Link to Cover Page

Gamelan in Wayang


smalljava.JPG (7554 bytes)

1. Gamelan adalah alat music dalam pertunjukan wayang. Dalam pertunjukan wayang Jawa, alat music ini terdiri atas paling tidak 15 jenis instrumen yang berbeda, kebanyakan terbuat dari perunggu dan berbagai macam perkusi. Suling, kendang, rebab, dan gambang adalah pengiring pertunjukan yang bukan perkusi dan tidak terbuat dari perunggu.

1. The Gamelan is the musical instruments. In the Javanese Wayang, these instruments nowadays consist of at least 15 different types, mostly made of bronze and generally of the percussion type, mostly made of bronze and generally of the percussion type; a small bamboo flute (suling), one or two horizontal drums on wooden stands (kendang), a two stringed violin-like instrument (rebab) and a wooden xylophone (gambang) are the non percussion and/or non-bronze musical instruments used to accompany a wayang purwa performance.

Indonesian

2. Kothak terbuat dari kayu. Biasanya, kothak berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan wayang dan alat pertunjukan yang lain seperti kelir, chempala, dan kepyak. Untuk dapat menyimpan sekitar 200 buah wayang, ukuran panjangnya bisa mendekati 150 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 60 cm (dengan tutup kothak terpasang).

3. Cemphala atau pemukul kayu biasanya dibuat dari kayu teak. Ada dua macam cemphala, yang satu berukuran hanya separuh dari yang lain. Yang lebih besar berukuran sekitar 20 cm dengan diameter berukuran 5 cm. Biasanya benda ini dipegang dengan tangan kiri si dalang. Chemphala digunakan untuk memukul kothak yang menimbulkan efek dan isyarat yang dibutuhkan.  Apabila kedua tangan si dalang sibuk memainkan wayang, maka dia menggunakan chempala yang kecil untuk keperluan yang sama dengan menjepitkannya pada jari kaki kanan sang dalang. Untuk itu, ia biasanya duduk bersila, dengan kaki kanan menyilang pada paha kiri. Seperti yang dijelaskan diatas, suara ketukan bukan hanya melahirkan efek suara, tetapi juga berfungsi sebagai tanda dari dalang untuk para musisi yang memainkan melodi, untuk memperlambat atau mempercepat ritme (irama), untuk memperkeras atau mengecilkan bunyi musik, atau menghentikannya.

4. Kepyak terbuat dari logam. Biasanya ia terbuat dari tiga kepingan perunggu dengan panjang 15 cm. dan lebar 10 cm. didukung oleh tali kecil atau rantai yang diikat pada bagian luar kothak. Dalang  akan memukul-mukul kepyak dengan chempala yang dijepit pada jari-jari kaki kanannya. Fungsi utama dari alat ini adalah untuk menimbulkan efek bunyi; tetapi kadangkala ia berfungsi untuk memberikan tanda pada para pemain gamelan.

English

2. The kothak or wooden chest. The kothak normally functions as a storage box for the wayang puppets and other equipment such as the kelir, chempala and kepyak. To store a professional set consisting of around 200 puppets, its measurement should be approximately 150 cm. long, 80 cm. wide and 60 cm. high (with lid on).

3. The chempala or wooden knockers are usually made of teak wood. There are two kinds, one about half size of the other. The larger of these is approximately 20 cm. long with a diameter of about 5 cm. This is usually held in the dalang's left hand, is used to knock the kothak to produce the sound effects and coded orders he requires. When his two hands are busy manipulating the puppets, he uses the small chempala for the same purpose by holding it between the toes of his right foot, for he sits cross-legged, his right foot crossing his left thigh. As mentioned above, the knocking sounds not only produce sound effects, but also serve as the coded orders/signals of the dalang, orders to the musicians on what melodies to play, to slow down or quicken the rythm, to play it loudly or softly, or stop the music.

4. The kepyak or metal rappers. This is usually made of three pieces of bronze plate measuring approximately 15 cm. long and 10 cm. wide suspended on small cords or chains to the outer side of the kothak. The dalang hits it with the toes of his right foot or with the small knocker held between the toes of his right foot. The function of this tool is mainly to produce sound effects; occassionally it functions as a chempala in giving the coded signals.

Bahan ini diambil dari
Pandam Guritno, Wayang Purwa Program (Festival of Indonesia: USA 1990-1991), Indonesia: Studio'80 Enterprise, 1991.

Link to Cover Page

Gamelan in Wayang