Sekembalinya
Barata ke Ayodya, Rama beserta Sita dan Laksamana meneruskan pengembaraanya. Mereka
mengunjungi tempat pemujaan dan melakukan berbagai upacara. Mereka memuja Dewa Indra yang
menguasai mega, mendung dan hujan, Dewi Agni yang menguasai api, Dewa Kuwera yang
menguasai kekayaan, Dewa Wiwasata yang menguasai langit biru, Dewa Bayu yang menguasai
angin, Dewa Waruna yang menguasai lautan, dan juga Dewa Yama yang menguasai kematian.
Rama,
Sita dan Laksamana juga mengunjungi para pertapa dan meminta petuah serta nasehat sebagai
bekal kesempurnaan hidup. Mereka juga mengunjungi Sang Agastya, seorang pertapa yang
sakti. Tetapi dalam pengembaraanya itu mereka pun sering menjumpai raksasa yang menganggu
ketentraman.
Pada
suatu ketika mereka dicegat oleh Raksasa Wirada yang hendak menculik Sita. Tapi sebelum ia
berhasil melaksanakan niatnya, panah Rama telah mendahului bersarang di dada raksasa itu
Selama
dalam pengembaraan, disamping membinasakan raksasa-raksasa jahat, Rama, Sita dan Laksamana
juga berbuat kebaikan dan menolong orang-orang desa yang memerlukan perlindungan. Sebagai
seorang satria, Rama ingin mengabdikan hidupnya bagi perikemanusiaan.
|