ReadingBar

back to Wawancara dengan Rahwana

click here for the word frequency

 

Wawancara dengan Rahwana

Experimental Concordance Program

The text:

---60---Wawancara dengan Rahwana oleh: Yudistira ANM Massardi Sesaat sebelum Anoman menyungsepkan kepalanya ke dasar bumi, Rahwana sempat menghujat: “Jasadku boleh jadi lenyap sesudah ini, tetapi jisimku akan tetap hidup. Menyusup ke dalam jiwa setiap manusia. Sepanjang abad…” Bumi yang menghimpitnya, kemudian menelan dan melumatnya. Langit menggelegar. Lalu kelam. Dari rekahan tempat tokoh tragis penguasa Alengka itu terbenam, menghambur jutaan gelembung hitam yang serentak menyebar ke seluruh jagad. Sanjaya –wartawan perang pertama di dunia yang menjadi penyiar pandangan mata pertempuran besar Keluarga Bharata di Kurusetra dan sempat juga menyaksikan kematian bandit besar tadi –segera menguber. Ia minta tolong pada Anoman untuk dibenamkan ke dalam bumi, menuju akhirat, mengikuti arwah Rahwana. Berikut ini petikan wawancara Sanjaya dengan biang segala kejahatan itu. Sanjaya (S): “Setujukah anda dengan cara dan kematian yang barusan anda alami?” Rahwana (R): “Kematian atau pun kehidupan, bukanlah hal yang perlu disetujui atau tak disetujui. Keduanya adalah hal yang amat sederhana, sehingga tak perlu dipersoalkan benar. Sedangkan ‘cara’ begitu pentingkah hal itu? Manusia memang punya bermacam-macam kebiasaan buruk. Sebagaimana halnya anda, mereka selalu bernapsu untuk mempertanyakan bagaimana cara seseorang mati dan bagaimana cara seseorang hidup. Itu adalah pertanyaan tragis yang hanya dimaksud untuk kepentingan dramatik dari lakon yang dimainkan. Cara kematian saya yang anda tadi saksikan, memang dramatis. Bagaimana seseorang yang sangat berkuasa, sakti mandraguna dan kaya-raya, menemui ajal secara begitu nista dan tanpa daya. Itulah ketentuan yang sudah digariskan. Tapi anda harus yakin. Saya tidaklah mati dalam pengertian yang biasa. Sebab pada dasarnya saya tetap hidup. Kematian saya adalah sarana bagi kehidupan langgeng jisim saya di dunia. Kehancuran jasad saya adalah untuk keperkasaan jisim saya. Anda bisa buktikan nanti, sesudah peristiwa ini maka dunia akan dipenuhi gelembung-gelembung…anda melihatnya tadi? (Sanjaya mengangguk). Itulah bentuk kekuasaan saya yang baru. Suatu kejahatan yang tangguh. Nah, haruskah saya memprotes cara dan kematian saya? Tidak bukan? (Sanjaya menggangguk lagi). Dan cara hidup saya selama jadi penguasa Alengka, apakah akan anda ungkapkan secara menyolok untuk kepentingan dramatik tadi? Oya, mau disiarkan di mana wawancara ini? Ah, tidak, tidak. Disiarkan atau tidak, tak penting bagi saya. Tapi cara hidup saya, cara saya mengendalikan kekuasaan, cara saya memanjakan saudara-saudara dan sanak keluarga saya, agaknya memang penting diungkapkan dalam laporan anda nanti. Tulislah apa pandangan anda tentang semua itu. Bongkarlah apa yang selama ini anda anggap sebagai skandal. Ganyanglah semuanya kalau memang cukup dramatis untuk diganyang. Saya tidak akan sedih. Sebab saya akan berada di dalam jiwa semua pengganyangnya. Saya akan berada dalam darah setiap orang yang ingin mengangkangi sisa kekuasaan serta harta benda saya. Tugas jisim sayalah untuk menggebrakkan semua itu. S: “Bisakah anda gambarkan secara konkrit besarnya kekuasaan itu?” R: “Sebesar kosmos.” S: “Apakah anda menguasai setiap manusia?” R: “Setiap manusia memiliki naluri kejahatan.” S: “Apakah keuntungan anda dengan kekuasaan semacam itu?” R: “Selalu saja begitu. Setiap orang selalu berpikir mengenai keuntungan dan kerugian. Apa sih pentingnya kedua hal itu? Dan anda tentu tahu, saya bukan pedagang. Betapa pun durjananya, kasta saya adalah kesatria. Kesatria tidak pernah berpikir seperti pedagang. Keuntungan atau kerugian tak ada artinya. Yang penting bagi saya adalah konsistensi terhadap cita-cita perjuangan. Saya harus memelihara kefatalan dan kehancuran martabat manusia. Tugas dan kewajiban sayalah membangun keangkaramurkaan di muka bumi ini.” S: “Apakah tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “Aaah! Bagaimana sih, anda ini? Kesedihan, kegembiraan dan segala macam bunyi perasaan semacam itu, sebagaimana keuntungan dan kerugian, tak ada artinya bagi saya. Kesatria tidak secengeng itu. Seorang kesatria yang menggenggam suatu kekuasaan besar, tak boleh menjadi melankolis. Ia harus tegas mengemban tugasnya. Sentimentalitas semacam itu hanya milik para budak. Para Sudra. Sebab sekali seorang kesatria membiarkan dirinya terhanyut oleh perasaan, ia akan guyah. Kekuasaan akan luput dari tangannya. Sesudah itu adalah keruntuhan. Paham? Seorang kesatria pantang kehilangan apa yang sudah menjadi miliknya. Milik itu harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan. Tak ada kompromi.” S: “Juga seandainya orang yang berada di bawah kekuasaan anda sengsara?” R: “Kesengsaraan dan penderitaan para kawula adalah bagian terpenting dari kekuasaan mutlak. Tanpa ada kesengsaraan, tidaklah ada artinya sebuah kekuasaan. Tanpa penderitaan orang banyak bahkan tak mungkin sebuah kekuasaan bisa hadir dan kukuh.” S: “Kalau ada kritik mengatakan bahwa anda tak mau mendengar atau memperhatikan keluhan para kawula...?” R: “Kritik? Itu adalah bagian terindah dari kukuhnya sebuah kekuasaan. Kritik penting dari segi dramatik. Rintihan dan keluhan para kawula adalah tembang lirih bagi impian sepanjang malam.” S: “Anda betul-betul sadis.” R: “Seorang penguasa yang baik harus sadis. Dan kekuasaan yang ada dalam genggaman saya adalah sadisme. Karena itu dibutuhkan banyak kurban. Sebagai tumbal. Juga sebagai syarat bagi kelanggengan kekuasaan itu.” S: “Apakah anda juga menguasai para penguasa di dunia ini?” R: “Kenapa tidak? Setiap penguasa, setiap kekuasaan yang ada di dunia, adalah instrumen yang mengumandangkan nyanyian setiap gelembung hitam yang menghambur dari tempat jasad saya tadi nyungsep.” S: “Apa komitmen anda dengan para penguasa itu?” R: “He? Itu rahasia….” S: “Baiklah. Anda nanti akan memilih surga atau neraka?” R: “Busyet. Kenapa anda tanyakan itu? Tentu saja saya akan memilih neraka. Saya sarankan, kalau anda mati nanti, lebih baik masuk neraka saja. Di sana banyak masalah yang perlu anda dalami. Saya kira sebuah reportase dari neraka akan jauh lebih menarik. Sebab, sebagaimana tadi saya bilang, manusia kan lebih menyukai hal-hal dramatik? Surga terlalu tenang. Terlalu damai, sehingga tak ada masalah lagi. Tapi di neraka, setiap saat terjadi hiruk-pikuk dan bermacam penderitaan kumpul jadi satu di sana. Anda bisa wawancarai mereka. Segala kepedihan dan penyesalan yang mereka kemukakan tentu sangat baik untuk dijadikan peringatan bagi yang masih hidup, bukan? Untuk itu, tentu anda akan memperoleh pahala. Juga di tempat itu, anda bisa bertemu dengan semua penguasa dunia yang menghamba pada keserakahan.” S: “Pertanyaan terakhir. Apa pendapat anda tentang Dewi Sinta, istri Sri Rama yang pernah anda culik itu?” R: “O, very good! Very good!” S: “Terima kasih.” (Berikutnya, wawancara Semar dengan Marilyn Monroe) Jakarta, Mei 1980.

 

re- text

WORD

post- text

%
sederhana, sehingga tak perlu dipersoalkan benar. Sedangkan ‘cara’ begitu pentingkah hal itu? Manusia memang punya bermacam-mac 17 %
bumi ini.” S: “Apakah tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “aaah! Bagaimana sih, anda ini? Kesedihan, kegembiraan dan segala m 57 %
kawula adalah tembang lirih bagi impian sepanjang malam.” S: “anda betul-betul sadis.” R: “Seorang penguasa yang baik harus sad 76 %
am yang menghambur dari tempat jasad saya tadi nyungsep.” S: “apa komitmen anda dengan para penguasa itu?” R: “He? Itu rahasia 83 %
ara konkrit besarnya kekuasaan itu?” R: “Sebesar kosmos.” S: “apakah anda menguasai setiap manusia?” R: “Setiap manusia memiliki 46 %
manusia?” R: “Setiap manusia memiliki naluri kejahatan.” S: “apakah keuntungan anda dengan kekuasaan semacam itu?” R: “Selalu sa 47 %
ban sayalah membangun keangkaramurkaan di muka bumi ini.” S: “apakah tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “Aaah! Bagaimana sih, 56 %
al. Juga sebagai syarat bagi kelanggengan kekuasaan itu.” S: “apakah anda juga menguasai para penguasa di dunia ini?” R: “Kenapa 79 %
saya. Tugas jisim sayalah untuk menggebrakkan semua itu. S: “bisakah anda gambarkan secara konkrit besarnya kekuasaan itu?” R: “S 45 %
ungsepkan kepalanya ke dasar bumi, Rahwana sempat menghujat: “jasadku boleh jadi lenyap sesudah ini, tetapi jisimku akan tetap hid 2 %
hankan sampai titik darah penghabisan. Tak ada kompromi.” S: “juga seandainya orang yang berada di bawah kekuasaan anda sengsar 67 %
ahkan tak mungkin sebuah kekuasaan bisa hadir dan kukuh.” S: “kalau ada kritik mengatakan bahwa anda tak mau mendengar atau memp 71 %
gan cara dan kematian yang barusan anda alami?” Rahwana (R): “kematian atau pun kehidupan, bukanlah hal yang perlu disetujui atau t 14 %
“Apakah anda juga menguasai para penguasa di dunia ini?” R: “kenapa tidak? Setiap penguasa, setiap kekuasaan yang ada di dunia, 80 %
inya orang yang berada di bawah kekuasaan anda sengsara?” R: “kesengsaraan dan penderitaan para kawula adalah bagian terpenting dari ke 68 %
an semua penguasa dunia yang menghamba pada keserakahan.” S: “pertanyaan terakhir. Apa pendapat anda tentang Dewi Sinta, istri Sri Ra 97 %
ah anda gambarkan secara konkrit besarnya kekuasaan itu?” R: “sebesar kosmos.” S: “Apakah anda menguasai setiap manusia?” R: “Seti 46 %
S: “Apakah keuntungan anda dengan kekuasaan semacam itu?” R: “selalu saja begitu. Setiap orang selalu berpikir mengenai keuntunga 48 %
agi impian sepanjang malam.” S: “Anda betul-betul sadis.” R: “seorang penguasa yang baik harus sadis. Dan kekuasaan yang ada dalam 76 %
besar kosmos.” S: “Apakah anda menguasai setiap manusia?” R: “setiap manusia memiliki naluri kejahatan.” S: “Apakah keuntungan an 47 %
cara Sanjaya dengan biang segala kejahatan itu. Sanjaya (S): “setujukah anda dengan cara dan kematian yang barusan anda alami?” Rahw 13 %
ang pernah anda culik itu?” R: “O, very good! Very good!” S: “terima kasih.” (Berikutnya, wawancara Semar dengan Marilyn Monroe) Jakarta, Mei 1980 99 %
kutnya, wawancara Semar dengan Marilyn Monroe) Jakarta, Mei 1980   100 %
etap hidup. Menyusup ke dalam jiwa setiap manusia. Sepanjang abad…” Bumi yang menghimpitnya, kemudian menelan dan melumatnya. La 4 %
rnah berpikir seperti pedagang. Keuntungan atau kerugian tak ada artinya. Yang penting bagi saya adalah konsistensi terhadap 52 %
rasaan semacam itu, sebagaimana keuntungan dan kerugian, tak ada artinya bagi saya. Kesatria tidak secengeng itu. Seorang kes 59 %
itu harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan. Tak ada kompromi.” S: “Juga seandainya orang yang berada di bawah ke 66 %
kawula adalah bagian terpenting dari kekuasaan mutlak. Tanpa ada kesengsaraan, tidaklah ada artinya sebuah kekuasaan. Tanpa p 69 %
ting dari kekuasaan mutlak. Tanpa ada kesengsaraan, tidaklah ada artinya sebuah kekuasaan. Tanpa penderitaan orang banyak bah 70 %
ak mungkin sebuah kekuasaan bisa hadir dan kukuh.” S: “Kalau ada kritik mengatakan bahwa anda tak mau mendengar atau memperha 72 %
“Seorang penguasa yang baik harus sadis. Dan kekuasaan yang ada dalam genggaman saya adalah sadisme. Karena itu dibutuhkan b 77 %
i?” R: “Kenapa tidak? Setiap penguasa, setiap kekuasaan yang ada di dunia, adalah instrumen yang mengumandangkan nyanyian set 81 %
dramatik? Surga terlalu tenang. Terlalu damai, sehingga tak ada masalah lagi. Tapi di neraka, setiap saat terjadi hiruk-piku 91 %
kanlah hal yang perlu disetujui atau tak disetujui. Keduanya adalah hal yang amat sederhana, sehingga tak perlu dipersoalkan ben 16 %
cara seseorang mati dan bagaimana cara seseorang hidup. Itu adalah pertanyaan tragis yang hanya dimaksud untuk kepentingan dram 20 %
g biasa. Sebab pada dasarnya saya tetap hidup. Kematian saya adalah sarana bagi kehidupan langgeng jisim saya di dunia. Kehancur 27 %
ehidupan langgeng jisim saya di dunia. Kehancuran jasad saya adalah untuk keperkasaan jisim saya. Anda bisa buktikan nanti, sesu 28 %
tahu, saya bukan pedagang. Betapa pun durjananya, kasta saya adalah kesatria. Kesatria tidak pernah berpikir seperti pedagang. K 51 %
tungan atau kerugian tak ada artinya. Yang penting bagi saya adalah konsistensi terhadap cita-cita perjuangan. Saya harus memeli 53 %
akan guyah. Kekuasaan akan luput dari tangannya. Sesudah itu adalah keruntuhan. Paham? Seorang kesatria pantang kehilangan apa y 64 %
anda sengsara?” R: “Kesengsaraan dan penderitaan para kawula adalah bagian terpenting dari kekuasaan mutlak. Tanpa ada kesengsar 68 %
gar atau memperhatikan keluhan para kawula?” R: “Kritik? Itu adalah bagian terindah dari kukuhnya sebuah kekuasaan. Kritik penti 73 %
penting dari segi dramatik. Rintihan dan keluhan para kawula adalah tembang lirih bagi impian sepanjang malam.” S: “Anda betul-b 75 %
aik harus sadis. Dan kekuasaan yang ada dalam genggaman saya adalah sadisme. Karena itu dibutuhkan banyak kurban. Sebagai tumbal 77 %
tidak? Setiap penguasa, setiap kekuasaan yang ada di dunia, adalah instrumen yang mengumandangkan nyanyian setiap gelembung hit 81 %
ara saya memanjakan saudara-saudara dan sanak keluarga saya, agaknya memang penting diungkapkan dalam laporan anda nanti. Tulisla 38 %
ang sangat berkuasa, sakti mandraguna dan kaya-raya, menemui ajal secara begitu nista dan tanpa daya. Itulah ketentuan yang su 24 %
ujat: “Jasadku boleh jadi lenyap sesudah ini, tetapi jisimku akan tetap hidup. Menyusup ke dalam jiwa setiap manusia. Sepanjan 3 %
. Anda bisa buktikan nanti, sesudah peristiwa ini maka dunia akan dipenuhi gelembung-gelembung…anda melihatnya tadi? (Sanjaya 29 %
i). Dan cara hidup saya selama jadi penguasa Alengka, apakah akan anda ungkapkan secara menyolok untuk kepentingan dramatik ta 34 %
anya kalau memang cukup dramatis untuk diganyang. Saya tidak akan sedih. Sebab saya akan berada di dalam jiwa semua pengganyan 41 %
dramatis untuk diganyang. Saya tidak akan sedih. Sebab saya akan berada di dalam jiwa semua pengganyangnya. Saya akan berada 42 %
ab saya akan berada di dalam jiwa semua pengganyangnya. Saya akan berada dalam darah setiap orang yang ingin mengangkangi sisa 43 %
rang kesatria membiarkan dirinya terhanyut oleh perasaan, ia akan guyah. Kekuasaan akan luput dari tangannya. Sesudah itu adal 63 %
an dirinya terhanyut oleh perasaan, ia akan guyah. Kekuasaan akan luput dari tangannya. Sesudah itu adalah keruntuhan. Paham? 64 %
enguasa itu?” R: “He? Itu rahasia….” S: “Baiklah. Anda nanti akan memilih surga atau neraka?” R: “Busyet. Kenapa anda tanyakan 84 %
raka?” R: “Busyet. Kenapa anda tanyakan itu? Tentu saja saya akan memilih neraka. Saya sarankan, kalau anda mati nanti, lebih 86 %
ng perlu anda dalami. Saya kira sebuah reportase dari neraka akan jauh lebih menarik. Sebab, sebagaimana tadi saya bilang, man 88 %
ringatan bagi yang masih hidup, bukan? Untuk itu, tentu anda akan memperoleh pahala. Juga di tempat itu, anda bisa bertemu den 95 %
legar. Lalu kelam. Dari rekahan tempat tokoh tragis penguasa alengka itu terbenam, menghambur jutaan gelembung hitam yang serenta 6 %
perlu disetujui atau tak disetujui. Keduanya adalah hal yang amat sederhana, sehingga tak perlu dipersoalkan benar. Sedangkan 16 %
a dengan biang segala kejahatan itu. Sanjaya (S): “Setujukah anda dengan cara dan kematian yang barusan anda alami?” Rahwana ( 13 %
a (S): “Setujukah anda dengan cara dan kematian yang barusan anda alami?” Rahwana (R): “Kematian atau pun kehidupan, bukanlah 14 %
dramatik dari lakon yang dimainkan. Cara kematian saya yang anda tadi saksikan, memang dramatis. Bagaimana seseorang yang san 22 %
dan tanpa daya. Itulah ketentuan yang sudah digariskan. Tapi anda harus yakin. Saya tidaklah mati dalam pengertian yang biasa. 25 %
. Kehancuran jasad saya adalah untuk keperkasaan jisim saya. anda bisa buktikan nanti, sesudah peristiwa ini maka dunia akan d 28 %
an cara hidup saya selama jadi penguasa Alengka, apakah akan anda ungkapkan secara menyolok untuk kepentingan dramatik tadi? O 34 %
uarga saya, agaknya memang penting diungkapkan dalam laporan anda nanti. Tulislah apa pandangan anda tentang semua itu. Bongka 39 %
diungkapkan dalam laporan anda nanti. Tulislah apa pandangan anda tentang semua itu. Bongkarlah apa yang selama ini anda angga 39 %
angan anda tentang semua itu. Bongkarlah apa yang selama ini anda anggap sebagai skandal. Ganyanglah semuanya kalau memang cuk 40 %
gas jisim sayalah untuk menggebrakkan semua itu. S: “Bisakah anda gambarkan secara konkrit besarnya kekuasaan itu?” R: “Sebesa 45 %
rit besarnya kekuasaan itu?” R: “Sebesar kosmos.” S: “Apakah anda menguasai setiap manusia?” R: “Setiap manusia memiliki nalur 46 %
ap manusia memiliki naluri kejahatan.” S: “Apakah keuntungan anda dengan kekuasaan semacam itu?” R: “Selalu saja begitu. Setia 48 %
untungan dan kerugian. Apa sih pentingnya kedua hal itu? Dan anda tentu tahu, saya bukan pedagang. Betapa pun durjananya, kast 50 %
mbangun keangkaramurkaan di muka bumi ini.” S: “Apakah tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “Aaah! Bagaimana sih, anda ini? 56 %
murkaan di muka bumi ini.” S: “Apakah tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “Aaah! Bagaimana sih, anda ini? Kesedihan, kegemb 56 %
tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “Aaah! Bagaimana sih, anda ini? Kesedihan, kegembiraan dan segala macam bunyi perasaan 57 %
i.” S: “Juga seandainya orang yang berada di bawah kekuasaan anda sengsara?” R: “Kesengsaraan dan penderitaan para kawula adal 68 %
bisa hadir dan kukuh.” S: “Kalau ada kritik mengatakan bahwa anda tak mau mendengar atau memperhatikan keluhan para kawula?” R 72 %
sebagai syarat bagi kelanggengan kekuasaan itu.” S: “Apakah anda juga menguasai para penguasa di dunia ini?” R: “Kenapa tidak 79 %
mbur dari tempat jasad saya tadi nyungsep.” S: “Apa komitmen anda dengan para penguasa itu?” R: “He? Itu rahasia….” S: “Baikla 83 %
ngan para penguasa itu?” R: “He? Itu rahasia….” S: “Baiklah. anda nanti akan memilih surga atau neraka?” R: “Busyet. Kenapa an 84 %
da nanti akan memilih surga atau neraka?” R: “Busyet. Kenapa anda tanyakan itu? Tentu saja saya akan memilih neraka. Saya sara 85 %
u? Tentu saja saya akan memilih neraka. Saya sarankan, kalau anda mati nanti, lebih baik masuk neraka saja. Di sana banyak mas 86 %
ih baik masuk neraka saja. Di sana banyak masalah yang perlu anda dalami. Saya kira sebuah reportase dari neraka akan jauh leb 87 %
ruk-pikuk dan bermacam penderitaan kumpul jadi satu di sana. anda bisa wawancarai mereka. Segala kepedihan dan penyesalan yang 92 %
an peringatan bagi yang masih hidup, bukan? Untuk itu, tentu anda akan memperoleh pahala. Juga di tempat itu, anda bisa bertem 95 %
itu, tentu anda akan memperoleh pahala. Juga di tempat itu, anda bisa bertemu dengan semua penguasa dunia yang menghamba pada 96 %
mba pada keserakahan.” S: “Pertanyaan terakhir. Apa pendapat anda tentang Dewi Sinta, istri Sri Rama yang pernah anda culik it 97 %
pendapat anda tentang Dewi Sinta, istri Sri Rama yang pernah anda culik itu?” R: “O, very good! Very good!” S: “Terima kasih.” 98 %
anda tentang semua itu. Bongkarlah apa yang selama ini anda anggap sebagai skandal. Ganyanglah semuanya kalau memang cukup dram 40 %
Wawancara dengan Rahwana oleh: Yudistira anm Massardi Sesaat sebelum Anoman menyungsepkan kepalanya ke da 1 %
a dengan Rahwana oleh: Yudistira ANM Massardi Sesaat sebelum anoman menyungsepkan kepalanya ke dasar bumi, Rahwana sempat menghu 1 %
ian bandit besar tadi –segera menguber. Ia minta tolong pada anoman untuk dibenamkan ke dalam bumi, menuju akhirat, mengikuti ar 11 %
emang penting diungkapkan dalam laporan anda nanti. Tulislah apa pandangan anda tentang semua itu. Bongkarlah apa yang selama 39 %
i. Tulislah apa pandangan anda tentang semua itu. Bongkarlah apa yang selama ini anda anggap sebagai skandal. Ganyanglah semu 40 %
tiap orang selalu berpikir mengenai keuntungan dan kerugian. apa sih pentingnya kedua hal itu? Dan anda tentu tahu, saya buka 49 %
dalah keruntuhan. Paham? Seorang kesatria pantang kehilangan apa yang sudah menjadi miliknya. Milik itu harus dipertahankan s 65 %
a yang menghamba pada keserakahan.” S: “Pertanyaan terakhir. apa pendapat anda tentang Dewi Sinta, istri Sri Rama yang pernah 97 %
guk lagi). Dan cara hidup saya selama jadi penguasa Alengka, apakah akan anda ungkapkan secara menyolok untuk kepentingan dramat 33 %
an semacam itu, sebagaimana keuntungan dan kerugian, tak ada artinya bagi saya. Kesatria tidak secengeng itu. Seorang kesatria ya 59 %
dari kekuasaan mutlak. Tanpa ada kesengsaraan, tidaklah ada artinya sebuah kekuasaan. Tanpa penderitaan orang banyak bahkan tak 70 %
an untuk dibenamkan ke dalam bumi, menuju akhirat, mengikuti arwah Rahwana. Berikut ini petikan wawancara Sanjaya dengan biang 11 %
an kematian yang barusan anda alami?” Rahwana (R): “Kematian atau pun kehidupan, bukanlah hal yang perlu disetujui atau tak di 14 %
matian atau pun kehidupan, bukanlah hal yang perlu disetujui atau tak disetujui. Keduanya adalah hal yang amat sederhana, sehi 15 %
disiarkan di mana wawancara ini? Ah, tidak, tidak. Disiarkan atau tidak, tak penting bagi saya. Tapi cara hidup saya, cara say 36 %
Kesatria tidak pernah berpikir seperti pedagang. Keuntungan atau kerugian tak ada artinya. Yang penting bagi saya adalah kons 52 %
S: “Kalau ada kritik mengatakan bahwa anda tak mau mendengar atau memperhatikan keluhan para kawula?” R: “Kritik? Itu adalah b 72 %
e? Itu rahasia….” S: “Baiklah. Anda nanti akan memilih surga atau neraka?” R: “Busyet. Kenapa anda tanyakan itu? Tentu saja sa 85 %
ana halnya anda, mereka selalu bernapsu untuk mempertanyakan bagaimana cara seseorang mati dan bagaimana cara seseorang hidup. Itu 19 %
napsu untuk mempertanyakan bagaimana cara seseorang mati dan bagaimana cara seseorang hidup. Itu adalah pertanyaan tragis yang hany 19 %
Cara kematian saya yang anda tadi saksikan, memang dramatis. bagaimana seseorang yang sangat berkuasa, sakti mandraguna dan kaya-ra 22 %
i.” S: “Apakah tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “Aaah! bagaimana sih, anda ini? Kesedihan, kegembiraan dan segala macam bunyi 57 %
pada dasarnya saya tetap hidup. Kematian saya adalah sarana bagi kehidupan langgeng jisim saya di dunia. Kehancuran jasad say 27 %
ara ini? Ah, tidak, tidak. Disiarkan atau tidak, tak penting bagi saya. Tapi cara hidup saya, cara saya mengendalikan kekuasaa 36 %
gang. Keuntungan atau kerugian tak ada artinya. Yang penting bagi saya adalah konsistensi terhadap cita-cita perjuangan. Saya 53 %
am itu, sebagaimana keuntungan dan kerugian, tak ada artinya bagi saya. Kesatria tidak secengeng itu. Seorang kesatria yang me 59 %
matik. Rintihan dan keluhan para kawula adalah tembang lirih bagi impian sepanjang malam.” S: “Anda betul-betul sadis.” R: “Se 75 %
ibutuhkan banyak kurban. Sebagai tumbal. Juga sebagai syarat bagi kelanggengan kekuasaan itu.” S: “Apakah anda juga menguasai 79 %
ereka kemukakan tentu sangat baik untuk dijadikan peringatan bagi yang masih hidup, bukan? Untuk itu, tentu anda akan memperol 94 %
ngsara?” R: “Kesengsaraan dan penderitaan para kawula adalah bagian terpenting dari kekuasaan mutlak. Tanpa ada kesengsaraan, ti 69 %
u memperhatikan keluhan para kawula?” R: “Kritik? Itu adalah bagian terindah dari kukuhnya sebuah kekuasaan. Kritik penting dari 73 %
ada artinya sebuah kekuasaan. Tanpa penderitaan orang banyak bahkan tak mungkin sebuah kekuasaan bisa hadir dan kukuh.” S: “Kala 71 %
asaan bisa hadir dan kukuh.” S: “Kalau ada kritik mengatakan bahwa anda tak mau mendengar atau memperhatikan keluhan para kawul 72 %
lam.” S: “Anda betul-betul sadis.” R: “Seorang penguasa yang baik harus sadis. Dan kekuasaan yang ada dalam genggaman saya ada 76 %
memilih neraka. Saya sarankan, kalau anda mati nanti, lebih baik masuk neraka saja. Di sana banyak masalah yang perlu anda da 87 %
kepedihan dan penyesalan yang mereka kemukakan tentu sangat baik untuk dijadikan peringatan bagi yang masih hidup, bukan? Unt 94 %
ga Bharata di Kurusetra dan sempat juga menyaksikan kematian bandit besar tadi –segera menguber. Ia minta tolong pada Anoman unt 10 %
daklah ada artinya sebuah kekuasaan. Tanpa penderitaan orang banyak bahkan tak mungkin sebuah kekuasaan bisa hadir dan kukuh.” S 70 %
a dalam genggaman saya adalah sadisme. Karena itu dibutuhkan banyak kurban. Sebagai tumbal. Juga sebagai syarat bagi kelanggenga 78 %
kalau anda mati nanti, lebih baik masuk neraka saja. Di sana banyak masalah yang perlu anda dalami. Saya kira sebuah reportase d 87 %
. Sanjaya (S): “Setujukah anda dengan cara dan kematian yang barusan anda alami?” Rahwana (R): “Kematian atau pun kehidupan, buka 14 %
Tak ada kompromi.” S: “Juga seandainya orang yang berada di bawah kekuasaan anda sengsara?” R: “Kesengsaraan dan penderitaan p 67 %
ana, sehingga tak perlu dipersoalkan benar. Sedangkan ‘cara’ begitu pentingkah hal itu? Manusia memang punya bermacam-macam kebi 17 %
erkuasa, sakti mandraguna dan kaya-raya, menemui ajal secara begitu nista dan tanpa daya. Itulah ketentuan yang sudah digariskan 24 %
iap orang yang ingin mengangkangi sisa kekuasaan serta harta benda saya. Tugas jisim sayalah untuk menggebrakkan semua itu. S: 44 %
gelembung…anda melihatnya tadi? (Sanjaya mengangguk). Itulah bentuk kekuasaan saya yang baru. Suatu kejahatan yang tangguh. Nah, 30 %
atis untuk diganyang. Saya tidak akan sedih. Sebab saya akan berada di dalam jiwa semua pengganyangnya. Saya akan berada dalam d 42 %
ya akan berada di dalam jiwa semua pengganyangnya. Saya akan berada dalam darah setiap orang yang ingin mengangkangi sisa kekuas 43 %
nghabisan. Tak ada kompromi.” S: “Juga seandainya orang yang berada di bawah kekuasaan anda sengsara?” R: “Kesengsaraan dan pend 67 %
mkan ke dalam bumi, menuju akhirat, mengikuti arwah Rahwana. berikut ini petikan wawancara Sanjaya dengan biang segala kejahatan 12 %
ah lagi. Tapi di neraka, setiap saat terjadi hiruk-pikuk dan bermacam penderitaan kumpul jadi satu di sana. Anda bisa wawancarai m 92 %
ngkan ‘cara’ begitu pentingkah hal itu? Manusia memang punya bermacam-macam kebiasaan buruk. Sebagaimana halnya anda, mereka selalu bern 18 %
acam kebiasaan buruk. Sebagaimana halnya anda, mereka selalu bernapsu untuk mempertanyakan bagaimana cara seseorang mati dan bagai 19 %
an semacam itu?” R: “Selalu saja begitu. Setiap orang selalu berpikir mengenai keuntungan dan kerugian. Apa sih pentingnya kedua h 49 %
urjananya, kasta saya adalah kesatria. Kesatria tidak pernah berpikir seperti pedagang. Keuntungan atau kerugian tak ada artinya. 52 %
u anda akan memperoleh pahala. Juga di tempat itu, anda bisa bertemu dengan semua penguasa dunia yang menghamba pada keserakahan. 96 %
ama di dunia yang menjadi penyiar pandangan mata pertempuran besar Keluarga Bharata di Kurusetra dan sempat juga menyaksikan ke 9 %
ata di Kurusetra dan sempat juga menyaksikan kematian bandit besar tadi –segera menguber. Ia minta tolong pada Anoman untuk dib 10 %
brakkan semua itu. S: “Bisakah anda gambarkan secara konkrit besarnya kekuasaan itu?” R: “Sebesar kosmos.” S: “Apakah anda menguas 45 %
nya kedua hal itu? Dan anda tentu tahu, saya bukan pedagang. betapa pun durjananya, kasta saya adalah kesatria. Kesatria tidak p 51 %
adalah tembang lirih bagi impian sepanjang malam.” S: “Anda betul-betul sadis.” R: “Seorang penguasa yang baik harus sadis. Dan keku 76 %
ng menjadi penyiar pandangan mata pertempuran besar Keluarga bharata di Kurusetra dan sempat juga menyaksikan kematian bandit bes 9 %
arwah Rahwana. Berikut ini petikan wawancara Sanjaya dengan biang segala kejahatan itu. Sanjaya (S): “Setujukah anda dengan ca 12 %
ancuran jasad saya adalah untuk keperkasaan jisim saya. Anda bisa buktikan nanti, sesudah peristiwa ini maka dunia akan dipenu 28 %
penderitaan orang banyak bahkan tak mungkin sebuah kekuasaan bisa hadir dan kukuh.” S: “Kalau ada kritik mengatakan bahwa anda 71 %
ikuk dan bermacam penderitaan kumpul jadi satu di sana. Anda bisa wawancarai mereka. Segala kepedihan dan penyesalan yang mere 92 %
tentu anda akan memperoleh pahala. Juga di tempat itu, anda bisa bertemu dengan semua penguasa dunia yang menghamba pada kese 96 %
kepalanya ke dasar bumi, Rahwana sempat menghujat: “Jasadku boleh jadi lenyap sesudah ini, tetapi jisimku akan tetap hidup. Me 2 %
Seorang kesatria yang menggenggam suatu kekuasaan besar, tak boleh menjadi melankolis. Ia harus tegas mengemban tugasnya. Senti 60 %
n anda nanti. Tulislah apa pandangan anda tentang semua itu. bongkarlah apa yang selama ini anda anggap sebagai skandal. Ganyanglah 39 %
Apa sih pentingnya kedua hal itu? Dan anda tentu tahu, saya bukan pedagang. Betapa pun durjananya, kasta saya adalah kesatria. 50 %
Apa sih pentingnya kedua hal itu? Dan anda tentu tahu, saya bukan pedagang. Betapa pun durjananya, kasta saya adalah kesatria. 50 %
usan anda alami?” Rahwana (R): “Kematian atau pun kehidupan, bukanlah hal yang perlu disetujui atau tak disetujui. Keduanya adalah 15 %
an jasad saya adalah untuk keperkasaan jisim saya. Anda bisa buktikan nanti, sesudah peristiwa ini maka dunia akan dipenuhi gelemb 28 %
dup. Menyusup ke dalam jiwa setiap manusia. Sepanjang abad…” bumi yang menghimpitnya, kemudian menelan dan melumatnya. Langit 4 %
gas dan kewajiban sayalah membangun keangkaramurkaan di muka bumi ini.” S: “Apakah tugas anda itu membuat anda pedih?” R: “Aaa 56 %
imana sih, anda ini? Kesedihan, kegembiraan dan segala macam bunyi perasaan semacam itu, sebagaimana keuntungan dan kerugian, t 58 %
ng segala kejahatan itu. Sanjaya (S): “Setujukah anda dengan cara dan kematian yang barusan anda alami?” Rahwana (R): “Kematia 13 %
anda, mereka selalu bernapsu untuk mempertanyakan bagaimana cara seseorang mati dan bagaimana cara seseorang hidup. Itu adala 19 %
k mempertanyakan bagaimana cara seseorang mati dan bagaimana cara seseorang hidup. Itu adalah pertanyaan tragis yang hanya dim 20 %
maksud untuk kepentingan dramatik dari lakon yang dimainkan. cara kematian saya yang anda tadi saksikan, memang dramatis. Baga 21 %
. Suatu kejahatan yang tangguh. Nah, haruskah saya memprotes cara dan kematian saya? Tidak bukan? (Sanjaya menggangguk lagi). 32 %
kematian saya? Tidak bukan? (Sanjaya menggangguk lagi). Dan cara hidup saya selama jadi penguasa Alengka, apakah akan anda un 33 %
ak, tidak. Disiarkan atau tidak, tak penting bagi saya. Tapi cara hidup saya, cara saya mengendalikan kekuasaan, cara saya mem 36 %
kan atau tidak, tak penting bagi saya. Tapi cara hidup saya, cara saya mengendalikan kekuasaan, cara saya memanjakan saudara-s 36 %
ya. Tapi cara hidup saya, cara saya mengendalikan kekuasaan, cara saya memanjakan saudara-saudara dan sanak keluarga saya, aga 37 %
artinya. Yang penting bagi saya adalah konsistensi terhadap cita-cita perjuangan. Saya harus memelihara kefatalan dan kehancuran m 53 %
nda anggap sebagai skandal. Ganyanglah semuanya kalau memang cukup dramatis untuk diganyang. Saya tidak akan sedih. Sebab saya 41 %
pat anda tentang Dewi Sinta, istri Sri Rama yang pernah anda culik itu?” R: “O, very good! Very good!” S: “Terima kasih.” (Beri 98 %
ap sesudah ini, tetapi jisimku akan tetap hidup. Menyusup ke dalam jiwa setiap manusia. Sepanjang abad…” Bumi yang menghimpitny 3 %
ra menguber. Ia minta tolong pada Anoman untuk dibenamkan ke dalam bumi, menuju akhirat, mengikuti arwah Rahwana. Berikut ini p 11 %
sudah digariskan. Tapi anda harus yakin. Saya tidaklah mati dalam pengertian yang biasa. Sebab pada dasarnya saya tetap hidup. 25 %
dan sanak keluarga saya, agaknya memang penting diungkapkan dalam laporan anda nanti. Tulislah apa pandangan anda tentang semu 38 %
diganyang. Saya tidak akan sedih. Sebab saya akan berada di dalam jiwa