Sita
meronta-ronta dan menjerit-jerit, tapi sia-sia. Tangan Rahwana menjadi sepuluh pasang,
begitu pula mukanya menjadi sepuluh. Itulah sebabnya ia dijuluki Dasamuka. Sita
terus berteriak-teriak menyebut nama Rama. Sita kini sadar akan kesalahannya. Ia tak
mengikuti nasehat Laksamana, bahkan berprasangka buruk terhadap iparnya itu.
Konon,
adalah seekor burung garuda, Jatayu namanya. Ia sahabat Rama. Demi mendengar nama Rama
yang dijeritkan Sita, terbanglah ia hendak memberi pertolongan. Rahwana disambarnya
berkali-kali, dipatuknya dan dicakarnya. Sita hendak direbutnya.
Rahwana
marah karenanya, lalu ia menghunus senjata. Terjadilah pertarungan di angkasa. Garuda
Jatayu terluka parah sehingga tak dapat terbang lagi. Sita yang mengetahui bahwa garuda
itu membelanya segera melepaskan cincinnya. Cincin itu lalu dilemparkannya kepada Jatayu
agar diberikan kepada Rama. Jatayu terkulai jatuh ke bumi, tubuhnya mandi darah.
|