Link to Cover Page

Thema and Perayaan

Saraswati.jpg (16683 bytes)
Kayon

 2. Unlike the Javanese Wayang, in every Balinese Wayang's performance only one of the main values (such as heroism,  committment to the duty, or honesty) is confirmed. In one performance, only a fragment of the story is narated. This fragment is the most relevant one to represent the main value to be communicated. For example, in substantiating the value of respect to the teacher, the fragment of the story of Dewaruci --where Bima conducts a  dangerous adventure into the ocean in order to follow Durna's order-- would be suitable.

 sangut_delem.jpg (11291 bytes)

Tualen_merdah.jpg (11425 bytes)

English

1. Theme of the story of Balinese Wayang is mainly about the struggle between the truth versus evil.  Commonly, the main characters (Pandawa, Rama, etc.) need to face critical challenge to achieve their aims. Because of their full-hearted action (combined with asceticism/meditation), and with the blessing of the gods (in the form of supernatural weapons or force), they can defeat the atrocity.

bbima.jpg (10986 bytes)

raksasa2.jpg (11210 bytes)

3. The theme of Balinese Wayang is often closely related with certain ceremonies or celebration being conducted. For example, if a wayang performance is aimed at celebrating a wedding ceremony, the Arjuna Wiwaha (the wedding of Arjuna) or Ramayana stories will be chosen.   If the performance is conducted for the purification ceremonies, the story will be closely related, such as Calon Arang. In this story, Priest Bharadah purifies the kingdom by defeating the evil-doer, Walu Nateng Dirah.

Indonesian

1. Dalam wayang Bali, thema dari cerita biasanya berkisar pada pergulatan antara kebenaran melawan kebathilan. Biasanya, figur-figur utama (Pandawa, Rama, dll) harus melalui ujian yang berat untuk dapat mencapai tujuan. Dengan ketekunannya (biasanya melalui tapa), dengan anugrah para dewa (dalam bentuk senjata ataupun kekuatan supernatural) para tokoh itu dapat memerangi kejahatan.

2. Tidak seperti wayang Jawa, setiap pertunjukan wayang Bali biasanya menekankan pada salah satu sifat utama seperti kepahlawan, ketaatan pada tugas, atau tentang kejujuran. Dalam satu pertunjukan, hanya fragmen dari satu cerita yang diambil. Fragmen tersebut adalah bagian yang paling dapat mewakili sifat utama yang hendak dikomunikasikan. Sebagai contoh,   untuk menunjukkan sifat ketaatan pada guru, dari kisah Dewaruci akan ditekankan fragment perjalanan Bima yang sangat berbahaya ketengah lautan untuk memenuhi perintah guru Durna.   

3. Thema pertunjukan tertentu biasanya sangat berkaitan dengan perayaan yang sedang berlangsung. Sebagai contoh, kalau pertunjukan wayang diselenggarakan dalam rangka upacara perkawinan, maka cerita yang dipilih umumnya adalah Arjuna Wiwaha atau cerita Ramayana. Kalau pertunjukan wayang diselenggarakan berkaitan dengan upacara pensucian, maka cerita yang dipilih biasanya adalah cerita Calon Arang. Dalam cerita ini, Empu Bharadah mensucikan kerajaan dengan mengalahkan Walu Nateng Dirah.

Link to Cover Page

Thema and Perayaan