Di
tengah hutan Dandaka, Rama mendirikan sebuah pondok kayu. Setiap hari Rama berburu
binatang untuk persediaan makanan, sementara Laksamana mencari buah-buahan. Sita selain
menyiapkan makanan, juga mencari kembang untuk keperluan upacara pemujaan.
Rama
amat gemar berburu rusa. Pulang dari perburuan, rusa itu disembelih lalu dagingnya
diiris-iris dan dijemur agar kering. Sita selalu menjaga daging rusa yang sedang dijemur
itu. Tapi burung-burung gagak senantiasa mencium baunya. Beramai-ramai mereka
menyambar jemuran daging itu hingga habis.
Pada
suatu hari Rama tidak pergi berburu karena dia ingin tahu binatang apakah yang selalu
mencuri dan menghabiskan jemuran dagingnya. Diapun mengintai. Ternyata burung-burung
gagaklah yang mencurinya. Sambil berlindung Rama membidik burung-burung pencuri itu dengan
panah. Satu persatu burung-burung pencuri itu terkena anak panah dan tubuhnya jatuh
berserakan. Sejak itu jemuran daging Sita tak ada lagi yang mencuri.
|