click here for the word frequency
Megawati: Pemilihan Presiden Jangan Ganggu Stabilitas
Jakarta, Kompas - Presiden Megawati Soekarnoputri mengimbau semua pihak untuk menjaga stabilitas politik selama berlangsungnya rangkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang.
Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang.
Dalam wawancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu.
Bergaun batik sutra warna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai calon presiden. Wawancara lengkap tentang pokok-pokok pikiran Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni.
Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya.
"Dan saya tentunya ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden.
Menurut dia, kalau terjadi gangguan terhadap stabilitas politik dan keamanan, yang menderita juga rakyat sendiri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tegas.
Ia mengingatkan pula bahwa pemilihan presiden secara langsung merupakan rangkaian dari reformasi yang diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena merupakan amanat konstitusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen," katanya.
Presiden sempat mengeluhkan bahwa amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan secara bertahap," keluh Presiden.
Sebagai konsekuensinya, Megawati mengungkapkan bahwa pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi diniscayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 5 April lalu.
"Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pelaksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang dari partai politik seperti dulu," kata Megawati lagi.
Menurut Presiden, semestinya keanggotaan KPU diduduki oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya kerja seperti itu pekerjaan partai-partai politik yang memang sudah terbiasa, sementara undang-undang tidak mengatakan seperti itu," papar Megawati.
"Jadi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahkan.
Menjawab pertanyaan tentang perlunya penyelenggaraan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden pada tahun berbeda, Megawati mengatakan tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbulkan ketegangan politik yang berimpitan.
Presiden mengeluhkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang.
"Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati.
Ia bercerita, banyak warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak mendapatkan kartu pemilih. Waktu konsultasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati mengaku tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU.
Tragedi Mei dan 27 Juli
Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalangan sipil dan militer, Megawati menganggapnya sebagai wacana yang sehat untuk didiskusikan dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan nasional dari Presiden Soekarno pada medio 1960-an.
"Mereka yang dimintai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang huruf ’I’ (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik kita semua," kata Presiden tegas.
Menurut dia, TNI berbeda dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai pada waktu memperjuangkan kemerdekaan," ujar Kepala Negara.
Lebih lanjut Megawati mengingatkan, rakyat hendaknya jangan melupakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu di antara kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama.
Ia bercerita bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 Juli 1996 itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati.
Melalui pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas seperti militer, yang selalu dikonotasikan sebagai kepemimpinan yang kuat atau tegas.
"Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan selalu dikonotasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi.
pre- text |
WORD |
post- text |
% |
| ilihan Presiden Jangan Ganggu Stabilitas Jakarta, Kompas | - | Presiden Megawati Soekarnoputri mengimbau semua pihak untuk | 1 % |
| er orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang huruf | ’i’ | (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik kita s | 80 % |
| 0 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah | 147 | juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 | 66 % |
| tusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang Dasar | 1945 | yang telah diamandemen," katanya. Presiden sempat mengeluhk | 34 % |
| ya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 Juli | 1996 | itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi | 90 % |
| ku tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan | 27 | Juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-c | 72 % |
| dimintai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan | 27 | Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatak | 78 % |
| na dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada | 27 | Juli 1996 itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang | 90 % |
| u dipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi peristiwa | 27 | Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polis | 91 % |
| ersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal | 30 | juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih y | 63 % |
| ih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar | 30 | juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 1 | 65 % |
| g berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara | 5 | Juli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancar | 5 % |
| n Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan | 5 | Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon | 14 % |
| ngimbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada | 5 | Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pen | 17 % |
| gi diniscayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu | 5 | April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kel | 43 % |
| engatakan tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu | 5 | April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga m | 58 % |
| nggaraan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden | 5 | Juli sehingga menimbulkan ketegangan politik yang berimpitan | 58 % |
| knya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu | 5 | April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di med | 61 % |
| yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar | 50 | juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedi | 67 % |
| 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar | 90 | juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memil | 67 % |
| emilu 5 April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti | ada | kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pelaksanaannya s | 44 % |
| lihan presiden pada tahun berbeda, Megawati mengatakan tidak | ada | masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan | 57 % |
| pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang tidak memilih. | ada | yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang men | 64 % |
| idak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. | ada | juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta ya | 65 % |
| ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin | ada | sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumla | 67 % |
| alui pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika | ada | anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas | 94 % |
| gai kepemimpinan yang kuat atau tegas. "Apakah sikap tegas | ada | korelasinya dengan kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita pe | 97 % |
| nti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek ini | adalah | menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya. "Dan sa | 18 % |
| saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. Ini | adalah | sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keput | 53 % |
| pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli | adalah | orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjan | 78 % |
| sepanjang huruf ’I’ (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI | adalah | milik kita semua," kata Presiden tegas. Menurut dia, TNI be | 80 % |
| en di harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat | agar | menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi | 16 % |
| asalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif | agar | hak suara masing-masing tidak lagi diniscayakan oleh Komisi | 42 % |
| i calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang | akan | dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil p | 14 % |
| . Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang | akan | datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan | 22 % |
| dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil | alih | kepemimpinan nasional dari Presiden Soekarno pada medio 1960 | 76 % |
| presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena merupakan | amanat | konstitusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang | 33 % |
| diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui | amandemen | konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidenn | 31 % |
| ah diamandemen," katanya. Presiden sempat mengeluhkan bahwa | amandemen | konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadaka | 35 % |
| akan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena | amandemen | konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, | 37 % |
| konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, | amandemen | konstitusi dilakukan secara bertahap," keluh Presiden. Seba | 38 % |
| pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada | anggapan | bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas seperti | 94 % |
| . Mungkin kita berharap pelaksanaannya segera perfect karena | anggota-anggota | KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang dari part | 46 % |
| ar, tetapi tidak mendapatkan kartu pemilih. Waktu konsultasi | antara | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati | 70 % |
| kan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu di | antara | kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pertanggu | 86 % |
| diniscayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 5 | april | lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kelemahan | 43 % |
| gatakan tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 | april | berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbu | 58 % |
| ya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 | april | lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media mas | 61 % |
| gan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini | arogan | karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di A | 37 % |
| kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, | artinya | perempuan selalu dikonotasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi. | 98 % |
| wa amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" | atau | diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan ka | 36 % |
| uli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi | atau | harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Melalui pengalam | 92 % |
| er, yang selalu dikonotasikan sebagai kepemimpinan yang kuat | atau | tegas. "Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasa | 96 % |
| ancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini | awal | bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak | 15 % |
| saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. Ia bercerita | bagaimana | dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 | 89 % |
| ilang tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran | bagi | bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR | 53 % |
| m itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, | bahkan | tidak jarang tertawa lepas sembari melucu. Bergaun batik su | 9 % |
| baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap | bahwa | dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik d | 21 % |
| nderita juga rakyat sendiri. "Makanya, saya selalu mengimbau | bahwa | masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa | 26 % |
| salah pemerintah saja," katanya tegas. Ia mengingatkan pula | bahwa | pemilihan presiden secara langsung merupakan rangkaian dari | 28 % |
| ng telah diamandemen," katanya. Presiden sempat mengeluhkan | bahwa | amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" at | 35 % |
| uh Presiden. Sebagai konsekuensinya, Megawati mengungkapkan | bahwa | pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang begitu b | 40 % |
| an itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan | bahwa | kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas seperti milite | 94 % |
| asih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang dengan | baik | telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa | 20 % |
| u bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah | bangsa | kita, masalah kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pem | 27 % |
| tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi | bangsa | kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," kata | 53 % |
| ncara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. Ia | banyak | melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembar | 8 % |
| a pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang begitu | banyak | masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proakti | 41 % |
| tidak mengatakan seperti itu," papar Megawati. "Jadi, kalau | banyak | yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. | 52 % |
| an bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, | banyak | warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak mendapatkan kartu p | 69 % |
| n politik yang berimpitan. Presiden mengeluhkan juga begitu | banyaknya | warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 Ap | 60 % |
| um (KPU) pada pemilu 5 April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang | baru | ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pe | 44 % |
| , bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu. Bergaun | batik | sutra warna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanya | 10 % |
| an bahwa pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang | begitu | banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap | 41 % |
| tegangan politik yang berimpitan. Presiden mengeluhkan juga | begitu | banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada p | 60 % |
| selalu dikonotasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, | begitu | kan?" kata Megawati lagi. | 99 % |
| a, salah satu di antara kandidat presiden menurut saya masih | belum | selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan | 87 % |
| ah milik kita semua," kata Presiden tegas. Menurut dia, TNI | berbeda | dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terb | 81 % |
| ng terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. Ia | bercerita | bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuh | 89 % |
| menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, | berdasarkan | data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih | 61 % |
| n tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April | berdekatan | dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbulkan ketega | 58 % |
| an senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu. | bergaun | batik sutra warna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pe | 9 % |
| ng dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat | berharap | bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas pol | 21 % |
| g telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia | berharap | rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak | 41 % |
| u yang baru ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita | berharap | pelaksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU ter | 45 % |
| arna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang | berkaitan | dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai cal | 11 % |
| sebagai wacana yang sehat untuk didiskusikan dan sudah lama | berkembang | sejak Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan nasional | 75 % |
| a berlangsungnya rangkaian kampanye pemilihan presiden, yang | berlangsung | selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendat | 4 % |
| engimbau semua pihak untuk menjaga stabilitas politik selama | berlangsungnya | rangkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung sela | 3 % |
| depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita | bersama | sebagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tega | 27 % |
| ng begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat | bersikap | proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi diniscayaka | 42 % |
| memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian | besar | jumlah pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumla | 63 % |
| Megawati. "Jadi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya | bilang | tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi | 52 % |
| adi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak | bisa | seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita | 52 % |
| Presiden mengeluhkan juga begitu banyaknya warga yang tidak | bisa | menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, | 60 % |
| sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak | bisa | memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. | 67 % |
| disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas | budiarto | Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang | 6 % |
| ya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai bangsa, | bukan | masalah pemerintah saja," katanya tegas. Ia mengingatkan pu | 27 % |
| MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan | bukan | karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena mer | 31 % |
| fect karena anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, | bukan | orang-orang dari partai politik seperti dulu," kata Megawati | 46 % |
| mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan | bukan | jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, banyak w | 68 % |
| u terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli adalah orang per orang, | bukan | TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang huruf ’I’ (maksudnya | 79 % |
| ngkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama | bulan | Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan | 4 % |
| a calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal | bulan | Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak pilih | 15 % |
| tan dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai | calon | presiden. Wawancara lengkap tentang pokok-pokok pikiran Mega | 12 % |
| wancara lengkap tentang pokok-pokok pikiran Megawati sebagai | calon | presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan di | 13 % |
| pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara | calon-calon | presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. | 15 % |
| dan 27 Juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai | calon-calon | presiden dari kalangan sipil dan militer, Megawati mengangga | 73 % |
| ngutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan | dalam | wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy | 5 % |
| hambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. | dalam | wawancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai | 7 % |
| tentang pokok-pokok pikiran Megawati sebagai calon presiden | dalam | menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri | 13 % |
| iden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat | dalam | seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di ha | 14 % |
| ng-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting | dalam | jangka pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhi | 18 % |
| telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa | dalam | pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan kea | 22 % |
| siden menurut saya masih belum selesai pertanggungjawabannya | dalam | kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawat | 87 % |
| an Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu, Megawati | dalam | wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sip | 94 % |
| datang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden | dan | wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. Megawati meng | 15 % |
| a dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik | dan | keamanan tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menuru | 22 % |
| urut dia, kalau terjadi gangguan terhadap stabilitas politik | dan | keamanan, yang menderita juga rakyat sendiri. "Makanya, saya | 24 % |
| n tentang perlunya penyelenggaraan pemilihan umum legislatif | dan | pemilihan presiden pada tahun berbeda, Megawati mengatakan t | 56 % |
| konsultasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, | dan | KPU, Megawati mengaku tadinya ia tidak mau mengintervensi KP | 71 % |
| engaku tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei | dan | 27 Juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calo | 72 % |
| perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalangan sipil | dan | militer, Megawati menganggapnya sebagai wacana yang sehat un | 74 % |
| i menganggapnya sebagai wacana yang sehat untuk didiskusikan | dan | sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil alih | 75 % |
| ang dimintai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei | dan | 27 Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu menga | 78 % |
| bantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat | dan | tidak tegas seperti militer, yang selalu dikonotasikan sebag | 95 % |
| bahwa pemilihan presiden secara langsung merupakan rangkaian | dari | reformasi yang diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakya | 29 % |
| ksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU terdiri | dari | para akademisi, bukan orang-orang dari partai politik sepert | 46 % |
| a-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang | dari | partai politik seperti dulu," kata Megawati lagi. Menurut P | 47 % |
| ya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung | dari | jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya | 65 % |
| gan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden | dari | kalangan sipil dan militer, Megawati menganggapnya sebagai w | 73 % |
| sejak Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan nasional | dari | Presiden Soekarno pada medio 1960-an. "Mereka yang dimintai | 76 % |
| iter di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga | dari | rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai pada waktu memperjuan | 82 % |
| konstitusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang | dasar | 1945 yang telah diamandemen," katanya. Presiden sempat meng | 34 % |
| hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan | data | yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu m | 62 % |
| ang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif | dengan | wartawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta | 6 % |
| muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan | dengan | kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai calon pres | 11 % |
| erima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang | dengan | baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap | 20 % |
| ng akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga | dengan | baik," lanjut Presiden. Menurut dia, kalau terjadi gangguan | 23 % |
| masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan | dengan | pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbulkan ketegangan po | 58 % |
| mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 Juli Sehubungan | dengan | maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalan | 72 % |
| kita semua," kata Presiden tegas. Menurut dia, TNI berbeda | dengan | militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk j | 81 % |
| saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan | dengan | kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyeb | 88 % |
| yang kuat atau tegas. "Apakah sikap tegas ada korelasinya | dengan | kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, | 97 % |
| ri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke | depan | ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersam | 26 % |
| api tidak mendapatkan kartu pemilih. Waktu konsultasi antara | dewan | Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati menga | 70 % |
| wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy | di | Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. Dalam waw | 6 % |
| dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden | di | harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar | 15 % |
| ahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi | di | MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen kon | 37 % |
| ogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. | di | Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan secara ber | 38 % |
| milu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji | di | media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta o | 62 % |
| ata Presiden tegas. Menurut dia, TNI berbeda dengan militer | di | negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga dari ra | 82 % |
| upakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu | di | antara kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pe | 86 % |
| andemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau | diadakan | empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena aman | 36 % |
| kaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR | diadakan | empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilak | 37 % |
| mbelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang | dibuat | oleh MPR," katanya menambahkan. Menjawab pertanyaan tentang | 54 % |
| iter, Megawati menganggapnya sebagai wacana yang sehat untuk | didiskusikan | dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil | 75 % |
| Megawati lagi. Menurut Presiden, semestinya keanggotaan KPU | diduduki | oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya kerja seperti i | 48 % |
| n jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau | dihitung | dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih h | 65 % |
| iden yang akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap | dijaga | dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, kalau terjadi g | 23 % |
| dak senang menghadapi peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya | dikejar-kejar | waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur | 92 % |
| ipil tidak kuat dan tidak tegas seperti militer, yang selalu | dikonotasikan | sebagai kepemimpinan yang kuat atau tegas. "Apakah sikap t | 96 % |
| engatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan selalu | dikonotasikan | lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi. | 99 % |
| siden sempat mengeluhkan bahwa amandemen konstitusi oleh MPR | dilakukan | secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekalig | 35 % |
| dakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi | dilakukan | secara bertahap," keluh Presiden. Sebagai konsekuensinya, M | 38 % |
| nal dari Presiden Soekarno pada medio 1960-an. "Mereka yang | dimintai | pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli | 77 % |
| on presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan | dimuat | dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden | 14 % |
| at bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi | diniscayakan | oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 5 April lalu. | 43 % |
| entara kita itu terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang | dipersenjatai | pada waktu memperjuangkan kemerdekaan," ujar Kepala Negara. | 83 % |
| iden secara langsung merupakan rangkaian dari reformasi yang | diputuskan | oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui amandemen | 30 % |
| " kata Megawati tanpa menyebut nama. Ia bercerita bagaimana | dirinya | merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 Juli 19 | 89 % |
| ai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Megawati | disampaikan | dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Sh | 5 % |
| tan Rakyat (MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus | disukseskan | bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi kare | 31 % |
| uli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara | eksklusif | dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, | 6 % |
| onstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan | empat | kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen | 36 % |
| "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan | empat | kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan s | 38 % |
| a, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang | gagal | memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian | 62 % |
| Megawati: Pemilihan Presiden Jangan | ganggu | Stabilitas Jakarta, Kompas - Presiden Megawati Soekarnop | 1 % |
| a dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, kalau terjadi | gangguan | terhadap stabilitas politik dan keamanan, yang menderita jug | 24 % |
| awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan | hak | pilih masing-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang pali | 16 % |
| kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik telah menggunakan | hak | pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden | 21 % |
| h. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar | hak | suara masing-masing tidak lagi diniscayakan oleh Komisi Pemi | 42 % |
| hkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan | hak | pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data | 61 % |
| a, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. Dalam wawancara selama | hampir | satu jam itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan | 8 % |
| g dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih | hanya | sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak | 66 % |
| "Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? Kalau | hanya | mengatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan selal | 98 % |
| emilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampai | hari | pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Megawati disampa | 4 % |
| artawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta, | hari | Senin (17/5) siang. Dalam wawancara selama hampir satu jam | 7 % |
| am seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di | harian | ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggun | 15 % |
| yawaratan Rakyat (MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu | harus | disukseskan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, | 31 % |
| i peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu | harus | ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. M | 92 % |
| tu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau | harus | ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu | 92 % |
| r Kepala Negara. Lebih lanjut Megawati mengingatkan, rakyat | hendaknya | jangan melupakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, | 85 % |
| rang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang | huruf | ’I’ (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik ki | 79 % |
| awancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. | ia | banyak melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas | 8 % |
| bagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tegas. | ia | mengingatkan pula bahwa pemilihan presiden secara langsung m | 28 % |
| sung telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, | ia | berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masi | 41 % |
| g tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. | ia | menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumla | 61 % |
| memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. | ia | bercerita, banyak warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak m | 68 % |
| Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati mengaku tadinya | ia | tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 Juli Sehu | 71 % |
| n yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. | ia | bercerita bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terja | 89 % |
| ma bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. | imbauan | Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartaw | 5 % |
| n pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya. "Dan saya tentunya | ingin | mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat In | 19 % |
| wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian | ini | awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan | 15 % |
| i nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek | ini | adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya. | 18 % |
| akanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan | ini | juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama se | 26 % |
| orongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita | ini | arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kal | 37 % |
| PU) pada pemilu 5 April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru | ini | pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pelaks | 44 % |
| yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. | ini | adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, in | 53 % |
| ni adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, | ini | keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahkan. Menja | 54 % |
| ancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di | istana | Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. Dalam wawancara | 6 % |
| i oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya kerja seperti | itu | pekerjaan partai-partai politik yang memang sudah terbiasa, | 49 % |
| data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih | itu | minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumla | 63 % |
| a, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. | itu | kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita | 68 % |
| berbeda dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita | itu | terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai p | 82 % |
| narnya tidak senang menghadapi peristiwa 27 Juli itu. Ketika | itu | saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejak | 92 % |
| hari Senin (17/5) siang. Dalam wawancara selama hampir satu | jam | itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, b | 8 % |
| Megawati: Pemilihan Presiden | jangan | Ganggu Stabilitas Jakarta, Kompas - Presiden Megawati So | 0 % |
| eperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. | jangan | lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahk | 54 % |
| egara. Lebih lanjut Megawati mengingatkan, rakyat hendaknya | jangan | melupakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah s | 85 % |
| ing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam | jangka | pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," | 18 % |
| ti tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, bahkan tidak | jarang | tertawa lepas sembari melucu. Bergaun batik sutra warna ung | 9 % |
| Melalui pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah | jika | ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak t | 94 % |
| ndonesia, yang dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya | juga | sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang | 21 % |
| uan terhadap stabilitas politik dan keamanan, yang menderita | juga | rakyat sendiri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masala | 25 % |
| ya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini | juga | sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai | 26 % |
| an ketegangan politik yang berimpitan. Presiden mengeluhkan | juga | begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih | 60 % |
| memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada | juga | yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang me | 65 % |
| n militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk | juga | dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai pada waktu mempe | 82 % |
| berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 | juli | mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eks | 5 % |
| Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 | juli | mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presi | 14 % |
| imbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 | juli | nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek i | 17 % |
| garaan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 | juli | sehingga menimbulkan ketegangan politik yang berimpitan. Pr | 58 % |
| tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 | juli | Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon p | 72 % |
| intai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 | juli | adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, s | 78 % |
| dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 | juli | 1996 itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang mengh | 90 % |
| ipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi peristiwa 27 | juli | itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi ata | 91 % |
| u. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, | jumlah | yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu | 62 % |
| h itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar | jumlah | pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya se | 63 % |
| kitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari | jumlah | 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar | 65 % |
| n ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan | jumlah | yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, banyak warga ya | 68 % |
| besar jumlah pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan | jumlahnya | sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung da | 64 % |
| n kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan | juni | sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Mega | 4 % |
| aji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 | juta | orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang t | 63 % |
| ta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 | juta | yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, | 66 % |
| g memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 | juta | yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" | 67 % |
| menurut saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam | kaitan | dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa | 87 % |
| engan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari | kalangan | sipil dan militer, Megawati menganggapnya sebagai wacana yan | 73 % |
| an tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, | kalau | terjadi gangguan terhadap stabilitas politik dan keamanan, y | 24 % |
| ndang tidak mengatakan seperti itu," papar Megawati. "Jadi, | kalau | banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seper | 52 % |
| gatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, | kalau | dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang | 65 % |
| gas. "Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? | kalau | hanya mengatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan | 97 % |
| usi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat | kali | perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konst | 36 % |
| k menjaga stabilitas politik selama berlangsungnya rangkaian | kampanye | pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampa | 3 % |
| aka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu | kan | bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, ba | 68 % |
| aka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu | kan | bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, ba | 68 % |
| jalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu di antara | kandidat | presiden menurut saya masih belum selesai pertanggungjawaban | 86 % |
| elalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan | karena | presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena merupakan | 32 % |
| skan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi | karena | merupakan amanat konstitusi, yaitu untuk melaksanakan peruba | 32 % |
| au diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan | karena | amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, | 37 % |
| lemahan. Mungkin kita berharap pelaksanaannya segera perfect | karena | anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang | 46 % |
| banyak warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak mendapatkan | kartu | pemilih. Waktu konsultasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DP | 70 % |
| ini," ujarnya. "Dan saya tentunya ingin mengucapkan terima | kasih | setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik | 20 % |
| demisi, bukan orang-orang dari partai politik seperti dulu," | kata | Megawati lagi. Menurut Presiden, semestinya keanggotaan KPU | 47 % |
| yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" | kata | Megawati. Ia bercerita, banyak warga yang sudah mendaftar, | 68 % |
| dnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik kita semua," | kata | Presiden tegas. Menurut dia, TNI berbeda dengan militer di | 81 % |
| bannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," | kata | Megawati tanpa menyebut nama. Ia bercerita bagaimana diriny | 88 % |
| tasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" | kata | Megawati lagi. | 100 % |
| kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," | katanya | tegas. Ia mengingatkan pula bahwa pemilihan presiden secara | 28 % |
| ngsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," | katanya | menambahkan. Menjawab pertanyaan tentang perlunya penyeleng | 54 % |
| ndiri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah | ke | depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita | 26 % |
| stiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus | ke | polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Mela | 92 % |
| tika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus | ke | Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu, M | 93 % |
| lam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan | keamanan | tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, ka | 23 % |
| rti dulu," kata Megawati lagi. Menurut Presiden, semestinya | keanggotaan | KPU diduduki oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya ke | 48 % |
| egawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan | kedudukannya | sebagai kepala negara maupun sebagai calon presiden. Wawanca | 11 % |
| a itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke | kejaksaan | Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu, Megawati da | 93 % |
| asih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan | kekerasan | yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. | 88 % |