Barata
dan Satrugna demi mendengar kematian ayahandanya segera pulang ke Ayodya. Mereka pun amat
bersedih karena Rama, Sita dan Laksamana tengah hidup dalam pembuangan. Ketika Barata
hendak diangkat sebagai raja, ia pun menolak, bahkan ia hendak mencari Rama agar sudi
pulang ke Ayodya dan segera duduk di singgasana.
Atas
petunjuk Bagawan Wasista, Barata dan Satrugna berhasil menemui Rama, Sita dan Laksamana di
tengah hutan. Dipeluknya kaki Rama, lalu meminta agar Rama segera pulang dan naik ke
singgasana kerajaan. Tapi Rama menolak karena ia hendak memenuhi perintah ayahandanya,
yaitu hidup dalam pembuangan selama empat belas tahun. Barata disuruhnya kembali ke Ayodya
untuk menjaga istana yang kosong.
Barata
pun kembali ke istana. Dibawanya serta terompah Rama yang akan ditaruh di atas singgasana
sebagai perlambang keberadaan Rama di sana. Di negeri Ayodya, Barata memerintah atas nama
kakaknya, Ramawijaya.
|