 Sabtu,
16 Mei 1998
BERITA UTAMA
Presiden Bantah Katakan "Siap Mundur"
Presiden Soeharto menegaskan, pihaknya tidak pernah menyatakan siap mundur. --
Sambut Presiden untuk "Lengser Keprabon"
Perwira-perwira TNI-ABRI Angkatan 1945 dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU)
menyambut baik dan menghargai berita di berbagai media massa tentang kesediaan Presiden
Soeharto untuk lengser keprabon (turun tahta). --
Ratusan Penjarah Tewas Terpanggang
Ratusan penjarah tewas terpanggang dalam peristiwa kerusuhan yang melanda Wilayah DKI
Jakarta sepanjang Kamis (14/5). --
Harga BBM dan Tarif Listrik Dikoreksi
Pemerintah akhirnya menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik
(TDL), setelah masyarakat luas dan DPR mendesak agar keputusan kenaikan harga BBM sejak 5
Mei lalu itu ditinjau kembali. --
Penembakan di Trisakti Pakai Peluru Tajam
Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima ABRI (Menhankam/Pangab) Jenderal TNI Wiranto
mengatakan, hasil penelitian sementara tim yang dipimpin Kolonel CPM Hendardji (Komandan
Polisi Militer Kodam Jaya) terhadap kasus penembakan mahasiswa Universitas Trisakti
Jakarta telah menemukan berbagai fakta. --
Halim Padat Pengungsi Warga Asing
Puluhan WNI bergabung dengan lebih dari 300 warga asing AS, Eropa dan warga lainnya
membanjiri Bandara Halim Perdanakusuma Jumat (15/5), dalam arus evakuasi dari Ibu Kota
Jakarta yang Kamis dilanda kerusuhan. --
Meningkat, Tuntutan Sidang Istimewa MPR
Tuntutan agar segera diadakan Sidang Istimewa MPR semakin meningkat. --
|
 May
16, 1998
Morning Edition Saturday
Indonesia: Amid
mounting political pressure and riots in the streets, Indonesian President Suharto
announced that he will re-shuffle his cabinet. Brooke speaks with NPR's Julie McCarthy,
who is in Jakarta. (4:00)
Weekend All Things Considered - Saturday
Indonesia - NPR's Julie
McCarthy reports from Jakarta Indonesia on the aftermath of rioting that rocked the
capitol city earlier this week. Large areas of Jakarta have been left smoldering in
cinders, and thousands of foreign nationals are cramming the airports as governments
across the globe urge their citizens to leave the country. In an attempt to keep the calm,
President Suharto is now promising to reshuffle his cabinet. (4:30)
Living Dangerously - Weekend
All Things Considered host Daniel Zwerdling talks with Philip Koch, who was a reporter for
the Australian Broadcasting Corporation (ABC-TV) during the 1965 attempted coup in
Indonesia. Koch says the economic and political circumstances in Indonesia back then have
many parallels with what's happening now. And he takes us back to what it was like in
Indonesia on the day of the coup. (5:30)
|