Ramawijaya
dan Sita tiba di Negeri Ayodya dengan selamat. Mereka tinggal dalam sebuah istana
yang amat indah. Rama dan Sita amat berbakti kepada ayahanda Raja Dasarata. Mereka pula
amat mencintai saudara-saudaranya meskipun berbeda ibu.
Pada suatu hari datanglah
utusan dari negeri Kaikeya, yaitu negeri kakek Barata, yang meminta agar Barata sudi
menengok negeri leluhurnya.
Prabu Dasarata mengijinkan. Maka
diperintahkanlah Barata serta adiknya Satrugna pergi ke negeri Kaikeya. Rama dan Sita
dengan berat hati melepas keberangkatan kedua adiknya yang amat dicintainya itu. Konon
Raja Dasarata merasa usianya telah lanjut. Ia berniat hendak menyerahkan mahkota kerajaan
kepada Rama.
Tapi
sebelum keputusan hatinya itu diumumkan, ia hendak bertanya dan meminta pertimbangan
rakyatnya. Maka di depan segenap rakyatnya Raja Dasarata menyatakan niatnya hendak
mengundurkan diri dari takhta kerajaan. Karena ia sudah berusia lanjut, maka perlulah
kiranya diganti oleh seorang raja yang lebih muda dan lebih kuat memegang tampuk
pemerintahan. Niat pengunduran dirinya itu dimaksudan agar Negeri Ayodya lebih sentosa dan
makmur di masa-masa yang akan datang.
|