ReadingBar
Back to cerita Keroncong Pembunuhan

Click here for Word Frequency

      

    

                                             micro.gif (931 bytes) Keroncong Pembunuhan

                                                                     Oleh: Seno Gumira Ajidarma

hampir malam di Yogya
ketika keretaku tiba

    Lagu keroncong membuatku ngantuk, padahal malam ini aku harus membunuh seseorang. Orang-orang tua memang menyukai lagu keroncong, ini membuat mereka terkenang-kenang akan masa lalunya.

 

 

 

 

3%

     Mereka terserak di bawah sana, di sekitar kolam renang, tapi tampaknya tak banyak yang mendengarkan lagu keroncong itu dengan sungguh-sungguh. Mereka bercakap sendiri, riuh dan tawa sesekali pecah dari tiap kerumunan. 4%
   Tak semuanya tua memang, bahkan banyak wanita muda. Paling tidak itulah yang menarik perhatianku. Lewat teleskop pada senapan ini, aku memperhatikan mereka satu per satu, seolah-olah aku berada di antara mereka. Sebuah pesta yang meriah. Ada kambing-guling. Hmmm… 6%
micro.gif (931 bytes) Garis silang pada teleskop itu terus saja bergerak. Sesekali berhenti pada dahi seseorang, dan mengikutinya. Kalau kutekankan telunjukku, tak pelak lagi dahi itu akan berlubang. Dan tubuh orang itu akan roboh. Bisa roboh perlahan-lahan seperti pohon ditebang, bisa pula tersentak dan mengacaukan kerumunan orang yang sedang tertawa-tawa itu, menumpahkan gelas pada nampang yang dibawa pelayan. Tentu lebih menarik lagi kalau tubuh itu terpental ke kolam renang dengan suara bergedebur sehingga airnya muncrat membasahi pakaian para tamu dan kolam renang itu segera berwarna merah karena darah dan wanita-wanita berteriak: “Auuww!” 11%
micro.gif (931 bytes) Tapi aku belum menemukan orang yang mesti kubunuh. Memang belum waktunya. Ia akan datang sebentar lagi. Dan sebetulnya aku pun tak perlu terlalu repot mencarinya karena pesawat komunikasi yang terpasang pada telingaku siap menunjukkan orangnya.

 “Kamu sudah siap?” terdengar suara pada headphone itu, sebuah suara yang merdu.
“Dari tadi aku sudah siap, yang mana orangnya?”
“Sabar dong, sebentar lagi.”

14%
     Dari teras lantai 7 hotel ini, aku masih mengintip lewat teleskop. Angin laut yang basah terasa asin di bibirku. Iseng-iseng sambil menunggu sasaran, aku mencari orang yang berbicara padaku. Dan aku melihat wajah-wajah pada teleskop. Para wanita dengan pakaian malam yang anggun. Ada yang punggungnya terbuka. Cantik sekali. Aku tak mengira seorang wanita akan terlibat dalam pembunuhan seperti ini. 17%

“Siapa sasaranku?” tanyaku minggu lalu, ketika dia memesan penembakan ini. Dilakukan lewat telepon seperti itu, tentu wajahnya hanya bisa kukira-kira saja.

“Kau tidak perlu tahu, ini bagian dari kontrak kita.”

19%


    Kontrak semacam ini memang sering terjadi. Aku dibayar untuk menembak, siapa yang jadi sasaran bukan urusanku.

micro.gif (931 bytes) “Tapi satu hal kau boleh tahu.”
“Apa?"
“Orang itu pengkhianat.”
“Pengkhianat?”
“Ya, pengkhianat bangsa dan negara.”

21%
   Jadi, sasaranku adalah seorang pengkhianat bangsa dan negara. Apakah aku termasuk pahlawan jika menembaknya? Kugerakkan lagi senapanku. Dari balik teleskop kuteliti orang-orang yang makin banyak saja berdatangan. Ada sesuatu yang terasa kurang enak setiap kali aku menatap wajah orang-orang di bawah itu. 23%
    Memang wajah mereka adalah wajah orang baik-baik, tapi entahlah apa yang kurang enak di sana. Apakah karena banyak yang memakai baju resmi, seragam yang kubenci? Ataukah karena perasaanku saja. Namun sungguh mati, aku akan sangat berbahagia kalau korbanku kali ini adalah seseorang yang memuakkan. 25%

Kuedarkan lagi senapanku. Mengintip kelakuan orang tanpa diketahui rasanya menyenangkan.

                               sepasang mata bola
                             
dari balik jendela

26%
       Belum habis juga lagu keroncong itu. Rasanya lama sekali. Seperti juga orang-orang di bawah sana, aku tak perlu mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Musik keroncong sekarang ini seperti benda museum, para senimannya kurang jenius untuk membuatnya lebih berkembang. Di manakah wanita yang bersuara lembut itu? 29%
micro.gif (931 bytes) Kulihat ke bawah, mereka seperti kerumunan makhluk-makhluk kecil, tentu tak terlalu jelas mana yang berbaju batik merah dari lantai 7 seperti ini. Kuangkat kembali senapanku. Kucari posisi yang enak. Sambil mengunyah kacang aku mengintip kembali lewat teleskop. 40%

Garis silang itu kembali beredar dari wajah ke wajah. Mereka masih tertawa-tawa dan tersenyum-senyum. Aku juga tersenyum. Sebentar lagi wajahmu akan ketakutan tanpa tahu malu. Tapi aku tidak melakukan itu. Aku hanya bekerja berdasarkan kontrak.
“Di sebelah mana dia?” tanyaku lewat mike yang tergantung di bawah daguku.
“Dia di sudut kolam renang sebelah selatan, dekat payung hijau.”

43%
     Kugeserkan senapanku ke kanan. Kulewati lagi wajah-wajah berlemak, klimis, dan gemerlapan. Wanita-wanita cantik terpaksa kulewati begitu saja. Dan, nah, itu dia, seorang lelaki yang mamakai baju batik berwarna merah. 44%
     Wajahnya tampan dan berwibawa. Ia sudah setengah umur tapi tak tampak telah uzur. Rambutnya disisr rapi ke belakang. Ia tak banyak tertawa dan tersenyum. Orang-orang mengerumuninya dengan hormat. Ada juga yang berwajah menjilat. Garis silang pada teleskopku berhenti tepat di antara kedua matanya.

micro.gif (931 bytes) “Apakah harus kulakukan sekarang?”
“Nanti dulu, tunggu komando!”

47%
     Dan aku mengamati wajah itu. Adakah ia mempunyai firasat? Dari balik teleskop ini, wajah-wajah memunculkan pesonanya sendiri, yang berbeda dibanding dengan bila kita berhadapan langsung dengan orangnya. Ia tak banyak bicara, namun tampaknya ia harus menjawab banyak pertanyaan. Dan aku merasa bahwa ia sangat hati-hati menjawab. Wajahnya menunjukkan niat bersopan santun yang tidak menyebalkan. Apakah yang akan terjadi kalau ia kutembak mati? Aku teringat kematian Ninoy di Filipina…. 51%
    Tapi aku tidak tahu politik. Jadi, sambil menatap wajah yang akan berlubang itu, aku berpikir tentang yang lain. Mungkin ia punya istri, punya anak. Bahkan kupikir ia pun pantas punya cucu. Mereka akan bertangisan setelah mendengar kematian orang ini, dan tangis itu akan makin menjadi-jadi ketika mengetahui cara kematiannya. Biar saja. Bukankah ia seorang pengkhianat bangsa dan negara? Ia pantas mendapatkan hukumannya. 54%
     Agak tegang juga aku menunggu perintah menembak. Itulah repotnya selalu bekerja berdasarkan kontrak. Tidak bisa seenaknya sendiri. Aku dibayar untuk mengarahkan garis silang teleskop senapanku pada tempat yang paling mematikan, untuk kemudian menekan pelatuknya. Aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak membunuh orang, aku hanya membidik dan menekan pelatuk. 57%

micro.gif (931 bytes) Kutatap lagi wajah itu, rasanya begitu dekat, bahkan pori-porinya terlihat dengan jelas. Aku bagaikan menatap bayang-bayang takdir. Siapakah sebenarnya yang menghentikan kehidupan orang itu, akukah atau Kamu? Orang itu tak sadar sama sekali kalau malaikan maut telah mengelus-elus tengkuknya.
“Bagaimana? Sekarang?”
“Aku bilang tunggu perintah!”

60%

   Sialan cewek itu, berani benar membentak-bentak seorang pembunuh bayaran. Tanganku tiba-tiba bergerak sendiri menggeser senapan itu. Dengan indra keenam ia kucari di antara kerumunan orang banyak. Wajah-wajah cantik silih berganti mengisi teleskopku. Aku harus memancing dia bicara.

“Tunggu perintah apa lagi?”
“Kau tak perlu tahu, pokoknya tunggu!”
“Ini tidak ada dalam perjanjian.”
“Ada! Kamu jangan main gila.”
selendang sutra
tanda mata darimu

63%
 micro.gif (931 bytes) Busyet! Lagu keroncong itu lagi, jelas sekali di telingaku. Pasti ia berada di dekat orkes. Kucari-cari sekitar orkes. Teleskopku sempat mampir di dada penyanyi keroncong yang membusung itu. Ada beberapa kerumunan. Di telingaku juga berdentang bunyi gelas dan piring. Ia mungkin di belakang orkes, dekat meja prasmanan. Ada beberapa wanita, dan petugas-petugas berpakaian preman. Yang mana? Aku meneliti mereka satu per satu. Beberapa di antaranya jelas cuma pegawai perusahaan catering. Ada satu wanita bertampang juragan. Mungkin satunya lagi. Rambutnya lurus dan hitam dengan poni menutup dahinya. Matanya menatap tajam ke arah si baju batik merah! 68%
    “Tembaklah dia sekarang,” ujarnya pelan dalam headphone-ku, dan kulihat dari teleskop dia memang berkata-kata sendiri. Rupanya betul dia. Ia mendengar lewat giwang dan berbicara padaku lewat mikrofon yang tersembunyi dalam leontin kalungnya. Leontin yang indah, terpajang di dadanya yang tipis.
“Apa?” tanyaku lagi, karena ingin meyakinkan, memang dia orangnya.
“Tembak sekarang!”
71%
    Jadi seperti inilah semua pembunuhan itu berlangsung. Mata rantai tanpa ujung dan pangkal. Wanita ini tentu hanya salah satu mata rantai. Kualihkan senapanku kembali pada sasaran. Lelaki setengah tua itu sedang mendengarkan cerita seseorang di hadapannya dengan sabar. Orang yang bercerita itu tampak berapi-api, namun lelaki itu kelihatannya menahan diri untuk tidak ikut terbakar. Ia mengangguk-angguk sambil mencuri pandang ke sekelilingnya. Seperti khawatir ada yang mendengar. 75%
micro.gif (931 bytes) Aku sudah siap menembak. Satu tekanan telunjuk akan mengakhiri riwayat lelaki itu. Garis silang pada teleskop kugeser agak ke samping, supaya lubang peluru pada kepalanya tidak membuat pembagian yang terlalu simetris. Peluruku akan menembus mata kirinya. Dan aku menatap mata orang itu. Astaga. Benarkah dia seorang pengkhianat? 78%

 “Kau tidak keliru? Benarkah ia seorang pengkhianat?”
“Tidak usah tanya-tanya, tembak sekarang!” Aku menatap lagi matanya, pengkhianat yang bagaimana?
“Pengkhianat yang bagaimana? Kenapa tidak diadili saja?”
“Apa urusanmu tolol? Tembak dia sekarang, atau kontrak kubatalkan!”

80%

Perasaan aneh tiba-tiba merasuki diriku. Aku malah mengarahkan senapan pada wanita itu.
“Laras senapanku mengarah padamu manis,” kataku dingin.
“Apa-apaan ini?” Dalam teleskop kulihat wajahnya mendongak ke arahku dengan kaget.
“Katakan padaku,” kataku lagi, “apa kesalahan orang itu?”
“Tembak dia sekarang tolol, atau kamu akan mati!”
“Justru kamu yang bisa segera mati.”
“Omong kosong! Kamu tak tahu di mana aku.”

83%

micro.gif (931 bytes) “Cuma itu?”
“Ia meresahkan masyarakat dengan pernyataan-pernyataan yang tidak benar.”
“Lantas?”
“Kamu mau apa? Aku tidak tahu banyak.”
“Aku ingin tahu, apakah semua itu merupakan alasan yang cukup untuk membunuhnya.”

91%

“Itu bukan urusanmu. Ini politik.”
“Urusanku adalah leontinmu manis, ia bisa pecah berantakan oleh peluruku, dan peluru itu tak akan berhenti di situ.”

Wajah itu kembali menatap ke arahku dengan pandang menghiba.
“Jangan tembak aku! Aku tidak tahu apa-apa!”
“Siapa yang menyuruhmu?”
“Aku tidak tahu apa-apa.”
“Leontinmu manis...”
“Ah, jangan, jangan tembak! Please...”
“Siapa?”

94%

micro.gif (931 bytes) “Aku…aku bisa celaka.”
 “Sekarang pun kamu bisa celaka. Kuhitung sampai tiga. Satu…”
“Kamu gila, kamu merusak segala-galanya.”
 “Dua....” Hmm, alangkah gugupnya dia.
“Ia ada di depan orang yang harus kamu tembak.”
“Berkacamata?”
“Ya.”

96%
   Kuarahkan senapanku ke sana. Dan aku melihat orang itu. Ia sedang bercerita dengan berapi-api. Tangannya bergerak kian kemari, mengepal dan memukul-mukulkan tinjunya pada telapak tangan yang lain. Wajahnya licik dan penuh tipu daya. Sangat memuakkan. Padahal ia pun sudah tua. 98%

   Kubidikkan garis silang teleskopku ke jantungnya, sementara di telingaku mengiang suara penyanyi itu, yang memulai lagi sebuah lagu keroncong, lagu kesenangan orang-orang tua. Ini memang akan membuat mereka terkenang-kenang akan masa lalunya.

 Inilah keroncong fantasiii

100%

 


        Concordance Program      

pre- text

WORD

post- text

%
rangnya Sabar dong sebentar lagi Dari teras lantai 7 hotel ini aku masih mengintip lewat teleskop Angin laut ya 14 %
tak terlalu jelas mana yang berbaju batik merah dari lantai 7 seperti ini Kuangkat kembali senapanku Kucari posisi yang 39 %
ang dari meja Kupasang televisi tapi segera kumatikan lagi acara televisi selalu buruk Sunyi sekali rasanya kamar hotel ini 34 %
h-olah aku berada di antara mereka Sebuah pesta yang meriah ada kambing-guling Hmmm Garis silang pada teleskop itu terus 6 %
pada teleskop Para wanita dengan pakaian malam yang anggun ada yang punggungnya terbuka Cantik sekali Aku tak mengira seo 16 %
skop kuteliti orang-orang yang makin banyak saja berdatangan ada sesuatu yang terasa kurang enak setiap kali aku menatap waja 22 %
mengunyah makanan menyeruput minuman tersenyum dan tertawa ada ibu-ibu berdiri dengan kaku di samping suaminya yang sibuk b 30 %
tawa dan tersenyum Orang-orang mengerumuninya dengan hormat ada juga yang berwajah menjilat Garis silang pada teleskopku be 46 %
lagi Kau tak perlu tahu pokoknya tunggu Ini tidak ada dalam perjanjian Ada Kamu jangan main gila selenda 63 %
lu tahu pokoknya tunggu Ini tidak ada dalam perjanjian ada Kamu jangan main gila selendang sutra tanda mata darim 63 %
sempat mampir di dada penyanyi keroncong yang membusung itu ada beberapa kerumunan Di telingaku juga berdentang bunyi gelas 65 %
n piring Ia mungkin di belakang orkes dekat meja prasmanan ada beberapa wanita dan petugas-petugas berpakaian preman Yang 66 %
Beberapa di antaranya jelas cuma pegawai perusahaan catering ada satu wanita bertampang juragan Mungkin satunya lagi Rambut 67 %
uk sambil mencuri pandang ke sekelilingnya Seperti khawatir ada yang mendengar Aku sudah siap menembak Satu tekanan telu 75 %
aku Kamu memakai cheongsam dengan belahan di paha kamu ada di belakang orkes Dan kulihat wajahnya menjadi pucat K 84 %
Wanita itu tampak beranjak akan lari Jangan lari tak ada gunanya tak ada seorang pun yang akan tahu siapa menembakmu 86 %
pak beranjak akan lari Jangan lari tak ada gunanya tak ada seorang pun yang akan tahu siapa menembakmu Senapan ini dil 86 %
la-galanya Dua Hmm alangkah gugupnya dia Ia ada di depan orang yang harus kamu tembak Berkacamata 95 %
Nanti dulu tunggu komando Dan aku mengamati wajah itu adakah ia mempunyai firasat Dari balik teleskop ini wajah-wajah m 48 %
t Ya pengkhianat bangsa dan negara Jadi sasaranku adalah seorang pengkhianat bangsa dan negara Apakah aku termasuk p 21 %
enatap wajah orang-orang di bawah itu Memang wajah mereka adalah wajah orang baik-baik tapi entahlah apa yang kurang enak di 23 %
guh mati aku akan sangat berbahagia kalau korbanku kali ini adalah seseorang yang memuakkan Kuedarkan lagi senapanku Mengin 25 %
mbunuhnya Itu bukan urusanmu Ini politik Urusanku adalah leontinmu manis ia bisa pecah berantakan oleh peluruku dan 91 %
gkhianat bangsa dan negara Ia pantas mendapatkan hukumannya agak tegang juga aku menunggu perintah menembak Itulah repotnya 54 %
khiri riwayat lelaki itu Garis silang pada teleskop kugeser agak ke samping supaya lubang peluru pada kepalanya tidak membua 76 %
etugas berpakaian preman mondar-mandir membawa walkie-talkie agaknya pesta kambing-guling pada tepi kolam renang dalam sebuah hot 32 %
menyuruhmu Aku tidak tahu apa-apa Leontinmu manis ah jangan jangan tembak Please Siapa Aku…aku bisa 93 %
u terpental ke kolam renang dengan suara bergedebur sehingga airnya muncrat membasahi pakaian para tamu dan kolam renang itu seg 10 %
e Program The text Keroncong Pembunuhan Oleh Seno Gumira ajidarma hampir malam di Yogya ketika keretaku tiba Lagu keroncong me 1 %
menyukai lagu keroncong ini membuat mereka terkenang-kenang akan masa lalunya Mereka terserak di bawah sana di sekitar ko 2 %
utinya Kalau kutekankan telunjukku tak pelak lagi dahi itu akan berlubang Dan tubuh orang itu akan roboh Bisa roboh perlah 8 %
tak pelak lagi dahi itu akan berlubang Dan tubuh orang itu akan roboh Bisa roboh perlahan-lahan seperti pohon ditebang bis 8 %
enemukan orang yang mesti kubunuh Memang belum waktunya Ia akan datang sebentar lagi Dan sebetulnya aku pun tak perlu terla 12 %
ngnya terbuka Cantik sekali Aku tak mengira seorang wanita akan terlibat dalam pembunuhan seperti ini Siapa sasaranku 17 %
nci Ataukah karena perasaanku saja Namun sungguh mati aku akan sangat berbahagia kalau korbanku kali ini adalah seseorang y 25 %
tersenyum-senyum Aku juga tersenyum Sebentar lagi wajahmu akan ketakutan tanpa tahu malu Tapi aku tidak melakukan itu Aku 41 %
kan niat bersopan santun yang tidak menyebalkan Apakah yang akan terjadi kalau ia kutembak mati Aku teringat kematian Ninoy 50 %
Tapi aku tidak tahu politik Jadi sambil menatap wajah yang akan berlubang itu aku berpikir tentang yang lain Mungkin ia pu 52 %
punya anak Bahkan kupikir ia pun pantas punya cucu Mereka akan bertangisan setelah mendengar kematian orang ini dan tangis 53 %
angisan setelah mendengar kematian orang ini dan tangis itu akan makin menjadi-jadi ketika mengetahui cara kematiannya Biar 53 %
mendengar Aku sudah siap menembak Satu tekanan telunjuk akan mengakhiri riwayat lelaki itu Garis silang pada teleskop ku 75 %
anya tidak membuat pembagian yang terlalu simetris Peluruku akan menembus mata kirinya Dan aku menatap mata orang itu Astag 77 %
esalahan orang itu Tembak dia sekarang tolol atau kamu akan mati Justru kamu yang bisa segera mati Omong koson 82 %
cepat apa kesalahan orang itu Wanita itu tampak beranjak akan lari Jangan lari tak ada gunanya tak ada seorang pun y 86 %
i Jangan lari tak ada gunanya tak ada seorang pun yang akan tahu siapa menembakmu Senapan ini dilengkapi peredam Kamu 87 %
ia bisa pecah berantakan oleh peluruku dan peluru itu tak akan berhenti di situ Wajah itu kembali menatap ke arahku den 92 %
lagu keroncong lagu kesenangan orang-orang tua Ini memang akan membuat mereka terkenang-kenang akan masa lalunya Inilah keroncong fantasiii 99 %
g-orang tua Ini memang akan membuat mereka terkenang-kenang akan masa lalunya Inilah keroncong fantasiii 100 %
aku tiba Lagu keroncong membuatku ngantuk padahal malam ini aku harus membunuh seseorang Orang-orang tua memang menyukai la 2 %
ah yang menarik perhatianku Lewat teleskop pada senapan ini aku memperhatikan mereka satu per satu seolah-olah aku berada d 5 %
pan ini aku memperhatikan mereka satu per satu seolah-olah aku berada di antara mereka Sebuah pesta yang meriah Ada kambi 6 %
ah karena darah dan wanita-wanita berteriak Auuww Tapi aku belum menemukan orang yang mesti kubunuh Memang belum waktu 11 %
belum waktunya Ia akan datang sebentar lagi Dan sebetulnya aku pun tak perlu terlalu repot mencarinya karena pesawat komuni 12 %
ra pada headphone itu sebuah suara yang merdu Dari tadi aku sudah siap yang mana orangnya Sabar dong sebentar lag 14 %
Sabar dong sebentar lagi Dari teras lantai 7 hotel ini aku masih mengintip lewat teleskop Angin laut yang basah terasa 15 %
terasa asin di bibirku Iseng-iseng sambil menunggu sasaran aku mencari orang yang berbicara padaku Dan aku melihat wajah-w 15 %
nunggu sasaran aku mencari orang yang berbicara padaku Dan aku melihat wajah-wajah pada teleskop Para wanita dengan pakaia 16 %
lam yang anggun Ada yang punggungnya terbuka Cantik sekali aku tak mengira seorang wanita akan terlibat dalam pembunuhan se 17 %
ari kontrak kita Kontrak semacam ini memang sering terjadi aku dibayar untuk menembak siapa yang jadi sasaran bukan urusan 19 %
saranku adalah seorang pengkhianat bangsa dan negara Apakah aku termasuk pahlawan jika menembaknya Kugerakkan lagi senapank 21 %
berdatangan Ada sesuatu yang terasa kurang enak setiap kali aku menatap wajah orang-orang di bawah itu Memang wajah merek 23 %
kubenci Ataukah karena perasaanku saja Namun sungguh mati aku akan sangat berbahagia kalau korbanku kali ini adalah seseor 25 %
Rasanya lama sekali Seperti juga orang-orang di bawah sana aku tak perlu mendengarkannya dengan sungguh-sungguh Musik kero 27 %
bulan pun sedang purnama Kuletakkan senapanku karena pegal aku berjalan ke dalam kamar mengambil kacang dari meja Kupasan 34 %
televisi selalu buruk Sunyi sekali rasanya kamar hotel ini aku ingin buru-buru menembak sasaranku lantas pulang dan minum 35 %
erdengar lagi suara itu Ya kenapa Jangan main-main aku tahu kamu tidak di tempat Aku bergegas kembali ke teras 36 %
kenapa Jangan main-main Aku tahu kamu tidak di tempat aku bergegas kembali ke teras Bagaimana Sudah datang orangn 37 %
senapanku Kucari posisi yang enak Sambil mengunyah kacang aku mengintip kembali lewat teleskop Garis silang itu kembali b 40 %
jah ke wajah Mereka masih tertawa-tawa dan tersenyum-senyum aku juga tersenyum Sebentar lagi wajahmu akan ketakutan tanpa t 41 %
Sebentar lagi wajahmu akan ketakutan tanpa tahu malu Tapi aku tidak melakukan itu Aku hanya bekerja berdasarkan kontrak 41 %
akan ketakutan tanpa tahu malu Tapi aku tidak melakukan itu aku hanya bekerja berdasarkan kontrak Di sebelah mana dia 41 %
s kulakukan sekarang Nanti dulu tunggu komando Dan aku mengamati wajah itu Adakah ia mempunyai firasat Dari balik 47 %
ra namun tampaknya ia harus menjawab banyak pertanyaan Dan aku merasa bahwa ia sangat hati-hati menjawab Wajahnya menunjuk 50 %
menyebalkan Apakah yang akan terjadi kalau ia kutembak mati aku teringat kematian Ninoy di Filipina Tapi aku tidak tahu po 51 %
utembak mati Aku teringat kematian Ninoy di Filipina Tapi aku tidak tahu politik Jadi sambil menatap wajah yang akan ber 51 %
politik Jadi sambil menatap wajah yang akan berlubang itu aku berpikir tentang yang lain Mungkin ia punya istri punya an 52 %
negara Ia pantas mendapatkan hukumannya Agak tegang juga aku menunggu perintah menembak Itulah repotnya selalu bekerja b 54 %
lu bekerja berdasarkan kontrak Tidak bisa seenaknya sendiri aku dibayar untuk mengarahkan garis silang teleskop senapanku pa 55 %
pat yang paling mematikan untuk kemudian menekan pelatuknya aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak membun 56 %
pelatuknya Aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak membunuh orang aku hanya membidik dan menekan pelatuk 57 %
engatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak membunuh orang aku hanya membidik dan menekan pelatuk Kutatap lagi wajah itu 57 %
anya begitu dekat bahkan pori-porinya terlihat dengan jelas aku bagaikan menatap bayang-bayang takdir Siapakah sebenarnya y 58 %
maut telah mengelus-elus tengkuknya Bagaimana Sekarang aku bilang tunggu perintah Sialan cewek itu berani benar me 60 %
banyak Wajah-wajah cantik silih berganti mengisi teleskopku aku harus memancing dia bicara Tunggu perintah apa lagi 62 %
apa wanita dan petugas-petugas berpakaian preman Yang mana aku meneliti mereka satu per satu Beberapa di antaranya jelas c 66 %
andang ke sekelilingnya Seperti khawatir ada yang mendengar aku sudah siap menembak Satu tekanan telunjuk akan mengakhiri r 75 %
g terlalu simetris Peluruku akan menembus mata kirinya Dan aku menatap mata orang itu Astaga Benarkah dia seorang pengkhi 77 %
ang pengkhianat Tidak usah tanya-tanya tembak sekarang aku menatap lagi matanya pengkhianat yang bagaimana Pengkhian 78 %
ntrak kubatalkan Perasaan aneh tiba-tiba merasuki diriku aku malah mengarahkan senapan pada wanita itu Laras senapank 80 %
ng bisa segera mati Omong kosong Kamu tak tahu di mana aku Kamu memakai cheongsam dengan belahan di paha kamu ada di b 83 %
ihat wajahnya menjadi pucat Kamu sudah melanggar kontrak aku tidak mau menembak orang yang tidak bersalah Itu bukan 84 %
ngkapi peredam Kamu tahu tembakanku belum pernah luput dan aku bisa segera lenyap Wajahnya menatap ke atas ke arahku 87 %
an-pernyataan yang tidak benar Lantas Kamu mau apa aku tidak tahu banyak Aku ingin tahu apakah semua itu meru 90 %
k benar Lantas Kamu mau apa Aku tidak tahu banyak aku ingin tahu apakah semua itu merupakan alasan yang cukup unt 90 %
li menatap ke arahku dengan pandang menghiba Jangan tembak aku Aku tidak tahu apa-apa Siapa yang menyuruhmu Aku t 93 %
embak aku Aku tidak tahu apa-apa Siapa yang menyuruhmu aku tidak tahu apa-apa Leontinmu manis Ah jangan j 93 %
Berkacamata Ya Kuarahkan senapanku ke sana Dan aku melihat orang itu Ia sedang bercerita dengan berapi-api Ta 96 %
manis Ah jangan jangan tembak Please Siapa aku…aku bisa celaka Sekarang pun kamu bisa celaka Kuhitung sam 94 %
r Siapakah sebenarnya yang menghentikan kehidupan orang itu akukah atau Kamu Orang itu tak sadar sama sekali kalau malaikan ma 59 %
Kamu gila kamu merusak segala-galanya Dua Hmm alangkah gugupnya dia Ia ada di depan orang yang harus kamu temba 95 %
tahu banyak Aku ingin tahu apakah semua itu merupakan alasan yang cukup untuk membunuhnya Itu bukan urusanmu Ini po 91 %
ku berpikir tentang yang lain Mungkin ia punya istri punya anak Bahkan kupikir ia pun pantas punya cucu Mereka akan bertang 52 %
l Tembak dia sekarang atau kontrak kubatalkan Perasaan aneh tiba-tiba merasuki diriku Aku malah mengarahkan senapan pad 80 %
h-wajah pada teleskop Para wanita dengan pakaian malam yang anggun Ada yang punggungnya terbuka Cantik sekali Aku tak mengira 16 %
teras lantai 7 hotel ini aku masih mengintip lewat teleskop angin laut yang basah terasa asin di bibirku Iseng-iseng sambil m 15 %
emperhatikan mereka satu per satu seolah-olah aku berada di antara mereka Sebuah pesta yang meriah Ada kambing-guling Hmmm 6 %
jah menjilat Garis silang pada teleskopku berhenti tepat di antara kedua matanya Apakah harus kulakukan sekarang Nanti 47 %
diri menggeser senapan itu Dengan indra keenam ia kucari di antara kerumunan orang banyak Wajah-wajah cantik silih berganti me 61 %
n Yang mana Aku meneliti mereka satu per satu Beberapa di antaranya jelas cuma pegawai perusahaan catering Ada satu wanita bert 67 %
jadi sasaran bukan urusanku Tapi satu hal kau boleh tahu apa Orang itu pengkhianat Pengkhianat Ya pengkhianat 20 %
ang wajah mereka adalah wajah orang baik-baik tapi entahlah apa yang kurang enak di sana Apakah karena banyak yang memakai 24 %
leskopku Aku harus memancing dia bicara Tunggu perintah apa lagi Kau tak perlu tahu pokoknya tunggu Ini tidak 62 %
lungnya Leontin yang indah terpajang di dadanya yang tipis apa tanyaku lagi karena ingin meyakinkan memang dia orangnya 71 %
mana Pengkhianat yang bagaimana Kenapa tidak diadili saja apa urusanmu tolol Tembak dia sekarang atau kontrak kubatalkan 79 %
ngak ke arahku dengan kaget Katakan padaku kataku lagi apa kesalahan orang itu Tembak dia sekarang tolol atau kam 82 %
yang tidak bersalah Itu urusanku sendiri katakan cepat apa kesalahan orang itu Wanita itu tampak beranjak akan lari 86 %
p ke atas ke arahku Kulihat ia berkeringat dingin Gelisah apa maumu Katakan kesalahannya Ia pengkhianat ia menj 88 %
yataan-pernyataan yang tidak benar Lantas Kamu mau apa Aku tidak tahu banyak Aku ingin tahu apakah semua itu 90 %
dengan pandang menghiba Jangan tembak aku Aku tidak tahu apa-apa Siapa yang menyuruhmu Aku tidak tahu apa-apa Leont 93 %
tahu apa-apa Siapa yang menyuruhmu Aku tidak tahu apa-apa Leontinmu manis Ah jangan jangan tembak Please 93 %
tu Laras senapanku mengarah padamu manis kataku dingin apa-apaan ini Dalam teleskop kulihat wajahnya mendongak ke arahku de 81 %
Jadi sasaranku adalah seorang pengkhianat bangsa dan negara apakah aku termasuk pahlawan jika menembaknya Kugerakkan lagi sena 21 %
orang baik-baik tapi entahlah apa yang kurang enak di sana apakah karena banyak yang memakai baju resmi seragam yang kubenci 24 %
ilang pada teleskopku berhenti tepat di antara kedua matanya apakah harus kulakukan sekarang Nanti dulu tunggu komando 47 %
hnya menunjukkan niat bersopan santun yang tidak menyebalkan apakah yang akan terjadi kalau ia kutembak mati Aku teringat kemat 50 %
Kamu mau apa Aku tidak tahu banyak Aku ingin tahu apakah semua itu merupakan alasan yang cukup untuk membunuhnya 90 %
hitam dengan poni menutup dahinya Matanya menatap tajam ke arah si baju batik merah Tembaklah dia sekarang ujarnya pel 68 %
Apa-apaan ini Dalam teleskop kulihat wajahnya mendongak ke arahku dengan kaget Katakan padaku kataku lagi apa kesalaha 81 %
dan aku bisa segera lenyap Wajahnya menatap ke atas ke arahku Kulihat ia berkeringat dingin Gelisah Apa maumu Ka 88 %
u tak akan berhenti di situ Wajah itu kembali menatap ke arahku dengan pandang menghiba Jangan tembak aku Aku tidak tahu 92 %
masih mengintip lewat teleskop Angin laut yang basah terasa asin di bibirku Iseng-iseng sambil menunggu sasaran aku mencari 15 %
u akan menembus mata kirinya Dan aku menatap mata orang itu astaga Benarkah dia seorang pengkhianat Kau tidak keliru Benar 77 %
ah luput dan aku bisa segera lenyap Wajahnya menatap ke atas ke arahku Kulihat ia berkeringat dingin Gelisah Apa ma 88 %
kah sebenarnya yang menghentikan kehidupan orang itu akukah atau Kamu Orang itu tak sadar sama sekali kalau malaikan maut te 59 %
ak diadili saja Apa urusanmu tolol Tembak dia sekarang atau kontrak kubatalkan Perasaan aneh tiba-tiba merasuki diri 80 %
agi apa kesalahan orang itu Tembak dia sekarang tolol atau kamu akan mati Justru kamu yang bisa segera mati O 82 %
karena banyak yang memakai baju resmi seragam yang kubenci ataukah karena perasaanku saja Namun sungguh mati aku akan sangat 24 %
gera berwarna merah karena darah dan wanita-wanita berteriak auuww Tapi aku belum menemukan orang yang mesti kubunuh Memang be 11 %
begitu dekat bahkan pori-porinya terlihat dengan jelas Aku bagaikan menatap bayang-bayang takdir Siapakah sebenarnya yang mengh 58 %
tahu kamu tidak di tempat Aku bergegas kembali ke teras bagaimana Sudah datang orangnya Dia memakai baju batik merah keb 37 %
ma sekali kalau malaikan maut telah mengelus-elus tengkuknya bagaimana Sekarang Aku bilang tunggu perintah Sialan cewek it 59 %
mbak sekarang Aku menatap lagi matanya pengkhianat yang bagaimana Pengkhianat yang bagaimana Kenapa tidak diadili saja A 79 %
lagi matanya pengkhianat yang bagaimana Pengkhianat yang bagaimana Kenapa tidak diadili saja Apa urusanmu tolol Tembak di 79 %
ya hanya bisa kukira-kira saja Kau tidak perlu tahu ini bagian dari kontrak kita Kontrak semacam ini memang sering terjad 19 %
esekali pecah dari tiap kerumunan Tak semuanya tua memang bahkan banyak wanita muda Paling tidak itulah yang menarik perhati 4 %
orang-orang penting Malam cerah dan langit penuh bintang bahkan bulan pun sedang purnama Kuletakkan senapanku karena pegal 33 %
rpikir tentang yang lain Mungkin ia punya istri punya anak bahkan kupikir ia pun pantas punya cucu Mereka akan bertangisan se 52 %
ekan pelatuk Kutatap lagi wajah itu rasanya begitu dekat bahkan pori-porinya terlihat dengan jelas Aku bagaikan menatap bay 58 %
ampaknya ia harus menjawab banyak pertanyaan Dan aku merasa bahwa ia sangat hati-hati menjawab Wajahnya menunjukkan niat bers 50 %
enekan pelatuknya Aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak membunuh orang aku hanya membidik dan menekan pel 57 %
orang di bawah itu Memang wajah mereka adalah wajah orang baik-baik tapi entahlah apa yang kurang enak di sana Apakah karena ba 23 %
yang kurang enak di sana Apakah karena banyak yang memakai baju resmi seragam yang kubenci Ataukah karena perasaanku saja 24 %
teras Bagaimana Sudah datang orangnya Dia memakai baju batik merah kebetulan satu-satunya yang merah di sini jadi 37 %
begitu saja Dan nah itu dia seorang lelaki yang mamakai baju batik berwarna merah Wajahnya tampan dan berwibawa Ia su 44 %
engan poni menutup dahinya Matanya menatap tajam ke arah si baju batik merah Tembaklah dia sekarang ujarnya pelan dalam 68 %
k pahlawan jika menembaknya Kugerakkan lagi senapanku Dari balik teleskop kuteliti orang-orang yang makin banyak saja berdata 22 %
diketahui rasanya menyenangkan sepasang mata bola dari balik jendela Belum habis juga lagu keroncong itu Rasanya lama 26 %
n aku mengamati wajah itu Adakah ia mempunyai firasat Dari balik teleskop ini wajah-wajah memunculkan pesonanya sendiri yan 48 %
Orang itu pengkhianat Pengkhianat Ya pengkhianat bangsa dan negara Jadi sasaranku adalah seorang pengkhianat ba 21 %
sa dan negara Jadi sasaranku adalah seorang pengkhianat bangsa dan negara Apakah aku termasuk pahlawan jika menembaknya K 21 %
cara kematiannya Biar saja Bukankah ia seorang pengkhianat bangsa dan negara Ia pantas mendapatkan hukumannya Agak tegang 54 %
kesalahannya Ia pengkhianat ia menjelek-jelekkan nama bangsa dan negara kita di luar negeri Cuma itu Ia meresah 89 %
k di bawah sana di sekitar kolam renang tapi tampaknya tak banyak yang mendengarkan lagu keroncong itu dengan sungguh-sungguh 3 %
pecah dari tiap kerumunan Tak semuanya tua memang bahkan banyak wanita muda Paling tidak itulah yang menarik perhatianku L 5 %
napanku Dari balik teleskop kuteliti orang-orang yang makin banyak saja berdatangan Ada sesuatu yang terasa kurang enak setiap 22 %
k tapi entahlah apa yang kurang enak di sana Apakah karena banyak yang memakai baju resmi seragam yang kubenci Ataukah karen 24 %
tampak telah uzur Rambutnya disisr rapi ke belakang Ia tak banyak tertawa dan tersenyum Orang-orang mengerumuninya dengan hor 45 %
dengan bila kita berhadapan langsung dengan orangnya Ia tak banyak bicara namun tampaknya ia harus menjawab banyak pertanyaan 49 %
nya Ia tak banyak bicara namun tampaknya ia harus menjawab banyak pertanyaan Dan aku merasa bahwa ia sangat hati-hati menjawa 49 %
itu Dengan indra keenam ia kucari di antara kerumunan orang banyak Wajah-wajah cantik silih berganti mengisi teleskopku Aku ha 61 %
ng tidak benar Lantas Kamu mau apa Aku tidak tahu banyak Aku ingin tahu apakah semua itu merupakan alasan yang cukup 90 %
erjiwa pegawai menyembunyikan diri dengan sopan tapi makan banyak-banyak Tampak pula petugas berpakaian preman mondar-mandir membawa 31 %
sibuk bicara dengan tangan bergerak-gerak ke segala penjuru bapak-bapak yang dari wajahnya tampak berjiwa pegawai menyembunyikan di 30 %
tel ini aku masih mengintip lewat teleskop Angin laut yang basah terasa asin di bibirku Iseng-iseng sambil menunggu sasaran 15 %
s Bagaimana Sudah datang orangnya Dia memakai baju batik merah kebetulan satu-satunya yang merah di sini jadi enak 37 %
luk-makhluk kecil tentu tak terlalu jelas mana yang berbaju batik merah dari lantai 7 seperti ini Kuangkat kembali senapanku 39 %
tu saja Dan nah itu dia seorang lelaki yang mamakai baju batik berwarna merah Wajahnya tampan dan berwibawa Ia sudah se 44 %
poni menutup dahinya Matanya menatap tajam ke arah si baju batik merah Tembaklah dia sekarang ujarnya pelan dalam headp 68 %
eka terkenang-kenang akan masa lalunya Mereka terserak di bawah sana di sekitar kolam renang tapi tampaknya tak banyak yan 3 %
asa kurang enak setiap kali aku menatap wajah orang-orang di bawah itu Memang wajah mereka adalah wajah orang baik-baik tap 23 %
oncong itu Rasanya lama sekali Seperti juga orang-orang di bawah sana aku tak perlu mendengarkannya dengan sungguh-sungguh 27 %
unya yang merah di sini jadi enak untuk kamu Kulihat ke bawah mereka seperti kerumunan makhluk-makhluk kecil tentu tak te 38 %
Di sebelah mana dia tanyaku lewat mike yang tergantung di bawah daguku Dia di sudut kolam renang sebelah selatan dekat 42 %
kan pori-porinya terlihat dengan jelas Aku bagaikan menatap bayang-bayang takdir Siapakah sebenarnya yang menghentikan kehidupan oran 58 %
an cewek itu berani benar membentak-bentak seorang pembunuh bayaran Tanganku tiba-tiba bergerak sendiri menggeser senapan itu D 60 %
at mampir di dada penyanyi keroncong yang membusung itu Ada beberapa kerumunan Di telingaku juga berdentang bunyi gelas dan piri 65 %
ing Ia mungkin di belakang orkes dekat meja prasmanan Ada beberapa wanita dan petugas-petugas berpakaian preman Yang mana Ak 66 %
pakaian preman Yang mana Aku meneliti mereka satu per satu beberapa di antaranya jelas cuma pegawai perusahaan catering Ada sat 67 %
imis dan gemerlapan Wanita-wanita cantik terpaksa kulewati begitu saja Dan nah itu dia seorang lelaki yang mamakai baju ba 44 %
bidik dan menekan pelatuk Kutatap lagi wajah itu rasanya begitu dekat bahkan pori-porinya terlihat dengan jelas Aku bagaik 57 %
tan tanpa tahu malu Tapi aku tidak melakukan itu Aku hanya bekerja berdasarkan kontrak Di sebelah mana dia tanyaku lewat 42 %
juga aku menunggu perintah menembak Itulah repotnya selalu bekerja berdasarkan kontrak Tidak bisa seenaknya sendiri Aku dibay 55 %
Kamu tak tahu di mana aku Kamu memakai cheongsam dengan belahan di paha kamu ada di belakang orkes Dan kulihat wajahnya m 83 %
ah umur tapi tak tampak telah uzur Rambutnya disisr rapi ke belakang Ia tak banyak tertawa dan tersenyum Orang-orang mengerumuni 45 %
ingaku juga berdentang bunyi gelas dan piring Ia mungkin di belakang orkes dekat meja prasmanan Ada beberapa wanita dan petuga 66 %
Kamu memakai cheongsam dengan belahan di paha kamu ada di belakang orkes Dan kulihat wajahnya menjadi pucat Kamu sudah me 84 %
arena darah dan wanita-wanita berteriak Auuww Tapi aku belum menemukan orang yang mesti kubunuh Memang belum waktunya I 11 %
Tapi aku belum menemukan orang yang mesti kubunuh Memang belum waktunya Ia akan datang sebentar lagi Dan sebetulnya aku p 12 %
anya menyenangkan sepasang mata bola dari balik jendela belum habis juga lagu keroncong itu Rasanya lama sekali Seperti 26 %
mbakmu Senapan ini dilengkapi peredam Kamu tahu tembakanku belum pernah luput dan aku bisa segera lenyap Wajahnya menata 87 %
Aku bilang tunggu perintah Sialan cewek itu berani benar membentak-bentak seorang pembunuh bayaran Tanganku tiba-tib 60 %
eresahkan masyarakat dengan pernyataan-pernyataan yang tidak benar Lantas Kamu mau apa Aku tidak tahu banyak Aku ing 90 %
enembus mata kirinya Dan aku menatap mata orang itu Astaga benarkah dia seorang pengkhianat Kau tidak keliru Benarkah ia se 77 %
staga Benarkah dia seorang pengkhianat Kau tidak keliru benarkah ia seorang pengkhianat Tidak usah tanya-tanya tembak s 78 %
dengan sungguh-sungguh Musik keroncong sekarang ini seperti benda museum para senimannya kurang jenius untuk membuatnya lebih 28 %
ini aku memperhatikan mereka satu per satu seolah-olah aku berada di antara mereka Sebuah pesta yang meriah Ada kambing-guli 6 %
Lagu keroncong itu lagi jelas sekali di telingaku Pasti ia berada di dekat orkes Kucari-cari sekitar orkes Teleskopku sempat 64 %
ekarang Aku bilang tunggu perintah Sialan cewek itu berani benar membentak-bentak seorang pembunuh bayaran Tanganku ti 60 %
katakan cepat apa kesalahan orang itu Wanita itu tampak beranjak akan lari Jangan lari tak ada gunanya tak ada seorang 86 %
politik Urusanku adalah leontinmu manis ia bisa pecah berantakan oleh peluruku dan peluru itu tak akan berhenti di situ 91 %
di hadapannya dengan sabar Orang yang bercerita itu tampak berapi-api namun lelaki itu kelihatannya menahan diri untuk tidak ikut 74 %
sana Dan aku melihat orang itu Ia sedang bercerita dengan berapi-api Tangannya bergerak kian kemari mengepal dan memukul-mukulka 96 %
karena perasaanku saja Namun sungguh mati aku akan sangat berbahagia kalau korbanku kali ini adalah seseorang yang memuakkan K 25 %
nan makhluk-makhluk kecil tentu tak terlalu jelas mana yang berbaju batik merah dari lantai 7 seperti ini Kuangkat kembali sena 39 %
eleskop ini wajah-wajah memunculkan pesonanya sendiri yang berbeda dibanding dengan bila kita berhadapan langsung dengan orangn 48 %
Iseng-iseng sambil menunggu sasaran aku mencari orang yang berbicara padaku Dan aku melihat wajah-wajah pada teleskop Para wani 16 %
ta sendiri Rupanya betul dia Ia mendengar lewat giwang dan berbicara padaku lewat mikrofon yang tersembunyi dalam leontin kalungn 70 %
ndengarkan lagu keroncong itu dengan sungguh-sungguh Mereka bercakap sendiri riuh dan tawa sesekali pecah dari tiap kerumunan 4 %
rkan cerita seseorang di hadapannya dengan sabar Orang yang bercerita itu tampak berapi-api namun lelaki itu kelihatannya menahan 74 %
hkan senapanku ke sana Dan aku melihat orang itu Ia sedang bercerita dengan berapi-api Tangannya bergerak kian kemari mengepal 96 %
a tahu malu Tapi aku tidak melakukan itu Aku hanya bekerja berdasarkan kontrak Di sebelah mana dia tanyaku lewat mike yang te 42 %
u menunggu perintah menembak Itulah repotnya selalu bekerja berdasarkan kontrak Tidak bisa seenaknya sendiri Aku dibayar untuk men 55 %
i balik teleskop kuteliti orang-orang yang makin banyak saja berdatangan Ada sesuatu yang terasa kurang enak setiap kali aku menatap 22 %
ang membusung itu Ada beberapa kerumunan Di telingaku juga berdentang bunyi gelas dan piring Ia mungkin di belakang orkes dekat 65 %
anan menyeruput minuman tersenyum dan tertawa Ada ibu-ibu berdiri dengan kaku di samping suaminya yang sibuk bicara dengan tan 30 %
u mengintip kembali lewat teleskop Garis silang itu kembali beredar dari wajah ke wajah Mereka masih tertawa-tawa dan tersenyum 40 %
i di antara kerumunan orang banyak Wajah-wajah cantik silih berganti mengisi teleskopku Aku harus memancing dia bicara Tungg 62 %
lagi kalau tubuh itu terpental ke kolam renang dengan suara bergedebur sehingga airnya muncrat membasahi pakaian para tamu dan kola 10 %
Jangan main-main Aku tahu kamu tidak di tempat Aku bergegas kembali ke teras Bagaimana Sudah datang orangnya D 37 %
ing-guling Hmmm Garis silang pada teleskop itu terus saja bergerak Sesekali berhenti pada dahi seseorang dan mengikutinya Kal 7 %
embentak-bentak seorang pembunuh bayaran Tanganku tiba-tiba bergerak sendiri menggeser senapan itu Dengan indra keenam ia kucari 61 %
orang itu Ia sedang bercerita dengan berapi-api Tangannya bergerak kian kemari mengepal dan memukul-mukulkan tinjunya pada tel 97 %
gan kaku di samping suaminya yang sibuk bicara dengan tangan bergerak-gerak ke segala penjuru Bapak-bapak yang dari wajahnya tampak ber 30 %
n pesonanya sendiri yang berbeda dibanding dengan bila kita berhadapan langsung dengan orangnya Ia tak banyak bicara namun tampak 49 %
Garis silang pada teleskop itu terus saja bergerak Sesekali berhenti pada dahi seseorang dan mengikutinya Kalau kutekankan telu 7 %
da juga yang berwajah menjilat Garis silang pada teleskopku berhenti tepat di antara kedua matanya Apakah harus kulakukan sek 47 %
bisa pecah berantakan oleh peluruku dan peluru itu tak akan berhenti di situ Wajah itu kembali menatap ke arahku dengan panda 92 %
n pun sedang purnama Kuletakkan senapanku karena pegal Aku berjalan ke dalam kamar mengambil kacang dari meja Kupasang televis 34 %
rak ke segala penjuru Bapak-bapak yang dari wajahnya tampak berjiwa pegawai menyembunyikan diri dengan sopan tapi makan banyak 31 %
ugupnya dia Ia ada di depan orang yang harus kamu tembak berkacamata Ya Kuarahkan senapanku ke sana Dan aku melihat orang it 96 %
lan dalam headphone-ku dan kulihat dari teleskop dia memang berkata-kata sendiri Rupanya betul dia Ia mendengar lewat giwang dan be 69 %
museum para senimannya kurang jenius untuk membuatnya lebih berkembang Di manakah wanita yang bersuara lembut itu Di mana-mana o 28 %
a lenyap Wajahnya menatap ke atas ke arahku Kulihat ia berkeringat dingin Gelisah Apa maumu Katakan kesalahannya 88 %
Tembak sekarang Jadi seperti inilah semua pembunuhan itu berlangsung Mata rantai tanpa ujung dan pangkal Wanita ini tentu hanya 72 %
Kugeserkan senapanku ke kanan Kulewati lagi wajah-wajah berlemak klimis dan gemerlapan Wanita-wanita cantik terpaksa kulewa 43 %
a Kalau kutekankan telunjukku tak pelak lagi dahi itu akan berlubang Dan tubuh orang itu akan roboh Bisa roboh perlahan-lahan se 8 %
aku tidak tahu politik Jadi sambil menatap wajah yang akan berlubang itu aku berpikir tentang yang lain Mungkin ia punya istri 52 %
dengan sopan tapi makan banyak-banyak Tampak pula petugas berpakaian preman mondar-mandir membawa walkie-talkie Agaknya pesta ka 31 %
kat meja prasmanan Ada beberapa wanita dan petugas-petugas berpakaian preman Yang mana Aku meneliti mereka satu per satu Bebera 66 %
tik Jadi sambil menatap wajah yang akan berlubang itu aku berpikir tentang yang lain Mungkin ia punya istri punya anak Bahka 52 %
langgar kontrak Aku tidak mau menembak orang yang tidak bersalah Itu bukan urusanmu tahun lalu kamu menembak ribuan orang ya 85 %
n urusanmu tahun lalu kamu menembak ribuan orang yang tidak bersalah Itu urusanku sendiri katakan cepat apa kesalahan orang itu 85 %
ahwa ia sangat hati-hati menjawab Wajahnya menunjukkan niat bersopan santun yang tidak menyebalkan Apakah yang akan terjadi kala 50 %
us untuk membuatnya lebih berkembang Di manakah wanita yang bersuara lembut itu Di mana-mana orang mengunyah makanan menyerup 29 %
anya jelas cuma pegawai perusahaan catering Ada satu wanita bertampang juragan Mungkin satunya lagi Rambutnya lurus dan hitam den 67 %
a anak Bahkan kupikir ia pun pantas punya cucu Mereka akan bertangisan setelah mendengar kematian orang ini dan tangis itu akan ma 53 %
ang itu segera berwarna merah karena darah dan wanita-wanita berteriak Auuww Tapi aku belum menemukan orang yang mesti kubunuh 11 %
yum Orang-orang mengerumuninya dengan hormat Ada juga yang berwajah menjilat Garis silang pada teleskopku berhenti tepat di ant 46 %
crat membasahi pakaian para tamu dan kolam renang itu segera berwarna merah karena darah dan wanita-wanita berteriak Auuww T 11 %
a Dan nah itu dia seorang lelaki yang mamakai baju batik berwarna merah Wajahnya tampan dan berwibawa Ia sudah setengah um 44 %
ang mamakai baju batik berwarna merah Wajahnya tampan dan berwibawa Ia sudah setengah umur tapi tak tampak telah uzur Rambutnya 45 %
lihat dari teleskop dia memang berkata-kata sendiri Rupanya betul dia Ia mendengar lewat giwang dan berbicara padaku lewat mi 69 %
u akan makin menjadi-jadi ketika mengetahui cara kematiannya biar saja Bukankah ia seorang pengkhianat bangsa dan negara Ia 54 %
ngintip lewat teleskop Angin laut yang basah terasa asin di bibirku Iseng-iseng sambil menunggu sasaran aku mencari orang yang 15 %
a ibu-ibu berdiri dengan kaku di samping suaminya yang sibuk bicara dengan tangan bergerak-gerak ke segala penjuru Bapak-bapak 30 %
bila kita berhadapan langsung dengan orangnya Ia tak banyak bicara namun tampaknya ia harus menjawab banyak pertanyaan Dan aku 49 %
k silih berganti mengisi teleskopku Aku harus memancing dia bicara Tunggu perintah apa lagi Kau tak perlu tahu pokoknya t 62 %
memunculkan pesonanya sendiri yang berbeda dibanding dengan bila kita berhadapan langsung dengan orangnya Ia tak banyak bica 49 %
ah mengelus-elus tengkuknya Bagaimana Sekarang Aku bilang tunggu perintah Sialan cewek itu berani benar membentak 60 %
dihadiri orang-orang penting Malam cerah dan langit penuh bintang Bahkan bulan pun sedang purnama Kuletakkan senapanku karena 33 %
uru-buru menembak sasaranku lantas pulang dan minum segelas bir Hei kamu masih di situ tiba-tiba terdengar lagi suara itu 35 %
lagi dahi itu akan berlubang Dan tubuh orang itu akan roboh bisa roboh perlahan-lahan seperti pohon ditebang bisa pula terse 8 %
akan roboh Bisa roboh perlahan-lahan seperti pohon ditebang bisa pula tersentak dan mengacaukan kerumunan orang yang sedang t 8 %
i Dilakukan lewat telepon seperti itu tentu wajahnya hanya bisa kukira-kira saja Kau tidak perlu tahu ini bagian dari k 18 %
k Itulah repotnya selalu bekerja berdasarkan kontrak Tidak bisa seenaknya sendiri Aku dibayar untuk mengarahkan garis silan 55 %
ia sekarang tolol atau kamu akan mati Justru kamu yang bisa segera mati Omong kosong Kamu tak tahu di mana aku 83 %
pi peredam Kamu tahu tembakanku belum pernah luput dan aku bisa segera lenyap Wajahnya menatap ke atas ke arahku Kulih 87 %
usanmu Ini politik Urusanku adalah leontinmu manis ia bisa pecah berantakan oleh peluruku dan peluru itu tak akan berh 91 %
Ah jangan jangan tembak Please Siapa Aku…aku bisa celaka Sekarang pun kamu bisa celaka Kuhitung sampai t 94 %
Siapa Aku…aku bisa celaka Sekarang pun kamu bisa celaka Kuhitung sampai tiga Satu… Kamu gila kamu meru 94 %
orang tanpa diketahui rasanya menyenangkan sepasang mata bola dari balik jendela Belum habis juga lagu keroncong itu Ra 26 %
siapa yang jadi sasaran bukan urusanku Tapi satu hal kau boleh tahu Apa Orang itu pengkhianat Pengkhianat 20 %
terjadi Aku dibayar untuk menembak siapa yang jadi sasaran bukan urusanku Tapi satu hal kau boleh tahu Apa Oran 20 %
Aku tidak mau menembak orang yang tidak bersalah Itu bukan urusanmu tahun lalu kamu menembak ribuan orang yang tidak b 85 %
a itu merupakan alasan yang cukup untuk membunuhnya Itu bukan urusanmu Ini politik Urusanku adalah leontinmu manis 91 %
n menjadi-jadi ketika mengetahui cara kematiannya Biar saja bukankah ia seorang pengkhianat bangsa dan negara Ia pantas mendapat 54 %
rang penting Malam cerah dan langit penuh bintang Bahkan bulan pun sedang purnama Kuletakkan senapanku karena pegal Aku b 33 %
ng itu Ada beberapa kerumunan Di telingaku juga berdentang bunyi gelas dan piring Ia mungkin di belakang orkes dekat meja p 65 %
elalu buruk Sunyi sekali rasanya kamar hotel ini Aku ingin buru-buru menembak sasaranku lantas pulang dan minum segelas bir 35 %
televisi tapi segera kumatikan lagi Acara televisi selalu buruk Sunyi sekali rasanya kamar hotel ini Aku ingin buru-buru me 35 %
amu jangan main gila selendang sutra tanda mata darimu busyet Lagu keroncong itu lagi jelas sekali di telingaku Pasti ia 63 %
ngan pakaian malam yang anggun Ada yang punggungnya terbuka cantik sekali Aku tak mengira seorang wanita akan terlibat dalam p 17 %
wajah-wajah berlemak klimis dan gemerlapan Wanita-wanita cantik terpaksa kulewati begitu saja Dan nah itu dia seorang le 44 %
enam ia kucari di antara kerumunan orang banyak Wajah-wajah cantik silih berganti mengisi teleskopku Aku harus memancing dia b 62 %
ni dan tangis itu akan makin menjadi-jadi ketika mengetahui cara kematiannya Biar saja Bukankah ia seorang pengkhianat bang 53 %
er satu Beberapa di antaranya jelas cuma pegawai perusahaan catering Ada satu wanita bertampang juragan Mungkin satunya lagi Ra 67 %
jangan jangan tembak Please Siapa Aku…aku bisa celaka Sekarang pun kamu bisa celaka Kuhitung sampai tiga Satu… 94 %
Siapa Aku…aku bisa celaka Sekarang pun kamu bisa celaka Kuhitung sampai tiga Satu… Kamu gila kamu merusak sega 94 %
orang yang tidak bersalah Itu urusanku sendiri katakan cepat apa kesalahan orang itu Wanita itu tampak beranjak akan 86 %
tel di tepi pantai ini dihadiri orang-orang penting Malam cerah dan langit penuh bintang Bahkan bulan pun sedang purnama K 33 %
li pada sasaran Lelaki setengah tua itu sedang mendengarkan cerita seseorang di hadapannya dengan sabar Orang yang bercerita i 73 %
gaimana Sekarang Aku bilang tunggu perintah Sialan cewek itu berani benar membentak-bentak seorang pembunuh bayaran 60 %
Omong kosong Kamu tak tahu di mana aku Kamu memakai cheongsam dengan belahan di paha kamu ada di belakang orkes Dan kul 83 %
Keroncong Pembunuhan Experimental concordance Program The text Keroncong Pembunuhan Oleh Seno Gumira A 0 %
punya istri punya anak Bahkan kupikir ia pun pantas punya cucu Mereka akan bertangisan setelah mendengar kematian orang ini 52 %
Aku ingin tahu apakah semua itu merupakan alasan yang cukup untuk membunuhnya Itu bukan urusanmu Ini politik 91 %
u meneliti mereka satu per satu Beberapa di antaranya jelas cuma pegawai perusahaan catering Ada satu wanita bertampang jura 67 %
menjelek-jelekkan nama bangsa dan negara kita di luar negeri cuma itu Ia meresahkan masyarakat dengan pernyataan-pernyata 89 %
rkes Kucari-cari sekitar orkes Teleskopku sempat mampir di dada penyanyi keroncong yang membusung itu Ada beberapa kerumuna 65 %
yi dalam leontin kalungnya Leontin yang indah terpajang di dadanya yang tipis Apa tanyaku lagi karena ingin meyakinkan 71 %
belah mana dia tanyaku lewat mike yang tergantung di bawah daguku Dia di sudut kolam renang sebelah selatan dekat payung hija 42 %
ada teleskop itu terus saja bergerak Sesekali berhenti pada dahi seseorang dan mengikutinya Kalau kutekankan telunjukku ta 7 %
an mengikutinya Kalau kutekankan telunjukku tak pelak lagi dahi itu akan berlubang Dan tubuh orang itu akan roboh Bisa rob 8 %
satunya lagi Rambutnya lurus dan hitam dengan poni menutup dahinya Matanya menatap tajam ke arah si baju batik merah Tembak 68 %
Cantik sekali Aku tak mengira seorang wanita akan terlibat dalam pembunuhan seperti ini Siapa sasaranku tanyaku minggu 17 %
-talkie Agaknya pesta kambing-guling pada tepi kolam renang dalam sebuah hotel di tepi pantai ini dihadiri orang-orang penting 32 %
purnama Kuletakkan senapanku karena pegal Aku berjalan ke dalam kamar mengambil kacang dari meja Kupasang televisi tapi s 34 %
Kau tak perlu tahu pokoknya tunggu Ini tidak ada dalam perjanjian Ada Kamu jangan main gila selendang sut 63 %
baju batik merah Tembaklah dia sekarang ujarnya pelan dalam headphone-ku dan kulihat dari teleskop dia memang berkata-k 69 %
giwang dan berbicara padaku lewat mikrofon yang tersembunyi dalam leontin kalungnya Leontin yang indah terpajang di dadanya 70 %
anku mengarah padamu manis kataku dingin Apa-apaan ini dalam teleskop kulihat wajahnya mendongak ke arahku dengan kaget 81 %
ng itu dengan sungguh-sungguh Mereka bercakap sendiri riuh dan tawa sesekali pecah dari tiap kerumunan Tak semuanya tua 4 %
u terus saja bergerak Sesekali berhenti pada dahi seseorang dan mengikutinya Kalau kutekankan telunjukku tak pelak lagi da 7 %
utekankan telunjukku tak pelak lagi dahi itu akan berlubang dan tubuh orang itu akan roboh Bisa roboh perlahan-lahan sepert 8 %
h perlahan-lahan seperti pohon ditebang bisa pula tersentak dan mengacaukan kerumunan orang yang sedang tertawa-tawa itu me 8 %
rgedebur sehingga airnya muncrat membasahi pakaian para tamu dan kolam renang itu segera berwarna merah karena darah dan wani 10 %
tamu dan kolam renang itu segera berwarna merah karena darah dan wanita-wanita berteriak Auuww Tapi aku belum menemukan 11 %
kubunuh Memang belum waktunya Ia akan datang sebentar lagi dan sebetulnya aku pun tak perlu terlalu repot mencarinya karena 12 %
il menunggu sasaran aku mencari orang yang berbicara padaku dan aku melihat wajah-wajah pada teleskop Para wanita dengan pa 16 %
itu pengkhianat Pengkhianat Ya pengkhianat bangsa dan negara Jadi sasaranku adalah seorang pengkhianat bangsa 21 %
negara Jadi sasaranku adalah seorang pengkhianat bangsa dan negara Apakah aku termasuk pahlawan jika menembaknya Kuger 21 %
-mana orang mengunyah makanan menyeruput minuman tersenyum dan tertawa Ada ibu-ibu berdiri dengan kaku di samping suaminya 29 %
tepi pantai ini dihadiri orang-orang penting Malam cerah dan langit penuh bintang Bahkan bulan pun sedang purnama Kulet 33 %
l ini Aku ingin buru-buru menembak sasaranku lantas pulang dan minum segelas bir Hei kamu masih di situ tiba-tiba te 35 %
mbali beredar dari wajah ke wajah Mereka masih tertawa-tawa dan tersenyum-senyum Aku juga tersenyum Sebentar lagi wajahmu 40 %
napanku ke kanan Kulewati lagi wajah-wajah berlemak klimis dan gemerlapan Wanita-wanita cantik terpaksa kulewati begitu sa 43 %
merlapan Wanita-wanita cantik terpaksa kulewati begitu saja dan nah itu dia seorang lelaki yang mamakai baju batik berwarn 44 %
ki yang mamakai baju batik berwarna merah Wajahnya tampan dan berwibawa Ia sudah setengah umur tapi tak tampak telah uzur 45 %
ur Rambutnya disisr rapi ke belakang Ia tak banyak tertawa dan tersenyum Orang-orang mengerumuninya dengan hormat Ada jug 46 %
kah harus kulakukan sekarang Nanti dulu tunggu komando dan aku mengamati wajah itu Adakah ia mempunyai firasat Dari b 47 %
bicara namun tampaknya ia harus menjawab banyak pertanyaan dan aku merasa bahwa ia sangat hati-hati menjawab Wajahnya menu 49 %
Mereka akan bertangisan setelah mendengar kematian orang ini dan tangis itu akan makin menjadi-jadi ketika mengetahui cara ke 53 %
matiannya Biar saja Bukankah ia seorang pengkhianat bangsa dan negara Ia pantas mendapatkan hukumannya Agak tegang juga 54 %
u sendiri bahwa aku tidak membunuh orang aku hanya membidik dan menekan pelatuk Kutatap lagi wajah itu rasanya begitu de 57 %
beberapa kerumunan Di telingaku juga berdentang bunyi gelas dan piring Ia mungkin di belakang orkes dekat meja prasmanan 65 %
di belakang orkes dekat meja prasmanan Ada beberapa wanita dan petugas-petugas berpakaian preman Yang mana Aku meneliti m 66 %
ta bertampang juragan Mungkin satunya lagi Rambutnya lurus dan hitam dengan poni menutup dahinya Matanya menatap tajam ke 68 %
Tembaklah dia sekarang ujarnya pelan dalam headphone-ku dan kulihat dari teleskop dia memang berkata-kata sendiri Rupan 69 %
a-kata sendiri Rupanya betul dia Ia mendengar lewat giwang dan berbicara padaku lewat mikrofon yang tersembunyi dalam leont 70 %
ah semua pembunuhan itu berlangsung Mata rantai tanpa ujung dan pangkal Wanita ini tentu hanya salah satu mata rantai Kual 72 %
n yang terlalu simetris Peluruku akan menembus mata kirinya dan aku menatap mata orang itu Astaga Benarkah dia seorang pen 77 %
cheongsam dengan belahan di paha kamu ada di belakang orkes dan kulihat wajahnya menjadi pucat Kamu sudah melanggar kont 84 %
dilengkapi peredam Kamu tahu tembakanku belum pernah luput dan aku bisa segera lenyap Wajahnya menatap ke atas ke arah 87 %
hannya Ia pengkhianat ia menjelek-jelekkan nama bangsa dan negara kita di luar negeri Cuma itu Ia meresahkan 89 %
alah leontinmu manis ia bisa pecah berantakan oleh peluruku dan peluru itu tak akan berhenti di situ Wajah itu kembali m 92 %
bak Berkacamata Ya Kuarahkan senapanku ke sana dan aku melihat orang itu Ia sedang bercerita dengan berapi-api 96 %
dengan berapi-api Tangannya bergerak kian kemari mengepal dan memukul-mukulkan tinjunya pada telapak tangan yang lain Waj 97 %
ulkan tinjunya pada telapak tangan yang lain Wajahnya licik dan penuh tipu daya Sangat memuakkan Padahal ia pun sudah tua 97 %
para tamu dan kolam renang itu segera berwarna merah karena darah dan wanita-wanita berteriak Auuww Tapi aku belum menem 11 %