Link to Cover Page

Dewa Ruci


1. Pendawa dan sepupunya yang jahat, Kurawa, adalah
murid-murid dari Begawan Durna. Pendeta ini kemudian menjadi penasehat
dari Kurawa, memerintahkan Pendawa,
dalam hal ini Bima, untuk bertemu dengan Dewa Ruci.

1. The Pendawas and their evil cousins, the Kurawas,
have as their preceptor the Priest Durna.
Later the priest serves the king of Kurawas and has to advise the Pandawas,
in this case, Bima goes to meet his doom.


dewaruci.jpg (11789 bytes)

Bima Bertemu dengan Dewa Ruci
Bima Meets Dewa Ruci

Indonesian

2. Bima diutus untuk mencari "air kehidupan" yang dianggap terdapat di pegunungan Reksa Muka (simbol dari lima indera manusia). Bima tidak menemukan benda tersebut. Tetapi ia bertemu dengan raksasa kembar yang hampir saja membunuhnya. Kedua raksasa tersebut kemudian berubah wujud menjadi dewa-dewa yang memberi tahu Bima bahwa air kehidupan tidak terdapat di tempat itu.

3. Bima kembali untuk menemui Durna untuk meminta tambahan keterangan. Durna mengatakan bahwa air kehidupan itu terdapat di dasar lautan. Bima kemudian mohon pamit pada ibu dan saudara-saudaranya untuk mengembara. Meskipun mereka menahannya, Bima tetap berangkat. Ketika memasuki lautan, dia diserang oleh seekor ular besar yang hampir membunuhnya, tetapi dengan kekuatan kuku Panchanakanya, dia dapat membunuh ular tersebut. Makin dalam memasuki lautan, Bima menjadi tidak sadarkan diri. Ketika ia membukakan matanya, ia melihat mahluk seperti dirinya, tetapi dalam ukuran kecil yakni DEWA RUCI.

4. Dewa Ruci meminta Bima untuk masuk kedalam badannya, melalui telinga kirinya. Walaupun dewa ini sangat kecil, tetapi Bima dapat masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci dan menemukan dirinya berada pada suatu dunia yang sangat mengagumkan, damai, dan indah, dimana ia merasa sangat nyaman dan karena itu Bima ingin tetap tinggal disana. Dewa Ruci kemudian menjelaskan makna dari apa yang dilihatnya dan makna dari kehidupan. Menjawab keinginan Bima untuk tinggal disana, Dewa Ruci mengatakan ia boleh tinggal disana setelah kematiannya. Tetapi untuk saat ini, ia harus kembali ke bumi bersama dengan saudara-saudaranya untuk melaksakan kewajiban sebagai ksatria. Bima mengikuti Dewa Ruci dan kembali ke dunia nyata untuk melanjutkan perlawanannya memerangi kejahatan, membela saudara-saudaranya melawan Kurawa.

English

2. Bima is sent to search for the "water of life" which is supposed to be found in the mountain Reksa Muka (symbolising the five senses). Bima does not find it there Instead he meets two twin-ogres who almost kill him but are killed by Bima. The  two turn out to be gods who inform Bima that the water of life is not to be found there.

3. Bima returns to Durna to ask for more information. Durna says that the water of life can really be found in the center of the ocean. Bima asks permission from his mother and brother to go on his further search. Against their objection he leaves for the seashore. Entering the ocean he is attacked by a giant serpent which almost kills him, but his powerful talons, the kuku Phancanaka (the name of Bima's powerful and sharp tumbnails), rip apart and kill the snake. Going deeper and deeper into the water, Bima loses consciousness when he is drowned, finally opening his eyes to see a miniature of himself who calls himself DEWA RUCI (the miniscule god).

4. Dewa Ruci asks Bima to enter his body through his left ear. Although the god is so small, Bima succeeds to enter him and finds himself at the center of a marvelous world, serene and beautiful, in which he feels so at home so that Bima wants to stay there forever. He is told by Dewa Ruci the meaning of whatever he sees and the meaning of life. Regarding Bima's wish to stay there, Dewa Ruci says that he may stay there after his death, but for the time being he has to return to earth, to be among his brothers fulfilling their duty as knights. Bima obeys Dewa Ruci, and is returned to the physical world to continue his struggle against evil, defending his kinsmen against Kurawa.

Cerita ini disadur dari
Pandam Guritno, Wayang Purwa Program (Festival of Indonesia: USA 1990-1991), Indonesia: Studio'80 Enterprise, 1991.

Link to Cover Page

Dewa Ruci