Back to Mainpointer2.gif (414 bytes)             UPACARA DAN PERAYAAN DI INDONESIA


General Instructions   


This reading is based on a reading in the coursebook Bahasa Tetanggaku 3 Second Edition by Ian White and is included here by kind permission of the publishers Pearson Education Australia, under their Longman imprint (www.longman.com.au).

pyre.pcx (75851 bytes) (1) Turis yang berkunjung ke Indonesia dari luar negeri seringkali melihat bermacam-macam upacara yang diadakan oleh penduduk setempat. Oleh karena penduduk Indonesia terdiri dari berpuluh-puluh suku bangsa maka upacara mereka berlainan dari satu tempat ke tempat lain. Perbedaan itu disebabkan oleh adat-istiadat yang berbeda dari satu suku bangsa ke suku bangsa yang lain, serta pengaruh dari agamanya yang berlain juga. Misalnya, upacara orang Batak yang tinggal di Sumatera Utara lain dari upacara orang Jawa, khususnya karena kebanyakan orang Jawa beragama Islam sedangkan sebagian besar orang Batak beragama Kristen. Upacara orang Bali berlainan pula karena kebanyakan penduduk Pulau Bali beragama Hindu-Bali.

(2) Untuk orang asing yang berkunjung ke Pulau Bali, mungkin upacara yang paling menarik adalah upacara pembakaran mayat atau disebut juga dengan Ngaben. Untuk orang Bali upacara pembakaran mayat merupakan salah satu upacara yang paling penting. Di tempat-tempat lain di Indonesia mayat orang yang telah meninggal biasanya dikubur, tetapi menurut orang Bali, orang yang telah meninggal sebaiknya dibakar atau diaben agar lima unsur penyusun badan kasarnya cepat kembali dan menyatu dengan asalnya. Upacara pembakaran mayat atau Ngaben di Bali adalah waktu yang bahagia terutama bagi  anak- anak yang telah dewasa. Dengan melakukan upacara Ngaben terhadap orang tua, anak-anak tersebut merasa lega karena berhasil memperlihatkan salah satu pernyataan terima kasih kepada orang tuanya. Tetapi tidak semua orang yang meninggal dibakar. Ada juga yang dikubur terlebih dahulu karena beberapa alasan, misalnya belum cukup biaya untuk melakukan upacara Ngaben. Upacara itu boleh dilakukan beberapa tahun setelah orang itu meninggal.

 real.gif (626 bytes)(3) Mayat diletakkan di dalam sebuah menara. Tingginya menara dipengaruhi oleh varna dari orang yang meninggal. Menara yang paling tinggi adalah menara untuk orang dari golongan Brahmana, yang lebih rendah adalah menara untuk golongan Ksatria dan Wesia, lalu menara yang paling rendah adalah untuk golongan Sudra. Menara itu kemudian dibawa ke tempat yang sudah disiapkan sebelumnya di kuburan. Anggota keluarga, teman-teman, dan tentu saja anggota desa berjalan mengiringi menara dengan diiringi oleh seperangkat gamelan. Di tempat pembakaran itu mayat diletakkan di dalam sebuah bangunan yang berbentuk binatang, misalnya lembu. Kemudian menara serta bangunan berbentuk binatang yang berisi mayat itu dibakar.

 real.gif (626 bytes)(4) Di Pulau Bali kita sering melihat wanita-wanita yang sedang menjunjung sajian pergi ke pura atau pulang dari pura. Setiap desa di Pulau Bali mempunyai tiga buah pura atau disebut juga Kayangan Tiga, yaitu Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem. Di samping itu ada pula pura-pura lainnya, misalnya pura keluarga, pura irigasi untuk sawah, pura di pasar, pura di kantor-kantor, dan pura di sekolah-sekolah. Dua kali setahun menurut kalendar Bali di setiap pura diadakan upacara yang penting. Itu berarti di setiap desa diadakan upacara di pura-pura Kayangan Tiga sebanyak enam kali dalam setahun. Untuk upacara tersebut wanita-wanita desa itu menjunjung sajian yang terdiri dari buah-buahan, kue, dan ayam panggang ke pura. Biasanya sajian tersebut hanya ditinggalkan di pura selama sehari atau tiga hari sebagai sajian untuk dewa-dewa, kemudian dibawa pulang. Sajian yang dibawa pulang tidak boleh dibawa lagi ke pura manapun sebagai sajian tetapi dimakan beramai-ramai oleh seluruh anggota keluarga.

real.gif (626 bytes) (5) Di Pulau Jawa, mungkin perayaan yang paling penting adalah perayaan Lebaran yang diadakan oleh kaum Muslimin pada tanggal 1 Syawal menurut penanggalan Islam untuk merayakan akhir bulan puasa, yaitu bulan Ramadan. Selama bulan Ramadan, dari waktu matahari terbit sampai matahari terbenam, kaum Muslimin berpuasa, yaitu mereka tidak makan, minum, atau merokok. Untuk merayakan akhir puasa kaum Muslimin mengadakan perayaan Lebaran.

real.gif (626 bytes)  (6) Pagi-pagi benar pada hari Lebaran kaum Muslimin berkumpul di lapangan atau di alun-alun untuk bersembahyang. Sesudah bersembahyang mereka pulang. Lebaran adalah waktu yang bahagia untuk orang yang beragama Islam. Ibu-ibu rumah-tangga menyediakan makanan yang istimewa dan kebanyakan orang mengenakan pakaian yang baru dan bagus. Yang muda pergi mengunjungi yang tua untuk minta maaf dan berkat. Kunjung-mengunjungi ini kadang-kadang berlangsung seminggu. Ucapan yang sering dapat kita dengar pada waktu Lebaran adalah "Selamat Hari Raya. Maaf Lahir Batin".

real.gif (626 bytes) (7) Masih banyak lagi upacara dan perayaan yang dapat kita lihat di kepulauan Indonesia. Orang Indonesia biasanya senang sekali kalau ada banyak tamu yang hadir pada upacara mereka. Makin banyak tamu makin bahagia, demikianlah anggapan mereka. Oleh karena itu kalau saudara berkunjung ke Indonesia, mungkin sekali saudara akan diundang hadir pada upacara atau perayaan.