Tersebutlah
Maharaja Janaka yang bertakhta di Negeri Mantilireja. Sang Raja mempunyai seorang putri
yang amat cantik jelita. Putri yang halus budi bahasanya itu bernama Sita. Setelah
Sita dewasa, Sang Raja mengadakan sayembara. Barang siapa yang mampu mengangkat busur Sang
Raja dan melengkungkannya hingga patah, ia akan dikawinkan dengan Sita.
Berpuluh-puluh
pangeran dan satria datang ke Istana Mantilireja hendak mengikuti sayembara itu. Satu
persatu mereka mencoba mengangkat busur Sang Raja, tapi tak seorang pun kuat
mengangkatnya.
Ramawijaya
dan Laksamana demi mendengar berita sayembara itu, dan atas nasehat Bagawan Wiswamitra,
berangkatlah ke Mantilireja hendak mengikuti sayembara. Setibanya di
Mantilireja, Ramawijaya diijinkan mencoba mengangkat busur pusaka itu. Ternyata kekuatan
Ramawijaya membuat Prabu Janaka kagum dan heran. Busur yang amat besar itu dengan mudah
diangkat oleh Ramawijaya,
lalu dilengkungkannya sampai patah.
|