18. Sarpakenaka
Mengadu Pada Rahwana

real.gif (626 bytes)Jerit kesakitan Sarpakenaka terdengar oleh pengawalnya, Kara dan Dusana. Betapa kaget dan marahnya kedua raksasa itu melihat junjungannya terluka parah. Keduanya segera mengancam Rama dan Laksamana untuk balas dendam. Tapi sebelum mereka dapat membalaskan dendam junjungannya, panah Rama dan Laksamana telah membunuhnya.

real.gif (626 bytes)Sarpakenaka segera lari pulang ke Langkapura. Ditemuinya Dasamuka kakaknya yang sedang beristirahat di balai peranginan. Sambil berurai air mata ia mengadukan Rama dan Laksamana yang dikatakannya telah menyiksanya di tengah hutan Dandaka.

real.gif (626 bytes)Selain itu ia membakar hati Rahwana agar menculik Sita, karena Sita seorang puteri yang cantik jelita dan pantas menjadi permaisuri. Sarpakenaka pun mengadu bahwa Kara dan Dusana telah dibunuh pula oleh kedua satria Ayodya itu.

real.gif (626 bytes)Rahwana terbakar hatinya. Ia berencana untuk membalas dendam terhadap kedua satria Ayodya itu, sekaligus hendak menculik Sita. Rahwana segera memanggil abdi kepercayaanya, Marica. Disuruhnya Marica pergi ke hutan Dandaka untuk melihat pondok tempat tinggal Rama, Sita, dan Laksamana. Marica menyatakan kesanggupannya melaksanakan tugas Sang Raja, lalu ia bertanya tugas apa yang harus dilakukannya.