

2. The Center:
The Kayon "Tree"/ Gunungan "Mountain" is (1) a marker of time: placed
stage center to show the different sections of the performance; (2) a marker of space:
stands for palace, forest, mountain, wind, etc; (3) a marker of transition/center: where
all worlds overlap (Meru, Gong, etc) |
The
Character of Wayang
by Patricia Henry
1. Wayang represents the intersection/coincidence of different worlds: (1) Hindu
gods (esp. Shiva), who aid and interfere with both the Kaurava and Pandava; (2) The heroes
(from Indian epics), the Pandavas (associated with the dalang's right side) and the
Kaurava (associated with the left); (3) The Demons, opposing both sides; (4) The clowns,
aiding both sides; Semar, the clown who aids the Pandavas, is older and more powerful than
the gods
Punakawan


Kayon
|
Karakter dari
Wayang
Oleh Patricia Henry
1. Wayang merupakan pertemuan dari berbagai dunia: (1) Dewa2 Hindu (khususnya
Shiwa) yang membantu dan melibatkan diri baik pada Kurawa maupun Pandawa; (2) Pahlawan2
dari cerita India), Pandawa (Kanan), dan Kurawa (Kiri); (3) Setan2 yang melawan kedua
kelompok itu; (4) Para punakawan yang membantu kedua kelompok itu; Semar adalah Punakawan
yang lebih tua dan sakti daripada para dewa.
2. Tengah: Pohon Kayon/ Gunungan adalah (1) pertanda dari waktu: ditancapkan
ditengah layar untuk menunjukkan bagian-bagian yang berbeda dalam pertunjukan; (2)
pertanda dari ruang: menggambarkan istana, hutan, angin, dan lain-lain; (3) pertanda untuk
transisi/tengah: dimana semua dunia/alam saling tumpang tindih (Meru, Gong dan
lain-lainnya) |