Di
tengah hutan Dandaka mengembaralah pula raksasi Sarpakenaka, puteri negeri Langkapura. Ia
diiringi oleh dua raksasa pengawal yang bernama Kara dan Dusana. Demi melihat Rama
yang rupawan, Sarpakenaka segera tertarik hatinya. Ia segera menjelma menjadi seorang
puteri yang cantik, lalu ia menemui Rama.
Sebagai
seorang satria yang setia kepada isterinya, Rama menolak permintaan Sarpakenaka walaupun
ia telah menjelma sebagai puteri jelita. Ia bertanya apakah Sarpakenaka tidak tertarik
pada Laksmana.
Sarpakenaka
pun segera menemui Laksamana dan mengutarakan maksudnya. Namun Laksamana pun menolaknya,
bahkan hidung dan telinga Sarpakenaka dilukainya. Karena terluka, Sarpakenaka menjerit
kesakitan dan menjelma kembali sebagai raksasi, lalu ia lari ke dalam hutan belantara.
Peristiwa itu lebih menyadarkan Rama dan Laksamana bahwa sebagai satria banyaklah gangguan
dan godaan yang harus diatasi.
|