Kompas Online


Jumat, 15 Mei 1998


Perusuh Menjarah

Kompas js/arb

Jakarta, Kompas

Gelombang kerusuhan di Jakarta, Kamis (14/5), memasuki hari kedua, diwarnai perusakan, pembakaran, dan penjarahan dan perampokan di sentra-sentra perdagangan di seluruh wilayah Jakarta. Langit Jakarta diselimuti kabut hitam akibat pembakaran ratusan gedung, pasar, toko, mobil, dan motor. Situasi berangsur terkendali menjelang tengah malam.

Meski demikian, kerusuhan di Kompleks Perumahan Kelapa Gading justru mulai pecah sekitar pukul 23.00 WIB. Massa kemudian menyerbu masuk ke rumah-rumah mewah di kawasan Jakarta Utara itu. Di ruas tol Cawang, sejumlah massa membakar sebuah mobil yang tengah melintas.

Amuk massa terjadi di depan Kampus UI Salemba, sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka mencabuti pagar pembatas jalan, sementara satuan Pasukan Antihuru-hara (PHH) yang berjaga di depan kampus hanya mengawasi. Mereka kemudian bergerak ke arah RS St Carolus tempat satuan PHH membarikade jalan. Pasukan PHH yang dilempari batu mundur teratur ke arah Jalan Matraman Raya.

Sekitar pukul 13.25 WIB sepasukan Marinir TNI AL datang menenangkan massa. Bersama-sama mereka mulai membersihkan kerusakan-kerusakan di jalan. Kemudian massa ditahan oleh Marinir di perempatan Jl Salemba Raya-Matraman Raya. Sisi Jl Matraman Raya dibarikade satuan PHH Batalyon Infantri 202 dan Jl Matraman Proklamasi oleh satuan Brimob Polda Metro Jaya.

Namun bentrokan di kawasan itu tak dapat dihindarkan. Dua orang tewas dan dua orang dalam keadaan kritis kena tembak di sekitar Jl Pramuka dan Jl Matraman Raya, Jakarta Timur. Kedua orang yang tewas adalah Arif Ansari (25) kena peluru di pinggang, Andri Priono (18) siswa SMU Diponegoro kelas 1 luka di dada. Dua orang yang dalam keadaan kritis adalah Abdul Arief (16), dan Abdullah (16) masing-masing kena peluru di kaki kanan dan bagian leher. Kondisi seluruh korban telah dikonfirmasi pihak RSCM.

Sementara itu, tujuh kendaraan di depan Polsek Matraman, terdiri dua mobil derek, empat mobil penumpang, dan sebuah sepeda motor plat merah B 7516 ES ludes dibakar massa, termasuk sebuah jip karavan milik URC (unit reaksi cepat) Polri. Selain itu enam gedung perkantoran dan perdagangan lainnya rusak berat akibat timpukan batu bertubi-tubi.

Di kawasan Pegangsaan-Proklamasi-Diponegoro, sejumlah gedung hancur dilempari, di antaranya Gedung Astra Mobil, Gedung BII, seluruh toko di kompleks Megaria, termasuk pasar swalayan Hero, dan pertokoan di apartemen Menteng Prada. Semua barang mulai dari makanan-minuman, tabung gas, gula, buah-buahan, kursi, cash register, komputer, tabung gas, dispenser, blangkon, sampai kain batik dan jas habis digasak. Pos polisi di bawah jembatan layang Manggarai, beserta mobil dan motor yang diparkir hangus terbakar. Setiap ada orang yang berhasil menjarah barang berharga dan besar seperti televisi, kulkas atau brandkas, massa penonton memberi tepuk tangan dan semangat.

Setelah puas menjarah barang-barang, gedung swalayan Hero dibakar. Massa bergerak ke arah apartemen Menteng Prada dan melakukan hal serupa. Anak-anak kecil, ibu-ibu berbaur bersama pria dewasa menjarah. Seluruh barang yang ada di pertokoan Menteng Prada dan Golden Truly, mulai dari sepatu, kaca mata, bola kaki, mainan anak, baby walker, semua habis. Sebuah ATM Bank Arya dijungkirbalikkan dan isinya dikuras.

Semanggi-Sudirman

Kerusuhan di Kawasan Semanggi-Sudirman mengakibatkan seorang pemuda terluka akibat tembakan peluru karet di bahu kanannya. Tembakan dilepaskan aparat yang berusaha menghalau massa yang berkerumun di jembatan Semanggi ke arah Jl Sudirman. Namun langkah simpatik PHH terhadap ribuan massa pengunjuk rasa, berhasil menenangkan keadaan sehingga tidak ada kerusakan gedung.

Massa yang berkerumun di muka gedung BRI I dan II berkumpul sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka sempat membakar tiga ban di jalan raya dan mengajak mahasiswa Universitas Katolik Atma Jaya, yang saat itu sedang menggelar aksi di halaman depan kampus, untuk keluar dan bergabung bersama massa. Namun para mahasiswa menolak untuk ke luar bersama-sama. Sebagian mahasiswa berkumpul di hall B, tapi sebagian lagi turut bergabung bersama massa.

Ketika sembilan panser PHH melintas Sudirman menuju ke arah Bundaran Hotel Indonesia, massa memberi jalan dan PHH yang berada di dalamnnya melambai-lambaikan tangan.

Massa beberapa kali hampir bentrok dengan aparat kepolisian, tetapi dihalang-halangi petugas Kodam Jaya. Aparat kepolisian beberapa kali melepaskan tembakan menghalau massa. Karena marah, massa kemudian mulai menjebol rambu-rambu lalu lintas, membongkar papan-papan arah jalan yang dipasang di sisi pagar jembatan Semanggi.

Sekitar pukul 15.30 WIB, 18 panser PHH Kodam Jaya berjalan secara konvoi melintasi massa, menuju utara. Secara tertib massa memberi jalan pada rombongan panser-panser tersebut. Menjelang pukul 17.30 WIB, massa berangsur-angsur meninggalkan lokasi. Karena tidak ada angkutan umum yang beroperasi, warga Jakarta terpaksa jalan kaki.

Pusat-pusat pertokoan di kawasan Pasarbaru, habis dirusak dan dibakar massa. Harco yang terletak di Jl Samanhudi ludes dilalap api, bioskop Krekot dirusak, dan berbagai gedung bank dan pertokoan lainnya rusak parah. Massa terus bergerombol dan membakari apa saja, termasuk kendaraan bermotor di Jl Gunung Sahari, kawasan Sawahbesar, Jl Letjen Suprapto, kawasan Cempaka Putih, Pasarsenen, Jl A Yani, kawasan Manggadua, Jl Palmerah. Di kawasan Pasarbaru, Senen, Cempaka Putih, massa bergerombol di jalan-jalan, dan menjarah barang-barang dari pertokoan.

Kerusuhan juga melanda Jl Ciledug Raya. Penjarahan menimpa sejumlah toko di sepanjang jalan itu. Pasar Swalayan Hero, Ramayana, dan Plaza Cipulir tidak lepas dari jarahan massa dan kemudian dibakar. Namun beberapa pompa bensin yang langsung menghentikan operasinya, luput dari api. Sebanyak 40 mobil, 30 di antaranya kendaraan umum dan puluhan sepeda motor dibakar di tengah jalan.

Massa termasuk di antaranya anak-anak dan perempuan menjarah toko-toko yang mereka bobol. Teralis besi dan rolling door dibuka paksa beramai-ramai, lalu mereka masuk dan menyikat barang yang ada. Ada yang dengan cepat membawa televisi, ada yang bersama menggotong lemari es. Tampak pula seorang pria memikul kasur busa dari sebuah toko perlengkapan rumah tangga.

Di pusat perdagangan Gajah Mada, massa bergerak sejak pagi dari arah Grogol, melewati Jl Kiai Tapa dan Hasyim Ashary, kemudian masuk ke Jl Gajah Mada. Toko-toko di sepanjang jalan yang mereka lewati dilempari sehingga rusak berat. Sebuah mobil dibakar tak jauh dari kawasan Roxy Mas. Memasuki Jl Gajah Mada massa bergerak ke arah Glodok, bersamaan dengan itu ribuan massa dari jalan-jalan kecil yang ada di sisi Jl Gajah Mada dan Hayam Wuruk keluar dan bergabung.

Aksi penjarahan hanya diawasi aparat keamanan gabungan pasukan dari Kostrad dan PHH Kodam Jaya. Mereka membentuk barisan di mulut jalan menuju Setneg, Bina Graha dan Istana Merdeka. Arus lalu lintas dari Jl Medan Merdeka Timur dan Barat dibelokkan ke Jl Juanda.

Aksi penjarahan juga berlangsung di pusat perbelanjaan Golden Truly di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Di kawasan segitiga Senen, Jakarta Pusat, aparat keamanan memblokir jalan-jalan menuju Atrium Senen. Di Jl Cempaka Putih sedikitnya tiga mobil dibakar massa. Sekitar pukul 20.00 WIB, petugas mulai menangkapi sejumlah penjarah di Jl Gajah Mada.

Wartawan tertembak

Seorang wartawan foto Media Indonesia, Sayuti, di kawasan Glodok terkena tembakan di bahu kirinya. Sayuti menghadapi kondisi kritis di Unit Gawat Darurat RS Tarakan, Jakarta Barat. Sampai Kamis malam, tim dokter masih berusaha keras menyelamatkan nyawa Sayuti yang berputra tiga itu.

Di kawasan Sawah Besar sekitar stasiun KA, massa yang sudah berkumpul sejak pagi dicoba dibubarkan oleh petugas yang menggunakan kendaraan jenis kijang. Kemudian terjadi aksi lempar-lemparan batu. Petugas mengeluarkan tembakan peringatan ke atas dan massa kocar-kacir. Namun massa kemudian mulai membakar dan merusak toko-toko.

Di kawasan Tanahabang, sejak pagi telah terjadi kerusuhan yang mengikutsertakan sekitar 10.000 warga di sekitar pusat perdagangan tersebut. Masyarakat merusak 17 kendaraan boks dan niaga, dua sepeda motor, Toserba Ramayana serta membakar kantor BCA Cabang Wahid Hasyim.

Sehubungan kerusuhan di Jakarta, Pemerintah Jepang telah memberangkatkan pesawat Hercules dari Bandara Okinawa, Kamis malam. Pemberangkatan pesawat dimaksudkan untuk mengevakuasi orang-orang Jepang yang berada di Indonesia. Orang Jepang yang tinggal atau berada di Indonesia diperkirakan sekitar 17.000 orang, 80 persennya berada di Jakarta. Demikian pembantu Kompas di Tokyo, Yusron Ihza, semalam.

Pemerintah Amerika Serikat juga telah menyiapkan diri mengevakuasi warganya yang berada di Indonesia. Namun, sampai berita ini diturunkan, mereka belum memberangkatkan pesawatnya dari Bandara Okinawa. (myr/ee/nn/iie/wis/gg/uu/ssd/oki/we/msh/xjb/ken/lom)