Rabu, 20 Mei 1998


Imbauan Jenderal Senior ABRI

Jaga agar Aksi Tetap Damai, dengan Kawalan ABRI

Jakarta, Kompas

Di antara puluhan ribu mahasiswa dan delegasi-delegasi masyarakat lainnya yang memadati gedung DPR/MPR, Selasa (19/5), tampak pula para purnawirawan jenderal yang menuntut penyelenggaraan Sidang Istimewa MPR sesegera mungkin dan pengunduran diri Presiden Soeharto.

Mereka juga mengharapkan agar aksi damai masyarakat dan mahasiswa pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei hari ini bisa berlangsung damai dengan kawalan ABRI. Selain itu, kelompok pemuda yang tidak mendukung reformasi hendaknya jangan dihadap-hadapkan dengan mahasiswa untuk menghindarkan terulangnya tragedi bangsa.

Para senior ABRI, Letjen TNI (Purn) A Kemal Idris, Letjen TNI (Purn) Ali Sadikin, Letjen TNI (Purn) Kharis Suhud, Letjen TNI (Purn) Solihin GP dan banyak jenderal lainnya menemui pimpinan DPR yang dalam waktu bersamaan sedang mengadakan rapat pimpinan. Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPR Syarwan Hamid (F-ABRI) dan Abdul Gafur (F-KP).

Kemal Idris menegaskan, masyarakat juga dibingungkan dengan bertentangannya pernyataan pimpinan DPR/MPR yang meminta agar Presiden Soeharto mundur dengan pernyataan Menhankam/Pangab yang mengatakan pernyataan tersebut merupakan pernyataan individu. "Kami berharap ABRI ikut menyelamatkan bangsa ini," ujar Ali Sadikin.

Para jenderal purnawirawan juga meminta agar mahasiswa, masyarakat dan semua pihak mewaspadai peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei hari ini. "Kita berharap semua berlangsung dalam suasana aman dan damai," kata Kemal Idris. Menurut dia, hari Rabu ini seluruh masyarakat, mahasiswa akan berkumpul di Taman Monas.

Jenderal-jenderal senior ABRI itu mendengar kabar bahwa aksi damai mahasiswa dan masyarakat tersebut akan dihadapkan dengan organisasi kepemudaan lain. "Jika antarmereka berhadap-hadapan maka kita khawatir akan terjadi kekacauan yang merugikan bangsa," kata Kemal.

Semestinya aksi damai Rabu ini tidak menjadi medan tempat pertentangan antara masyarakat dan mahasiswa pro-reformasi dengan organisasi kepemudaan antireformasi dan tetap mendukung Presiden Soeharto.

Ali Sadikin mengharapkan agar para pemuda yang masih menolak reformasi segera terketuk hati nuraninya demi masa depan bangsa. "Janganlah menjadi pemuda yang membela kepentingan pribadi atau golongan tertentu," katanya. (ush)