SEAsiteBar

click here for the word frequency

Megawati: Pemilihan Presiden Jangan Ganggu Stabilitas

Jakarta, Kompas - Presiden Megawati Soekarnoputri mengimbau semua pihak untuk menjaga stabilitas politik selama berlangsungnya rangkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang.

Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang.

Dalam wawancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu.

Bergaun batik sutra warna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai calon presiden. Wawancara lengkap tentang pokok-pokok pikiran Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni.

Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya.

"Dan saya tentunya ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden.

Menurut dia, kalau terjadi gangguan terhadap stabilitas politik dan keamanan, yang menderita juga rakyat sendiri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tegas.

Ia mengingatkan pula bahwa pemilihan presiden secara langsung merupakan rangkaian dari reformasi yang diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena merupakan amanat konstitusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen," katanya.

Presiden sempat mengeluhkan bahwa amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan secara bertahap," keluh Presiden.

Sebagai konsekuensinya, Megawati mengungkapkan bahwa pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi diniscayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 5 April lalu.

"Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pelaksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang dari partai politik seperti dulu," kata Megawati lagi.

Menurut Presiden, semestinya keanggotaan KPU diduduki oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya kerja seperti itu pekerjaan partai-partai politik yang memang sudah terbiasa, sementara undang-undang tidak mengatakan seperti itu," papar Megawati.

"Jadi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahkan.

Menjawab pertanyaan tentang perlunya penyelenggaraan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden pada tahun berbeda, Megawati mengatakan tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbulkan ketegangan politik yang berimpitan.

Presiden mengeluhkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang.

"Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati.

Ia bercerita, banyak warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak mendapatkan kartu pemilih. Waktu konsultasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati mengaku tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU.

Tragedi Mei dan 27 Juli

Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalangan sipil dan militer, Megawati menganggapnya sebagai wacana yang sehat untuk didiskusikan dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan nasional dari Presiden Soekarno pada medio 1960-an.

"Mereka yang dimintai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang huruf ’I’ (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik kita semua," kata Presiden tegas.

Menurut dia, TNI berbeda dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai pada waktu memperjuangkan kemerdekaan," ujar Kepala Negara.

Lebih lanjut Megawati mengingatkan, rakyat hendaknya jangan melupakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu di antara kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama.

Ia bercerita bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 Juli 1996 itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati.

Melalui pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas seperti militer, yang selalu dikonotasikan sebagai kepemimpinan yang kuat atau tegas.

"Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan selalu dikonotasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi.

 

pre- text

WORD

post- text

%
ilihan Presiden Jangan Ganggu Stabilitas Jakarta, Kompas - Presiden Megawati Soekarnoputri mengimbau semua pihak untuk 1 %
er orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang huruf ’i’ (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik kita s 80 %
0 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 66 %
tusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen," katanya. Presiden sempat mengeluhk 34 %
ya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 Juli 1996 itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi 90 %
ku tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 Juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-c 72 %
dimintai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatak 78 %
na dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 Juli 1996 itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang 90 %
u dipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polis 91 %
ersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih y 63 %
ih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 1 65 %
g berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancar 5 %
n Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon 14 %
ngimbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pen 17 %
gi diniscayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 5 April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kel 43 %
engatakan tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga m 58 %
nggaraan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbulkan ketegangan politik yang berimpitan 58 %
knya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di med 61 %
yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedi 67 %
147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memil 67 %
emilu 5 April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pelaksanaannya s 44 %
lihan presiden pada tahun berbeda, Megawati mengatakan tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan 57 %
pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang tidak memilih. ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang men 64 %
idak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta ya 65 %
ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumla 67 %
alui pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas 94 %
gai kepemimpinan yang kuat atau tegas. "Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita pe 97 %
nti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya. "Dan sa 18 %
saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keput 53 %
pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjan 78 %
sepanjang huruf ’I’ (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik kita semua," kata Presiden tegas. Menurut dia, TNI be 80 %
en di harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi 16 %
asalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi diniscayakan oleh Komisi 42 %
i calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil p 14 %
. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan 22 %
dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan nasional dari Presiden Soekarno pada medio 1960 76 %
presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena merupakan amanat konstitusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang 33 %
diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidenn 31 %
ah diamandemen," katanya. Presiden sempat mengeluhkan bahwa amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadaka 35 %
akan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, 37 %
konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan secara bertahap," keluh Presiden. Seba 38 %
pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas seperti 94 %
. Mungkin kita berharap pelaksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang dari part 46 %
ar, tetapi tidak mendapatkan kartu pemilih. Waktu konsultasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati 70 %
kan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu di antara kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pertanggu 86 %
diniscayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 5 april lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kelemahan 43 %
gatakan tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 april berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbu 58 %
ya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 april lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media mas 61 %
gan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di A 37 %
kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan selalu dikonotasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi. 98 %
wa amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan ka 36 %
uli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Melalui pengalam 92 %
er, yang selalu dikonotasikan sebagai kepemimpinan yang kuat atau tegas. "Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasa 96 %
ancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak 15 %
saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. Ia bercerita bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 89 %
ilang tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR 53 %
m itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu. Bergaun batik su 9 %
baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik d 21 %
nderita juga rakyat sendiri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa 26 %
salah pemerintah saja," katanya tegas. Ia mengingatkan pula bahwa pemilihan presiden secara langsung merupakan rangkaian dari 28 %
ng telah diamandemen," katanya. Presiden sempat mengeluhkan bahwa amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" at 35 %
uh Presiden. Sebagai konsekuensinya, Megawati mengungkapkan bahwa pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang begitu b 40 %
an itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas seperti milite 94 %
asih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa 20 %
u bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pem 27 %
tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," kata 53 %
ncara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembar 8 %
a pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proakti 41 %
tidak mengatakan seperti itu," papar Megawati. "Jadi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. 52 %
an bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, banyak warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak mendapatkan kartu p 69 %
n politik yang berimpitan. Presiden mengeluhkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 Ap 60 %
um (KPU) pada pemilu 5 April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pe 44 %
, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu. Bergaun batik sutra warna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanya 10 %
an bahwa pelaksanaan pemilu secara langsung telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap 41 %
tegangan politik yang berimpitan. Presiden mengeluhkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada p 60 %
selalu dikonotasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi. 99 %
a, salah satu di antara kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan 87 %
ah milik kita semua," kata Presiden tegas. Menurut dia, TNI berbeda dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terb 81 %
ng terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. Ia bercerita bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuh 89 %
menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih 61 %
n tidak ada masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbulkan ketega 58 %
an senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu. bergaun batik sutra warna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pe 9 %
ng dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas pol 21 %
g telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak 41 %
u yang baru ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pelaksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU ter 45 %
arna ungu muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai cal 11 %
sebagai wacana yang sehat untuk didiskusikan dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan nasional 75 %
a berlangsungnya rangkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendat 4 %
engimbau semua pihak untuk menjaga stabilitas politik selama berlangsungnya rangkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung sela 3 %
depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tega 27 %
ng begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi diniscayaka 42 %
memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumla 63 %
Megawati. "Jadi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi 52 %
adi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita 52 %
Presiden mengeluhkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, 60 %
sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. 67 %
disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang 6 %
ya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tegas. Ia mengingatkan pu 27 %
MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena mer 31 %
fect karena anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang dari partai politik seperti dulu," kata Megawati 46 %
mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, banyak w 68 %
u terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang huruf ’I’ (maksudnya 79 %
ngkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan 4 %
a calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak pilih 15 %
tan dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai calon presiden. Wawancara lengkap tentang pokok-pokok pikiran Mega 12 %
wancara lengkap tentang pokok-pokok pikiran Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan di 13 %
pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. 15 %
dan 27 Juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalangan sipil dan militer, Megawati mengangga 73 %
ngutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy 5 %
hambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. dalam wawancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai 7 %
tentang pokok-pokok pikiran Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri 13 %
iden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di ha 14 %
ng-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhi 18 %
telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan kea 22 %
siden menurut saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawat 87 %
an Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sip 94 %
datang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. Megawati meng 15 %
a dalam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menuru 22 %
urut dia, kalau terjadi gangguan terhadap stabilitas politik dan keamanan, yang menderita juga rakyat sendiri. "Makanya, saya 24 %
n tentang perlunya penyelenggaraan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden pada tahun berbeda, Megawati mengatakan t 56 %
konsultasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati mengaku tadinya ia tidak mau mengintervensi KP 71 %
engaku tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 Juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calo 72 %
perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalangan sipil dan militer, Megawati menganggapnya sebagai wacana yang sehat un 74 %
i menganggapnya sebagai wacana yang sehat untuk didiskusikan dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil alih 75 %
ang dimintai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu menga 78 %
bantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak tegas seperti militer, yang selalu dikonotasikan sebag 95 %
bahwa pemilihan presiden secara langsung merupakan rangkaian dari reformasi yang diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakya 29 %
ksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang dari partai politik sepert 46 %
a-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang-orang dari partai politik seperti dulu," kata Megawati lagi. Menurut P 47 %
ya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya 65 %
gan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalangan sipil dan militer, Megawati menganggapnya sebagai w 73 %
sejak Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan nasional dari Presiden Soekarno pada medio 1960-an. "Mereka yang dimintai 76 %
iter di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai pada waktu memperjuan 82 %
konstitusi, yaitu untuk melaksanakan perubahan Undang-Undang dasar 1945 yang telah diamandemen," katanya. Presiden sempat meng 34 %
hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu m 62 %
ang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta 6 %
muda, Megawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai calon pres 11 %
erima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap 20 %
ng akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, kalau terjadi gangguan 23 %
masalah. Apalagi, penyelenggaraan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 Juli sehingga menimbulkan ketegangan po 58 %
mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 Juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalan 72 %
kita semua," kata Presiden tegas. Menurut dia, TNI berbeda dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk j 81 %
saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyeb 88 %
yang kuat atau tegas. "Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, 97 %
ri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersam 26 %
api tidak mendapatkan kartu pemilih. Waktu konsultasi antara dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati menga 70 %
wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. Dalam waw 6 %
dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar 15 %
ahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen kon 37 %
ogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan secara ber 38 %
milu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta o 62 %
ata Presiden tegas. Menurut dia, TNI berbeda dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga dari ra 82 %
upakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu di antara kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pe 86 %
andemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena aman 36 %
kaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilak 37 %
mbelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahkan. Menjawab pertanyaan tentang 54 %
iter, Megawati menganggapnya sebagai wacana yang sehat untuk didiskusikan dan sudah lama berkembang sejak Presiden Soeharto mengambil 75 %
Megawati lagi. Menurut Presiden, semestinya keanggotaan KPU diduduki oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya kerja seperti i 48 %
n jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih h 65 %
iden yang akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, kalau terjadi g 23 %
dak senang menghadapi peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur 92 %
ipil tidak kuat dan tidak tegas seperti militer, yang selalu dikonotasikan sebagai kepemimpinan yang kuat atau tegas. "Apakah sikap t 96 %
engatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan selalu dikonotasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi. 99 %
siden sempat mengeluhkan bahwa amandemen konstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekalig 35 %
dakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan secara bertahap," keluh Presiden. Sebagai konsekuensinya, M 38 %
nal dari Presiden Soekarno pada medio 1960-an. "Mereka yang dimintai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 Juli 77 %
on presiden dalam menghadapi pemilihan 5 Juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden 14 %
at bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi diniscayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu 5 April lalu. 43 %
entara kita itu terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai pada waktu memperjuangkan kemerdekaan," ujar Kepala Negara. 83 %
iden secara langsung merupakan rangkaian dari reformasi yang diputuskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melalui amandemen 30 %
" kata Megawati tanpa menyebut nama. Ia bercerita bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 Juli 19 89 %
ai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Sh 5 %
tan Rakyat (MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi kare 31 %
uli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, 6 %
onstitusi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen 36 %
"Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, misalnya, amandemen konstitusi dilakukan s 38 %
a, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian 62 %
Megawati: Pemilihan Presiden Jangan ganggu Stabilitas Jakarta, Kompas - Presiden Megawati Soekarnop 1 %
a dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, kalau terjadi gangguan terhadap stabilitas politik dan keamanan, yang menderita jug 24 %
awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang pali 16 %
kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden 21 %
h. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masing tidak lagi diniscayakan oleh Komisi Pemi 42 %
hkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. Ia menduga, berdasarkan data 61 %
a, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. Dalam wawancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan 8 %
g dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak 66 %
"Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? Kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan selal 98 %
emilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Megawati disampa 4 %
artawan Kompas Budiarto Shambazy di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. Dalam wawancara selama hampir satu jam 7 %
am seri wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggun 15 %
yawaratan Rakyat (MPR) melalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, 31 %
i peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. M 92 %
tu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu 92 %
r Kepala Negara. Lebih lanjut Megawati mengingatkan, rakyat hendaknya jangan melupakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, 85 %
rang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, sepanjang huruf ’I’ (maksudnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik ki 79 %
awancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. ia banyak melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas 8 %
bagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tegas. ia mengingatkan pula bahwa pemilihan presiden secara langsung m 28 %
sung telah mengundang begitu banyak masalah. Oleh sebab itu, ia berharap rakyat bersikap proaktif agar hak suara masing-masi 41 %
g tidak bisa menggunakan hak pilih pada pemilu 5 April lalu. ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumla 61 %
memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. ia bercerita, banyak warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak m 68 %
Rakyat (DPR), pemerintah, dan KPU, Megawati mengaku tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 Juli Sehu 71 %
n yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. ia bercerita bagaimana dirinya merasa tidak senang ketika terja 89 %
ma bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan wartaw 5 %
n pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya. "Dan saya tentunya ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat In 19 %
wawancara calon-calon presiden dan wakil presiden di harian ini awal bulan Juni. Megawati mengimbau rakyat agar menggunakan 15 %
i nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," ujarnya. 18 %
akanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama se 26 %
orongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kal 37 %
PU) pada pemilu 5 April lalu. "Pelaksanaan pemilu yang baru ini pasti ada kelemahan- kelemahan. Mungkin kita berharap pelaks 44 %
yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seperti itu. ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, in 53 %
ni adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahkan. Menja 54 %
ancara eksklusif dengan wartawan Kompas Budiarto Shambazy di istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/5) siang. Dalam wawancara 6 %
i oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya kerja seperti itu pekerjaan partai-partai politik yang memang sudah terbiasa, 49 %
data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumla 63 %
a, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita 68 %
berbeda dengan militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai p 82 %
narnya tidak senang menghadapi peristiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejak 92 %
hari Senin (17/5) siang. Dalam wawancara selama hampir satu jam itu, Megawati tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, b 8 %
Megawati: Pemilihan Presiden jangan Ganggu Stabilitas Jakarta, Kompas - Presiden Megawati So 0 %
eperti itu. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa kita. jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahk 54 %
egara. Lebih lanjut Megawati mengingatkan, rakyat hendaknya jangan melupakan perjalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah s 85 %
ing pada 5 Juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek ini adalah menyukseskan pemilu tahapan terakhir ini," 18 %
ti tampil santai. Ia banyak melemparkan senyum, bahkan tidak jarang tertawa lepas sembari melucu. Bergaun batik sutra warna ung 9 %
Melalui pengalaman itu, Megawati dalam wawancara membantah jika ada anggapan bahwa kepemimpinan sipil tidak kuat dan tidak t 94 %
ndonesia, yang dengan baik telah menggunakan hak pilih. Saya juga sangat berharap bahwa dalam pemilu presiden yang akan datang 21 %
uan terhadap stabilitas politik dan keamanan, yang menderita juga rakyat sendiri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masala 25 %
ya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita bersama sebagai 26 %
an ketegangan politik yang berimpitan. Presiden mengeluhkan juga begitu banyaknya warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih 60 %
memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang me 65 %
n militer di negara-negara lain. "Tentara kita itu terbentuk juga dari rakyat, yaitu sipil yang dipersenjatai pada waktu mempe 82 %
berlangsung selama bulan Juni sampai hari pemungutan suara 5 juli mendatang. Imbauan Megawati disampaikan dalam wawancara eks 5 %
Megawati sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilihan 5 juli mendatang akan dimuat dalam seri wawancara calon-calon presi 14 %
imbau rakyat agar menggunakan hak pilih masing-masing pada 5 juli nanti. "Bagi kita, yang paling penting dalam jangka pendek i 17 %
garaan pemilu 5 April berdekatan dengan pemilihan presiden 5 juli sehingga menimbulkan ketegangan politik yang berimpitan. Pr 58 %
tadinya ia tidak mau mengintervensi KPU. Tragedi Mei dan 27 juli Sehubungan dengan maraknya perdebatan mengenai calon-calon p 72 %
intai pertanggungjawaban waktu terjadinya tragedi Mei dan 27 juli adalah orang per orang, bukan TNI. Saya selalu mengatakan, s 78 %
dirinya merasa tidak senang ketika terjadi kerusuhan pada 27 juli 1996 itu. "Kalau dipikir, saya sebenarnya tidak senang mengh 90 %
ipikir, saya sebenarnya tidak senang menghadapi peristiwa 27 juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi ata 91 %
u. Ia menduga, berdasarkan data yang tersaji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu 62 %
h itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya se 63 %
kitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 65 %
n ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, banyak warga ya 68 %
besar jumlah pemilih yang tidak memilih. Ada yang mengatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung da 64 %
n kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan juni sampai hari pemungutan suara 5 Juli mendatang. Imbauan Mega 4 %
aji di media massa, jumlah yang gagal memilih itu minimal 30 juta orang. "Pada pemilu lalu sekian besar jumlah pemilih yang t 63 %
ta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang memilih hanya sekitar 90 juta, 66 %
g memilih hanya sekitar 90 juta, maka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" 67 %
menurut saya masih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa 87 %
engan maraknya perdebatan mengenai calon-calon presiden dari kalangan sipil dan militer, Megawati menganggapnya sebagai wacana yan 73 %
an tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, kalau terjadi gangguan terhadap stabilitas politik dan keamanan, y 24 %
ndang tidak mengatakan seperti itu," papar Megawati. "Jadi, kalau banyak yang saling menyalahkan, saya bilang tidak bisa seper 52 %
gatakan jumlahnya sekitar 30 juta. Ada juga yang mengatakan, kalau dihitung dari jumlah 147 juta yang mestinya ikut, lalu yang 65 %
gas. "Apakah sikap tegas ada korelasinya dengan kekerasan? kalau hanya mengatakan kita perlu strong leader, artinya perempuan 97 %
usi oleh MPR dilakukan secara "borongan" atau diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konst 36 %
k menjaga stabilitas politik selama berlangsungnya rangkaian kampanye pemilihan presiden, yang berlangsung selama bulan Juni sampa 3 %
aka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, ba 68 %
aka mungkin ada sekitar 50 juta yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, ba 68 %
jalanan sejarah TNI itu. "Persoalannya, salah satu di antara kandidat presiden menurut saya masih belum selesai pertanggungjawaban 86 %
elalui amandemen konstitusi. "Pemilu harus disukseskan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena merupakan 32 %
skan bukan karena presidennya Megawati Soekarnoputri, tetapi karena merupakan amanat konstitusi, yaitu untuk melaksanakan peruba 32 %
au diadakan empat kali perubahan sekaligus. "Kita ini arogan karena amandemen konstitusi di MPR diadakan empat kali. Di Amerika, 37 %
lemahan. Mungkin kita berharap pelaksanaannya segera perfect karena anggota-anggota KPU terdiri dari para akademisi, bukan orang 46 %
banyak warga yang sudah mendaftar, tetapi tidak mendapatkan kartu pemilih. Waktu konsultasi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DP 70 %
ini," ujarnya. "Dan saya tentunya ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada rakyat Indonesia, yang dengan baik 20 %
demisi, bukan orang-orang dari partai politik seperti dulu," kata Megawati lagi. Menurut Presiden, semestinya keanggotaan KPU 47 %
yang tidak bisa memilih. Itu kan bukan jumlah yang sedikit?" kata Megawati. Ia bercerita, banyak warga yang sudah mendaftar, 68 %
dnya Indonesia-Red) masih ada, TNI adalah milik kita semua," kata Presiden tegas. Menurut dia, TNI berbeda dengan militer di 81 %
bannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. Ia bercerita bagaimana diriny 88 %
tasikan lembek, lemah lembut, ngomongnya pelan, begitu kan?" kata Megawati lagi. 100 %
kita bersama sebagai bangsa, bukan masalah pemerintah saja," katanya tegas. Ia mengingatkan pula bahwa pemilihan presiden secara 28 %
ngsa kita. Jangan lupa, ini keputusan yang dibuat oleh MPR," katanya menambahkan. Menjawab pertanyaan tentang perlunya penyeleng 54 %
ndiri. "Makanya, saya selalu mengimbau bahwa masalah-masalah ke depan ini juga sebenarnya masalah bangsa kita, masalah kita 26 %
stiwa 27 Juli itu. Ketika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Mela 92 %
tika itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke Kejaksaan Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu, M 93 %
lam pemilu presiden yang akan datang, stabilitas politik dan keamanan tetap dijaga dengan baik," lanjut Presiden. Menurut dia, ka 23 %
rti dulu," kata Megawati lagi. Menurut Presiden, semestinya keanggotaan KPU diduduki oleh orang-orang partai politik. "Sebetulnya ke 48 %
egawati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kedudukannya sebagai kepala negara maupun sebagai calon presiden. Wawanca 11 %
a itu saya dikejar-kejar waktu harus ke polisi atau harus ke kejaksaan Agung," tutur Megawati. Melalui pengalaman itu, Megawati da 93 %
asih belum selesai pertanggungjawabannya dalam kaitan dengan kekerasan yang terjadi saat itu," kata Megawati tanpa menyebut nama. 88 %