kompas.gif (981 bytes)

Rabu, 13 Mei 1998

Insiden di Universitas Trisakti
Enam Mahasiswa Tewas

Jakarta, Kompas


js.jpg (18109 bytes)

Enam mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, tewas terkena peluru tajam yang ditembakkan aparat keamanan sewaktu terjadi aksi keprihatinan ribuan mahasiswa yang berlangsung di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (12/5). Keenam mahasiswa itu tertembak sewaktu berada di dalam kampus oleh berondongan peluru yang diduga ditembakkan oleh aparat yang berada di jalan layang Grogol (Grogol fly over). Puluhan mahasiswa lainnya menderita luka-luka berat dan ringan.Nama para korban adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Arsitektur, angkatan 1996), Alan Mulyadi (Fakultas Ekonomi, angkatan 96), Heri Heriyanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin, angkatan 95) luka tembak di punggung, Hendriawan (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, angkatan 96) luka tembak di pinggang, Vero (Fakultas Ekonomi, angkatan 96), dan Hafidi Alifidin (Fakultas Teknik Sipil, angkatan 95) luka tembak di kepala.

Artikel Lengkap

 

Republika.GIF (1725 bytes)

13 Mei 1998

Mahasiswa Trisakti Bentrok Dengan Aparat, 6 Orang Tewas


JAKARTA -- Enam mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti) kemarin meninggal setelah terjadi bentrokan antara aparat keamanan dengan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa menuntut reformasi yang digelar di kampus mereka. Puluhan pengunjuk rasa lainnya terluka terkena pukulan dan peluru, sebagian harus dirawat.

 

npr.gif (1214 bytes)

13 May 1998   
Morning Edition
Students Die in Indonesia Riots -- NPR's Julie McCarthy reports anti-government riots continue in Jakarta, Indonesia, where memorial services are being held for 6 Indonesian students killed by security forces during anti-government protests yesterday. (3:31)

All Things Considered
Indonesia -- NPR's Julie McCarthy reports that violent political demonstrations erupted in the streets of Jakarta, Indonesia today. Students, who have orchestrated previous protests, stayed on campus to mourn the six people killed by security forces yesterday. Today's demonstrators were non-students, something the government of President Suharto has feared for months. The demonstrations quickly became riots, with serious damage to vehicles, stores, a police station and other property. (3:30)