Selasa, 19 Mei 1998


Kronologi Krisis

1997

8 Juli: Awal krisis ekonomi dan moneter. Nilai rupiah terhadap dollar mulai merosot

6 Oktober: Kurs dollar mencapai Rp 3.845 setiap dollar AS

8 Oktober : Pemerintah berniat meminta bantuan finansial IMF

31 Oktober : IMF umumkan paket bantuan keuangan senilai 23 milyar dollar AS

1 November: Pemerintah melikuidasi 16 bank

10 November:

    * Presiden memanggil lima menteri dan Gubernur BI untuk membicarakan mengatasi gejolak moneter.

    * Menkeu Mar'ie Muhammad jelaskan keterangan pemerintah mengenai perkembangan ekonomi Indonesia di DPR.

1998

6 Januari :

    * Pemerintah menyampaikan RAPBN 1998/1999 yang dinilai masyarakat sebagai berat, rawan, dan penuh risiko dengan kurs dollar Rp 4.000 terhadap rupiah.

    * Presiden menyatakan, "Badai pasti berlalu".

    *Aksi-aksi mahasiswa terus berlangsung.

    * Harga barang kebutuhan pokok terus naik, tak menentu.

9 Januari : Masyarakat memborong bahan pokok di pasar swalayan dan pasar-pasar tradisional

16 Januari : Presiden Soeharto tanda tangani kesepakatan dengan Direktur Pelaksana IMF Michael Camdessus

10 Maret : Presiden Soeharto terpilih sebagai Presiden RI 1998-2003 untuk ke tujuh kalinya.

11 Maret : Presiden ucapkan sumpah jabatan. "Lima tahun nanti saya akan sampaikan pertanggungjawaban" katanya.

13 Maret : Pangab peringatkan aksi mahasiswa jangan anarkis dan destruktif.

14 Maret :

    * Susunan Kabinet Pembangunan VII diumumkan.

    *Aksi mahasiswa terus berlangsung dan terjadi bentrokan dengan aparat.

23 Maret : Bentrokan di Universitas 11 Maret Solo. Sebanyak 25 orang mahasiswa luka.

24 Maret: Mahasiswa datangi Komnas HAM memprotes kekerasan yang dilakukan aparat terhadap aksi-aksi mereka.

3 April : Insiden Yogyakarta. Petugas bertindak tegas menghadapi aksi unjuk rasa di UGM.

5 April : Mendikbud Wiranto melarang aksi di kampus

11 April : Pangab berdialog dengan 32 organisasi kepemudaan

15 April : Mahasiswa se-Jabotabek, lebih dari 30 kampus mengadakan aksi serentak yang diikuti ribuan mahasiswa.

17 April : Presiden menyatakan aksi mahasiswa jangan mengganggu proses belajar mengajar.

18 April : Pemerintah, sejumlah menteri dan Pangab melakukan dialog dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat di PRJ Kemayoran

1 Mei : Presiden katakan reformasi politik baru bisa dimulai tahun 2003 ke atas, sesuai dengan GBHN yang telah disepakati

2 Mei :

    * Menpen dan Mendagri menjelaskan kembali soal reformasi tahun 2003. "Presiden justru sampaikan langkah yang jelas untuk reformasi yang konstitusional," katanya.

    *Aksi keprihatinan di berbagai kampus melibatkan puluhan perguruan tinggi dan ribuan mahasiswa. Insiden berdarah terjadi di IKIP Jakarta, 33 mahasiswa IKIP luka serius, puluhan cedera.

4 Mei :

    * Pemerintah menaikkan harga BBM dan listrik. DPR menolak. Harga-harga terus membubung.

    *Kerusuhan terjadi selama tiga hari di Medan dan sekitarnya. Enam orang tewas.

8 Mei : Moses Gatutkaca tewas dengan kepala luka dalam unjuk rasa di UGM Yogyakarta.

9 Mei :

    *Presiden berangkat ke KTT G-15 di Cairo, Mesir. Presiden yakin, stabilitas politik dan nasional terpelihara.

    *Lettu Anumerta (Pol) Dadang Rusmana dari Polres Bogor tewas saat bertugas memantau aksi unjuk rasa di Bogor

12 Mei: Lima mahasiswa tewas diterjang peluru tajam dalam aksi damai di Universitas Trisakti, Jakarta.

13 Mei :

    *Di hadapan masyarakat Indonesia di Cairo, Presiden menyatakan jika rakyat sudah tidak menghendaki, ya silakan. Dia tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan senjata.

    *Masyarakat berkabung atas gugurnya mahasiswa "Pahlawan Reformasi".

    *Jakarta mulai dilanda kerusuhan massa. Rupiah melorot terhadap dollar sampai Rp 11.500

14 Mei: Jakarta, Tangerang, Bekasi, serta daerah lainnya rusuh. Pembakaran, perusakan dan penjarahan toko dilakukan massa.

15 Mei:

    * Presiden tiba dari Cairo. Melalui Menpen Alwi Dahlan dikatakan, Presiden Soeharto tidak pernah menyatakan siap mundur. Tetapi jika masyarakat tidak percaya lagi, Presiden Soeharto akan lengser keprabon (turun tahta).

    *Kenaikan harga BBM dan listrik direvisi.

16 Mei: Ketua DPR/MPR Harmoko usai bertemu Presiden Soeharto dan mengumumkan rencana Presiden untuk melakukan reshuffle kabinet.

Sejauh ini lebih dari 500 orang tewas dalam kerusuhan di Jakarta. Kerugian fisik mencapai Rp 2,5 trilyun.

18 Mei :

    * Pukul 09.00 WIB: Sejumlah delegasi mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi maupun delegasi masyarakat mulai memasuki Gedung DPR. Beberapa di antaranya diterima fraksi-fraksi.

    *Pukul 11.00 WIB: Gelombang mahasiswa yang mendatangi DPR semakin banyak, dan makin siang mencapai ribuan orang. Aparat berjaga dengan simpatik. Aksi-aksi dilakukan di depan Gedung DPR. Mereka menuntut segera dilakukan Sidang Istimewa MPR serta pencabutan mandat MPR terhadap Presiden Soeharto.

    *Pukul 15.30 WIB: Ketua DPR/MPR Harmoko mengumumkan hasil rapat pimpinan DPR/MPR yang meminta agar Presiden Soeharto secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri.

    Pukul 15.30 WIB: mahasiswa meninggalkan Gedung DPR/MPR dengan puluhan bus yang disediakan aparat keamanan.

    Pukul 20.00 WIB: Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto mundur merupakan sikap dan pendapat individual meskipun disampaikan secara kolektif. (ush)