kompas.gif (981 bytes)

Jumat, 22 Mei 1998

Ketua DPR/MPR:
Soeharto Mendengar Aspirasi Masyarakat

Jakarta, Kompas


Ketua DPR/MPR Harmoko mengemukakan, Presiden Soeharto telah memenuhi permintaan pimpinan Dewan dan pimpinan fraksi-fraksi. "Pak Harto telah mendengarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan pimpinan Dewan," ujar Harmoko, ketika dicegat wartawan usai memimpin Rapat Harian DPP Golkar di, Jakarta, Kamis (21/5). Nampak hadir Ketua DPP Golkar Abdul Gafur dan Ketua Departemen Penerbitan dan Media Massa Sofjan Lubis.

Artikel Lengkap

BJ Habibie Minta Dukungan Rakyat

Jakarta, Kompas


Dalam pidato pertamanya di Istana Merdeka, Kamis (21/5) malam, Presiden BJ Habibie mengharapkan dukungan sepenuhnya dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia. "Saya mengharapkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama dapat keluar dari krisis yang sedang kita hadapi, yang hampir melumpuhkan berbagai sendi-sendi kehidupan bangsa," katanya.Habibie jadi Presiden RI setelah pagi harinya Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan itu di Istana Merdeka. Habibie mengucapkan sumpah untuk jadi presiden yang baru dari negeri berpenduduk keempat terbanyak di dunia ini.

Artikel Lengkap

POLITIK

Berbagai Pendapat tentang "Lengser Keprabon"
Guru besar Hukum Tata Negara Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr M Solly Lubis mengatakan, DPR seyogianya mengadakan sidang membahas situasi dan mengambil langkah selanjutnya sesudah Presiden mengundurkan diri. --

Penembakan Mahasiswa Trisakti Segera Dilaporkan ke Pangdam Jaya
Komandan Polisi Militer Jaya Kol CPM Hendardji mengemukakan, hasil pemeriksaan terhadap peristiwa penembakan empat mahasiswa Universitas Trisakti, 12 Mei 1998 lalu, akan dilaporkan kepada Panglima Daerah Militer (Pangdam) Jaya Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin dalam pekan ini juga. --

Mahasiswa Tetap pada Tuntutannya
Walaupun berhentinya Soeharto sebagai Presiden RI disambut gembira seluruh mahasiswa demonstran di Gedung DPR/MPR, namun mereka tetap meminta dilaksanakannya Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban dan pencabutan mandat Soeharto sebagai presiden. --

Gerakan Reformasi Masuki Masa Krusial
Gerakan reformasi kini memasuki masa krusial, menyusul mundurnya Soeharto sebagai Presiden. --

Tanggal-tanggal Penting HM Soeharto
PADA tanggal 10 Maret 1998 silam, MPR mengeluarkan Tap MPR-RI No IV/MPR/1998 berjudul "Pengangkatan Presiden Republik Indonesia".--

 

Republika.GIF (1725 bytes)

22 May 1998

Soeharto Berhenti


JAKARTA -- Terhitung mulai pukul 09.00 WIB, Kamis, 21 Mei 1998, Haji Muhammad Soeharto, 76, berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Selanjutnya, Wakil Presiden BJ Habibie, 61, menggantikannya menjadi Presiden RI.

Presiden: Saya Buka Diri terhadap Masukan dan Kritik

JAKARTA -- ''Saya menyadari tugas ini sangat berat,'' kata Presiden BJ Habibie tentang tugasnya sebagai presiden baru. Pernyataan itu dikemukakan Presiden ketika menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya di Istana Merdeka, Jakarta, tadi malam.

Detik-detik Bersejarah Mundurnya Pak Harto

JAKARTA -- Kamis 21 Mei 1998, yang bertepatan dengan peringatan hari Kenaikan Isa Almasih, menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sekitar pukul 09.00 Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatan presiden. Lima menit kemudian Wapres BJ Habibie mengucapkan sumpah sebagai Presiden RI ke-3. Isu pengunduran pak Harto telah beradar sejak Rabu sore, namun belum diperoleh konfirmasi hingga Kamis dinihari.

 

npr.gif (1214 bytes)

May 22, 1998   
Morning Edition
Stability in Indonesia? -- Host Bob Edwards talks with NPR's Julie McCarthy on the latest developments in Indonesia. Bacharuddin Jusuf Habibie has succeeded President Suharto and will serve out the remainder of the presidential term, which concludes in 2003. The announcement has met with mixed reactions from the beleaguered nation's citizenry. Critics fear that Habibie's placement represents an extension, rather than a conclusion, of Suharto's influence over the country. (4:57)

Indonesian Reaction -- Host Bob Edwards talks with Rizal Ramli, the executive director of Indonesia's ECONIT think tank, about Habibie's administration and its potential for reforms. (3:22)

All Things Considered
Jakarta Today -- NPR's Mary Kay Magistad talks with Linda about the Indonesian army's actions today. The military has ordered student protestors to vacate the Parliament building that the students have occupied for the last six days. Late Friday the students abandoned their vigil but they are still calling for reform. Despite former president Suharto's resignation and the appointment of BJ Habibie in his place, students are still calling for change: specifically, they are demanding new elections for a truly democratic government. (4:30)