Tersebutlah Prabu Danaraja yang memerintah Negeri
Lokapala. Ia ingin mempersunting puteri Negeri Langkapura, Dewi Sukesi, yang sedang
disayembarakan. Agar niatnya berhasil, Sang Prabu memohon bantuan ayahnya, Bagawan
Wisrawa, menjadi wakil dalam sayembara itu. Konon Bagawan Wisrawa adalah seorang
pendeta yang amat sakti. Maka berangkatlah Sang Bagawan ke Langkapura.
Bagawan Wisrawapun berhasil memenangkan sayembara tersebut. Tapi
ia berubah pikiran. Ia sendiri berhasrat memperistri Dewi Sukesi dan lupa akan puteranya
sendiri. Maka kawinlah Sang Bagawan dengan puteri Langkapura itu.
Dari perkawinan itu lahirlah putera sulung, Rahwana atau Dasamuka.
Tubuhnya gagah perkasa tapi berwajah raksasa dan berwatak angkara murka. Putera kedua yang
diberi nama Kumbakarna berwajah raksasa pula, tapi berbudi luhur. Puteri ketiga berwajah
raksasi dan amat buruk wataknya. Ia bernama Sarpakenaka. Sedangkan Wibisana, sang putera
bungsu berwajah satria dan pula amat bijaksana.
Rahwana mewarisi takhta kerajaan. Ia menaklukkan
negeri-negeri lain termasuk Lokapala. Bahkan Kahyangan hendak pula ditaklukkannya. Batara
Wisnu berniat hendak memberantas kezaliman Rahwana. Maka menjelmalah ia pada seorang
pangeran Negeri Ayodya, Sang Ramawijaya
|