Kamis, 21 Mei 1998


Selamat Datang Pemerintahan Baru

* 11 Menteri Ekuin Mundur

Jakarta, Kompas

Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan muslim Nurcholish Madjid Kamis (21/5) dini hari tadi menyatakan, "Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru". Keduanya menyambut pemerintahan transisi yang akan menyelenggarakan pemilihan umum hingga Sidang Umum MPR untuk memilih pemimpin nasional yang baru dalam jangka waktu enam bulan.Pada Kamis (21/5) dini hari pula tersiar kabar bahwa Presiden Soeharto akan mengumumkan susunan Kabinet Reformasi hari Kamis pagi ini. Sesudah mengumumkan kabinet baru itu, Presiden Soeharto akan menyampaikan suatu pengumuman penting. Pengumuman penting itu digambarkan oleh sebuah sumber sebagai "kejutan". Bahkan terbuka kemungkinan Pak Harto menyerahkan jabatan presiden kepada BJ Habibie.

Sementara itu, sebanyak 11 menteri di lingkungan ekonomi, keuangan, dan industri (Ekuin) Kabinet Pembangunan VII hari Rabu (20/5) malam menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Soeharto. Hanya sekitar dua menteri Ekuin yang tak mengundurkan diri, yakni Menperindag Mohamad Hasan dan Menteri Keuangan Fuad Bawazier. Keduanya menunggu pengumuman reshuffle kabinet.

Sebuah sumber mengungkapkan, surat pengunduran diri disampaikan secara bersama-sama setelah para menteri itu berkumpul di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jl Taman Suropati kemarin malam sekitar pukul 20.00 WIB.

"Mereka berkumpul untuk menandatangani surat pengunduran diri bersama. Setahu saya, surat itu dikirimkan langsung ke Presiden sekitar pukul 20.00 WIB," ujar sumber itu. Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita selaku koordinator dari para menteri di lingkungan Ekuin dilaporkan memimpin para menteri untuk mundur dari jabatannya.

Mundurnya para menteri di lingkungan Ekuin merupakan gelombang kedua yang diterima Presiden Soeharto. Sebelumnya surat pengunduran diri sudah disampaikan Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya (Menparsenibud) Abdul Latief.

Presiden Soeharto hingga kini belum menjawab permohonan mundur yang disampaikan Abdul Latief. Menteri Negara Sekretaris Negara Saadillah Mursjid hari Senin lalu menjelaskan, Presiden sedang mempertimbangkan permohonan yang diajukan Latief, dan dalam waktu dekat akan segera menyampaikan jawabannya.

Sebanyak 16 menteri yang berada di lingkungan Ekuin adalah Menko Ekuin/Kepala Bappenas Ginandjar Kartasasmita, Menteri Keuangan Fuad Bawazier, Menperindag Mohamad Hasan, Menteri Pertanian Ny Justika Sjarifudin Baharsjah, Mentamben Kuntoro Mangkusubroto, Menteri Kehutanan dan Perkebunan Sumahadi, Menteri Pekerjaan Umum Rachmadi Bambang Sumadhijo, Menteri Perhubungan Giri Suseno Hadihardjono, Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil Subiakto Tjakrawerdaya, Menteri Tenaga Kerja Theo L Sambuaga, Menteri Negara Investasi/Ketua BKPM Sanyoto Sastrowardoyo, Menteri Perumahan Rakyat dan Pemukiman Akbar Tandjung, Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng, Menteri Transmigrasi dan Perambah Hutan AM Hendropriyono, Menteri Negara Pangan, Hortikultura dan Obat-obatan Haryanto Dhanutirto, serta Menparsenibud Abdul Latief yang telah mengundurkan diri.

Namun sejauh ini, dari nama-nama tersebut belum diketahui pasti siapa gerangan yang mengundurkan diri.

Sejumlah sumber yang dapat dipercaya membenarkan bahwa hampir semua menteri Ekuin yang berada di bawah koordinasi Menko Ekuin/Kepala Bappenas Ginandjar sudah mengundurkan diri dari Kabinet Pembangunan VII. "Tak usah lagi memikirkan Komite Reformasi ataupun Kabinet Reformasi, karena semuanya sudah bubar, sudah mengundurkan diri," ujar sumber dari kalangan usahawan yang dekat dengan pemerintahan.

Dua menteri yakni Menkeu Fuad Bawazier dan Menperindag Mohamad (Bob) Hasan di antara jajaran menteri Ekuin yang tidak bersedia mengundurkan diri. Kompas yang mencek ke Bappenas sampai pukul 22.30 WIB mendapatkan Gedung Bappenas sudah sepi. Sejumlah sumber menyebutkan, para menteri jajaran Ekuin semalam berkumpul di kediaman Wapres BJ Habibie.

Sumber lainnya menegaskan, para menteri Ekuin sudah bersama-sama menyatakan mengundurkan diri sekitar pukul 20.00 WIB dan menyatakan tidak bersedia bergabung dalam Kabinet Reformasi. Sumber ini menegaskan, sejauh ini yang bisa dikonfirmasi mundur adalah Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita, Mentamben Kuntoro Mangkusubroto dan Menpera Akbar Tandjung.

Sedangkan sumber lain yang juga dekat dengan pemerintahan mengemukakan, bahwa sebenarnya sudah 14 menteri Kabinet Pembangunan VII yang sudah mengundurkan diri tadi malam.

Menteri-menteri Kabinet Pembangunan VII dilantik 16 Maret 1998 menyusul terpilihnya Presiden Soeharto dan Wapres BJ Habibie oleh MPR. Jumlah menteri Kabinet Pembangunan VII seluruhnya 36 orang termasuk Gubernur Bank Indonesia dan Jaksa Agung.

Kompas sampai pukul 23.45 WIB tidak berhasil menghubungi para menteri Kabinet Pembangunan VII, khususnya menteri-menteri Ekuin guna mengkonfirmasi berita ini. Telepon genggam Mentamben Kuntoro Mangkusubroto maupun Menhub Giri Suseno Hadihardjono yang dihubungi hanya mendapat jawaban tidak bisa dihubungi. Sementara Mennaker Theo L Sambuaga tidak berada di rumah sejak pukul 15.00 WIB. Menurut istrinya, Mennaker juga membawa dua telepon genggam miliknya.

Theo juga belum berada di rumah ketika dihubungi pukul 00.15 WIB. "Belum pulang dan sejauh ini belum pernah menghubungi rumah. Kami tidak tahu di mana keberadaannya," ujar istri Mennaker yang dihubungi per telepon.

Demikian juga Menkeu Fuad Bawazier dan Meninves Sanyoto Sastrowardoyo yang dihubungi tidak berada di tempat. Arsad yang mengaku karyawan di kediaman Menkeu mengatakan, Fuad meninggalkan rumah sejak tadi siang dan tidak meninggalkan pesan. "Beliau hanya mengatakan kalau ada yang menelepon silakan tinggalkan nomor telepon, sehingga bisa dihubungi kembali," ujar Arsad yang dihubungi sekitar pukul 23.55 WIB. (ast/tom/ppg/boy/ee/gun)