Selasa, 19 Mei 1998


WNA Masih Antre Tinggalkan Indonesia

Jakarta, Kompas

Sampai saat ini Ditjen Perhubungan Udara telah mengeluarkan 116 flight approvals untuk penerbangan khusus (carter) guna mengevakuasi warga negara asing yang akan meninggalkan Indonesia. Mayoritas pesawat khusus ini adalah pesawat komersial asing dengan tujuan Jakarta-Singapura atau Jakarta-Hongkong.

Dirjen Perhubungan Udara, Zainuddin Sikado, mengatakan hal itu di sela-sela rapat kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Perhubungan, di Jakarta, Senin (18/5). Jumlah permintaan flight approvals ini masih bisa bertambah, karena sampai saat ini gelombang keberangkatan warga negara asing yang kembali ke negaranya masih terus berlangsung.

Jumlah maskapai penerbangan Indonesia yang meminta flight approvals sangat kecil dibanding maskapai penerbangan asing. Mereka itu diizinkan untuk terbang dari point to point. Pesawat khusus itu berangkat dari luar negeri dalam keadaan kosong (tidak membawa penumpang) dan kembalinya ke negara lain mengangkut penumpang yang akan dievakuasi.

Sebelumnya, Kepala Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU), Harry Bhakti, mengatakan, Ditjen Perhubungan Udara telah mengeluarkan 164 flight approvals untuk penerbangan khusus itu. Empat di antaranya adalah pesawat milik penerbangan nasional yang dicarter oleh penumpang warga negara asing.

Sementara itu, Direktur Niaga Garuda, Sudarso Kaderi menjelaskan, sampai hari Minggu lalu ada tiga pesawat Garuda yanag dicarter untuk mengangkut warga negara asing ke Singapura. Jenis pesawat yang dicarter tersebut adalah Boeing B737-300 dengan sewa 5.000 dollar AS/jam.

Namun mengingat sulitnya memperoleh flight approvals dari negara tujuan, menurut Sudarso, akhirnya Garuda memutuskan tidak lagi menyediakan pesawat carter. Sebaliknya, Garuda akan membantu pengangkutan penumpang asing dengan memperbesar kapasitas tempat duduk pesawat. "Jadi pesawat dengan tujuan Singapura diganti dari B-737 menjadi B-747 dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 400 seat," kata Sudarso.

Pertimbangan lain tidak menyediakan lagi pesawat carter supaya tidak mengganggu penerbangan reguler. "Di samping itu, kita juga kesulitan memperoleh slot baru untuk mendarat bagi pesawat tambahan," ujarnya.

Sedangkan untuk penerbangan Merpati, Direktur Niaga Merpati, Indra Setiawan, menjelaskan, sampai saat ini sudah ada beberapa pesawat jenis F-28 yang dicarter untuk mengevakuasi penumpang asing ke Singapura dan Hongkong. Biaya sewa sekitar 3.500 sampai 4.000 dollar AS/jam. Selain Garuda dan Merpati, ada dua pesawat Boeing 737-200 Mandala dicarter untuk evakuasi warga asing.

Dari pemantauan Kompas di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, masih terlihat ratusan warga negara asing yang antre untuk meninggalkan Indonesia. Untuk mempermudah pelayanannya, beberapa kedutaan besar negara sahabat, antara lain Jepang dan Singapura, "terpaksa" membuka counter. Menurut petugas counter Singapura, staf kedutaan Singapura belum ada yang kembali.

Sedangkan warga negara Jepang yang telah kembali ke negaranya pada hari Senin sedikitnya diangkut dengan delapan bus. Hari itu Japan Air Line (JAL) mengerahkan 12 special flight ke Jakarta. Padahal penerbangan JAL ke Jakarta dalam keadaan normal hanya lima kali seminggu. (ds/hw/ose)