepak 52 %
disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan . Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan 53 %
dengan golongan lain di luar golongan masing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar?. Dan manakah sesungguhnya 55 %
asing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar ?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia ka 55 %
nusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang -ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesena 56 %
papun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa . Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan ya 56 %
n jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat 57 %
ngan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah . Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat 57 %
iasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah 57 %
yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diteri 57 %
icintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik da 57 %
ntuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau it 58 %
Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan 58 %
anyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbu 58 %
baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan . Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorb 59 %
erasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu 59 %
maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapan 59 %
rbuatan. Kalau ada yang akan merubah sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang d 59 %
gan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu di 60 %
ikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar . Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam ke 60 %
ar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran , harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memi 61 %
nusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama -sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana s 61 %
rus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manus 61 %
a-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus me 61 %
n kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajar 63 %
Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam -macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangk 64 %
mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mi 64 %
arkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, meni 64 %
pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, memba 64 %
yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan , memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari 64 %
rapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang , membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat mem 65 %
buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding -banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh kepu 65 %
udah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding- banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, m 65 %
memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar 65 %
mari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dap 66 %
arulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat men 66 %
pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegan 67 %
diri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar . Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pen 67 %
tahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan 67 %
ilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena kh 67 %
kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan t 67 %
ia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan 68 %
h pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi ke 68 %
dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar , akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya 68 %
, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan bar 69 %
Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti ma 69 %
nya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak bera 70 %
iran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar , kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup 70 %
rang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal , hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Keba 70 %
makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran . Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbank 71 %
akal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiw 71 %
idak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha 71 %
enepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolo 71 %
kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat ma 71 %
m; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam 71 %
pin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-p 72 %
dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran . Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, m 72 %
a umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan 72 %
in itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh -bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan t 73 %
biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh- bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori d 73 %
aktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat . Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu di 74 %
lmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengu 74 %
u supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus M 74 %
at. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah . Pada poin ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya 75 %
n ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi t 75 %
tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perl 76 %
alam hal praktiknya masih perlu lagi diasah/dipertanyakan?, ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utam 77 %
pertanyakan?, Ibadah Sholat tepat waktu dan kajian al-Quran sebagai piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan 77 %
piranti utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi ti 78 %
utama perjuangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjad 78 %
uangan KH. Ahmad Dahlan, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi , lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, 78 %
an, mereka logikakan sebagai kebebasan pribadi, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata car 78 %
, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan t 79 %
uju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri 79 %
tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi uk 79 %
shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahk 80 %
hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai 80 %
rita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah diting 80 %
pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah ditingkatkan pada logika t 80 %
sopan-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek pol 82 %
-santun menjadi misi persyarikan tak dihiraukan lagi, sebab liberalisasi itulah menjadi dasar hak asasi. Dan proyek politik, proyek 82 %
asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi ua 83 %
proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan ? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilia 84 %
Kader ataupun bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas 84 %
bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita meng 85 %
us Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, 86 %
ri akar dasarnya - dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan org 88 %
- dilecehkan, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta 88 %
, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Mu 88 %
n, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pri 89 %
menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi 89 %
gai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, men 89 %
mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah b 90 %
tingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga p 90 %
epuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan , menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhi 90 %
n mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan 90 %
sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran 90 %
yakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legend 91 %
ntara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa 91 %
n pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka ? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presid 91 %
nya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan 92 %
agai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan 92 %
ngnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indone 92 %
menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga ter 92 %
jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta 93 %
begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah ata 93 %
juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya , bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah t 94 %
pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebu 94 %
mmadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia 94 %
a, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut , maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau 94 %
kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiy 94 %
h. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa 96 %
g hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legend 97 %
adiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ket 97 %
n dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka ! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! S 98 %
akna ketulusan hakiki yang nyata! Semoga terenungkan dalam sanubari ! Dan sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah 98 %
sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka -muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka , bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
ru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak ? 100 %
n mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan 90 %
ertama DPP IMM) Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muh 8 %
rus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manus 61 %
jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah manakala tidak ada maksud untuk menyimpa 29 %
tingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga p 90 %
i keagamaan dan fasilitasnya sudah tersedia dengan lengkap. bahkan Muhammad Abduh sendiri adalah salah seorang ulama di Mesir 36 %
rita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. bahkan Pengkaderan sebagai nadi organisasi pergerakan sudah diting 80 %
mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi atau kelompok. bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah b 90 %
akan sebagai gerakan pembaharuan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan ketiga tokoh tersebut di 34 %
gungkapkan perkataan ulama (al-Ghazali pen) yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya mati (mati perasaannya) kecuali para u 46 %
yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diteri 57 %
gan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar. Keempat; Manusia perlu di 60 %
n apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik . f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas 23 %
as dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali gagasan dan pikiran pendiri organisasinya ini. 24 %
plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. G 27 %
Gagasan pikiran cemerlang tersebut, jelas tidak layak untuk diabaikan . Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak ha 28 %
anyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbu 58 %
n ini, pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi t 75 %
an salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus ber 26 %
diabaikan. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu dipelajari terutama bagi warga Muhammadiyah 28 %
leh ulama-ulama tersebut. Oleh karena itu Ahmad Dahlan oleh banyak pakar sering dinyatakan sebagai tokoh pembaharu dan Muhamma 33 %
ekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka 49 %
icintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik da 57 %
, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan bar 69 %
akal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiw 71 %
epuasan pribadi atau kelompok. Bahkan mungkin sebagian atau kebanyakan , menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhi 90 %
, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan bar 69 %
mari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dap 66 %
h pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi ke 68 %
nya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak bera 70 %
memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar 65 %
sesudah KH.Ahmad Dahlan apakah akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar 65 %
menjadikan organisasi serta amal usaha Muhammadiyah sebagai batu loncatan untuk mencapai kepentingan dan kepuasan pribadi 89 %
arkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, meni 64 %
jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta 93 %
waktu itu) adanya kekalutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu. Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan 18 %
n pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka ? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presid 91 %
n dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka ! Akan tetapi nilai dan makna ketulusan hakiki yang nyata! S 98 %
kungan dari lembaga pendidikan apapun. Sebab pada waktu itu belum ada sebuah sekolah pendidikan dasar sekalipun di kalangan u 41 %
idak menepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha 71 %
lmu itu supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengu 74 %
, lalu shalat subuh rutin jam tuju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan t 79 %
ada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemim 20 %
n yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran . Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhamma 23 %
reka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepak 52 %
disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan . Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan 53 %
asing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar ?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia ka 55 %
ikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar . Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam ke 60 %
ar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran , harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memi 61 %
a-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus me 61 %
n kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajar 63 %
arulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat men 66 %
diri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar . Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pen 67 %
ia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan 68 %
dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar , akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya 68 %
iran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar , kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup 70 %
makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran . Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbank 71 %
dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran . Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, m 72 %
ada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama para pemim 20 %
n yang lebih baik. f. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran . Ikhlas dan bersih. Sangat ironis manakalah warga Muhamma 23 %
reka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Hanya anggapan-anggapan saja, disepak 52 %
disepakatkan dengan teman-temannya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan . Tetapi marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan 53 %
asing - masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar ?. Dan manakah sesungguhnya yang salah? Ketiga; Manusia ka 55 %
ikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar . Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam ke 60 %
ar. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran , harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memi 61 %
a-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus me 61 %
n kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajar 63 %
arulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat men 66 %
diri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar . Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pen 67 %
ia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar, akan terpisah dan 68 %
dan perbuatan yang benar karena khawatir, kalau barang yang benar , akan terpisah dan apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya 68 %
iran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar , kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup 70 %
makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran . Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbank 71 %
dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran . Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, m 72 %
m; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam 71 %
h. Lalu apakah demikian, tujuan awal niat tulus suci - hati bening KH. Ahmad Dahlan, tempo dulu? Atau didirikannya dengan doa 96 %
H. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa m 50 %
rang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal , hidup asal hidup, tidak menepati kebenaran. Keenam; Keba 70 %
cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak ? 100 %
ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal . Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali m 48 %
sa dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas 48 %
uju pagi tidak menjadi soal, belum lagi tata cara shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri 79 %
mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap , mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan ant 51 %
ilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena kh 67 %
Pendek kata banyaknya kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti ma 69 %
enepati kebenaran. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolo 71 %
ia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kut 26 %
, ataukah sudah mati dan padam disebabkan oleh serbuan dari berbagai kepentingan, yang menjadikan organisasi serta amal usaha Mu 88 %
us Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, 86 %
shalatnya beraneka ragam, hingga keputusan tarjih dibiarkan bercerita sendiri logika pribadi tanpa dasar itu menjadi ukuran. Bahk 80 %
nnya) kepada Allah. b. Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati). c. perlunya setiap orang, terutama 20 %
MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid Binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pi 1 %
a) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertam 7 %
a tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Perlu diketahui, nama-nama seperti I 30 %
asan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tu 2 %
yakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legend 91 %
mati perasaannya) kecuali para ulama yaitu orang-orang yang berilmu . Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan, kecuali mereka 47 %
gagasan dan pikiran kretif dan inovatif. Dalam tulisan yang berjudul Al-Islam dan Al-Quran yang sampai sekarang diketahui merupa 16 %
galamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dap 45 %
elajari gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan. Terutama yang berkaitan dengan Ibadah Sholat tepat waktu dan pengamalan ayat-ayat A 13 %
tingkat pusat maupun pada tingkat wilayah dalam segi teori berlogika tidak diragukan lagi. Namun dalam hal praktiknya masih perl 76 %
yak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usa 26 %
Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, me 64 %
menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indonesia. Mungkin begitu juga ter 92 %
ru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka -muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka , bermoral tapi tidak berakhlak? 100 %
akan ada Muhammadiyah versi baru ? Cerdas tapi tak cerdas! bermuka-muka tapi tak bermuka, bermoral tapi tidak berakhlak? 99 %
di tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mung 10 %
dan pengungkapan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan dir 19 %
pan Haji Hajid tentang KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi berpegang pada prinsip: a. Senantiasa menghubungkan diri (mempert 19 %
nusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebena 61 %
lutan di kalangan umat: mereka pecah belah dan tidak pernah bersatu . Dari tulisan KH. Ahmad Dahlan dan pengungkapan Haji Hajid 18 %
ingga dapat difahami kalau gerakan pembaharuan Ahmad Dahlan bersifat sangat pratikal, ialah mengembangkan gagasan dan pikiran se 42 %
. Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih . Sangat ironis manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan s 24 %
semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih . Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angk 49 %
aktek), Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat . Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu di 74 %
sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang sala 51 %
nusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang , maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan y 56 %
pin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-p 72 %
as dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendi 49 %
dan Darul Ulum yang merupakan perguruan Tinggi yang sangat berwibawa dalam keilmuan agama Islam, tidak saja di negerinya sendiri 37 %
oh yang gagasannya telah menghasilkan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan sekarang banyak kalangan menikmatinya wala 25 %
n pemabaharuan Muhammad Abduh didukung oleh dua Universitas besar tersebut, sehingga cenderung merupakan gagasan intelektual. 39 %
begitu juga terjadi pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah ata 93 %
papun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa . Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan ya 56 %
n jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat 57 %
Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan 58 %
tahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Sekarang kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan 67 %
a umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan 72 %
a umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan 72 %
erus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana . d. Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan per 22 %
Ilmu harus diamalkan. e. Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. f 22 %
pada Muhammadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebu 94 %
SANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN) Oleh Maman A Majid binfas Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisah 1 %
u supaya dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum bisa mengerjakan tidak perlu ditambah. Pada poin ini, pengurus M 74 %
agai dongeng belaka? Seperti terselubungnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan 92 %
kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia tidak bisa menjadi pucuk pada persyarikatan atau amal usaha Muhammadiy 94 %
asasi. Dan proyek politik, proyek suksesi menjadi kendaraan bisnisnya tanpa mengenal waktu terpenting proposal laku dan kolusi ua 83 %
in itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah. Ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori d 73 %
bukan? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita meng 85 %
proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan ? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilia 84 %
ngnya kriteria, yang bisa menjadi presiden Indonesia, kalau bukan orang jawa, jangan bermimpi jadi orang nomor satu di Indone 92 %
mmadiyah dan angkatan mudanya beserta gerbongnya, bila dia, bukan orang kelahiran asli daerah atau wilayah tersebut, maka dia 94 %
g hanya memohon magfirah ridho Ilahi semata. Muhammadiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legend 97 %
adiyah bukanlah hantu. Gagasan dan pikiran KH. Ahmad Dahlan bukanlah legenda dan dongeng belaka! Akan tetapi nilai dan makna ket 97 %
proposal laku dan kolusi uang saku tersedia! Kader ataupun bukan ? persetan! Astagfirullah. Dari tujuh butir pikiran brilia