Link to Cover Page

Krisna Tiwikrama

1. Kedatangan Prabu Krisna
untuk menyampaikan tuntutan dari Pendawa akan haknya atas sebagian kerajaan Astina yang telah dikuasai Kurawa lewat permainan dadu, ternyata mendapat
sambutan yang meriah
dan formal dari para petinggi
istana Astina.


1. The arrival of King Krisna
to submit the Pendawa's demand
on their rights to half of the Astina's Kingdom which was occupied by the Kurawa's have received wide formal responses from the Astina's elite.

raksasa_raja.jpg (11260 bytes)

Indonesian

2. Dalam pertemuan tersebut, para tetua (sesepuh) Kurawa (Dewi Gandari, Dastarasta, Resi Bisma, dan Pandita Durna) menyatakan dukungannya atas tujuan Krisna. Pada saat itu, Krisna datang dengan ditemani oleh dewa-dewa Kahyangan seperti Janaka, Ramaparasu, Kanwa, dan Narada.

3. Prabu Suyudana hanya terdiam mendengar sabda Krisna dan nasehat para sesepuh istana. Setelah menerima isyarat dari Karna, ia pamit dan meninggalkan acara pertemuan dengan Krisna.

4. Diluar dugaan Krisna, Prabu Suyudana menyiapkan bala tentara untuk menyerbu bala tentara Dwarawati yang mengiringi kedatangan Krisna. Pasukan Astina yang diam-diam mengepung pasukan Dwarawati tersebut dapat diketahui oleh Setyaki. Dengan cepat ia melapor pada Krisna.

5. Mendengar hal itu, Krisna menjadi marah. Ia segera mohon pamit dari ruangan pertemuan dan pergi menuju alun-alun istana. Krisna bertiwikrama. Tubuhnya berubah menjadi raksasa sebesar gunung. Suaranya menggelegar. Dari seluruh tubuhnya keluar api. Seketika bumi berguncang dan lautan mendidih. Semua senjata sakti yang ada didunia ada dalam genggamannya. Krisna membuktikan dirinya sebagai titisan Dewa Wisnu.

6. Demi menyaksikan kemampuan Krisna yang bukan hanya dapat menghancurkan Kerajaan Astina tetapi juga seisi jagad raya, maka para dewa turun kebumi. Mereka meminta Krisna untuk tidak membuat pralaya. Tetapi membiarkan persoalan ini diselesaikan sendiri oleh Pandawa.

Cerita ini diolah dari
Sunardi D.M, Kisah Keluarga Pandawa dan Kurawa, Jakarta: Harian Berita Yudha, 1974.

English

2. In the meeting with Krisna, the Kurawa elders (Dewi Gandari, Dastarasta, Priest Bisma, and Durna) state their support to the aim of Krisna. At that time, Krisna was accompanied by four gods namely Janaka, Ramaparasu, Kanwa, and Narada.

3. King Suyudana was silent while listening Krisna's speech and the response of Kurawa's elders. After receiving a secret sign from Karna, he excused himself from the meeting.

4. Beyond Krisna's perception, King Suyudana has prepared his troops to attack the Dwarawati troops that guard Krisna. Silently, the Astina troops locked up the Dwarawati troops. However, this movement was found out by Setyaki who reported the situation to Krisna.

5. Hearing the Setyaki's report, Krisna became angry. He excused himself from the meeting and went to the palace square. There he changed his body to be that of a mighty giant. His voice thundered through the sky.  Fire leapt out from his body. Suddenly the earth shook and the ocean boiled. All of the most powerful weapons were in his hand. Krisna proved himself as a reincarnation of God Wisnu.

6. Seeing the destructive capacity of Krisna to destroy not only Astina but also all of the world, gods came down to earth. They asked Krisna to not destroy the world. But, they asked Krisna to let Pandawa solve the problem by themselves.

Link to Cover Page

Krisna Tiwikrama