Setelah
para raksasa terusir, Bagawan Wiswamitra beserta para cantrik kembali ke pertapaannya.
Para penduduk membersihkan puing-puing yang berserakan akibat peperangan. Rumah-rumah
penduduk yang dirusak oleh para raksasa kini diperbaiki dan dibangun lagi.
Mereka
juga mulai beternak. Sawah dan ladang yang rusak mereka cangkul dan garap
lagi. Saluran-saluran air digali pula. Tanah-tanah yang baru dibuka dijadikan tanah
garapan, dibagi-bagi dalam petak-petak persawahan, dan diairi. Benih-benih disebarkan.
Kuil-kuil
yang runtuh pun mereka bangun kembali. Di bawah pimpinan Bagawan Wiswamitra, mereka berdoa
dan menyelenggarakan upacara-upacara pemujaan. Mereka memanjatkan doa agar memperoleh
ketentraman, kemakmuran dan kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala penyakit dan
perang.
Ramawijaya
dan Laksamana kadangkala masih mengunjungi pertapaan Sang Bagawan untuk berjaga-jaga
kalau masih ada raksasa yang hendak mengganggu ketentraman penduduk.
|