Prabu
Dasarata mempunyai tiga orang permaisuri yaitu Kausalya, Kaikayi, dan Sumitra. Kausalya
berputra Ramawijaya, Kaikayi berputra Barata, dan Sumitra berputra kembar, yaitu Laksamana
dan Satrugna. Sifat dan watak para putra itupun amat terpuji. Mereka adalah satria yang
berbudi luhur. Mereka amat mencintai rakyatnya sehingga rakyatnya pun amat berbakti.
Ramawijaya adalah seorang satria
yang pandai berperang. Walaupun sikapnya lemah-lembut, tetapi ia tangkas menggunakan
senjata, terutama panah. Ia rajin berlatih menggunakan panah sehingga tak ada satria lain
yang mampu mengalahkan kepandaiannya dalam memanah. Busur yang seberapapun besarnya dapat
dilengkungkan olehnya, dan sasaran yang betapapun jauhnya selalu terbidik dengan tepat.
Bala tentara Ayodya pun amat
besar dan kuat serta memiliki pasukan berkuda yang tangguh. Gajah-gajah pun digunakan
untuk berperang. Syahdan, datanglah seorang pendeta mengunjungi istana Ayodya. Ia bernama
Bagawan Wiswamitra. Karena Prabu Dasarata sangat menghargai kehidupan beragama maka
kedatangan Bagawan Wiswamitra disambut dengan segala kehormatan.
|