Rama dan
Laksamana meneruskan perjalanannya. Tibalah keduanya pada sebuah telaga lalu mereka
beristirahat di tepi telaga itu. Air telaga itu amat jernih sehingga tampak ikan-ikan yang
berenang di dalamnya. Berbagai jenis ikan itu berenang kian kemari.
Ikan-ikan
tersebut bermacam-macam warnanya. Ada yang kuning keemasan, merah berkilauan, biru,
putih, dan kelabu. Udang, kepiting dan penyu tampak pula menghuni telaga itu. Bunga-bunga
teratai mekar di permukaan air telaga. Ada yang merah dan ada yang putih.
Begitu asyiknya
Rama dan Laksamana menikmati keindahan alam sehingga mereka tidak mengetahui bahwa di
belakangnya ada seekor buaya yang mengintai. Mulut buaya itu terbuka lebar-lebar dan siap
hendak menyambar.
Tetapi kedua
satria itu telah terlatih untuk menghadapi setiap bahaya. Ketika buaya itu mulai bergerak
hendak menyergap, Rama dan Laksamana segera membalikkan badan sambil meloncat menghindari
sergapan. Dengan mudah buaya itu dibunuhnya dengan senjata.
Ternyata buaya
itu adalah penjelmaan seorang dewi yang dahulu terkena kutukan dewa. Kini dewi itu
terbebas dari kutukan. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Rama dan Laksamana, dewi
itu terbang kembali ke sorga.
|