Sebelum Hanuman berangkat, Rama menitipkan sebuah
cincin kepadanya. Jika Hanuman bertemu dengan Sita, maka cincin itu menjadi bukti bahwa
Hanuman adalah duta Rama.
Hanuman berangkatlah menuju arah selatan. Siang malam
ia melompat-lompat tak kunjung lelah di antara pepohonan. Sebagai duta ia ingin
melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya serta secepat-cepatnya.
Sesampainya di pantai selatan ia terhalang oleh
lautan. Sebagai putra Dewa Bayu ia bersemadi meminta pertolongan agar diantarkan angin
terbang ke Pulau Langka. Tak lama kemudian datanglah angin badai. Hanuman diterbangkan
tinggi-tinggi ke angkasa dan melayang menuju Pulau Langka.
Setibanya di pulau itu ia berjalan mengendap-endap,
kadang melompat-lompat melalui cabang-cabang pohon agar tidak tampak oleh raksasa penghuni
pulau itu.
|