Setelah
menempuh hutan belukar, barisan pasukan kera tibalah di pantai selatan. Mereka
berhenti karena tidak mampu mengarungi samudra menuju Pulau Langka. Mereka mencoba
menyeberangi selat itu, tetapi ombak dan gelombang selalu memukul mereka.
Rama
segera mengambil panah pusakanya. Dilepaskannya sebuah anak panah dari busurnya menuju ke
dalam samudra. Tak lama kemudian segala macam ikan, penyu, udang dan bermacam-macam jenis
mahkluk lautan timbul ke atas permukaan samudra. Mereka mengerang kesakitan karena air
laut yang terkena panah Rama itu mendidih dan bergumpal-gumpal.
Tiba-tiba
di antara deburan gelombang muncullah secercah cahaya yang semakin lama semakin terang.
Lalu tampaklah Dewa Baruna, yaitu dewa penguasa samudra. Ia memohon kepada Rama agar air
samudra yang mendidih itu segera dapat pulih seperti sediakala. Rama bersedia, tetapi
dengan syarat Sang Baruna harus bersedia menolong menyeberangkan balatentara kera menuju
ke Pulau Langka.
|