Akhirnya Hanuman tiba di sebuah taman yang indah
permai. Burung-burung berkicau merdu di atas pohon angsoka, sedangkan di halaman berumput
kijang-kijang berkeliaran dengan amannya.
Tampak seekor burung merak menengadah karena
mendengar bunyi kicau burung yang merdu laksana nyanyian yang diiringi gamelan sorga
Lokananta. Ekor merak itu berkembang, lalu menarilah ia berputar-putar di tengah taman.
Hanuman terpesona melihat segala keindahan taman itu.
Tiba-tiba tampaklah olehnya seorang putri yang cantik jelita, duduk seorang diri di dalam
taman itu. Wajahnya pucat, tubuhnya kurus, rambutnya terurai kusut. Wajah putri itu
tepekur sayu.
|