Raja
Dasarata amat sedih hatinya karena ditinggal oleh Rama, Sita dan Laksamana. Malam hari ia
tak dapat tidur karena teringat akan pengalamannya sendiri dikala masih muda. Maka
pengalamannya itu diceritakanlah kepada Kausalya.
"Kausalya,
kala aku masih muda, aku amat pandai memanah. Pada suatu malam aku mengendarai
keretaku di sepanjang Sungai Serayu. Kala itu banyak binatang seperti gajah, harimau dan
kijang sering minum di tepi sungai. Walaupun aku tak bisa melihat tubuh binatang itu, aku
dapat membidiknya dengan panahku. Hanya dari mendengar suara binatang itu saja aku dapat
memanahnya.
Suatu
saat aku mendengar sebuah suara, lalu kupanah. Ternyata itu bukanlah seekor binatang tapi
seorang pemuda. Sambil mengerang kesakitan ia minta kepadaku agar pasu yang berisi air di
sampingnya aku antarkan kepada kedua orang tuanya yang buta. Ia pun segera tewas karena
panahku.
Pasu
itu lalu kuantarkan kepada orang tua pemuda itu. Mereka sedang kehausan. Lalu kuceritakan
peristiwa yang kualami seraya kuminta maafnya atas kesalahanku. Dan orang tua itu pun
meramalkan bahwa aku kelak akan merasakan betapa pedihnya ditinggalkan anak yang
kucintai." Sehabis bercerita demikian, Raja Dasarata pun wafat.
|