Link to Cover Page

Wayang Bali


arjuna_bali.jpg (16075 bytes)

English


2. The existence of wayang characterizes much of the Balinese ritual, from ceremonies for pregnancy to the rituals for weddings. These rituals serve the function of harmonizing the three worlds, often utilizing wayang as the main instrument.

raksasa_gundul.jpg (11010 bytes)

English

Wayang Bali
(for wayang kulit)
by I Ketut Erawan

1. Wayang in Bali is a sacred performing art. It is sacred since the performing art in Bali becomes an arena of transmitting the basic philosophical thought to the audience. The audience is perceived as coming from three realms of world (the realm of gods, the realm of human being, and the realm of underworld.

raksasa2.jpg (11210 bytes)

Demon King puppet
(Raja Raksasa) 

3. As a sacred performing art in Bali, there are numbers of purification ceremonies for the wayang, puppetteer, gender (gamelan), and the gamelan players. Before the wayang is performed, certain purification ceremonies will be carefully conducted.

Indonesian

Wayang Bali
(untuk wayang kulit
by I Ketut Erawan

1. Wayang di Bali adalah merupakan suatu kesenian yang sakral. Ia merupakan kesenian yang sakral oleh karena tontonan wayang di Bali sering mengandung ajaran philosophis kehinduan yang paling hakiki. Penontonnya dianggap berasal dari tiga alam (alam para dewa, alam manusia, dan alam bawah).

2. Kehadiran wayang juga sering memaknai ritual-ritual masyarakat Bali mulai dari masa mengandung, hingga ritus perkawinan. Upacara keagamaan yang bertujuan menstabilkan keharmonisan tiga alam itu seringkali menggunakan wayang sebagai sarananya.

3. Sebagai kesenian yang sakral maka di Bali dilakukan pensucian terhadap wayang- wayangnya, dalang, gender (gamelan), dan penabuh-penabuhnya. Begitu pula sebelum pertunjukkan maka akan dilakukan upacara pesucian terlebih dahulu.

Link to Cover Page

Wayang Bali