English Nederlands KOMPAS Online
>Minggu, 29 April 2001

Kata Hati Anak Negeri

SUNGGUH kami dalam kecemasan amat sangat. Perseteruan gerombolan elite politik menjerumuskan kami ke liang ketakutan. Dan dalam sepekan ini, kembali rasa kecemasan dan ketakutan itu, mengusik mimpi-mimpi indah kami.

Cukup sudah kami lihat eloknya perbukitan dan gunung di negeri ini, dari Sabang hingga Merauke, bersimbah darah dan linangan air mata. Kami amat lelah berlari, dikejar sang prahara yang membawa kekuasaan, siap memancung kepala kami.

Anak-anak kami menatap dengan matanya yang kosong tanpa harapan, bertanya kepada kami, apa yang telah terjadi pada ibu pertiwi. Dan sekali lagi, kami, tak mampu menjawab pertanyaan tadi. Karena kami anak kaum tersisih yang terlahir dalam kasus dan krisis yang melanda negeri ini.

Tak lagi ada tempat untuk kami berlindung, sekalipun pagar betis dan kawat duri di gedung wakil rakyat. Bahkan Tuhan seakan telah capai menolong kami, meski nada pedihnya doa, tiap detik kami lantunkan dari mulut yang perih.

Titik harapan enggan menghampiri kami, seakan terbunuh, di antara empuknya kursi kekuasaan yang membutakan hati nurani, mobil-mobil mewah dan congkaknya gedung-gedung tinggi.

Kami kelelahan, hingga kami lupa, sudah sepekan, perut kami tak terisi. Kami lemah, berbaring menatap langit tak berbintang. Malam ini, kami kembali berharap, jangan nina-bobokkan kami dalam penderitaan yang berkepanjangan, tetapi, hantarkan tidur kami dalam melodi perdamaian, agar kami dapat menuai mimpi-mimpi yang kami yakini tak terbeli. Dan tolong bangunkan kami, esok pagi, dengan kokok ayam jantan yang kami rindukan, bukan salakan senapan dan rintih kesakitan. (Eddy Hasby)

DI BAWAH MERAH PUTIH - Dalam sengatan terik mentari, seorang bapak membawa Merah Putih, menyerukan kedamaian pada kampanye simpatik di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (27/4).
Kompas/eddy hasby

 

STOP! - Hanya satu kata untuk menghentikan pertikaian elite politik, ketika sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kampud (Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Demokrasi) berunjuk rasa di Bundaran HI menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan
di Indonesia, Jumat (27/4).
Kompas/danu kusworo

 

PEMERIKSAAN - Petugas di Stasiun Senen, Jumat (27/4), memeriksa barang bawaan massa yang datang dari Jawa Timur untuk mengikuti Istigotsah Nahdlatul Ulama (NU).
Kompas/alif ichwan

 

SERUAN ANAK - Situasi Kota Jakarta yang semakin "panas" menjelang Istigotsah dan Sidang Paripurna DPR membuat sekitar tigaratusan murid Sekolah Dasar mendatangi Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dengan mengenakan kaus yang berisi ajakan untuk menciptakan perdamaian, Jumat (27/4).
Kompas/danu kusworo

 

SIAGA - Dua buruh pencabut rumput tengah asyik menikmati istirahatnya, pada saat digelarnya latihan pengamanan Ibu Kota oleh Brigade Infanteri I Pengamanan Kota Jakarta Raya di Cibubur, Selasa (24/4). Kompas/johnny tg

 

PELAYANAN SIMPATIK - Menyambut kedatangan peserta Istigotsah tanggal 29 April, dibangun beberapa pos pelayanan seperti di dekat gerbang Tol Cikopo, Cikampek, Jawa Barat. Bahkan untuk memberikan "suasana" Istigotsah, petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas di kawasan tersebut, Jumat (27/4), mengenakan peci (kopiah).       Kompas/johnny tg

 


KOMPAS Online
C o p y r i g h t   1 9 9 8   Harian Kompas