Bagawan
Wiswamitra bertempat tinggal jauh dari kota Ayodya. Kedatangannya ke Ayodya kali ini
bertujuan untuk meminta bantuan agar Sang Prabu menghalau raksasa-raksasa yang sering
mengganggu ketentraman penduduk desa.
Sudah
agak lama pertapaan Sang Bagawan selalu didatangi para raksasa perusuh dari negeri Raja
Tatsaka. Mereka merusak sawah dan ladang para cantrik serta menangkap dan merampas ternak.
Jika mereka tidak mendapatkan ternak, siapapun yang ditemuinya ditangkapnya pula dan
dijadikan mangsa.
Penduduk
desa di sekitar pertapaan Sang Bagawan sudah pernah mengadakan perlawanan tetapi karena
jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah raksasa maka para raksasa itu tak dapat
dikalahkan.
Para
raksasa perusuh itu pun semakin kejam dan ganas. Prabu Dasarata amat bersedih mendengar
pengaduan Bagawan Wiswamitra. Putranda Ramawijaya dan Laksamana dipanggilnya lalu
diperintahkannya menumpas para raksasa yang membuat kekacauan di pertapaan Bagawan
Wiswamitra.
Maka
berangkatlah Ramawijaya dan Laksamana beserta pasukan Ayodya. Kedatangan para satria
Ayodya itu pun disambut oleh para raksasa dengan geram. Pasukan Ayodya berperang
dengan gagah berani sehingga para raksasa itu tumpas. Raja Tatsaka terbunuh oleh panah
Ramawijaya.
|