Walaupun Rama
dan Laksamana telah mengetahui siapa yang melarikan Sita, tetapi mereka belum mengetahui
nama dan letak negara raja raksasa itu. Maka mengembaralah kedua satria itu mendaki
gunung-gunung yang tinggi, menyusuri tebing-tebing yang curam, dan menuruni lereng-lereng
yang terjal.
Tiba-tiba dari
balik semak belukar muncullah makhluk yang aneh wujudnya. Tubuhnya seperti raksasa tetapi
berkepala dua. Salah sebuah kepalanya terletak pada bagian perut.
Dengan suara
mendesis-desis, raksasa itu segera menyerang Rama dan Laksamana. Sangatlah sukar bagi Rama
dan Laksamana untuk berperang karena tempat itu penuh dengan semak belukar dan akar-akar
pohon yang melintang menghambat gerak.
Rama menjauhi
tempat itu lalu dibidiknya raksasa itu dengan panahnya. Sesaat kemudian terlepaslah sebuah
anak panah dari busurnya. Anak panah itu menembus dada sang raksasa. Tiba-tiba raksasa itu
berubah menjadi dewa. Rama dan Laksamana menghampiri dewa itu lalu menyembahnya.
Dewa itu
bercerita bahwa ia dahulu terkena kutuk Hyang Siwa sehingga ia berubah menjadi raksasa
berkepala dua. Ia menyatakan terima kasihnya kepada Rama yang telah memanahnya sehingga ia
berubah kembali menjadi dewa.
|