ReadingBar

back to Grhhh!

click here for the word frequency

 

Grhhh!


Experimental Concordance Program

The text:

---60---Grhhh! oleh Seno Gumira Ajidarma Reserse Sarman masih asyik menyeruput kopinya di warung Markonah, ketika bunyi HT yang menjengkelkan itu memanggil-manggil. Malam sudah larut. Sisa gerimis bertabur membiaskan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Satu! Ada kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopinya masih berkepul, namun Reserse Sarman telah melesat pergi. Kenikmatan sejenak di warung itu mesti dilepasnya kembali. Senyuman Markonah yang telah lama menghunjam hatinya harus dilupakan sementara. Eh, demikian nian hidup, batin Reserse Sarman. Diburu peristiwa dari saat ke saat, setiap kali menarik napas di permukaan segera terbenam dalam persoalan kembali. Di dalam mikrolet yang menuju tempat kejadian perkara, ia meraba pistol di balik jaket. Masih ada. Dengan lincah, ia melompat ke luar mikrolet tanpa membayar. Orang-orang masih berkerumun di tepi jalan. Di balik punggung orang-orang itu, kepala Reserse Sarman menjulur. Dan segera saja matanya merekam pemandangan yang mengerikan. Dalam cahaya bulan, sosok itu berdiri di perempatan jalan. Sesekali kepalanya mendongak dan mulutnya mengeluarkan suara serak. Grhhhh! Grhhhh! Orang-orang tak berani mendekat. Di tangan sosok seperti orang itu tergenggam kalung emas. Berkilat-kilat ditimpa lampu jalanan. Reserse Sarman menyeruak maju. Kini makin jelas terlihat, betapa sosok itu sangat mengerikan. Tubuhnya tinggi besar. Kakinya menginjak korban yang sudah setengah mati. Grhhh! Ia menggeram lagi. Dan Reserse Sarman melihat betapa dari mulut itu meluncur air liur yang sangat kental. Bibirnya seperti lengket dan hanya bisa dibuka dengan paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Mata kirinya bolong dan dari bolongan itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Daging di seluruh tubuhnya setengah mencair dan baunya busuk sekali. Reserse Sarman sudah terbiasa melihat mayat. Mulai dari yang mengalami kecelakaan sampai yang teraniaya. Mayat-mayat itu sering kali mengerikan, tapi tak menggiriskan hati Reserse Sarman sama sekali. Kini Reserse Sarman menatap sesuatu yang belum pernah dilihatnya seumur hidup. Pada sosok membusuk itu terlihat lubang-lubang yang mengeluarkan ulat-ulat. Setiap kali ulat-ulat berjatuhan dan kruget-kruget di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dalam tubuh busuk itu dan kruget-kruget lagi kruget-kruget lagi dan kruget-kruget lagi. Grhhh! Gerakan sosok itu seolah-olah mengancam korban yang diinjaknya. Reserse Sarman segera bertindak. Ia mengeluarkan pistol. Dibidiknya kepala orang itu. Ia menembak. Terdengar letusan. Sosok itu tertegun. Tapi ia tidak bergeming. Keningnya berlubang karena peluru Reserse Sarman. Tak ada darah mengucur. Peluru itu seperti menembus gedebok pisang. Malah dari lubang itu muncullah ulat-ulat yang langsung ber-kruget-kruget berjatuhan di aspal. Reserse Sarman menembak beberapa kali lagi dengan penasaran. Namun pelurunya hanya mencetak lubang-lubang. Dan dari setiap lubang muncul ulat-ulat yang ber-kruget-kruget sehingga sosok itu semakin lama makin menjijikkan. Dan malah bergerak mendekati Reserse Sarman. Langkahnya lambat tapi pasti. Kaku tapi meyakinkan. Kedua tangannya terangkat ke atas, seperti melambai-lambai dengan berat. Orang-orang buyar. Reserse Sarman cepat meraih HT-nya. “Rudal! Rudal! Kirimkan rudal segera!” “Untuk apa?” “Menembak monster! Cepat! Kaliber 22 tidak mempan! Cepat! Monster itu mengejar saya! Cepat!” “Monster? Monster apa?” “Sudah! Dibicarakan nanti saja! Cepat!” “Rudal apa ini yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank!” Karena jalanan sudah sepi, kiriman rudal TOW itu cepat datang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat itu masih jauh dari Reserse Sarman. Ia segera dihajar. Dalam sekejap mata, rudal seberat 40 pon melesat dahsyat. Tubuh busuk itu hancur lebur tanpa sisa. Hanya ulat-ulat, yang makin banyak saja ber-kruget-kruget dan ber-kruget-kruget di mana-mana. Kruget-kruget. Kruget-kruget. Kruget-kruget. Seorang wartawan yang sejak tadi diam-diam memotret kejadian ini segera melambai taksi. “Palmerah! Cepat!” Koran pagi muncul seperti mimpi buruk. MAYAT-MAYAT HIDUP GENTAYANGAN DI IBU KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter kami di berbagai sudut ibu kota melaporkan, di setiap tempat keramaian muncul mayat hidup. Tubuhnya busuk sekali. Dagingnya sebagian mencair, peluru pistol atau senapan biasa tidak mempan. Bahkan senjata api yang sudah dijampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat hidup itu hanya bisa dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti ia mati. Serpihan dagingnya masih meloncat-loncat. Dan ulat-ulat yang berjatuhan dari tubuhnya berkembang biak dengan dahsyat. Pada umumnya para reporter kami melaporkan kejadian yang hampir mirip satu sama lain. Para mayat hidup alias zombi itu berlaku sebagai penjahat. Mereka mencopet dompet, merampas kalung, meminta uang, atau menodong. Tapi karena tubuh mereka yang busuk, dan gerakannya yang lamban, mereka tak bisa menghilang seperti penjahat. Mereka hanya mengacung-acungkan hasil jarahannya sambil mengeluarkan bunyi serak: Grhhh! Grhhh! Mereka muncul begitu saja, entah dari mana. Mungkin langsung dari kuburan. Tapi belum ada laporan tentang kuburan-kuburan yang jebol. Kini para dokter sedang memeriksa serpihan daging yang masih menggeliat-geliat itu. Kita berharap pihak yang berwajib bisa segera mengatasi peristiwa yang sungguh-sungguh aneh ini. Memang, dalam kehidupan sehari-hari negeri ini sudah terlalu banyak hal-hal yang tidak masuk akal, dan toh diterima juga. Tapi yang satu ini, kita harap saja segera berlalu. Mayat hidup gentayangan adalah kenyataan yang terlalu mengerikan. Reserse Sarman membaca berita itu sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Terlalu. Masak namaku secuil pun tidak disebut-sebut. Pers sekarang terlalu membesar-besarkan persoalan yang tidak penting, sambil menutup-nutupi masalah sebenarnya. Coba, mana disebut kerja keras petugas? Aku sudah bekerja siang malam tanpa istirahat, eh, potret si mayat hidup yang dimuat. Mending kalau cakep! Masyarakat juga brengsek selalu menghina polisi. Malah memuja-muja polisi di film Barat. Maknyadirodog!” Di warung Markonah ia terus saja nerocos, sambil mengunyah sekerat tempe. “Sekarang koran ikut-ikutan. Berita mayat hidup dibesar-besarkan. Masyarakat ketakutan. Paling-paling nanti yang disalahkan polisi lagi! Polisi lagi! Atasan mencak-mencak, dan buntutnya kita-kita lagi yang kena. Mana gaji cuma cukup untuk seminggu! Busyet! Coba kalau dulu gua diterima Sipenmaru, mungkin nasib lebih baik sedikit. Wartawan tau apa sih? Sok tau!” Ia masih memaki-maki lagi, ketika HT itu memanggilnya lagi. Dengan sigap ia meloncat. “Siap Pak!” Dan segera Reserse Sarman menghilang. “Lho, mana uangnya?” teriak Markonah, bersungut-sungut. Tapi cuma sebentar. Ia tahu, Reserse Sarman akan selalu kembali kepadanya. Meski sudah beristri dan beranak empat. Akan selalu kembali padanya. Sekali lagi Reserse Sarman berhadapan dengan mayat hidup. Kepalanya botak, tubuhnya busuk, dan dikerumuni ulat. Ia berdiri di perempatan jalan sambil mengangkat kedua tangan. Mulutnya mencair tapi masih mengeluarkan suara serak. Grhhh! Grhhh! Jalanan macet. Mobil-mobil itu ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk itu melangkah di atas atap mobil. Sesekali ia terpeleset karena telapak kakinya pun mulai mencair. Reserse Sarman memperhatikan dengan lebih tenang. Ia tahu, meski yang satu ini bisa dibereskan, yang lain akan segera muncul. Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk ini bangkit kembali dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sama. Kalau tidak, apa urusannya mereka mengacau? Mungkin semasa hidupnya mereka dulu kriminal, pikir Reserse Sarman. Tampaknya mereka penjahat-penjahat kasar kelas teri. Penjahat-penjahat yang mengandalkan senjata dan tenaga, bukan otak. Reserse Sarman memperhatikan bahwa di tubuh yang mulai mencair itu terlihat sisa-sisa tato. Dan pada sosok-sosok itu selalu terdapat lubang dari mana ulat-ulat selalu meruyak ke luar dan berjatuhan kruget-kruget-kruget. Reserse Sarman merasa ingat sesuatu tapi lupa lagi. Grhhh! Suara itu menyadarkan lamunannya. Ia mengamati lagi, sosok itu juga bertato. Lamat-lamat masih terlihat sebentuk wanita telanjang di dadanya. Dan lubang-lubang. Ya, lubang-lubang selalu berada di tempat yang sama. Belakang kepala, dada kiri, atau dahi. Ada juga memang yang berderet-deret dari dada sampai perut. Atau sepanjang punggung. Tapi tidak banyak. Lagi-lagi Reserse Sarman seperti ingat sesuatu. Namun suara itu terdengar lagi. Grhhh! Ia sudah memesan rudal TOW. Senjata paling ampuh untuk melumpuhkan zombi. Sambil menunggu ia menyulut rokok, memperhatikan monster itu jatuh bangun terpeleset di atas mobil. Memang menjijikkan. Baunya yang busuk tercium sampai ke tempat Reserse Sarman. Astaga, mayat kok hidup lagi. Setan mana yang merasukinya? Kalau dihitung-hitung, sudah dua puluh lebih mayat hidup bermunculan di berbagai sudut. Rekan-rekan Reserse Sarman setengah mati memantaunya. Setiak kali mesti digunakan rudal TOW untuk memusnahkannya. Celakanya rudal TOW ini bukan hanya menghancurleburkan si mayat hidup. Lingkungannya pun ikut hancur. Menteri Pengawasan Lingkungan Hidup sudah marah-marah. “Kenapa sih mesti menggunakan rudal? Apa tidak sayang membuang-buang rudal yang mahal itu? Apa tidak bisa menjeratnya dengan jala? Menebasnya dengan golok? Atau menyiramnya dengan bensin?” ujarnya di televisi. Namun sementara terjadi polemik, mayat-mayat hidup terus nongol di mana-mana. Para petugas ingin membereskan dengan cepat. Untuk itu, rudal memang paling tepat. Tapi baru beberapa hari saja sudah begini banyak. Bagaimana kalau rudal kita habis? Pikir Reserse Sarman. Otaknya berputar. Amerika Serikat baru kapok menjual rudal. Beli dari Israel sama dengan berkhianat. Harus ada cara lain. Kita tidak tahu, berapa lagi mayat hidup akan meneror. Dari mana sih datangnya mayat-mayat busuk ini? Reserse Sarman betul-betul penasaran. Ia meraih HT-nya. “Periksa kuburan-kuburan di segenap penjuru tanah air. Laporkan kuburan siapa saja yang jebol!” Reserse Sarman memerintah. Saat itu juga kiriman rudal tiba. Para petugas membopongnya dengan hati-hati. Zombi itu telah tegak di atap sebuah mobil. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman memperhatikan wajahnya yang setengah mencair. Rasa-rasanya sudah pernah ketemu. Siapa ya? Grhhh! Grhhh! Ulat-ulat berjatuhan dari mulutnya. Dan seperti biasa, ber-kruget-kruget menjijikkan. Berkembang biak dengan cepat. Merambati jendela-jendela mobil, sehingga para wanita cantik yang tidak sempat lari menjerit-jerit seperti orang gila. Zombi itu kini lebih buas. “Tembak cepat!” teriak Reserse Sarman. “Oke Bos!” Dan rudal TOW melesat cepat. Blgggrrr! Ibu kota seperti terlanda perang. Reruntuhan puing merata di mana-mana. Inilah akibat rudal yang diobral. Namun Zombi terus bermunculan. Ulat-ulat merayap seperti wabah. Ulat ber-kruget-kruget di atas meja, kursi, jendela, WC, kamar mandi, kantong baju, sepatu, piring, gelas dan botol-botol. Orang-orang setiap hari sibuk menjetikkan ulat-ulat yang merayap di bajunya, rambutnya, lubang hidungnya, maupun yang bergantungan di kacamatanya. Zombi makin merajalela. Kehidupan sehari-hari kacau. Mereka kini bukan hanya menyambar benda-benda murahan, tetapi mulai melahap segala jenis makanan. Keberadaaannya adalah teror. Persediaan rudal makin menipis. Maklumlah, negeri ini biasanya tenteram dan damai, subur dan gemah ripah loh jinawi. Busyet. Siapa mimpi harus berperang melawan zombi? HT Reserse Sarman menguik. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Lima! Ada zombi lagi!” “Siap Pak!” Tapi Reserse Sarman tidak beranjak. Diangkatnya kedua kaki ke atas meja di kantor. Kepalanya terkulai. HT-nya terus menguik-nguik. Percakapan berseliweran. Dengan malas diraihnya sejumlah laporan yang masuk. …para informan di segenap penjuru tanah air melaporkan adanya sejumlah kuburan yang jebol. Peti di dalamnya telah terbuka dan isinya tidak ada lagi. Data-data menunjukkan, kuburan itu memang kuburan kaum penjahat kelas teri. Namun tidak semua kuburan bernama dan bertanda tahun. Hasil penyelidikan sementara juga menunjukkan, sebagian mayat itu datang dari Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa ingat sesuatu. Belum lagi mendapat jawab, terdengar sebuah ketukan di jendela kaca, yang terletak di belakangnya. Ia menoleh, dan terhentak, zombi! Jantungnya berdegup keras. Wajah buruk itu tiba-tiba sudah ada di jendela. Dalam sekilas, meski wajah itu pun telah mencair, Reserse Sarman mengenalinya. “Ngadul!” Ia berteriak. Namun Ngadul yang telah jadi zombi tidak mengenalinya lagi. Zombi itu merayap masuk. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman melompat ke atas meja, meraih HT. Sekarang ia merasakan menemukan sesuatu. “Komandan! Salah satu zombi adalah Ngadul! Salah satu korban pembantaian misterius di Lubang Besar! Saya bisa mengenalinya Pak! Ia muncul di markas!” “Tembak segera dengan rudal!” “Maaf Komandan! Itu tidak menyelesaikan masalah!” Zombi itu mendekat dan membalikkan meja Reserse Sarman. Sang Reserse keburu meloncat dan lari ke ruang lain. Zombi terus mengejar. Ulat-ulat merayapi dinding. “Bintara Sarman! Kamu membantah perintah komandan?” “Bukan begitu Pak! Rudal kita tidak akan cukup melenyapkan seluruh zombi!” “Apa maksudmu Bintara Sarman? Zombi itu mengganggu kehidupan!” Zombi menendang pintu sampai jebol. Reserse Sarman meloncati jendela dengan HT-nya. “Apakah Bapak tidak ingat? Bersama Ngadul enam ribu penjahat kelas teri terbantai secara misterius! Masih ingat Pak?” “Masih! Masih! Kenapa?” “Kebanyakan mayatnya terkubur di Lubang Besar Pak Komandan!” “Aku tahu! Lantas kenapa?” “Ada laporan, banyak di antara mereka sudah tidak aktif lagi Pak! Yang terbantai misterius itu banyak yang sudah insaf Pak! Dan mereka semua tidak disembahyangkan Pak! Waktu itu tidak ada yang berani! Takut ikut terbantai Pak! Habis, waktu itu siapa saja bisa terbunuh secara misterius Pak!” Grhhh! Zombi melompat dari jendela. Reserse Sarman memanjat pagar tembok. “Jadi, apa kesimpulannya Bintara Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan besar Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang-orang itu tidak rela mati Pak! Mereka membalas dendam!” “Apa yang harus kita lakukan?” “Sembahyangkan mereka Pak! Harus dilakukan penyembahyangan massal Pak! Rudal kita cuma seratus! Tidak cukup untuk membasmi mereka! Sembahyangkan mereka Pak! Supaya rohnya santai!” “Kamu bermimpi ya Bintara Sarman? Kamu ngelindur! Itu semua omong-kosong! Kita sedang mengimpor rudal dari luar negeri! Kamu dengar itu? Enam ribu rudal sedang dikapalkan ke mari! Mereka akan dibantai!” Zombi menangkap kaki Reserse Sarman yang masih separo di halaman markas. “Tolong! Mereka menangkap saya! Tolong!” Reserse Sarman berteriak ngeri. Zombi mulai mencaplok kaki itu. Jeritan Reserse Sarman melejit ke langit. HT-nya jatuh masuk selokan. Di berbagai sudut kota zombi bermunculan, makin banyak dan makin cepat, dan makin ganas. Mereka merayat seperti ulat. Memenuhi jalanan, menyeruduk di supermarket dan memasuki kampus-kampus. Mereka gentayangan di segala pelosok. Memanjati gedung-gedung bertingkat dan berteriak-teriak dengan serak. Grhhh! Grhhh! Dhendham! Dhendham! Mereka bersuara berbarengan seperti kor dari neraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham khesumath! Dhendham khesumath! Grhhh! Di sela-sela paduan suara kengerian yang membuat seluruh kota gemetar ketakutan itu, terdengar lengkingan Reserse Sarman yang menyayat, “Tolongngngngng! Pak Komandaaaaaaann! Tolongngngngngngngngng!!!!” Jakarta - Yogya, Desember 1986

 

 

pre- text

WORD

post- text

%
ng! Pak Komandaaaaaaann! Tolongngngngngngngngng!!!!” Jakarta

-

Yogya, Desember 1986 100 %
ur di Lubang Besar Pak Komandan!” “Aku tahu! Lantas kenapa?”

“ada

laporan, banyak di antara mereka sudah tidak aktif lagi Pak! 88 %
“Kebanyakan mayatnya terkubur di Lubang Besar Pak Komandan!”

“aku

tahu! Lantas kenapa?” “Ada laporan, banyak di antara mereka 88 %
Pak! Rudal kita tidak akan cukup melenyapkan seluruh zombi!”

“apa

maksudmu Bintara Sarman? Zombi itu mengganggu kehidupan!” Zo 85 %
rang-orang itu tidak rela mati Pak! Mereka membalas dendam!”

“apa

yang harus kita lakukan?” “Sembahyangkan mereka Pak! Harus d 91 %
ampai jebol. Reserse Sarman meloncati jendela dengan HT-nya.

“apakah

Bapak tidak ingat? Bersama Ngadul enam ribu penjahat kelas t 86 %
ah larut. Sisa gerimis bertabur membiaskan cahaya petromaks.

“bintara

Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Satu! Ada kerusuhan!” “ 1 %
pi harus berperang melawan zombi? HT Reserse Sarman menguik.

“bintara

Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Lima! Ada zombi lagi!” 74 %
uang lain. Zombi terus mengejar. Ulat-ulat merayapi dinding.

“bintara

Sarman! Kamu membantah perintah komandan?” “Bukan begitu Pak 84 %
dinding. “Bintara Sarman! Kamu membantah perintah komandan?”

“bukan

begitu Pak! Rudal kita tidak akan cukup melenyapkan seluruh 85 %
r membiaskan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!”

“cepat

ke Jalan Satu! Ada kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopinya masih ber 2 %
bi? HT Reserse Sarman menguik. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!”

“cepat

ke Jalan Lima! Ada zombi lagi!” “Siap Pak!” Tapi Reserse Sar 74 %
ibicarakan nanti saja! Cepat!” “Rudal apa ini yang diminta?”

“dasar

goblok! Rudal antitank!” Karena jalanan sudah sepi, kiriman 23 %
smi mereka! Sembahyangkan mereka Pak! Supaya rohnya santai!”

“kamu

bermimpi ya Bintara Sarman? Kamu ngelindur! Itu semua omong- 93 %
secara misterius! Masih ingat Pak?” “Masih! Masih! Kenapa?”

“kebanyakan

mayatnya terkubur di Lubang Besar Pak Komandan!” “Aku tahu! 87 %
ncur. Menteri Pengawasan Lingkungan Hidup sudah marah-marah.

“kenapa

sih mesti menggunakan rudal? Apa tidak sayang membuang-buang 59 %
as meja, meraih HT. Sekarang ia merasakan menemukan sesuatu.

“komandan!

Salah satu zombi adalah Ngadul! Salah satu korban pembantaia 82 %
nya Pak! Ia muncul di markas!” “Tembak segera dengan rudal!”

“maaf

Komandan! Itu tidak menyelesaikan masalah!” Zombi itu mendek 83 %
hat kelas teri terbantai secara misterius! Masih ingat Pak?”

“masih!

Masih! Kenapa?” “Kebanyakan mayatnya terkubur di Lubang Besa 87 %
HT-nya. “Rudal! Rudal! Kirimkan rudal segera!” “Untuk apa?”

“menembak

monster! Cepat! Kaliber 22 tidak mempan! Cepat! Monster itu 21 %
ki wajah itu pun telah mencair, Reserse Sarman mengenalinya.

“ngadul!”

Ia berteriak. Namun Ngadul yang telah jadi zombi tidak menge 81 %
itu kini lebih buas. “Tembak cepat!” teriak Reserse Sarman.

“oke

Bos!” Dan rudal TOW melesat cepat. Blgggrrr! Ibu kota sepert 68 %
tadi diam-diam memotret kejadian ini segera melambai taksi.

“palmerah!

Cepat!” Koran pagi muncul seperti mimpi buruk. MAYAT-MAYAT H 26 %
njat pagar tembok. “Jadi, apa kesimpulannya Bintara Sarman?”

“pembantaian

itu kesalahan besar Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang- 90 %
ini? Reserse Sarman betul-betul penasaran. Ia meraih HT-nya.

“periksa

kuburan-kuburan di segenap penjuru tanah air. Laporkan kubur 64 %
nster? Monster apa?” “Sudah! Dibicarakan nanti saja! Cepat!”

“rudal

apa ini yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank!” Karen 22 %
erat. Orang-orang buyar. Reserse Sarman cepat meraih HT-nya.

“rudal!

Rudal! Kirimkan rudal segera!” “Untuk apa?” “Menembak monste 21 %
konah ia terus saja nerocos, sambil mengunyah sekerat tempe.

“sekarang

koran ikut-ikutan. Berita mayat hidup dibesar-besarkan. Masy 40 %
Pak! Mereka membalas dendam!” “Apa yang harus kita lakukan?”

“sembahyangkan

mereka Pak! Harus dilakukan penyembahyangan massal Pak! Ruda 91 %
imis bertabur membiaskan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?”

“siap

Pak!” “Cepat ke Jalan Satu! Ada kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopi 2 %
a Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Satu! Ada kerusuhan!”

“siap

Pak!” Kopinya masih berkepul, namun Reserse Sarman telah mel 2 %
, ketika HT itu memanggilnya lagi. Dengan sigap ia meloncat.

“siap

Pak!” Dan segera Reserse Sarman menghilang. “Lho, mana uangn 43 %
melawan zombi? HT Reserse Sarman menguik. “Bintara Sarman?”

“siap

Pak!” “Cepat ke Jalan Lima! Ada zombi lagi!” “Siap Pak!” Tap 74 %
Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Lima! Ada zombi lagi!”

“siap

Pak!” Tapi Reserse Sarman tidak beranjak. Diangkatnya kedua 75 %
! Monster itu mengejar saya! Cepat!” “Monster? Monster apa?”

“sudah!

Dibicarakan nanti saja! Cepat!” “Rudal apa ini yang diminta? 22 %
enjerit-jerit seperti orang gila. Zombi itu kini lebih buas.

“tembak

cepat!” teriak Reserse Sarman. “Oke Bos!” Dan rudal TOW mele 68 %
ang Besar! Saya bisa mengenalinya Pak! Ia muncul di markas!”

“tembak

segera dengan rudal!” “Maaf Komandan! Itu tidak menyelesaika 83 %
kap kaki Reserse Sarman yang masih separo di halaman markas.

“tolong!

Mereka menangkap saya! Tolong!” Reserse Sarman berteriak nge 94 %
utan itu, terdengar lengkingan Reserse Sarman yang menyayat,

“tolongngngngng!

Pak Komandaaaaaaann! Tolongngngngngngngngng!!!!” Jakarta - Yogya, Desember 1986 99 %
cepat meraih HT-nya. “Rudal! Rudal! Kirimkan rudal segera!”

“untuk

apa?” “Menembak monster! Cepat! Kaliber 22 tidak mempan! Cep 21 %
liweran. Dengan malas diraihnya sejumlah laporan yang masuk.

…para

informan di segenap penjuru tanah air melaporkan adanya seju 76 %
aaann! Tolongngngngngngngngng!!!!” Jakarta - Yogya, Desember

1986

  100 %
udal segera!” “Untuk apa?” “Menembak monster! Cepat! Kaliber

22

tidak mempan! Cepat! Monster itu mengejar saya! Cepat!” “Mon 22 %
Sarman. Ia segera dihajar. Dalam sekejap mata, rudal seberat

40

pon melesat dahsyat. Tubuh busuk itu hancur lebur tanpa sisa 24 %
tromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Satu!

ada

kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopinya masih berkepul, namun Resers 2 %
eming. Keningnya berlubang karena peluru Reserse Sarman. Tak

ada

darah mengucur. Peluru itu seperti menembus gedebok pisang. 17 %
, entah dari mana. Mungkin langsung dari kuburan. Tapi belum

ada

laporan tentang kuburan-kuburan yang jebol. Kini para dokter 33 %
atu ini bisa dibereskan, yang lain akan segera muncul. Tentu

ada

sebab kenapa tubuh-tubuh busuk ini bangkit kembali dari alam 48 %
tubuh-tubuh busuk ini bangkit kembali dari alam kubur. Tentu

ada

sebab yang sama. Kalau tidak, apa urusannya mereka mengacau? 48 %
di tempat yang sama. Belakang kepala, dada kiri, atau dahi.

ada

juga memang yang berderet-deret dari dada sampai perut. Atau 54 %
enjual rudal. Beli dari Israel sama dengan berkhianat. Harus

ada

cara lain. Kita tidak tahu, berapa lagi mayat hidup akan men 63 %
menguik. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Lima!

ada

zombi lagi!” “Siap Pak!” Tapi Reserse Sarman tidak beranjak. 74 %
yang jebol. Peti di dalamnya telah terbuka dan isinya tidak

ada

lagi. Data-data menunjukkan, kuburan itu memang kuburan kaum 77 %
! Jantungnya berdegup keras. Wajah buruk itu tiba-tiba sudah

ada

di jendela. Dalam sekilas, meski wajah itu pun telah mencair 80 %
Dan mereka semua tidak disembahyangkan Pak! Waktu itu tidak

ada

yang berani! Takut ikut terbantai Pak! Habis, waktu itu siap 89 %
ini, kita harap saja segera berlalu. Mayat hidup gentayangan

adalah

kenyataan yang terlalu mengerikan. Reserse Sarman membaca be 36 %
n, tetapi mulai melahap segala jenis makanan. Keberadaaannya

adalah

teror. Persediaan rudal makin menipis. Maklumlah, negeri ini 73 %
ia merasakan menemukan sesuatu. “Komandan! Salah satu zombi

adalah

Ngadul! Salah satu korban pembantaian misterius di Lubang Be 82 %
asuk. …para informan di segenap penjuru tanah air melaporkan

adanya

sejumlah kuburan yang jebol. Peti di dalamnya telah terbuka 76 %
i. Dan Reserse Sarman melihat betapa dari mulut itu meluncur

air

liur yang sangat kental. Bibirnya seperti lengket dan hanya 10 %
laporan yang masuk. …para informan di segenap penjuru tanah

air

melaporkan adanya sejumlah kuburan yang jebol. Peti di dalam 76 %
Grhhh! oleh Seno Gumira

ajidarma

Reserse Sarman masih asyik menyeruput kopinya di warung Mark 0 %
ersungut-sungut. Tapi cuma sebentar. Ia tahu, Reserse Sarman

akan

selalu kembali kepadanya. Meski sudah beristri dan beranak e 44 %
u kembali kepadanya. Meski sudah beristri dan beranak empat.

akan

selalu kembali padanya. Sekali lagi Reserse Sarman berhadapa 44 %
ang. Ia tahu, meski yang satu ini bisa dibereskan, yang lain

akan

segera muncul. Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk ini 48 %
arus ada cara lain. Kita tidak tahu, berapa lagi mayat hidup

akan

meneror. Dari mana sih datangnya mayat-mayat busuk ini? Rese 63 %
ntah perintah komandan?” “Bukan begitu Pak! Rudal kita tidak

akan

cukup melenyapkan seluruh zombi!” “Apa maksudmu Bintara Sarm 85 %
engar itu? Enam ribu rudal sedang dikapalkan ke mari! Mereka

akan

dibantai!” Zombi menangkap kaki Reserse Sarman yang masih se 94 %
erlanda perang. Reruntuhan puing merata di mana-mana. Inilah

akibat

rudal yang diobral. Namun Zombi terus bermunculan. Ulat-ulat 69 %
s kenapa?” “Ada laporan, banyak di antara mereka sudah tidak

aktif

lagi Pak! Yang terbantai misterius itu banyak yang sudah ins 88 %
masalah sebenarnya. Coba, mana disebut kerja keras petugas?

aku

sudah bekerja siang malam tanpa istirahat, eh, potret si may 38 %
ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk ini bangkit kembali dari

alam

kubur. Tentu ada sebab yang sama. Kalau tidak, apa urusannya 48 %
kejadian yang hampir mirip satu sama lain. Para mayat hidup

alias

zombi itu berlaku sebagai penjahat. Mereka mencopet dompet, 30 %
au rudal kita habis? Pikir Reserse Sarman. Otaknya berputar.

amerika

Serikat baru kapok menjual rudal. Beli dari Israel sama deng 62 %
ngar lagi. Grhhh! Ia sudah memesan rudal TOW. Senjata paling

ampuh

untuk melumpuhkan zombi. Sambil menunggu ia menyulut rokok, 55 %
erwajib bisa segera mengatasi peristiwa yang sungguh-sungguh

aneh

ini. Memang, dalam kehidupan sehari-hari negeri ini sudah te 35 %
omandan!” “Aku tahu! Lantas kenapa?” “Ada laporan, banyak di

antara

mereka sudah tidak aktif lagi Pak! Yang terbantai misterius 88 %
! Cepat!” “Rudal apa ini yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal

antitank!”

Karena jalanan sudah sepi, kiriman rudal TOW itu cepat datan 23 %
Monster apa?” “Sudah! Dibicarakan nanti saja! Cepat!” “Rudal

apa

ini yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank!” Karena ja 22 %
ma Sipenmaru, mungkin nasib lebih baik sedikit. Wartawan tau

apa

sih? Sok tau!” Ia masih memaki-maki lagi, ketika HT itu mema 42 %
ali dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sama. Kalau tidak,

apa

urusannya mereka mengacau? Mungkin semasa hidupnya mereka du 49 %
idup sudah marah-marah. “Kenapa sih mesti menggunakan rudal?

apa

tidak sayang membuang-buang rudal yang mahal itu? Apa tidak 59 %
rudal? Apa tidak sayang membuang-buang rudal yang mahal itu?

apa

tidak bisa menjeratnya dengan jala? Menebasnya dengan golok? 60 %
t dari jendela. Reserse Sarman memanjat pagar tembok. “Jadi,

apa

kesimpulannya Bintara Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan be 90 %
eluru pistol atau senapan biasa tidak mempan. Bahkan senjata

api

yang sudah dijampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat hidup 28 %
Grhhh! oleh Seno Gumira Ajidarma Reserse Sarman masih

asyik

menyeruput kopinya di warung Markonah, ketika bunyi HT yang 0 %
ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk itu melangkah di atas

atap

mobil. Sesekali ia terpeleset karena telapak kakinya pun mul 47 %
ugas membopongnya dengan hati-hati. Zombi itu telah tegak di

atap

sebuah mobil. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman memperhatikan waj 66 %
itu ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk itu melangkah di

atas

atap mobil. Sesekali ia terpeleset karena telapak kakinya pu 47 %
rokok, memperhatikan monster itu jatuh bangun terpeleset di

atas

mobil. Memang menjijikkan. Baunya yang busuk tercium sampai 56 %
. Ulat-ulat merayap seperti wabah. Ulat ber-kruget-kruget di

atas

meja, kursi, jendela, WC, kamar mandi, kantong baju, sepatu, 70 %
api Reserse Sarman tidak beranjak. Diangkatnya kedua kaki ke

atas

meja di kantor. Kepalanya terkulai. HT-nya terus menguik-ngu 75 %
itu merayap masuk. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman melompat ke

atas

meja, meraih HT. Sekarang ia merasakan menemukan sesuatu. “K 82 %
aling-paling nanti yang disalahkan polisi lagi! Polisi lagi!

atasan

mencak-mencak, dan buntutnya kita-kita lagi yang kena. Mana 41 %
hnya busuk sekali. Dagingnya sebagian mencair, peluru pistol

atau

senapan biasa tidak mempan. Bahkan senjata api yang sudah di 28 %
ahat. Mereka mencopet dompet, merampas kalung, meminta uang,

atau

menodong. Tapi karena tubuh mereka yang busuk, dan gerakanny 31 %
lalu berada di tempat yang sama. Belakang kepala, dada kiri,

atau

dahi. Ada juga memang yang berderet-deret dari dada sampai p 53 %
Ada juga memang yang berderet-deret dari dada sampai perut.

atau

sepanjang punggung. Tapi tidak banyak. Lagi-lagi Reserse Sar 54 %
tidak bisa menjeratnya dengan jala? Menebasnya dengan golok?

atau

menyiramnya dengan bensin?” ujarnya di televisi. Namun semen 60 %
ing tepat. Tapi baru beberapa hari saja sudah begini banyak.

bagaimana

kalau rudal kita habis? Pikir Reserse Sarman. Otaknya berput 62 %
gian mencair, peluru pistol atau senapan biasa tidak mempan.

bahkan

senjata api yang sudah dijampi-jampi dukun pun tak berguna. 28 %
senjata dan tenaga, bukan otak. Reserse Sarman memperhatikan

bahwa

di tubuh yang mulai mencair itu terlihat sisa-sisa tato. Dan 50 %
Coba kalau dulu gua diterima Sipenmaru, mungkin nasib lebih

baik

sedikit. Wartawan tau apa sih? Sok tau!” Ia masih memaki-mak 42 %
let yang menuju tempat kejadian perkara, ia meraba pistol di

balik

jaket. Masih ada. Dengan lincah, ia melompat ke luar mikrole 5 %
npa membayar. Orang-orang masih berkerumun di tepi jalan. Di

balik

punggung orang-orang itu, kepala Reserse Sarman menjulur. Da 6 %
segera muncul. Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk ini

bangkit

kembali dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sama. Kalau ti 48 %
menunggu ia menyulut rokok, memperhatikan monster itu jatuh

bangun

terpeleset di atas mobil. Memang menjijikkan. Baunya yang bu 56 %
suk itu hancur lebur tanpa sisa. Hanya ulat-ulat, yang makin

banyak

saja ber-kruget-kruget dan ber-kruget-kruget di mana-mana. K 25 %
Memang, dalam kehidupan sehari-hari negeri ini sudah terlalu

banyak

hal-hal yang tidak masuk akal, dan toh diterima juga. Tapi y 35 %
esar Pak Komandan!” “Aku tahu! Lantas kenapa?” “Ada laporan,

banyak

di antara mereka sudah tidak aktif lagi Pak! Yang terbantai 88 %
eka sudah tidak aktif lagi Pak! Yang terbantai misterius itu

banyak

yang sudah insaf Pak! Dan mereka semua tidak disembahyangkan 88 %
suk selokan. Di berbagai sudut kota zombi bermunculan, makin

banyak

dan makin cepat, dan makin ganas. Mereka merayat seperti ula 96 %
bol. Reserse Sarman meloncati jendela dengan HT-nya. “Apakah

bapak

tidak ingat? Bersama Ngadul enam ribu penjahat kelas teri te 86 %
kan dengan cepat. Untuk itu, rudal memang paling tepat. Tapi

baru

beberapa hari saja sudah begini banyak. Bagaimana kalau ruda 62 %
bis? Pikir Reserse Sarman. Otaknya berputar. Amerika Serikat

baru

kapok menjual rudal. Beli dari Israel sama dengan berkhianat 62 %
hatinya harus dilupakan sementara. Eh, demikian nian hidup,

batin

Reserse Sarman. Diburu peristiwa dari saat ke saat, setiap k 3 %
uget-kruget. Daging di seluruh tubuhnya setengah mencair dan

baunya

busuk sekali. Reserse Sarman sudah terbiasa melihat mayat. M 12 %
u jatuh bangun terpeleset di atas mobil. Memang menjijikkan.

baunya

yang busuk tercium sampai ke tempat Reserse Sarman. Astaga, 56 %
r-kruget-kruget berjatuhan di aspal. Reserse Sarman menembak

beberapa

kali lagi dengan penasaran. Namun pelurunya hanya mencetak l 18 %
engan cepat. Untuk itu, rudal memang paling tepat. Tapi baru

beberapa

hari saja sudah begini banyak. Bagaimana kalau rudal kita ha 62 %
udal memang paling tepat. Tapi baru beberapa hari saja sudah

begini

banyak. Bagaimana kalau rudal kita habis? Pikir Reserse Sarm 62 %
sambil mengeluarkan bunyi serak: Grhhh! Grhhh! Mereka muncul

begitu

saja, entah dari mana. Mungkin langsung dari kuburan. Tapi b 33 %
. “Bintara Sarman! Kamu membantah perintah komandan?” “Bukan

begitu

Pak! Rudal kita tidak akan cukup melenyapkan seluruh zombi!” 85 %
ebenarnya. Coba, mana disebut kerja keras petugas? Aku sudah

bekerja

siang malam tanpa istirahat, eh, potret si mayat hidup yang 38 %
lubang. Ya, lubang-lubang selalu berada di tempat yang sama.

belakang

kepala, dada kiri, atau dahi. Ada juga memang yang berderet- 53 %
Otaknya berputar. Amerika Serikat baru kapok menjual rudal.

beli

dari Israel sama dengan berkhianat. Harus ada cara lain. Kit 63 %
Sarman sama sekali. Kini Reserse Sarman menatap sesuatu yang

belum

pernah dilihatnya seumur hidup. Pada sosok membusuk itu terl 13 %
u saja, entah dari mana. Mungkin langsung dari kuburan. Tapi

belum

ada laporan tentang kuburan-kuburan yang jebol. Kini para do 33 %
Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa ingat sesuatu.

belum

lagi mendapat jawab, terdengar sebuah ketukan di jendela kac 79 %
hidupan sehari-hari kacau. Mereka kini bukan hanya menyambar

benda-benda

murahan, tetapi mulai melahap segala jenis makanan. Keberada 72 %
jang di dadanya. Dan lubang-lubang. Ya, lubang-lubang selalu

berada

di tempat yang sama. Belakang kepala, dada kiri, atau dahi. 53 %
rman akan selalu kembali kepadanya. Meski sudah beristri dan

beranak

empat. Akan selalu kembali padanya. Sekali lagi Reserse Sarm 44 %
ya mengeluarkan suara serak. Grhhhh! Grhhhh! Orang-orang tak

berani

mendekat. Di tangan sosok seperti orang itu tergenggam kalun 8 %
ka semua tidak disembahyangkan Pak! Waktu itu tidak ada yang

berani!

Takut ikut terbantai Pak! Habis, waktu itu siapa saja bisa t 89 %
ama dengan berkhianat. Harus ada cara lain. Kita tidak tahu,

berapa

lagi mayat hidup akan meneror. Dari mana sih datangnya mayat 63 %
t hidup itu hanya bisa dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak

berarti

ia mati. Serpihan dagingnya masih meloncat-loncat. Dan ulat- 29 %
TOW itu cepat datang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki

berat

itu masih jauh dari Reserse Sarman. Ia segera dihajar. Dalam 23 %
GAN DI IBU KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter kami di

berbagai

sudut ibu kota melaporkan, di setiap tempat keramaian muncul 27 %
ung-hitung, sudah dua puluh lebih mayat hidup bermunculan di

berbagai

sudut. Rekan-rekan Reserse Sarman setengah mati memantaunya. 57 %
rse Sarman melejit ke langit. HT-nya jatuh masuk selokan. Di

berbagai

sudut kota zombi bermunculan, makin banyak dan makin cepat, 96 %
gan serak. Grhhh! Grhhh! Dhendham! Dhendham! Mereka bersuara

berbarengan

seperti kor dari neraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham khesumath! D 98 %
di belakangnya. Ia menoleh, dan terhentak, zombi! Jantungnya

berdegup

keras. Wajah buruk itu tiba-tiba sudah ada di jendela. Dalam 80 %
Belakang kepala, dada kiri, atau dahi. Ada juga memang yang

berderet-deret

dari dada sampai perut. Atau sepanjang punggung. Tapi tidak 54 %
m pemandangan yang mengerikan. Dalam cahaya bulan, sosok itu

berdiri

di perempatan jalan. Sesekali kepalanya mendongak dan mulutn 7 %
up. Kepalanya botak, tubuhnya busuk, dan dikerumuni ulat. Ia

berdiri

di perempatan jalan sambil mengangkat kedua tangan. Mulutnya 45 %
merayap di bajunya, rambutnya, lubang hidungnya, maupun yang

bergantungan

di kacamatanya. Zombi makin merajalela. Kehidupan sehari-har 71 %
sehingga sosok itu semakin lama makin menjijikkan. Dan malah

bergerak

mendekati Reserse Sarman. Langkahnya lambat tapi pasti. Kaku 20 %
pat. Akan selalu kembali padanya. Sekali lagi Reserse Sarman

berhadapan

dengan mayat hidup. Kepalanya botak, tubuhnya busuk, dan dik 45 %
riksa serpihan daging yang masih menggeliat-geliat itu. Kita

berharap

pihak yang berwajib bisa segera mengatasi peristiwa yang sun 34 %
u, Reserse Sarman akan selalu kembali kepadanya. Meski sudah

beristri

dan beranak empat. Akan selalu kembali padanya. Sekali lagi 44 %
ah kenyataan yang terlalu mengerikan. Reserse Sarman membaca

berita

itu sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Terlalu. Masak nama 36 %
sambil mengunyah sekerat tempe. “Sekarang koran ikut-ikutan.

berita

mayat hidup dibesar-besarkan. Masyarakat ketakutan. Paling-p 40 %
i buruk. MAYAT-MAYAT HIDUP GENTAYANGAN DI IBU KOTA. Potongan

berita:

. . . dan reporter kami di berbagai sudut ibu kota melaporka 27 %
ng-lubang yang mengeluarkan ulat-ulat. Setiap kali ulat-ulat

berjatuhan

dan kruget-kruget di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dal 14 %
bang itu muncullah ulat-ulat yang langsung ber-kruget-kruget

berjatuhan

di aspal. Reserse Sarman menembak beberapa kali lagi dengan 18 %
Serpihan dagingnya masih meloncat-loncat. Dan ulat-ulat yang

berjatuhan

dari tubuhnya berkembang biak dengan dahsyat. Pada umumnya p 29 %
rdapat lubang dari mana ulat-ulat selalu meruyak ke luar dan

berjatuhan

kruget-kruget-kruget. Reserse Sarman merasa ingat sesuatu ta 51 %
sanya sudah pernah ketemu. Siapa ya? Grhhh! Grhhh! Ulat-ulat

berjatuhan

dari mulutnya. Dan seperti biasa, ber-kruget-kruget menjijik 67 %
meloncat-loncat. Dan ulat-ulat yang berjatuhan dari tubuhnya

berkembang

biak dengan dahsyat. Pada umumnya para reporter kami melapor 30 %
mulutnya. Dan seperti biasa, ber-kruget-kruget menjijikkan.

berkembang

biak dengan cepat. Merambati jendela-jendela mobil, sehingga 67 %
melompat ke luar mikrolet tanpa membayar. Orang-orang masih

berkerumun

di tepi jalan. Di balik punggung orang-orang itu, kepala Res 6 %
t. Di tangan sosok seperti orang itu tergenggam kalung emas.

berkilat-kilat

ditimpa lampu jalanan. Reserse Sarman menyeruak maju. Kini m 8 %
ang. Malah dari lubang itu muncullah ulat-ulat yang langsung

ber-kruget-kruget

berjatuhan di aspal. Reserse Sarman menembak beberapa kali l 18 %
lubang-lubang. Dan dari setiap lubang muncul ulat-ulat yang

ber-kruget-kruget

sehingga sosok itu semakin lama makin menjijikkan. Dan malah 19 %
ur lebur tanpa sisa. Hanya ulat-ulat, yang makin banyak saja

ber-kruget-kruget

dan ber-kruget-kruget di mana-mana. Kruget-kruget. Kruget-kr 25 %
anya ulat-ulat, yang makin banyak saja ber-kruget-kruget dan

ber-kruget-kruget

di mana-mana. Kruget-kruget. Kruget-kruget. Kruget-kruget. S 25 %
rhhh! Ulat-ulat berjatuhan dari mulutnya. Dan seperti biasa,

ber-kruget-kruget

menjijikkan. Berkembang biak dengan cepat. Merambati jendela 67 %
mbi terus bermunculan. Ulat-ulat merayap seperti wabah. Ulat

ber-kruget-kruget

di atas meja, kursi, jendela, WC, kamar mandi, kantong baju, 70 %
ampir mirip satu sama lain. Para mayat hidup alias zombi itu

berlaku

sebagai penjahat. Mereka mencopet dompet, merampas kalung, m 31 %
usan. Sosok itu tertegun. Tapi ia tidak bergeming. Keningnya

berlubang

karena peluru Reserse Sarman. Tak ada darah mengucur. Peluru 17 %
reka! Sembahyangkan mereka Pak! Supaya rohnya santai!” “Kamu

bermimpi

ya Bintara Sarman? Kamu ngelindur! Itu semua omong-kosong! K 93 %
ya? Kalau dihitung-hitung, sudah dua puluh lebih mayat hidup

bermunculan

di berbagai sudut. Rekan-rekan Reserse Sarman setengah mati 57 %
kuburan kaum penjahat kelas teri. Namun tidak semua kuburan

bernama

dan bertanda tahun. Hasil penyelidikan sementara juga menunj 78 %
subur dan gemah ripah loh jinawi. Busyet. Siapa mimpi harus

berperang

melawan zombi? HT Reserse Sarman menguik. “Bintara Sarman?” 74 %
meloncati jendela dengan HT-nya. “Apakah Bapak tidak ingat?

bersama

Ngadul enam ribu penjahat kelas teri terbantai secara mister 86 %
eriak dengan serak. Grhhh! Grhhh! Dhendham! Dhendham! Mereka

bersuara

berbarengan seperti kor dari neraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham 98 %
elkan itu memanggil-manggil. Malam sudah larut. Sisa gerimis

bertabur

membiaskan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “ 1 %
m penjahat kelas teri. Namun tidak semua kuburan bernama dan

bertanda

tahun. Hasil penyelidikan sementara juga menunjukkan, sebagi 78 %
kas. “Tolong! Mereka menangkap saya! Tolong!” Reserse Sarman

berteriak

ngeri. Zombi mulai mencaplok kaki itu. Jeritan Reserse Sarma 95 %
an di segala pelosok. Memanjati gedung-gedung bertingkat dan

berteriak-teriak

dengan serak. Grhhh! Grhhh! Dhendham! Dhendham! Mereka bersu 97 %
ereka gentayangan di segala pelosok. Memanjati gedung-gedung

bertingkat

dan berteriak-teriak dengan serak. Grhhh! Grhhh! Dhendham! D 97 %
g yang masih menggeliat-geliat itu. Kita berharap pihak yang

berwajib

bisa segera mengatasi peristiwa yang sungguh-sungguh aneh in 34 %
sih! Masih! Kenapa?” “Kebanyakan mayatnya terkubur di Lubang

besar

Pak Komandan!” “Aku tahu! Lantas kenapa?” “Ada laporan, bany 87 %
pa kesimpulannya Bintara Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan

besar

Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang-orang itu tidak rela 91 %
ah Ngadul! Salah satu korban pembantaian misterius di Lubang

besar!

Saya bisa mengenalinya Pak! Ia muncul di markas!” “Tembak se 83 %
tara juga menunjukkan, sebagian mayat itu datang dari Lubang

besar…

Reserse Sarman lagi-lagi merasa ingat sesuatu. Belum lagi me 78 %
n. Reserse Sarman menyeruak maju. Kini makin jelas terlihat,

betapa

sosok itu sangat mengerikan. Tubuhnya tinggi besar. Kakinya 9 %
h mati. Grhhh! Ia menggeram lagi. Dan Reserse Sarman melihat

betapa

dari mulut itu meluncur air liur yang sangat kental. Bibirny 10 %
ari mana sih datangnya mayat-mayat busuk ini? Reserse Sarman

betul-betul

penasaran. Ia meraih HT-nya. “Periksa kuburan-kuburan di seg 64 %
ncat. Dan ulat-ulat yang berjatuhan dari tubuhnya berkembang

biak

dengan dahsyat. Pada umumnya para reporter kami melaporkan k 30 %
Dan seperti biasa, ber-kruget-kruget menjijikkan. Berkembang

biak

dengan cepat. Merambati jendela-jendela mobil, sehingga para 67 %
kali. Dagingnya sebagian mencair, peluru pistol atau senapan

biasa

tidak mempan. Bahkan senjata api yang sudah dijampi-jampi du 28 %
teror. Persediaan rudal makin menipis. Maklumlah, negeri ini

biasanya

tenteram dan damai, subur dan gemah ripah loh jinawi. Busyet 73 %
betapa dari mulut itu meluncur air liur yang sangat kental.

bibirnya

seperti lengket dan hanya bisa dibuka dengan paksa. Sebelah 10 %
a tidak akan cukup melenyapkan seluruh zombi!” “Apa maksudmu

bintara

Sarman? Zombi itu mengganggu kehidupan!” Zombi menendang pin 85 %
serse Sarman memanjat pagar tembok. “Jadi, apa kesimpulannya

bintara

Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan besar Pak! Generasi kita 90 %
yangkan mereka Pak! Supaya rohnya santai!” “Kamu bermimpi ya

bintara

Sarman? Kamu ngelindur! Itu semua omong-kosong! Kita sedang 93 %
liur yang sangat kental. Bibirnya seperti lengket dan hanya

bisa

dibuka dengan paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Ma 10 %
h dijampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat hidup itu hanya

bisa

dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti ia mati. Serpi 29 %
uh mereka yang busuk, dan gerakannya yang lamban, mereka tak

bisa

menghilang seperti penjahat. Mereka hanya mengacung-acungkan 32 %
sih menggeliat-geliat itu. Kita berharap pihak yang berwajib

bisa

segera mengatasi peristiwa yang sungguh-sungguh aneh ini. Me 34 %
perhatikan dengan lebih tenang. Ia tahu, meski yang satu ini

bisa

dibereskan, yang lain akan segera muncul. Tentu ada sebab ke 48 %
tidak sayang membuang-buang rudal yang mahal itu? Apa tidak

bisa

menjeratnya dengan jala? Menebasnya dengan golok? Atau menyi 60 %
alah satu korban pembantaian misterius di Lubang Besar! Saya

bisa

mengenalinya Pak! Ia muncul di markas!” “Tembak segera denga 83 %
erani! Takut ikut terbantai Pak! Habis, waktu itu siapa saja

bisa

terbunuh secara misterius Pak!” Grhhh! Zombi melompat dari j 89 %
riak Reserse Sarman. “Oke Bos!” Dan rudal TOW melesat cepat.

blgggrrr!

Ibu kota seperti terlanda perang. Reruntuhan puing merata di 69 %
gan paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Mata kirinya

bolong

dan dari bolongan itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Da 11 %
ah sisi wajahnya sudah mencair. Mata kirinya bolong dan dari

bolongan

itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Daging di seluruh tu 11 %
kini lebih buas. “Tembak cepat!” teriak Reserse Sarman. “Oke

bos!”

Dan rudal TOW melesat cepat. Blgggrrr! Ibu kota seperti terl 69 %
ayat hidup yang dimuat. Mending kalau cakep! Masyarakat juga

brengsek

selalu menghina polisi. Malah memuja-muja polisi di film Bar 39 %
eri. Penjahat-penjahat yang mengandalkan senjata dan tenaga,

bukan

otak. Reserse Sarman memperhatikan bahwa di tubuh yang mulai 50 %
akan rudal TOW untuk memusnahkannya. Celakanya rudal TOW ini

bukan

hanya menghancurleburkan si mayat hidup. Lingkungannya pun i 58 %
i makin merajalela. Kehidupan sehari-hari kacau. Mereka kini

bukan

hanya menyambar benda-benda murahan, tetapi mulai melahap se 72 %
salahkan polisi lagi! Polisi lagi! Atasan mencak-mencak, dan

buntutnya

kita-kita lagi yang kena. Mana gaji cuma cukup untuk semingg 41 %
an masih asyik menyeruput kopinya di warung Markonah, ketika

bunyi

HT yang menjengkelkan itu memanggil-manggil. Malam sudah lar 1 %
anya mengacung-acungkan hasil jarahannya sambil mengeluarkan

bunyi

serak: Grhhh! Grhhh! Mereka muncul begitu saja, entah dari m 32 %
oleh, dan terhentak, zombi! Jantungnya berdegup keras. Wajah

buruk

itu tiba-tiba sudah ada di jendela. Dalam sekilas, meski waj 80 %
uget. Daging di seluruh tubuhnya setengah mencair dan baunya

busuk

sekali. Reserse Sarman sudah terbiasa melihat mayat. Mulai d 12 %
et-kruget di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dalam tubuh

busuk

itu dan kruget-kruget lagi kruget-kruget lagi dan kruget-kru 15 %
alanan sudah sepi, kiriman rudal TOW itu cepat datang. Sosok

busuk

yang melangkah dengan kaki berat itu masih jauh dari Reserse 23 %
am sekejap mata, rudal seberat 40 pon melesat dahsyat. Tubuh

busuk

itu hancur lebur tanpa sisa. Hanya ulat-ulat, yang makin ban 24 %
kan, di setiap tempat keramaian muncul mayat hidup. Tubuhnya

busuk

sekali. Dagingnya sebagian mencair, peluru pistol atau senap 27 %
anan macet. Mobil-mobil itu ditinggalkan penumpangnya. Sosok

busuk

itu melangkah di atas atap mobil. Sesekali ia terpeleset kar 46 %
lain akan segera muncul. Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh

busuk

ini bangkit kembali dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sa 48 %
un terpeleset di atas mobil. Memang menjijikkan. Baunya yang

busuk

tercium sampai ke tempat Reserse Sarman. Astaga, mayat kok h 56 %
ayat hidup akan meneror. Dari mana sih datangnya mayat-mayat

busuk

ini? Reserse Sarman betul-betul penasaran. Ia meraih HT-nya. 64 %
ta-kita lagi yang kena. Mana gaji cuma cukup untuk seminggu!

busyet!

Coba kalau dulu gua diterima Sipenmaru, mungkin nasib lebih 41 %
manggil. Malam sudah larut. Sisa gerimis bertabur membiaskan

cahaya

petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Sat 1 %
gera saja matanya merekam pemandangan yang mengerikan. Dalam

cahaya

bulan, sosok itu berdiri di perempatan jalan. Sesekali kepal 7 %
irahat, eh, potret si mayat hidup yang dimuat. Mending kalau

cakep!

Masyarakat juga brengsek selalu menghina polisi. Malah memuj 39 %
cepat. Merambati jendela-jendela mobil, sehingga para wanita

cantik

yang tidak sempat lari menjerit-jerit seperti orang gila. Zo 68 %
al rudal. Beli dari Israel sama dengan berkhianat. Harus ada

cara

lain. Kita tidak tahu, berapa lagi mayat hidup akan meneror. 63 %
Setiak kali mesti digunakan rudal TOW untuk memusnahkannya.

celakanya

rudal TOW ini bukan hanya menghancurleburkan si mayat hidup. 58 %
ambai-lambai dengan berat. Orang-orang buyar. Reserse Sarman

cepat

meraih HT-nya. “Rudal! Rudal! Kirimkan rudal segera!” “Untuk 21 %
antitank!” Karena jalanan sudah sepi, kiriman rudal TOW itu

cepat

datang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat itu mas 23 %
dal! Kirimkan rudal segera!” “Untuk apa?” “Menembak monster!

cepat!

Kaliber 22 tidak mempan! Cepat! Monster itu mengejar saya! C 21 %
tuk apa?” “Menembak monster! Cepat! Kaliber 22 tidak mempan!

cepat!

Monster itu mengejar saya! Cepat!” “Monster? Monster apa?” “ 22 %
! Kaliber 22 tidak mempan! Cepat! Monster itu mengejar saya!

cepat!”

“Monster? Monster apa?” “Sudah! Dibicarakan nanti saja! Cepa 22 %
at!” “Monster? Monster apa?” “Sudah! Dibicarakan nanti saja!

cepat!”

“Rudal apa ini yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank! 22 %
diam memotret kejadian ini segera melambai taksi. “Palmerah!

cepat!”

Koran pagi muncul seperti mimpi buruk. MAYAT-MAYAT HIDUP GEN 26 %
jerit seperti orang gila. Zombi itu kini lebih buas. “Tembak

cepat!”

teriak Reserse Sarman. “Oke Bos!” Dan rudal TOW melesat cepa 68 %
lagi yang kena. Mana gaji cuma cukup untuk seminggu! Busyet!

coba

kalau dulu gua diterima Sipenmaru, mungkin nasib lebih baik 41 %
ncak, dan buntutnya kita-kita lagi yang kena. Mana gaji cuma

cukup

untuk seminggu! Busyet! Coba kalau dulu gua diterima Sipenma 41 %
perintah komandan?” “Bukan begitu Pak! Rudal kita tidak akan

cukup

melenyapkan seluruh zombi!” “Apa maksudmu Bintara Sarman? Zo 85 %
n penyembahyangan massal Pak! Rudal kita cuma seratus! Tidak

cukup

untuk membasmi mereka! Sembahyangkan mereka Pak! Supaya rohn 92 %
ak-mencak, dan buntutnya kita-kita lagi yang kena. Mana gaji

cuma

cukup untuk seminggu! Busyet! Coba kalau dulu gua diterima S 41 %
“Lho, mana uangnya?” teriak Markonah, bersungut-sungut. Tapi

cuma

sebentar. Ia tahu, Reserse Sarman akan selalu kembali kepada 43 %
Pak! Harus dilakukan penyembahyangan massal Pak! Rudal kita

cuma

seratus! Tidak cukup untuk membasmi mereka! Sembahyangkan me 92 %
g-lubang selalu berada di tempat yang sama. Belakang kepala,

dada

kiri, atau dahi. Ada juga memang yang berderet-deret dari da 53 %
da kiri, atau dahi. Ada juga memang yang berderet-deret dari

dada

sampai perut. Atau sepanjang punggung. Tapi tidak banyak. La 54 %
ng dan dari bolongan itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget.

daging

di seluruh tubuhnya setengah mencair dan baunya busuk sekali 11 %
buran yang jebol. Kini para dokter sedang memeriksa serpihan

daging

yang masih menggeliat-geliat itu. Kita berharap pihak yang b 34 %
tempat keramaian muncul mayat hidup. Tubuhnya busuk sekali.

dagingnya

sebagian mencair, peluru pistol atau senapan biasa tidak mem 28 %
usnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti ia mati. Serpihan

dagingnya

masih meloncat-loncat. Dan ulat-ulat yang berjatuhan dari tu 29 %
saat, setiap kali menarik napas di permukaan segera terbenam

dalam

persoalan kembali. Di dalam mikrolet yang menuju tempat keja 4 %
pas di permukaan segera terbenam dalam persoalan kembali. Di

dalam

mikrolet yang menuju tempat kejadian perkara, ia meraba pist 4 %
Dan segera saja matanya merekam pemandangan yang mengerikan.

dalam

cahaya bulan, sosok itu berdiri di perempatan jalan. Sesekal 7 %
han dan kruget-kruget di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari

dalam

tubuh busuk itu dan kruget-kruget lagi kruget-kruget lagi da 15 %
berat itu masih jauh dari Reserse Sarman. Ia segera dihajar.

dalam

sekejap mata, rudal seberat 40 pon melesat dahsyat. Tubuh bu 24 %
a mengatasi peristiwa yang sungguh-sungguh aneh ini. Memang,

dalam

kehidupan sehari-hari negeri ini sudah terlalu banyak hal-ha 35 %
degup keras. Wajah buruk itu tiba-tiba sudah ada di jendela.

dalam

sekilas, meski wajah itu pun telah mencair, Reserse Sarman m 80 %
h air melaporkan adanya sejumlah kuburan yang jebol. Peti di

dalamnya

telah terbuka dan isinya tidak ada lagi. Data-data menunjukk 77 %
ik punggung orang-orang itu, kepala Reserse Sarman menjulur.

dan

segera saja matanya merekam pemandangan yang mengerikan. Dal 6 %
tu berdiri di perempatan jalan. Sesekali kepalanya mendongak

dan

mulutnya mengeluarkan suara serak. Grhhhh! Grhhhh! Orang-ora 7 %
k korban yang sudah setengah mati. Grhhh! Ia menggeram lagi.

dan

Reserse Sarman melihat betapa dari mulut itu meluncur air li 10 %
luncur air liur yang sangat kental. Bibirnya seperti lengket

dan

hanya bisa dibuka dengan paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah 10 %
sa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Mata kirinya bolong

dan

dari bolongan itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Daging 11 %
k kruget-kruget. Daging di seluruh tubuhnya setengah mencair

dan

baunya busuk sekali. Reserse Sarman sudah terbiasa melihat m 12 %
ang mengeluarkan ulat-ulat. Setiap kali ulat-ulat berjatuhan

dan

kruget-kruget di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dalam t 14 %
di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dalam tubuh busuk itu

dan

kruget-kruget lagi kruget-kruget lagi dan kruget-kruget lagi 15 %
am tubuh busuk itu dan kruget-kruget lagi kruget-kruget lagi

dan

kruget-kruget lagi. Grhhh! Gerakan sosok itu seolah-olah men 15 %
gan penasaran. Namun pelurunya hanya mencetak lubang-lubang.

dan

dari setiap lubang muncul ulat-ulat yang ber-kruget-kruget s 19 %
et-kruget sehingga sosok itu semakin lama makin menjijikkan.

dan

malah bergerak mendekati Reserse Sarman. Langkahnya lambat t 20 %
a. Hanya ulat-ulat, yang makin banyak saja ber-kruget-kruget

dan

ber-kruget-kruget di mana-mana. Kruget-kruget. Kruget-kruget 25 %
-MAYAT HIDUP GENTAYANGAN DI IBU KOTA. Potongan berita: . . .

dan

reporter kami di berbagai sudut ibu kota melaporkan, di seti 27 %
k berarti ia mati. Serpihan dagingnya masih meloncat-loncat.

dan

ulat-ulat yang berjatuhan dari tubuhnya berkembang biak deng 29 %
ta uang, atau menodong. Tapi karena tubuh mereka yang busuk,

dan

gerakannya yang lamban, mereka tak bisa menghilang seperti p 31 %
geri ini sudah terlalu banyak hal-hal yang tidak masuk akal,

dan

toh diterima juga. Tapi yang satu ini, kita harap saja seger 35 %
g disalahkan polisi lagi! Polisi lagi! Atasan mencak-mencak,

dan

buntutnya kita-kita lagi yang kena. Mana gaji cuma cukup unt 41 %
itu memanggilnya lagi. Dengan sigap ia meloncat. “Siap Pak!”

dan

segera Reserse Sarman menghilang. “Lho, mana uangnya?” teria 43 %
e Sarman akan selalu kembali kepadanya. Meski sudah beristri

dan

beranak empat. Akan selalu kembali padanya. Sekali lagi Rese 44 %
hadapan dengan mayat hidup. Kepalanya botak, tubuhnya busuk,

dan

dikerumuni ulat. Ia berdiri di perempatan jalan sambil menga 45 %
asar kelas teri. Penjahat-penjahat yang mengandalkan senjata

dan

tenaga, bukan otak. Reserse Sarman memperhatikan bahwa di tu 50 %
hwa di tubuh yang mulai mencair itu terlihat sisa-sisa tato.

dan

pada sosok-sosok itu selalu terdapat lubang dari mana ulat-u 51 %
u terdapat lubang dari mana ulat-ulat selalu meruyak ke luar

dan

berjatuhan kruget-kruget-kruget. Reserse Sarman merasa ingat 51 %
t-lamat masih terlihat sebentuk wanita telanjang di dadanya.

dan

lubang-lubang. Ya, lubang-lubang selalu berada di tempat yan 53 %
Siapa ya? Grhhh! Grhhh! Ulat-ulat berjatuhan dari mulutnya.

dan

seperti biasa, ber-kruget-kruget menjijikkan. Berkembang bia 67 %
ebih buas. “Tembak cepat!” teriak Reserse Sarman. “Oke Bos!”

dan

rudal TOW melesat cepat. Blgggrrr! Ibu kota seperti terlanda 69 %
endela, WC, kamar mandi, kantong baju, sepatu, piring, gelas

dan

botol-botol. Orang-orang setiap hari sibuk menjetikkan ulat- 71 %
rudal makin menipis. Maklumlah, negeri ini biasanya tenteram

dan

damai, subur dan gemah ripah loh jinawi. Busyet. Siapa mimpi 73 %
is. Maklumlah, negeri ini biasanya tenteram dan damai, subur

dan

gemah ripah loh jinawi. Busyet. Siapa mimpi harus berperang 73 %
sejumlah kuburan yang jebol. Peti di dalamnya telah terbuka

dan

isinya tidak ada lagi. Data-data menunjukkan, kuburan itu me 77 %
kaum penjahat kelas teri. Namun tidak semua kuburan bernama

dan

bertanda tahun. Hasil penyelidikan sementara juga menunjukka 78 %
n di jendela kaca, yang terletak di belakangnya. Ia menoleh,

dan

terhentak, zombi! Jantungnya berdegup keras. Wajah buruk itu 79 %
mandan! Itu tidak menyelesaikan masalah!” Zombi itu mendekat

dan

membalikkan meja Reserse Sarman. Sang Reserse keburu melonca 84 %
embalikkan meja Reserse Sarman. Sang Reserse keburu meloncat

dan

lari ke ruang lain. Zombi terus mengejar. Ulat-ulat merayapi 84 %
k! Yang terbantai misterius itu banyak yang sudah insaf Pak!

dan

mereka semua tidak disembahyangkan Pak! Waktu itu tidak ada 89 %
okan. Di berbagai sudut kota zombi bermunculan, makin banyak

dan

makin cepat, dan makin ganas. Mereka merayat seperti ulat. M 96 %
sudut kota zombi bermunculan, makin banyak dan makin cepat,

dan

makin ganas. Mereka merayat seperti ulat. Memenuhi jalanan, 96 %
at seperti ulat. Memenuhi jalanan, menyeruduk di supermarket

dan

memasuki kampus-kampus. Mereka gentayangan di segala pelosok 97 %
yangan di segala pelosok. Memanjati gedung-gedung bertingkat

dan

berteriak-teriak dengan serak. Grhhh! Grhhh! Dhendham! Dhend 97 %
g. Keningnya berlubang karena peluru Reserse Sarman. Tak ada

darah

mengucur. Peluru itu seperti menembus gedebok pisang. Malah 17 %
demikian nian hidup, batin Reserse Sarman. Diburu peristiwa

dari

saat ke saat, setiap kali menarik napas di permukaan segera 4 %
Grhhh! Ia menggeram lagi. Dan Reserse Sarman melihat betapa

dari

mulut itu meluncur air liur yang sangat kental. Bibirnya sep 10 %
Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Mata kirinya bolong dan

dari

bolongan itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Daging di s 11 %
k sekali. Reserse Sarman sudah terbiasa melihat mayat. Mulai

dari

yang mengalami kecelakaan sampai yang teraniaya. Mayat-mayat 12 %
rjatuhan dan kruget-kruget di jalanan, muncul lagi ulat-ulat

dari

dalam tubuh busuk itu dan kruget-kruget lagi kruget-kruget l 15 %
mengucur. Peluru itu seperti menembus gedebok pisang. Malah

dari

lubang itu muncullah ulat-ulat yang langsung ber-kruget-krug 18 %
penasaran. Namun pelurunya hanya mencetak lubang-lubang. Dan

dari

setiap lubang muncul ulat-ulat yang ber-kruget-kruget sehing 19 %
Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat itu masih jauh

dari

Reserse Sarman. Ia segera dihajar. Dalam sekejap mata, rudal 24 %
gingnya masih meloncat-loncat. Dan ulat-ulat yang berjatuhan

dari

tubuhnya berkembang biak dengan dahsyat. Pada umumnya para r 30 %
bunyi serak: Grhhh! Grhhh! Mereka muncul begitu saja, entah

dari

mana. Mungkin langsung dari kuburan. Tapi belum ada laporan 33 %
Mereka muncul begitu saja, entah dari mana. Mungkin langsung

dari

kuburan. Tapi belum ada laporan tentang kuburan-kuburan yang 33 %
Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk ini bangkit kembali

dari

alam kubur. Tentu ada sebab yang sama. Kalau tidak, apa urus 48 %
a-sisa tato. Dan pada sosok-sosok itu selalu terdapat lubang

dari

mana ulat-ulat selalu meruyak ke luar dan berjatuhan kruget- 51 %
a, dada kiri, atau dahi. Ada juga memang yang berderet-deret

dari

dada sampai perut. Atau sepanjang punggung. Tapi tidak banya 54 %
nya berputar. Amerika Serikat baru kapok menjual rudal. Beli

dari

Israel sama dengan berkhianat. Harus ada cara lain. Kita tid 63 %
lain. Kita tidak tahu, berapa lagi mayat hidup akan meneror.

dari

mana sih datangnya mayat-mayat busuk ini? Reserse Sarman bet 63 %
pernah ketemu. Siapa ya? Grhhh! Grhhh! Ulat-ulat berjatuhan

dari

mulutnya. Dan seperti biasa, ber-kruget-kruget menjijikkan. 67 %
idikan sementara juga menunjukkan, sebagian mayat itu datang

dari

Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa ingat sesuatu. 78 %
a bisa terbunuh secara misterius Pak!” Grhhh! Zombi melompat

dari

jendela. Reserse Sarman memanjat pagar tembok. “Jadi, apa ke 90 %
elindur! Itu semua omong-kosong! Kita sedang mengimpor rudal

dari

luar negeri! Kamu dengar itu? Enam ribu rudal sedang dikapal 93 %
Dhendham! Dhendham! Mereka bersuara berbarengan seperti kor

dari

neraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham khesumath! Dhendham khesumath 98 %
l. Peti di dalamnya telah terbuka dan isinya tidak ada lagi.

data-data

menunjukkan, kuburan itu memang kuburan kaum penjahat kelas 77 %
penyelidikan sementara juga menunjukkan, sebagian mayat itu

datang

dari Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa ingat ses 78 %
ak tahu, berapa lagi mayat hidup akan meneror. Dari mana sih

datangnya

mayat-mayat busuk ini? Reserse Sarman betul-betul penasaran. 63 %
telah lama menghunjam hatinya harus dilupakan sementara. Eh,

demikian

nian hidup, batin Reserse Sarman. Diburu peristiwa dari saat 3 %
tahnya! Orang-orang itu tidak rela mati Pak! Mereka membalas

dendam!”

“Apa yang harus kita lakukan?” “Sembahyangkan mereka Pak! Ha 91 %
ejadian perkara, ia meraba pistol di balik jaket. Masih ada.

dengan

lincah, ia melompat ke luar mikrolet tanpa membayar. Orang-o 5 %
angat kental. Bibirnya seperti lengket dan hanya bisa dibuka

dengan

paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Mata kirinya bol 10 %
jatuhan di aspal. Reserse Sarman menembak beberapa kali lagi

dengan

penasaran. Namun pelurunya hanya mencetak lubang-lubang. Dan 18 %
. Kedua tangannya terangkat ke atas, seperti melambai-lambai

dengan

berat. Orang-orang buyar. Reserse Sarman cepat meraih HT-nya 21 %
riman rudal TOW itu cepat datang. Sosok busuk yang melangkah

dengan

kaki berat itu masih jauh dari Reserse Sarman. Ia segera dih 23 %
ukun pun tak berguna. Mayat hidup itu hanya bisa dimusnahkan

dengan

rudal. Itu pun tak berarti ia mati. Serpihan dagingnya masih 29 %
Dan ulat-ulat yang berjatuhan dari tubuhnya berkembang biak

dengan

dahsyat. Pada umumnya para reporter kami melaporkan kejadian 30 %
Ia masih memaki-maki lagi, ketika HT itu memanggilnya lagi.

dengan

sigap ia meloncat. “Siap Pak!” Dan segera Reserse Sarman men 43 %
elalu kembali padanya. Sekali lagi Reserse Sarman berhadapan

dengan

mayat hidup. Kepalanya botak, tubuhnya busuk, dan dikerumuni 45 %
apak kakinya pun mulai mencair. Reserse Sarman memperhatikan

dengan

lebih tenang. Ia tahu, meski yang satu ini bisa dibereskan, 47 %
buang-buang rudal yang mahal itu? Apa tidak bisa menjeratnya

dengan

jala? Menebasnya dengan golok? Atau menyiramnya dengan bensi 60 %
ahal itu? Apa tidak bisa menjeratnya dengan jala? Menebasnya

dengan

golok? Atau menyiramnya dengan bensin?” ujarnya di televisi. 60 %
atnya dengan jala? Menebasnya dengan golok? Atau menyiramnya

dengan

bensin?” ujarnya di televisi. Namun sementara terjadi polemi 60 %
up terus nongol di mana-mana. Para petugas ingin membereskan

dengan

cepat. Untuk itu, rudal memang paling tepat. Tapi baru beber 61 %
rika Serikat baru kapok menjual rudal. Beli dari Israel sama

dengan

berkhianat. Harus ada cara lain. Kita tidak tahu, berapa lag 63 %
Saat itu juga kiriman rudal tiba. Para petugas membopongnya

dengan

hati-hati. Zombi itu telah tegak di atap sebuah mobil. Grhhh 65 %
eperti biasa, ber-kruget-kruget menjijikkan. Berkembang biak

dengan

cepat. Merambati jendela-jendela mobil, sehingga para wanita 67 %
rkulai. HT-nya terus menguik-nguik. Percakapan berseliweran.

dengan

malas diraihnya sejumlah laporan yang masuk. …para informan 76 %
bisa mengenalinya Pak! Ia muncul di markas!” “Tembak segera

dengan

rudal!” “Maaf Komandan! Itu tidak menyelesaikan masalah!” Zo 83 %
nendang pintu sampai jebol. Reserse Sarman meloncati jendela

dengan

HT-nya. “Apakah Bapak tidak ingat? Bersama Ngadul enam ribu 86 %
sok. Memanjati gedung-gedung bertingkat dan berteriak-teriak

dengan

serak. Grhhh! Grhhh! Dhendham! Dhendham! Mereka bersuara ber 97 %
g-kosong! Kita sedang mengimpor rudal dari luar negeri! Kamu

dengar

itu? Enam ribu rudal sedang dikapalkan ke mari! Mereka akan 93 %
omandaaaaaaann! Tolongngngngngngngngng!!!!” Jakarta - Yogya,

desember

1986 100 %
bersuara berbarengan seperti kor dari neraka. Grhhh! Grhhh!

dhendham

khesumath! Dhendham khesumath! Grhhh! Di sela-sela paduan su 98 %
n seperti kor dari neraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham khesumath!

dhendham

khesumath! Grhhh! Di sela-sela paduan suara kengerian yang m 98 %
bertingkat dan berteriak-teriak dengan serak. Grhhh! Grhhh!

dhendham!

Dhendham! Mereka bersuara berbarengan seperti kor dari nerak 98 %
umira Ajidarma Reserse Sarman masih asyik menyeruput kopinya

di

warung Markonah, ketika bunyi HT yang menjengkelkan itu mema 1 %
namun Reserse Sarman telah melesat pergi. Kenikmatan sejenak

di

warung itu mesti dilepasnya kembali. Senyuman Markonah yang 3 %
iburu peristiwa dari saat ke saat, setiap kali menarik napas

di

permukaan segera terbenam dalam persoalan kembali. Di dalam 4 %
napas di permukaan segera terbenam dalam persoalan kembali.

di

dalam mikrolet yang menuju tempat kejadian perkara, ia merab 4 %
krolet yang menuju tempat kejadian perkara, ia meraba pistol

di

balik jaket. Masih ada. Dengan lincah, ia melompat ke luar m 5 %
e luar mikrolet tanpa membayar. Orang-orang masih berkerumun

di

tepi jalan. Di balik punggung orang-orang itu, kepala Resers 6 %
tanpa membayar. Orang-orang masih berkerumun di tepi jalan.

di

balik punggung orang-orang itu, kepala Reserse Sarman menjul 6 %
angan yang mengerikan. Dalam cahaya bulan, sosok itu berdiri

di

perempatan jalan. Sesekali kepalanya mendongak dan mulutnya 7 %
uara serak. Grhhhh! Grhhhh! Orang-orang tak berani mendekat.

di

tangan sosok seperti orang itu tergenggam kalung emas. Berki 8 %
dari bolongan itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Daging

di

seluruh tubuhnya setengah mencair dan baunya busuk sekali. R 11 %
lat-ulat. Setiap kali ulat-ulat berjatuhan dan kruget-kruget

di

jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dalam tubuh busuk itu da 14 %
ncullah ulat-ulat yang langsung ber-kruget-kruget berjatuhan

di

aspal. Reserse Sarman menembak beberapa kali lagi dengan pen 18 %
ng makin banyak saja ber-kruget-kruget dan ber-kruget-kruget

di

mana-mana. Kruget-kruget. Kruget-kruget. Kruget-kruget. Seor 25 %
gi muncul seperti mimpi buruk. MAYAT-MAYAT HIDUP GENTAYANGAN

di

IBU KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter kami di berbag 27 %
YANGAN DI IBU KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter kami

di

berbagai sudut ibu kota melaporkan, di setiap tempat keramai 27 %
. . dan reporter kami di berbagai sudut ibu kota melaporkan,

di

setiap tempat keramaian muncul mayat hidup. Tubuhnya busuk s 27 %
ga brengsek selalu menghina polisi. Malah memuja-muja polisi

di

film Barat. Maknyadirodog!” Di warung Markonah ia terus saja 39 %
isi. Malah memuja-muja polisi di film Barat. Maknyadirodog!”

di

warung Markonah ia terus saja nerocos, sambil mengunyah seke 39 %
lanya botak, tubuhnya busuk, dan dikerumuni ulat. Ia berdiri

di

perempatan jalan sambil mengangkat kedua tangan. Mulutnya me 45 %
bil itu ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk itu melangkah

di

atas atap mobil. Sesekali ia terpeleset karena telapak kakin 46 %
a dan tenaga, bukan otak. Reserse Sarman memperhatikan bahwa

di

tubuh yang mulai mencair itu terlihat sisa-sisa tato. Dan pa 50 %
ertato. Lamat-lamat masih terlihat sebentuk wanita telanjang

di

dadanya. Dan lubang-lubang. Ya, lubang-lubang selalu berada 53 %
dadanya. Dan lubang-lubang. Ya, lubang-lubang selalu berada

di

tempat yang sama. Belakang kepala, dada kiri, atau dahi. Ada 53 %
lut rokok, memperhatikan monster itu jatuh bangun terpeleset

di

atas mobil. Memang menjijikkan. Baunya yang busuk tercium sa 56 %
hitung-hitung, sudah dua puluh lebih mayat hidup bermunculan

di

berbagai sudut. Rekan-rekan Reserse Sarman setengah mati mem 57 %
asnya dengan golok? Atau menyiramnya dengan bensin?” ujarnya

di

televisi. Namun sementara terjadi polemik, mayat-mayat hidup 60 %
un sementara terjadi polemik, mayat-mayat hidup terus nongol

di

mana-mana. Para petugas ingin membereskan dengan cepat. Untu 61 %
-betul penasaran. Ia meraih HT-nya. “Periksa kuburan-kuburan

di

segenap penjuru tanah air. Laporkan kuburan siapa saja yang 64 %
petugas membopongnya dengan hati-hati. Zombi itu telah tegak

di

atap sebuah mobil. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman memperhatika 66 %
r! Ibu kota seperti terlanda perang. Reruntuhan puing merata

di

mana-mana. Inilah akibat rudal yang diobral. Namun Zombi ter 69 %
lan. Ulat-ulat merayap seperti wabah. Ulat ber-kruget-kruget

di

atas meja, kursi, jendela, WC, kamar mandi, kantong baju, se 70 %
g-orang setiap hari sibuk menjetikkan ulat-ulat yang merayap

di

bajunya, rambutnya, lubang hidungnya, maupun yang bergantung 71 %
junya, rambutnya, lubang hidungnya, maupun yang bergantungan

di

kacamatanya. Zombi makin merajalela. Kehidupan sehari-hari k 72 %
e Sarman tidak beranjak. Diangkatnya kedua kaki ke atas meja

di

kantor. Kepalanya terkulai. HT-nya terus menguik-nguik. Perc 75 %
malas diraihnya sejumlah laporan yang masuk. …para informan

di

segenap penjuru tanah air melaporkan adanya sejumlah kuburan 76 %
anah air melaporkan adanya sejumlah kuburan yang jebol. Peti

di

dalamnya telah terbuka dan isinya tidak ada lagi. Data-data 77 %
sesuatu. Belum lagi mendapat jawab, terdengar sebuah ketukan

di

jendela kaca, yang terletak di belakangnya. Ia menoleh, dan 79 %
wab, terdengar sebuah ketukan di jendela kaca, yang terletak

di

belakangnya. Ia menoleh, dan terhentak, zombi! Jantungnya be 79 %
ntungnya berdegup keras. Wajah buruk itu tiba-tiba sudah ada

di

jendela. Dalam sekilas, meski wajah itu pun telah mencair, R 80 %
zombi adalah Ngadul! Salah satu korban pembantaian misterius

di

Lubang Besar! Saya bisa mengenalinya Pak! Ia muncul di marka 83 %
erius di Lubang Besar! Saya bisa mengenalinya Pak! Ia muncul

di

markas!” “Tembak segera dengan rudal!” “Maaf Komandan! Itu t 83 %
Pak?” “Masih! Masih! Kenapa?” “Kebanyakan mayatnya terkubur

di

Lubang Besar Pak Komandan!” “Aku tahu! Lantas kenapa?” “Ada 87 %
k Komandan!” “Aku tahu! Lantas kenapa?” “Ada laporan, banyak

di

antara mereka sudah tidak aktif lagi Pak! Yang terbantai mis 88 %
ntai!” Zombi menangkap kaki Reserse Sarman yang masih separo

di

halaman markas. “Tolong! Mereka menangkap saya! Tolong!” Res 94 %
eserse Sarman melejit ke langit. HT-nya jatuh masuk selokan.

di

berbagai sudut kota zombi bermunculan, makin banyak dan maki 96 %
s. Mereka merayat seperti ulat. Memenuhi jalanan, menyeruduk

di

supermarket dan memasuki kampus-kampus. Mereka gentayangan d 97 %
i supermarket dan memasuki kampus-kampus. Mereka gentayangan

di

segala pelosok. Memanjati gedung-gedung bertingkat dan berte 97 %
Grhhh! Grhhh! Dhendham khesumath! Dhendham khesumath! Grhhh!

di

sela-sela paduan suara kengerian yang membuat seluruh kota g 98 %
uget-kruget. Kruget-kruget. Seorang wartawan yang sejak tadi

diam-diam

memotret kejadian ini segera melambai taksi. “Palmerah! Cepa 26 %
zombi lagi!” “Siap Pak!” Tapi Reserse Sarman tidak beranjak.

diangkatnya

kedua kaki ke atas meja di kantor. Kepalanya terkulai. HT-ny 75 %
itu? Enam ribu rudal sedang dikapalkan ke mari! Mereka akan

dibantai!”

Zombi menangkap kaki Reserse Sarman yang masih separo di hal 94 %
r itu mengejar saya! Cepat!” “Monster? Monster apa?” “Sudah!

dibicarakan

nanti saja! Cepat!” “Rudal apa ini yang diminta?” “Dasar gob 22 %
ya. Reserse Sarman segera bertindak. Ia mengeluarkan pistol.

dibidiknya

kepala orang itu. Ia menembak. Terdengar letusan. Sosok itu 16 %
yang sangat kental. Bibirnya seperti lengket dan hanya bisa

dibuka

dengan paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Mata kiri 10 %
an sementara. Eh, demikian nian hidup, batin Reserse Sarman.

diburu

peristiwa dari saat ke saat, setiap kali menarik napas di pe 4 %
Reserse Sarman setengah mati memantaunya. Setiak kali mesti

digunakan

rudal TOW untuk memusnahkannya. Celakanya rudal TOW ini buka 58 %
au senapan biasa tidak mempan. Bahkan senjata api yang sudah

dijampi-jampi

dukun pun tak berguna. Mayat hidup itu hanya bisa dimusnahka 28 %
al dari luar negeri! Kamu dengar itu? Enam ribu rudal sedang

dikapalkan

ke mari! Mereka akan dibantai!” Zombi menangkap kaki Reserse 94 %
pan dengan mayat hidup. Kepalanya botak, tubuhnya busuk, dan

dikerumuni

ulat. Ia berdiri di perempatan jalan sambil mengangkat kedua 45 %
a yang harus kita lakukan?” “Sembahyangkan mereka Pak! Harus

dilakukan

penyembahyangan massal Pak! Rudal kita cuma seratus! Tidak c 92 %
telah melesat pergi. Kenikmatan sejenak di warung itu mesti

dilepasnya

kembali. Senyuman Markonah yang telah lama menghunjam hatiny 3 %
ekali. Kini Reserse Sarman menatap sesuatu yang belum pernah

dilihatnya

seumur hidup. Pada sosok membusuk itu terlihat lubang-lubang 13 %
. Senyuman Markonah yang telah lama menghunjam hatinya harus

dilupakan

sementara. Eh, demikian nian hidup, batin Reserse Sarman. Di 3 %
ampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat hidup itu hanya bisa

dimusnahkan

dengan rudal. Itu pun tak berarti ia mati. Serpihan dagingny 29 %
a terus menguik-nguik. Percakapan berseliweran. Dengan malas

diraihnya

sejumlah laporan yang masuk. …para informan di segenap penju 76 %
sar-besarkan. Masyarakat ketakutan. Paling-paling nanti yang

disalahkan

polisi lagi! Polisi lagi! Atasan mencak-mencak, dan buntutny 41 %
enting, sambil menutup-nutupi masalah sebenarnya. Coba, mana

disebut

kerja keras petugas? Aku sudah bekerja siang malam tanpa ist 38 %
rius itu banyak yang sudah insaf Pak! Dan mereka semua tidak

disembahyangkan

Pak! Waktu itu tidak ada yang berani! Takut ikut terbantai P 89 %
sudah terlalu banyak hal-hal yang tidak masuk akal, dan toh

diterima

juga. Tapi yang satu ini, kita harap saja segera berlalu. Ma 35 %
gaji cuma cukup untuk seminggu! Busyet! Coba kalau dulu gua

diterima

Sipenmaru, mungkin nasib lebih baik sedikit. Wartawan tau ap 42 %
sok seperti orang itu tergenggam kalung emas. Berkilat-kilat

ditimpa

lampu jalanan. Reserse Sarman menyeruak maju. Kini makin jel 8 %
an suara serak. Grhhh! Grhhh! Jalanan macet. Mobil-mobil itu

ditinggalkan

penumpangnya. Sosok busuk itu melangkah di atas atap mobil. 46 %
um ada laporan tentang kuburan-kuburan yang jebol. Kini para

dokter

sedang memeriksa serpihan daging yang masih menggeliat-gelia 33 %
i. Setan mana yang merasukinya? Kalau dihitung-hitung, sudah

dua

puluh lebih mayat hidup bermunculan di berbagai sudut. Rekan 57 %
sa tidak mempan. Bahkan senjata api yang sudah dijampi-jampi

dukun

pun tak berguna. Mayat hidup itu hanya bisa dimusnahkan deng 28 %
ena. Mana gaji cuma cukup untuk seminggu! Busyet! Coba kalau

dulu

gua diterima Sipenmaru, mungkin nasib lebih baik sedikit. Wa 42 %
pa urusannya mereka mengacau? Mungkin semasa hidupnya mereka

dulu

kriminal, pikir Reserse Sarman. Tampaknya mereka penjahat-pe 49 %
ela dengan HT-nya. “Apakah Bapak tidak ingat? Bersama Ngadul

enam

ribu penjahat kelas teri terbantai secara misterius! Masih i 87 %
ta sedang mengimpor rudal dari luar negeri! Kamu dengar itu?

enam

ribu rudal sedang dikapalkan ke mari! Mereka akan dibantai!” 94 %
uarkan bunyi serak: Grhhh! Grhhh! Mereka muncul begitu saja,

entah

dari mana. Mungkin langsung dari kuburan. Tapi belum ada lap 33 %
brengsek selalu menghina polisi. Malah memuja-muja polisi di

film

Barat. Maknyadirodog!” Di warung Markonah ia terus saja nero 39 %
mencak-mencak, dan buntutnya kita-kita lagi yang kena. Mana

gaji

cuma cukup untuk seminggu! Busyet! Coba kalau dulu gua diter 41 %
Sarman. Tak ada darah mengucur. Peluru itu seperti menembus

gedebok

pisang. Malah dari lubang itu muncullah ulat-ulat yang langs 17 %
mpus-kampus. Mereka gentayangan di segala pelosok. Memanjati

gedung-gedung

bertingkat dan berteriak-teriak dengan serak. Grhhh! Grhhh! 97 %
rsi, jendela, WC, kamar mandi, kantong baju, sepatu, piring,

gelas

dan botol-botol. Orang-orang setiap hari sibuk menjetikkan u 71 %
Maklumlah, negeri ini biasanya tenteram dan damai, subur dan

gemah

ripah loh jinawi. Busyet. Siapa mimpi harus berperang melawa 73 %
i sela-sela paduan suara kengerian yang membuat seluruh kota

gemetar

ketakutan itu, terdengar lengkingan Reserse Sarman yang meny 99 %
annya Bintara Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan besar Pak!

generasi

kita kena getahnya! Orang-orang itu tidak rela mati Pak! Mer 91 %
t!” Koran pagi muncul seperti mimpi buruk. MAYAT-MAYAT HIDUP

gentayangan

DI IBU KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter kami di ber 26 %
i yang satu ini, kita harap saja segera berlalu. Mayat hidup

gentayangan

adalah kenyataan yang terlalu mengerikan. Reserse Sarman mem 36 %
menyeruduk di supermarket dan memasuki kampus-kampus. Mereka

gentayangan

di segala pelosok. Memanjati gedung-gedung bertingkat dan be 97 %
ruget lagi kruget-kruget lagi dan kruget-kruget lagi. Grhhh!

gerakan

sosok itu seolah-olah mengancam korban yang diinjaknya. Rese 15 %
ang, atau menodong. Tapi karena tubuh mereka yang busuk, dan

gerakannya

yang lamban, mereka tak bisa menghilang seperti penjahat. Me 31 %
menjengkelkan itu memanggil-manggil. Malam sudah larut. Sisa

gerimis

bertabur membiaskan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Sia 1 %
n?” “Pembantaian itu kesalahan besar Pak! Generasi kita kena

getahnya!

Orang-orang itu tidak rela mati Pak! Mereka membalas dendam! 91 %
kan nanti saja! Cepat!” “Rudal apa ini yang diminta?” “Dasar

goblok!

Rudal antitank!” Karena jalanan sudah sepi, kiriman rudal TO 23 %
 

grhhh!

oleh Seno Gumira Ajidarma Reserse Sarman masih asyik menyer 0 %
gi besar. Kakinya menginjak korban yang sudah setengah mati.

grhhh!

Ia menggeram lagi. Dan Reserse Sarman melihat betapa dari mu 9 %
ruget-kruget lagi kruget-kruget lagi dan kruget-kruget lagi.

grhhh!

Gerakan sosok itu seolah-olah mengancam korban yang diinjakn 15 %
g-acungkan hasil jarahannya sambil mengeluarkan bunyi serak:

grhhh!

Grhhh! Mereka muncul begitu saja, entah dari mana. Mungkin l 32 %
angan. Mulutnya mencair tapi masih mengeluarkan suara serak.

grhhh!

Grhhh! Jalanan macet. Mobil-mobil itu ditinggalkan penumpang 46 %
-kruget. Reserse Sarman merasa ingat sesuatu tapi lupa lagi.

grhhh!

Suara itu menyadarkan lamunannya. Ia mengamati lagi, sosok i 52 %
arman seperti ingat sesuatu. Namun suara itu terdengar lagi.

grhhh!

Ia sudah memesan rudal TOW. Senjata paling ampuh untuk melum 55 %
engan hati-hati. Zombi itu telah tegak di atap sebuah mobil.

grhhh!

Grhhh! Reserse Sarman memperhatikan wajahnya yang setengah m 66 %
etengah mencair. Rasa-rasanya sudah pernah ketemu. Siapa ya?

grhhh!

Grhhh! Ulat-ulat berjatuhan dari mulutnya. Dan seperti biasa 66 %
jadi zombi tidak mengenalinya lagi. Zombi itu merayap masuk.

grhhh!

Grhhh! Reserse Sarman melompat ke atas meja, meraih HT. Seka 81 %
s, waktu itu siapa saja bisa terbunuh secara misterius Pak!”

grhhh!

Zombi melompat dari jendela. Reserse Sarman memanjat pagar t 90 %
gedung-gedung bertingkat dan berteriak-teriak dengan serak.

grhhh!

Grhhh! Dhendham! Dhendham! Mereka bersuara berbarengan seper 98 %
endham! Mereka bersuara berbarengan seperti kor dari neraka.

grhhh!

Grhhh! Dhendham khesumath! Dhendham khesumath! Grhhh! Di sel 98 %
eraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham khesumath! Dhendham khesumath!

grhhh!

Di sela-sela paduan suara kengerian yang membuat seluruh kot 98 %
i kepalanya mendongak dan mulutnya mengeluarkan suara serak.

grhhhh!

Grhhhh! Orang-orang tak berani mendekat. Di tangan sosok sep 7 %
Mana gaji cuma cukup untuk seminggu! Busyet! Coba kalau dulu

gua

diterima Sipenmaru, mungkin nasib lebih baik sedikit. Wartaw 42 %
Grhhh! oleh Seno

gumira

Ajidarma Reserse Sarman masih asyik menyeruput kopinya di wa 0 %
i!” Zombi menangkap kaki Reserse Sarman yang masih separo di

halaman

markas. “Tolong! Mereka menangkap saya! Tolong!” Reserse Sar 94 %
dalam kehidupan sehari-hari negeri ini sudah terlalu banyak

hal-hal

yang tidak masuk akal, dan toh diterima juga. Tapi yang satu 35 %
at. Pada umumnya para reporter kami melaporkan kejadian yang

hampir

mirip satu sama lain. Para mayat hidup alias zombi itu berla 30 %
mata, rudal seberat 40 pon melesat dahsyat. Tubuh busuk itu

hancur

lebur tanpa sisa. Hanya ulat-ulat, yang makin banyak saja be 24 %
ur air liur yang sangat kental. Bibirnya seperti lengket dan

hanya

bisa dibuka dengan paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencai 10 %
enembak beberapa kali lagi dengan penasaran. Namun pelurunya

hanya

mencetak lubang-lubang. Dan dari setiap lubang muncul ulat-u 19 %
on melesat dahsyat. Tubuh busuk itu hancur lebur tanpa sisa.

hanya

ulat-ulat, yang makin banyak saja ber-kruget-kruget dan ber- 24 %
g sudah dijampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat hidup itu

hanya

bisa dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti ia mati. 29 %
lamban, mereka tak bisa menghilang seperti penjahat. Mereka

hanya

mengacung-acungkan hasil jarahannya sambil mengeluarkan buny 32 %
udal TOW untuk memusnahkannya. Celakanya rudal TOW ini bukan

hanya

menghancurleburkan si mayat hidup. Lingkungannya pun ikut ha 58 %
n merajalela. Kehidupan sehari-hari kacau. Mereka kini bukan

hanya

menyambar benda-benda murahan, tetapi mulai melahap segala j 72 %
masuk akal, dan toh diterima juga. Tapi yang satu ini, kita

harap

saja segera berlalu. Mayat hidup gentayangan adalah kenyataa 36 %
at. Untuk itu, rudal memang paling tepat. Tapi baru beberapa

hari

saja sudah begini banyak. Bagaimana kalau rudal kita habis? 62 %
u, sepatu, piring, gelas dan botol-botol. Orang-orang setiap

hari

sibuk menjetikkan ulat-ulat yang merayap di bajunya, rambutn 71 %
embali. Senyuman Markonah yang telah lama menghunjam hatinya

harus

dilupakan sementara. Eh, demikian nian hidup, batin Reserse 3 %
apok menjual rudal. Beli dari Israel sama dengan berkhianat.

harus

ada cara lain. Kita tidak tahu, berapa lagi mayat hidup akan 63 %
damai, subur dan gemah ripah loh jinawi. Busyet. Siapa mimpi

harus

berperang melawan zombi? HT Reserse Sarman menguik. “Bintara 74 %
itu tidak rela mati Pak! Mereka membalas dendam!” “Apa yang

harus

kita lakukan?” “Sembahyangkan mereka Pak! Harus dilakukan pe 91 %
!” “Apa yang harus kita lakukan?” “Sembahyangkan mereka Pak!

harus

dilakukan penyembahyangan massal Pak! Rudal kita cuma seratu 92 %
menghilang seperti penjahat. Mereka hanya mengacung-acungkan

hasil

jarahannya sambil mengeluarkan bunyi serak: Grhhh! Grhhh! Me 32 %
teri. Namun tidak semua kuburan bernama dan bertanda tahun.

hasil

penyelidikan sementara juga menunjukkan, sebagian mayat itu 78 %
ayat-mayat itu sering kali mengerikan, tapi tak menggiriskan

hati

Reserse Sarman sama sekali. Kini Reserse Sarman menatap sesu 13 %
pasnya kembali. Senyuman Markonah yang telah lama menghunjam

hatinya

harus dilupakan sementara. Eh, demikian nian hidup, batin Re 3 %
! Cepat!” Koran pagi muncul seperti mimpi buruk. MAYAT-MAYAT

hidup

GENTAYANGAN DI IBU KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter 26 %
ta api yang sudah dijampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat

hidup

itu hanya bisa dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti 29 %
porkan kejadian yang hampir mirip satu sama lain. Para mayat

hidup

alias zombi itu berlaku sebagai penjahat. Mereka mencopet do 30 %
a. Tapi yang satu ini, kita harap saja segera berlalu. Mayat

hidup

gentayangan adalah kenyataan yang terlalu mengerikan. Resers 36 %
dah bekerja siang malam tanpa istirahat, eh, potret si mayat

hidup

yang dimuat. Mending kalau cakep! Masyarakat juga brengsek s 38 %
yah sekerat tempe. “Sekarang koran ikut-ikutan. Berita mayat

hidup

dibesar-besarkan. Masyarakat ketakutan. Paling-paling nanti 40 %
k tercium sampai ke tempat Reserse Sarman. Astaga, mayat kok

hidup

lagi. Setan mana yang merasukinya? Kalau dihitung-hitung, su 57 %
asukinya? Kalau dihitung-hitung, sudah dua puluh lebih mayat

hidup

bermunculan di berbagai sudut. Rekan-rekan Reserse Sarman se 57 %
Lingkungannya pun ikut hancur. Menteri Pengawasan Lingkungan

hidup

sudah marah-marah. “Kenapa sih mesti menggunakan rudal? Apa 59 %
ya di televisi. Namun sementara terjadi polemik, mayat-mayat

hidup

terus nongol di mana-mana. Para petugas ingin membereskan de 61 %
nat. Harus ada cara lain. Kita tidak tahu, berapa lagi mayat

hidup

akan meneror. Dari mana sih datangnya mayat-mayat busuk ini? 63 %
. Kalau tidak, apa urusannya mereka mengacau? Mungkin semasa

hidupnya

mereka dulu kriminal, pikir Reserse Sarman. Tampaknya mereka 49 %
ih asyik menyeruput kopinya di warung Markonah, ketika bunyi

ht

yang menjengkelkan itu memanggil-manggil. Malam sudah larut. 1 %
wan tau apa sih? Sok tau!” Ia masih memaki-maki lagi, ketika

ht

itu memanggilnya lagi. Dengan sigap ia meloncat. “Siap Pak!” 42 %
h jinawi. Busyet. Siapa mimpi harus berperang melawan zombi?

ht

Reserse Sarman menguik. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat 74 %
atnya kedua kaki ke atas meja di kantor. Kepalanya terkulai.

ht-nya

terus menguik-nguik. Percakapan berseliweran. Dengan malas d 75 %
encaplok kaki itu. Jeritan Reserse Sarman melejit ke langit.

ht-nya

jatuh masuk selokan. Di berbagai sudut kota zombi bermuncula 95 %
bali. Di dalam mikrolet yang menuju tempat kejadian perkara,

ia

meraba pistol di balik jaket. Masih ada. Dengan lincah, ia m 5 %
, ia meraba pistol di balik jaket. Masih ada. Dengan lincah,

ia

melompat ke luar mikrolet tanpa membayar. Orang-orang masih 5 %
r. Kakinya menginjak korban yang sudah setengah mati. Grhhh!

ia

menggeram lagi. Dan Reserse Sarman melihat betapa dari mulut 9 %
cam korban yang diinjaknya. Reserse Sarman segera bertindak.

ia

mengeluarkan pistol. Dibidiknya kepala orang itu. Ia menemba 16 %
tindak. Ia mengeluarkan pistol. Dibidiknya kepala orang itu.

ia

menembak. Terdengar letusan. Sosok itu tertegun. Tapi ia tid 16 %
tu. Ia menembak. Terdengar letusan. Sosok itu tertegun. Tapi

ia

tidak bergeming. Keningnya berlubang karena peluru Reserse S 17 %
angkah dengan kaki berat itu masih jauh dari Reserse Sarman.

ia

segera dihajar. Dalam sekejap mata, rudal seberat 40 pon mel 24 %
itu hanya bisa dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti

ia

mati. Serpihan dagingnya masih meloncat-loncat. Dan ulat-ula 29 %
uja polisi di film Barat. Maknyadirodog!” Di warung Markonah

ia

terus saja nerocos, sambil mengunyah sekerat tempe. “Sekaran 39 %
in nasib lebih baik sedikit. Wartawan tau apa sih? Sok tau!”

ia

masih memaki-maki lagi, ketika HT itu memanggilnya lagi. Den 42 %
aki-maki lagi, ketika HT itu memanggilnya lagi. Dengan sigap

ia

meloncat. “Siap Pak!” Dan segera Reserse Sarman menghilang. 43 %
nya?” teriak Markonah, bersungut-sungut. Tapi cuma sebentar.

ia

tahu, Reserse Sarman akan selalu kembali kepadanya. Meski su 44 %
hidup. Kepalanya botak, tubuhnya busuk, dan dikerumuni ulat.

ia

berdiri di perempatan jalan sambil mengangkat kedua tangan. 45 %
gnya. Sosok busuk itu melangkah di atas atap mobil. Sesekali

ia

terpeleset karena telapak kakinya pun mulai mencair. Reserse 47 %
i mencair. Reserse Sarman memperhatikan dengan lebih tenang.

ia

tahu, meski yang satu ini bisa dibereskan, yang lain akan se 47 %
atu tapi lupa lagi. Grhhh! Suara itu menyadarkan lamunannya.

ia

mengamati lagi, sosok itu juga bertato. Lamat-lamat masih te 52 %
eperti ingat sesuatu. Namun suara itu terdengar lagi. Grhhh!

ia

sudah memesan rudal TOW. Senjata paling ampuh untuk melumpuh 55 %
enjata paling ampuh untuk melumpuhkan zombi. Sambil menunggu

ia

menyulut rokok, memperhatikan monster itu jatuh bangun terpe 55 %
mayat-mayat busuk ini? Reserse Sarman betul-betul penasaran.

ia

meraih HT-nya. “Periksa kuburan-kuburan di segenap penjuru t 64 %
ebuah ketukan di jendela kaca, yang terletak di belakangnya.

ia

menoleh, dan terhentak, zombi! Jantungnya berdegup keras. Wa 79 %
tu pun telah mencair, Reserse Sarman mengenalinya. “Ngadul!”

ia

berteriak. Namun Ngadul yang telah jadi zombi tidak mengenal 81 %
h! Reserse Sarman melompat ke atas meja, meraih HT. Sekarang

ia

merasakan menemukan sesuatu. “Komandan! Salah satu zombi ada 82 %
taian misterius di Lubang Besar! Saya bisa mengenalinya Pak!

ia

muncul di markas!” “Tembak segera dengan rudal!” “Maaf Koman 83 %
muncul seperti mimpi buruk. MAYAT-MAYAT HIDUP GENTAYANGAN DI

ibu

KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter kami di berbagai s 27 %
. Potongan berita: . . . dan reporter kami di berbagai sudut

ibu

kota melaporkan, di setiap tempat keramaian muncul mayat hid 27 %
se Sarman. “Oke Bos!” Dan rudal TOW melesat cepat. Blgggrrr!

ibu

kota seperti terlanda perang. Reruntuhan puing merata di man 69 %
n hanya menghancurleburkan si mayat hidup. Lingkungannya pun

ikut

hancur. Menteri Pengawasan Lingkungan Hidup sudah marah-mara 59 %
disembahyangkan Pak! Waktu itu tidak ada yang berani! Takut

ikut

terbantai Pak! Habis, waktu itu siapa saja bisa terbunuh sec 89 %
n. Dengan malas diraihnya sejumlah laporan yang masuk. …para

informan

di segenap penjuru tanah air melaporkan adanya sejumlah kubu 76 %
r dan berjatuhan kruget-kruget-kruget. Reserse Sarman merasa

ingat

sesuatu tapi lupa lagi. Grhhh! Suara itu menyadarkan lamunan 52 %
unggung. Tapi tidak banyak. Lagi-lagi Reserse Sarman seperti

ingat

sesuatu. Namun suara itu terdengar lagi. Grhhh! Ia sudah mem 54 %
tu datang dari Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa

ingat

sesuatu. Belum lagi mendapat jawab, terdengar sebuah ketukan 79 %
m ribu penjahat kelas teri terbantai secara misterius! Masih

ingat

Pak?” “Masih! Masih! Kenapa?” “Kebanyakan mayatnya terkubur 87 %
r dan berjatuhan kruget-kruget-kruget. Reserse Sarman merasa

ingat

sesuatu tapi lupa lagi. Grhhh! Suara itu menyadarkan lamunan 52 %
unggung. Tapi tidak banyak. Lagi-lagi Reserse Sarman seperti

ingat

sesuatu. Namun suara itu terdengar lagi. Grhhh! Ia sudah mem 54 %
tu datang dari Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa

ingat

sesuatu. Belum lagi mendapat jawab, terdengar sebuah ketukan 79 %
m ribu penjahat kelas teri terbantai secara misterius! Masih

ingat

Pak?” “Masih! Masih! Kenapa?” “Kebanyakan mayatnya terkubur 87 %
k, mayat-mayat hidup terus nongol di mana-mana. Para petugas

ingin

membereskan dengan cepat. Untuk itu, rudal memang paling tep 61 %
ter apa?” “Sudah! Dibicarakan nanti saja! Cepat!” “Rudal apa

ini

yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank!” Karena jalana 22 %
Seorang wartawan yang sejak tadi diam-diam memotret kejadian

ini

segera melambai taksi. “Palmerah! Cepat!” Koran pagi muncul 26 %
sungguh aneh ini. Memang, dalam kehidupan sehari-hari negeri

ini

sudah terlalu banyak hal-hal yang tidak masuk akal, dan toh 35 %
memperhatikan dengan lebih tenang. Ia tahu, meski yang satu

ini

bisa dibereskan, yang lain akan segera muncul. Tentu ada seb 48 %
akan segera muncul. Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk

ini

bangkit kembali dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sama. 48 %
igunakan rudal TOW untuk memusnahkannya. Celakanya rudal TOW

ini

bukan hanya menghancurleburkan si mayat hidup. Lingkungannya 58 %
lah teror. Persediaan rudal makin menipis. Maklumlah, negeri

ini

biasanya tenteram dan damai, subur dan gemah ripah loh jinaw 73 %
ter apa?” “Sudah! Dibicarakan nanti saja! Cepat!” “Rudal apa

ini

yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank!” Karena jalana 22 %
Seorang wartawan yang sejak tadi diam-diam memotret kejadian

ini

segera melambai taksi. “Palmerah! Cepat!” Koran pagi muncul 26 %
sungguh aneh ini. Memang, dalam kehidupan sehari-hari negeri

ini

sudah terlalu banyak hal-hal yang tidak masuk akal, dan toh 35 %
memperhatikan dengan lebih tenang. Ia tahu, meski yang satu

ini

bisa dibereskan, yang lain akan segera muncul. Tentu ada seb 48 %
akan segera muncul. Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk

ini

bangkit kembali dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sama. 48 %
igunakan rudal TOW untuk memusnahkannya. Celakanya rudal TOW

ini

bukan hanya menghancurleburkan si mayat hidup. Lingkungannya 58 %
lah teror. Persediaan rudal makin menipis. Maklumlah, negeri

ini

biasanya tenteram dan damai, subur dan gemah ripah loh jinaw 73 %
perti terlanda perang. Reruntuhan puing merata di mana-mana.

inilah

akibat rudal yang diobral. Namun Zombi terus bermunculan. Ul 69 %
tif lagi Pak! Yang terbantai misterius itu banyak yang sudah

insaf

Pak! Dan mereka semua tidak disembahyangkan Pak! Waktu itu t 89 %
umlah kuburan yang jebol. Peti di dalamnya telah terbuka dan

isinya

tidak ada lagi. Data-data menunjukkan, kuburan itu memang ku 77 %
erputar. Amerika Serikat baru kapok menjual rudal. Beli dari

israel

sama dengan berkhianat. Harus ada cara lain. Kita tidak tahu 63 %
pinya di warung Markonah, ketika bunyi HT yang menjengkelkan

itu

memanggil-manggil. Malam sudah larut. Sisa gerimis bertabur 1 %
rse Sarman telah melesat pergi. Kenikmatan sejenak di warung

itu

mesti dilepasnya kembali. Senyuman Markonah yang telah lama 3 %
rekam pemandangan yang mengerikan. Dalam cahaya bulan, sosok

itu

berdiri di perempatan jalan. Sesekali kepalanya mendongak da 7 %
ang-orang tak berani mendekat. Di tangan sosok seperti orang

itu

tergenggam kalung emas. Berkilat-kilat ditimpa lampu jalanan 8 %
rman menyeruak maju. Kini makin jelas terlihat, betapa sosok

itu

sangat mengerikan. Tubuhnya tinggi besar. Kakinya menginjak 9 %
menggeram lagi. Dan Reserse Sarman melihat betapa dari mulut

itu

meluncur air liur yang sangat kental. Bibirnya seperti lengk 10 %
ajahnya sudah mencair. Mata kirinya bolong dan dari bolongan

itu

ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Daging di seluruh tubuhn 11 %
yang mengalami kecelakaan sampai yang teraniaya. Mayat-mayat

itu

sering kali mengerikan, tapi tak menggiriskan hati Reserse S 12 %
ng belum pernah dilihatnya seumur hidup. Pada sosok membusuk

itu

terlihat lubang-lubang yang mengeluarkan ulat-ulat. Setiap k 14 %
get di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dalam tubuh busuk

itu

dan kruget-kruget lagi kruget-kruget lagi dan kruget-kruget 15 %
get-kruget lagi dan kruget-kruget lagi. Grhhh! Gerakan sosok

itu

seolah-olah mengancam korban yang diinjaknya. Reserse Sarman 15 %
knya kepala orang itu. Ia menembak. Terdengar letusan. Sosok

itu

tertegun. Tapi ia tidak bergeming. Keningnya berlubang karen 16 %
karena peluru Reserse Sarman. Tak ada darah mengucur. Peluru

itu

seperti menembus gedebok pisang. Malah dari lubang itu muncu 17 %
eluru itu seperti menembus gedebok pisang. Malah dari lubang

itu

muncullah ulat-ulat yang langsung ber-kruget-kruget berjatuh 18 %
ubang muncul ulat-ulat yang ber-kruget-kruget sehingga sosok

itu

semakin lama makin menjijikkan. Dan malah bergerak mendekati 19 %
mbak monster! Cepat! Kaliber 22 tidak mempan! Cepat! Monster

itu

mengejar saya! Cepat!” “Monster? Monster apa?” “Sudah! Dibic 22 %
udal antitank!” Karena jalanan sudah sepi, kiriman rudal TOW

itu

cepat datang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat i 23 %
u cepat datang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat

itu

masih jauh dari Reserse Sarman. Ia segera dihajar. Dalam sek 23 %
ejap mata, rudal seberat 40 pon melesat dahsyat. Tubuh busuk

itu

hancur lebur tanpa sisa. Hanya ulat-ulat, yang makin banyak 24 %
yang sudah dijampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat hidup

itu

hanya bisa dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti ia 29 %
erguna. Mayat hidup itu hanya bisa dimusnahkan dengan rudal.

itu

pun tak berarti ia mati. Serpihan dagingnya masih meloncat-l 29 %
ng hampir mirip satu sama lain. Para mayat hidup alias zombi

itu

berlaku sebagai penjahat. Mereka mencopet dompet, merampas k 31 %
ataan yang terlalu mengerikan. Reserse Sarman membaca berita

itu

sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Terlalu. Masak namaku s 36 %
tau apa sih? Sok tau!” Ia masih memaki-maki lagi, ketika HT

itu

memanggilnya lagi. Dengan sigap ia meloncat. “Siap Pak!” Dan 42 %
uarkan suara serak. Grhhh! Grhhh! Jalanan macet. Mobil-mobil

itu

ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk itu melangkah di atas 46 %
acet. Mobil-mobil itu ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk

itu

melangkah di atas atap mobil. Sesekali ia terpeleset karena 46 %
serse Sarman memperhatikan bahwa di tubuh yang mulai mencair

itu

terlihat sisa-sisa tato. Dan pada sosok-sosok itu selalu ter 50 %
ai mencair itu terlihat sisa-sisa tato. Dan pada sosok-sosok

itu

selalu terdapat lubang dari mana ulat-ulat selalu meruyak ke 51 %
rse Sarman merasa ingat sesuatu tapi lupa lagi. Grhhh! Suara

itu

menyadarkan lamunannya. Ia mengamati lagi, sosok itu juga be 52 %
! Suara itu menyadarkan lamunannya. Ia mengamati lagi, sosok

itu

juga bertato. Lamat-lamat masih terlihat sebentuk wanita tel 52 %
Lagi-lagi Reserse Sarman seperti ingat sesuatu. Namun suara

itu

terdengar lagi. Grhhh! Ia sudah memesan rudal TOW. Senjata p 55 %
bi. Sambil menunggu ia menyulut rokok, memperhatikan monster

itu

jatuh bangun terpeleset di atas mobil. Memang menjijikkan. B 56 %
uran siapa saja yang jebol!” Reserse Sarman memerintah. Saat

itu

juga kiriman rudal tiba. Para petugas membopongnya dengan ha 65 %
udal tiba. Para petugas membopongnya dengan hati-hati. Zombi

itu

telah tegak di atap sebuah mobil. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarm 65 %
g tidak sempat lari menjerit-jerit seperti orang gila. Zombi

itu

kini lebih buas. “Tembak cepat!” teriak Reserse Sarman. “Oke 68 %
ka dan isinya tidak ada lagi. Data-data menunjukkan, kuburan

itu

memang kuburan kaum penjahat kelas teri. Namun tidak semua k 77 %
asil penyelidikan sementara juga menunjukkan, sebagian mayat

itu

datang dari Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa in 78 %
dan terhentak, zombi! Jantungnya berdegup keras. Wajah buruk

itu

tiba-tiba sudah ada di jendela. Dalam sekilas, meski wajah i 80 %
u tiba-tiba sudah ada di jendela. Dalam sekilas, meski wajah

itu

pun telah mencair, Reserse Sarman mengenalinya. “Ngadul!” Ia 80 %
Ngadul yang telah jadi zombi tidak mengenalinya lagi. Zombi

itu

merayap masuk. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman melompat ke atas 81 %
ul di markas!” “Tembak segera dengan rudal!” “Maaf Komandan!

itu

tidak menyelesaikan masalah!” Zombi itu mendekat dan membali 83 %
al!” “Maaf Komandan! Itu tidak menyelesaikan masalah!” Zombi

itu

mendekat dan membalikkan meja Reserse Sarman. Sang Reserse k 84 %
enyapkan seluruh zombi!” “Apa maksudmu Bintara Sarman? Zombi

itu

mengganggu kehidupan!” Zombi menendang pintu sampai jebol. R 86 %
mereka sudah tidak aktif lagi Pak! Yang terbantai misterius

itu

banyak yang sudah insaf Pak! Dan mereka semua tidak disembah 88 %
insaf Pak! Dan mereka semua tidak disembahyangkan Pak! Waktu

itu

tidak ada yang berani! Takut ikut terbantai Pak! Habis, wakt 89 %
idak ada yang berani! Takut ikut terbantai Pak! Habis, waktu

itu

siapa saja bisa terbunuh secara misterius Pak!” Grhhh! Zombi 89 %
mbok. “Jadi, apa kesimpulannya Bintara Sarman?” “Pembantaian

itu

kesalahan besar Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang-oran 91 %
esalahan besar Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang-orang

itu

tidak rela mati Pak! Mereka membalas dendam!” “Apa yang haru 91 %
a santai!” “Kamu bermimpi ya Bintara Sarman? Kamu ngelindur!

itu

semua omong-kosong! Kita sedang mengimpor rudal dari luar ne 93 %
pinya di warung Markonah, ketika bunyi HT yang menjengkelkan

itu

memanggil-manggil. Malam sudah larut. Sisa gerimis bertabur 1 %
rse Sarman telah melesat pergi. Kenikmatan sejenak di warung

itu

mesti dilepasnya kembali. Senyuman Markonah yang telah lama 3 %
rekam pemandangan yang mengerikan. Dalam cahaya bulan, sosok

itu

berdiri di perempatan jalan. Sesekali kepalanya mendongak da 7 %
ang-orang tak berani mendekat. Di tangan sosok seperti orang

itu

tergenggam kalung emas. Berkilat-kilat ditimpa lampu jalanan 8 %
rman menyeruak maju. Kini makin jelas terlihat, betapa sosok

itu

sangat mengerikan. Tubuhnya tinggi besar. Kakinya menginjak 9 %
menggeram lagi. Dan Reserse Sarman melihat betapa dari mulut

itu

meluncur air liur yang sangat kental. Bibirnya seperti lengk 10 %
ajahnya sudah mencair. Mata kirinya bolong dan dari bolongan

itu

ulat-ulat mengeruyak kruget-kruget. Daging di seluruh tubuhn 11 %
yang mengalami kecelakaan sampai yang teraniaya. Mayat-mayat

itu

sering kali mengerikan, tapi tak menggiriskan hati Reserse S 12 %
ng belum pernah dilihatnya seumur hidup. Pada sosok membusuk

itu

terlihat lubang-lubang yang mengeluarkan ulat-ulat. Setiap k 14 %
get di jalanan, muncul lagi ulat-ulat dari dalam tubuh busuk

itu

dan kruget-kruget lagi kruget-kruget lagi dan kruget-kruget 15 %
get-kruget lagi dan kruget-kruget lagi. Grhhh! Gerakan sosok

itu

seolah-olah mengancam korban yang diinjaknya. Reserse Sarman 15 %
knya kepala orang itu. Ia menembak. Terdengar letusan. Sosok

itu

tertegun. Tapi ia tidak bergeming. Keningnya berlubang karen 16 %
karena peluru Reserse Sarman. Tak ada darah mengucur. Peluru

itu

seperti menembus gedebok pisang. Malah dari lubang itu muncu 17 %
eluru itu seperti menembus gedebok pisang. Malah dari lubang

itu

muncullah ulat-ulat yang langsung ber-kruget-kruget berjatuh 18 %
ubang muncul ulat-ulat yang ber-kruget-kruget sehingga sosok

itu

semakin lama makin menjijikkan. Dan malah bergerak mendekati 19 %
mbak monster! Cepat! Kaliber 22 tidak mempan! Cepat! Monster

itu

mengejar saya! Cepat!” “Monster? Monster apa?” “Sudah! Dibic 22 %
udal antitank!” Karena jalanan sudah sepi, kiriman rudal TOW

itu

cepat datang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat i 23 %
u cepat datang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat

itu

masih jauh dari Reserse Sarman. Ia segera dihajar. Dalam sek 23 %
ejap mata, rudal seberat 40 pon melesat dahsyat. Tubuh busuk

itu

hancur lebur tanpa sisa. Hanya ulat-ulat, yang makin banyak 24 %
yang sudah dijampi-jampi dukun pun tak berguna. Mayat hidup

itu

hanya bisa dimusnahkan dengan rudal. Itu pun tak berarti ia 29 %
erguna. Mayat hidup itu hanya bisa dimusnahkan dengan rudal.

itu

pun tak berarti ia mati. Serpihan dagingnya masih meloncat-l 29 %
ng hampir mirip satu sama lain. Para mayat hidup alias zombi

itu

berlaku sebagai penjahat. Mereka mencopet dompet, merampas k 31 %
ataan yang terlalu mengerikan. Reserse Sarman membaca berita

itu

sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Terlalu. Masak namaku s 36 %
tau apa sih? Sok tau!” Ia masih memaki-maki lagi, ketika HT

itu

memanggilnya lagi. Dengan sigap ia meloncat. “Siap Pak!” Dan 42 %
uarkan suara serak. Grhhh! Grhhh! Jalanan macet. Mobil-mobil

itu

ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk itu melangkah di atas 46 %
acet. Mobil-mobil itu ditinggalkan penumpangnya. Sosok busuk

itu

melangkah di atas atap mobil. Sesekali ia terpeleset karena 46 %
serse Sarman memperhatikan bahwa di tubuh yang mulai mencair

itu

terlihat sisa-sisa tato. Dan pada sosok-sosok itu selalu ter 50 %
ai mencair itu terlihat sisa-sisa tato. Dan pada sosok-sosok

itu

selalu terdapat lubang dari mana ulat-ulat selalu meruyak ke 51 %
rse Sarman merasa ingat sesuatu tapi lupa lagi. Grhhh! Suara

itu

menyadarkan lamunannya. Ia mengamati lagi, sosok itu juga be 52 %
! Suara itu menyadarkan lamunannya. Ia mengamati lagi, sosok

itu

juga bertato. Lamat-lamat masih terlihat sebentuk wanita tel 52 %
Lagi-lagi Reserse Sarman seperti ingat sesuatu. Namun suara

itu

terdengar lagi. Grhhh! Ia sudah memesan rudal TOW. Senjata p 55 %
bi. Sambil menunggu ia menyulut rokok, memperhatikan monster

itu

jatuh bangun terpeleset di atas mobil. Memang menjijikkan. B 56 %
uran siapa saja yang jebol!” Reserse Sarman memerintah. Saat

itu

juga kiriman rudal tiba. Para petugas membopongnya dengan ha 65 %
udal tiba. Para petugas membopongnya dengan hati-hati. Zombi

itu

telah tegak di atap sebuah mobil. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarm 65 %
g tidak sempat lari menjerit-jerit seperti orang gila. Zombi

itu

kini lebih buas. “Tembak cepat!” teriak Reserse Sarman. “Oke 68 %
ka dan isinya tidak ada lagi. Data-data menunjukkan, kuburan

itu

memang kuburan kaum penjahat kelas teri. Namun tidak semua k 77 %
asil penyelidikan sementara juga menunjukkan, sebagian mayat

itu

datang dari Lubang Besar… Reserse Sarman lagi-lagi merasa in 78 %
dan terhentak, zombi! Jantungnya berdegup keras. Wajah buruk

itu

tiba-tiba sudah ada di jendela. Dalam sekilas, meski wajah i 80 %
u tiba-tiba sudah ada di jendela. Dalam sekilas, meski wajah

itu

pun telah mencair, Reserse Sarman mengenalinya. “Ngadul!” Ia 80 %
Ngadul yang telah jadi zombi tidak mengenalinya lagi. Zombi

itu

merayap masuk. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman melompat ke atas 81 %
ul di markas!” “Tembak segera dengan rudal!” “Maaf Komandan!

itu

tidak menyelesaikan masalah!” Zombi itu mendekat dan membali 83 %
al!” “Maaf Komandan! Itu tidak menyelesaikan masalah!” Zombi

itu

mendekat dan membalikkan meja Reserse Sarman. Sang Reserse k 84 %
enyapkan seluruh zombi!” “Apa maksudmu Bintara Sarman? Zombi

itu

mengganggu kehidupan!” Zombi menendang pintu sampai jebol. R 86 %
mereka sudah tidak aktif lagi Pak! Yang terbantai misterius

itu

banyak yang sudah insaf Pak! Dan mereka semua tidak disembah 88 %
insaf Pak! Dan mereka semua tidak disembahyangkan Pak! Waktu

itu

tidak ada yang berani! Takut ikut terbantai Pak! Habis, wakt 89 %
idak ada yang berani! Takut ikut terbantai Pak! Habis, waktu

itu

siapa saja bisa terbunuh secara misterius Pak!” Grhhh! Zombi 89 %
mbok. “Jadi, apa kesimpulannya Bintara Sarman?” “Pembantaian

itu

kesalahan besar Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang-oran 91 %
esalahan besar Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang-orang

itu

tidak rela mati Pak! Mereka membalas dendam!” “Apa yang haru 91 %
a santai!” “Kamu bermimpi ya Bintara Sarman? Kamu ngelindur!

itu

semua omong-kosong! Kita sedang mengimpor rudal dari luar ne 93 %
engenalinya. “Ngadul!” Ia berteriak. Namun Ngadul yang telah

jadi

zombi tidak mengenalinya lagi. Zombi itu merayap masuk. Grhh 81 %
ngngngngng! Pak Komandaaaaaaann! Tolongngngngngngngngng!!!!”

jakarta

- Yogya, Desember 1986 100 %
an cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke

jalan

Satu! Ada kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopinya masih berkepul, na 2 %
ubuhnya busuk, dan dikerumuni ulat. Ia berdiri di perempatan

jalan

sambil mengangkat kedua tangan. Mulutnya mencair tapi masih 45 %
erse Sarman menguik. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke

jalan

Lima! Ada zombi lagi!” “Siap Pak!” Tapi Reserse Sarman tidak 74 %
pa ini yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank!” Karena

jalanan

sudah sepi, kiriman rudal TOW itu cepat datang. Sosok busuk 23 %
a mencair tapi masih mengeluarkan suara serak. Grhhh! Grhhh!

jalanan

macet. Mobil-mobil itu ditinggalkan penumpangnya. Sosok busu 46 %
g terletak di belakangnya. Ia menoleh, dan terhentak, zombi!

jantungnya

berdegup keras. Wajah buruk itu tiba-tiba sudah ada di jende 80 %
lang seperti penjahat. Mereka hanya mengacung-acungkan hasil

jarahannya

sambil mengeluarkan bunyi serak: Grhhh! Grhhh! Mereka muncul 32 %
Sambil menunggu ia menyulut rokok, memperhatikan monster itu

jatuh

bangun terpeleset di atas mobil. Memang menjijikkan. Baunya 56 %
k kaki itu. Jeritan Reserse Sarman melejit ke langit. HT-nya

jatuh

masuk selokan. Di berbagai sudut kota zombi bermunculan, mak 95 %
tang. Sosok busuk yang melangkah dengan kaki berat itu masih

jauh

dari Reserse Sarman. Ia segera dihajar. Dalam sekejap mata, 24 %
segenap penjuru tanah air. Laporkan kuburan siapa saja yang

jebol!”

Reserse Sarman memerintah. Saat itu juga kiriman rudal tiba. 65 %
mpa lampu jalanan. Reserse Sarman menyeruak maju. Kini makin

jelas

terlihat, betapa sosok itu sangat mengerikan. Tubuhnya tingg 9 %
uatu. Belum lagi mendapat jawab, terdengar sebuah ketukan di

jendela

kaca, yang terletak di belakangnya. Ia menoleh, dan terhenta 79 %
Zombi menendang pintu sampai jebol. Reserse Sarman meloncati

jendela

dengan HT-nya. “Apakah Bapak tidak ingat? Bersama Ngadul ena 86 %
-kruget menjijikkan. Berkembang biak dengan cepat. Merambati

jendela-jendela

mobil, sehingga para wanita cantik yang tidak sempat lari me 67 %
a menyambar benda-benda murahan, tetapi mulai melahap segala

jenis

makanan. Keberadaaannya adalah teror. Persediaan rudal makin 73 %
erse Sarman berteriak ngeri. Zombi mulai mencaplok kaki itu.

jeritan

Reserse Sarman melejit ke langit. HT-nya jatuh masuk selokan 95 %
si mayat hidup yang dimuat. Mending kalau cakep! Masyarakat

juga

brengsek selalu menghina polisi. Malah memuja-muja polisi di 39 %
ara itu menyadarkan lamunannya. Ia mengamati lagi, sosok itu

juga

bertato. Lamat-lamat masih terlihat sebentuk wanita telanjan 52 %
tempat yang sama. Belakang kepala, dada kiri, atau dahi. Ada

juga

memang yang berderet-deret dari dada sampai perut. Atau sepa 54 %
siapa saja yang jebol!” Reserse Sarman memerintah. Saat itu

juga

kiriman rudal tiba. Para petugas membopongnya dengan hati-ha 65 %
ran bernama dan bertanda tahun. Hasil penyelidikan sementara

juga

menunjukkan, sebagian mayat itu datang dari Lubang Besar… Re 78 %
udal TOW itu cepat datang. Sosok busuk yang melangkah dengan

kaki

berat itu masih jauh dari Reserse Sarman. Ia segera dihajar. 23 %
Pak!” Tapi Reserse Sarman tidak beranjak. Diangkatnya kedua

kaki

ke atas meja di kantor. Kepalanya terkulai. HT-nya terus men 75 %
g dikapalkan ke mari! Mereka akan dibantai!” Zombi menangkap

kaki

Reserse Sarman yang masih separo di halaman markas. “Tolong! 94 %
long!” Reserse Sarman berteriak ngeri. Zombi mulai mencaplok

kaki

itu. Jeritan Reserse Sarman melejit ke langit. HT-nya jatuh 95 %
, betapa sosok itu sangat mengerikan. Tubuhnya tinggi besar.

kakinya

menginjak korban yang sudah setengah mati. Grhhh! Ia mengger 9 %
ah di atas atap mobil. Sesekali ia terpeleset karena telapak

kakinya

pun mulai mencair. Reserse Sarman memperhatikan dengan lebih 47 %
erak mendekati Reserse Sarman. Langkahnya lambat tapi pasti.

kaku

tapi meyakinkan. Kedua tangannya terangkat ke atas, seperti 20 %
pa istirahat, eh, potret si mayat hidup yang dimuat. Mending

kalau

cakep! Masyarakat juga brengsek selalu menghina polisi. Mala 39 %
yang kena. Mana gaji cuma cukup untuk seminggu! Busyet! Coba

kalau

dulu gua diterima Sipenmaru, mungkin nasib lebih baik sediki 42 %
bangkit kembali dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sama.

kalau

tidak, apa urusannya mereka mengacau? Mungkin semasa hidupny 49 %
. Astaga, mayat kok hidup lagi. Setan mana yang merasukinya?

kalau

dihitung-hitung, sudah dua puluh lebih mayat hidup bermuncul 57 %
Tapi baru beberapa hari saja sudah begini banyak. Bagaimana

kalau

rudal kita habis? Pikir Reserse Sarman. Otaknya berputar. Am 62 %
n Reserse Sarman. Diburu peristiwa dari saat ke saat, setiap

kali

menarik napas di permukaan segera terbenam dalam persoalan k 4 %
ami kecelakaan sampai yang teraniaya. Mayat-mayat itu sering

kali

mengerikan, tapi tak menggiriskan hati Reserse Sarman sama s 13 %
u terlihat lubang-lubang yang mengeluarkan ulat-ulat. Setiap

kali

ulat-ulat berjatuhan dan kruget-kruget di jalanan, muncul la 14 %
kruget berjatuhan di aspal. Reserse Sarman menembak beberapa

kali

lagi dengan penasaran. Namun pelurunya hanya mencetak lubang 18 %
Rekan-rekan Reserse Sarman setengah mati memantaunya. Setiak

kali

mesti digunakan rudal TOW untuk memusnahkannya. Celakanya ru 58 %
rimkan rudal segera!” “Untuk apa?” “Menembak monster! Cepat!

kaliber

22 tidak mempan! Cepat! Monster itu mengejar saya! Cepat!” “ 22 %
erani mendekat. Di tangan sosok seperti orang itu tergenggam

kalung

emas. Berkilat-kilat ditimpa lampu jalanan. Reserse Sarman m 8 %
ah. Ulat ber-kruget-kruget di atas meja, kursi, jendela, WC,

kamar

mandi, kantong baju, sepatu, piring, gelas dan botol-botol. 70 %
GENTAYANGAN DI IBU KOTA. Potongan berita: . . . dan reporter

kami

di berbagai sudut ibu kota melaporkan, di setiap tempat kera 27 %
a berkembang biak dengan dahsyat. Pada umumnya para reporter

kami

melaporkan kejadian yang hampir mirip satu sama lain. Para m 30 %
terus mengejar. Ulat-ulat merayapi dinding. “Bintara Sarman!

kamu

membantah perintah komandan?” “Bukan begitu Pak! Rudal kita 85 %
ak! Supaya rohnya santai!” “Kamu bermimpi ya Bintara Sarman?

kamu

ngelindur! Itu semua omong-kosong! Kita sedang mengimpor rud 93 %
omong-kosong! Kita sedang mengimpor rudal dari luar negeri!

kamu

dengar itu? Enam ribu rudal sedang dikapalkan ke mari! Merek 93 %
kruget-kruget di atas meja, kursi, jendela, WC, kamar mandi,

kantong

baju, sepatu, piring, gelas dan botol-botol. Orang-orang set 70 %
Pikir Reserse Sarman. Otaknya berputar. Amerika Serikat baru

kapok

menjual rudal. Beli dari Israel sama dengan berkhianat. Haru 62 %
k itu tertegun. Tapi ia tidak bergeming. Keningnya berlubang

karena

peluru Reserse Sarman. Tak ada darah mengucur. Peluru itu se 17 %
Rudal apa ini yang diminta?” “Dasar goblok! Rudal antitank!”

karena

jalanan sudah sepi, kiriman rudal TOW itu cepat datang. Soso 23 %
t dompet, merampas kalung, meminta uang, atau menodong. Tapi

karena

tubuh mereka yang busuk, dan gerakannya yang lamban, mereka 31 %
suk itu melangkah di atas atap mobil. Sesekali ia terpeleset

karena

telapak kakinya pun mulai mencair. Reserse Sarman memperhati 47 %
al, pikir Reserse Sarman. Tampaknya mereka penjahat-penjahat

kasar

kelas teri. Penjahat-penjahat yang mengandalkan senjata dan 50 %
ada lagi. Data-data menunjukkan, kuburan itu memang kuburan

kaum

penjahat kelas teri. Namun tidak semua kuburan bernama dan b 77 %
askan cahaya petromaks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat

ke

Jalan Satu! Ada kerusuhan!” “Siap Pak!” Kopinya masih berkep 2 %
nian hidup, batin Reserse Sarman. Diburu peristiwa dari saat

ke

saat, setiap kali menarik napas di permukaan segera terbenam 4 %
pistol di balik jaket. Masih ada. Dengan lincah, ia melompat

ke

luar mikrolet tanpa membayar. Orang-orang masih berkerumun d 5 %
tapi pasti. Kaku tapi meyakinkan. Kedua tangannya terangkat

ke

atas, seperti melambai-lambai dengan berat. Orang-orang buya 20 %
tu selalu terdapat lubang dari mana ulat-ulat selalu meruyak

ke

luar dan berjatuhan kruget-kruget-kruget. Reserse Sarman mer 51 %
mobil. Memang menjijikkan. Baunya yang busuk tercium sampai

ke

tempat Reserse Sarman. Astaga, mayat kok hidup lagi. Setan m 56 %
Reserse Sarman menguik. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat

ke

Jalan Lima! Ada zombi lagi!” “Siap Pak!” Tapi Reserse Sarman 74 %
” Tapi Reserse Sarman tidak beranjak. Diangkatnya kedua kaki

ke

atas meja di kantor. Kepalanya terkulai. HT-nya terus mengui 75 %
mbi itu merayap masuk. Grhhh! Grhhh! Reserse Sarman melompat

ke

atas meja, meraih HT. Sekarang ia merasakan menemukan sesuat 82 %
n meja Reserse Sarman. Sang Reserse keburu meloncat dan lari

ke

ruang lain. Zombi terus mengejar. Ulat-ulat merayapi dinding 84 %
r negeri! Kamu dengar itu? Enam ribu rudal sedang dikapalkan

ke

mari! Mereka akan dibantai!” Zombi menangkap kaki Reserse Sa 94 %
mbi mulai mencaplok kaki itu. Jeritan Reserse Sarman melejit

ke

langit. HT-nya jatuh masuk selokan. Di berbagai sudut kota z 95 %
da-benda murahan, tetapi mulai melahap segala jenis makanan.

keberadaaannya

adalah teror. Persediaan rudal makin menipis. Maklumlah, neg 73 %
u mendekat dan membalikkan meja Reserse Sarman. Sang Reserse

keburu

meloncat dan lari ke ruang lain. Zombi terus mengejar. Ulat- 84 %
rman sudah terbiasa melihat mayat. Mulai dari yang mengalami

kecelakaan

sampai yang teraniaya. Mayat-mayat itu sering kali mengerika 12 %
Sarman. Langkahnya lambat tapi pasti. Kaku tapi meyakinkan.

kedua

tangannya terangkat ke atas, seperti melambai-lambai dengan 20 %
umuni ulat. Ia berdiri di perempatan jalan sambil mengangkat

kedua

tangan. Mulutnya mencair tapi masih mengeluarkan suara serak 45 %
“Siap Pak!” Tapi Reserse Sarman tidak beranjak. Diangkatnya

kedua

kaki ke atas meja di kantor. Kepalanya terkulai. HT-nya teru 75 %
atasi peristiwa yang sungguh-sungguh aneh ini. Memang, dalam

kehidupan

sehari-hari negeri ini sudah terlalu banyak hal-hal yang tid 35 %
un yang bergantungan di kacamatanya. Zombi makin merajalela.

kehidupan

sehari-hari kacau. Mereka kini bukan hanya menyambar benda-b 72 %
h zombi!” “Apa maksudmu Bintara Sarman? Zombi itu mengganggu

kehidupan!”

Zombi menendang pintu sampai jebol. Reserse Sarman meloncati 86 %
alam persoalan kembali. Di dalam mikrolet yang menuju tempat

kejadian

perkara, ia meraba pistol di balik jaket. Masih ada. Dengan 5 %
-kruget. Seorang wartawan yang sejak tadi diam-diam memotret

kejadian

ini segera melambai taksi. “Palmerah! Cepat!” Koran pagi mun 26 %
k dengan dahsyat. Pada umumnya para reporter kami melaporkan

kejadian

yang hampir mirip satu sama lain. Para mayat hidup alias zom 30 %
kir Reserse Sarman. Tampaknya mereka penjahat-penjahat kasar

kelas

teri. Penjahat-penjahat yang mengandalkan senjata dan tenaga 50 %
a-data menunjukkan, kuburan itu memang kuburan kaum penjahat

kelas

teri. Namun tidak semua kuburan bernama dan bertanda tahun. 77 %
“Apakah Bapak tidak ingat? Bersama Ngadul enam ribu penjahat

kelas

teri terbantai secara misterius! Masih ingat Pak?” “Masih! M 87 %
gut. Tapi cuma sebentar. Ia tahu, Reserse Sarman akan selalu

kembali

kepadanya. Meski sudah beristri dan beranak empat. Akan sela 44 %
padanya. Meski sudah beristri dan beranak empat. Akan selalu

kembali

padanya. Sekali lagi Reserse Sarman berhadapan dengan mayat 44 %
muncul. Tentu ada sebab kenapa tubuh-tubuh busuk ini bangkit

kembali

dari alam kubur. Tentu ada sebab yang sama. Kalau tidak, apa 48 %
Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan besar Pak! Generasi kita

kena

getahnya! Orang-orang itu tidak rela mati Pak! Mereka membal 91 %
sa dibereskan, yang lain akan segera muncul. Tentu ada sebab

kenapa

tubuh-tubuh busuk ini bangkit kembali dari alam kubur. Tentu 48 %
sumath! Dhendham khesumath! Grhhh! Di sela-sela paduan suara

kengerian

yang membuat seluruh kota gemetar ketakutan itu, terdengar l 99 %
ya masih berkepul, namun Reserse Sarman telah melesat pergi.

kenikmatan

sejenak di warung itu mesti dilepasnya kembali. Senyuman Mar 2 %
dengar letusan. Sosok itu tertegun. Tapi ia tidak bergeming.

keningnya

berlubang karena peluru Reserse Sarman. Tak ada darah menguc 17 %
ta harap saja segera berlalu. Mayat hidup gentayangan adalah

kenyataan

yang terlalu mengerikan. Reserse Sarman membaca berita itu s 36 %
berkerumun di tepi jalan. Di balik punggung orang-orang itu,

kepala

Reserse Sarman menjulur. Dan segera saja matanya merekam pem 6 %
Sarman segera bertindak. Ia mengeluarkan pistol. Dibidiknya

kepala

orang itu. Ia menembak. Terdengar letusan. Sosok itu tertegu 16 %
ahaya bulan, sosok itu berdiri di perempatan jalan. Sesekali

kepalanya

mendongak dan mulutnya mengeluarkan suara serak. Grhhhh! Grh 7 %
a. Sekali lagi Reserse Sarman berhadapan dengan mayat hidup.

kepalanya

botak, tubuhnya busuk, dan dikerumuni ulat. Ia berdiri di pe 45 %
dak beranjak. Diangkatnya kedua kaki ke atas meja di kantor.

kepalanya

terkulai. HT-nya terus menguik-nguik. Percakapan berseliwera 75 %
kami di berbagai sudut ibu kota melaporkan, di setiap tempat

keramaian

muncul mayat hidup. Tubuhnya busuk sekali. Dagingnya sebagia 27 %
menutup-nutupi masalah sebenarnya. Coba, mana disebut kerja

keras

petugas? Aku sudah bekerja siang malam tanpa istirahat, eh, 38 %
sambil menutup-nutupi masalah sebenarnya. Coba, mana disebut

kerja

keras petugas? Aku sudah bekerja siang malam tanpa istirahat 38 %
aks. “Bintara Sarman?” “Siap Pak!” “Cepat ke Jalan Satu! Ada

kerusuhan!”

“Siap Pak!” Kopinya masih berkepul, namun Reserse Sarman tel 2 %
. “Jadi, apa kesimpulannya Bintara Sarman?” “Pembantaian itu

kesalahan

besar Pak! Generasi kita kena getahnya! Orang-orang itu tida 91 %
ri jendela. Reserse Sarman memanjat pagar tembok. “Jadi, apa

kesimpulannya

Bintara Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan besar Pak! Gener 90 %
ela paduan suara kengerian yang membuat seluruh kota gemetar

ketakutan

itu, terdengar lengkingan Reserse Sarman yang menyayat, “Tol 99 %
se Sarman masih asyik menyeruput kopinya di warung Markonah,

ketika

bunyi HT yang menjengkelkan itu memanggil-manggil. Malam sud 1 %
. Wartawan tau apa sih? Sok tau!” Ia masih memaki-maki lagi,

ketika

HT itu memanggilnya lagi. Dengan sigap ia meloncat. “Siap Pa 42 %
a ingat sesuatu. Belum lagi mendapat jawab, terdengar sebuah

ketukan

di jendela kaca, yang terletak di belakangnya. Ia menoleh, d 79 %
berbarengan seperti kor dari neraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham

khesumath!

Dhendham khesumath! Grhhh! Di sela-sela paduan suara kengeri 98 %
kor dari neraka. Grhhh! Grhhh! Dhendham khesumath! Dhendham

khesumath!

Grhhh! Di sela-sela paduan suara kengerian yang membuat selu 98 %
-kilat ditimpa lampu jalanan. Reserse Sarman menyeruak maju.

kini

makin jelas terlihat, betapa sosok itu sangat mengerikan. Tu 9 %
ikan, tapi tak menggiriskan hati Reserse Sarman sama sekali.

kini

Reserse Sarman menatap sesuatu yang belum pernah dilihatnya 13 %
. Tapi belum ada laporan tentang kuburan-kuburan yang jebol.

kini

para dokter sedang memeriksa serpihan daging yang masih meng 33 %
dak sempat lari menjerit-jerit seperti orang gila. Zombi itu

kini

lebih buas. “Tembak cepat!” teriak Reserse Sarman. “Oke Bos! 68 %
Zombi makin merajalela. Kehidupan sehari-hari kacau. Mereka

kini

bukan hanya menyambar benda-benda murahan, tetapi mulai mela 72 %
” “Dasar goblok! Rudal antitank!” Karena jalanan sudah sepi,

kiriman

rudal TOW itu cepat datang. Sosok busuk yang melangkah denga 23 %
a saja yang jebol!” Reserse Sarman memerintah. Saat itu juga

kiriman

rudal tiba. Para petugas membopongnya dengan hati-hati. Zomb 65 %
ng buyar. Reserse Sarman cepat meraih HT-nya. “Rudal! Rudal!

kirimkan

rudal segera!” “Untuk apa?” “Menembak monster! Cepat! Kalibe 21 %
buka dengan paksa. Sebelah sisi wajahnya sudah mencair. Mata

kirinya

bolong dan dari bolongan itu ulat-ulat mengeruyak kruget-kru 11 %
memeriksa serpihan daging yang masih menggeliat-geliat itu.

kita

berharap pihak yang berwajib bisa segera mengatasi peristiwa 34 %
tidak masuk akal, dan toh diterima juga. Tapi yang satu ini,

kita

harap saja segera berlalu. Mayat hidup gentayangan adalah ke 36 %
eberapa hari saja sudah begini banyak. Bagaimana kalau rudal

kita

habis? Pikir Reserse Sarman. Otaknya berputar. Amerika Serik 62 %
eli dari Israel sama dengan berkhianat. Harus ada cara lain.

kita

tidak tahu, berapa lagi mayat hidup akan meneror. Dari mana 63 %
Kamu membantah perintah komandan?” “Bukan begitu Pak! Rudal

kita

tidak akan cukup melenyapkan seluruh zombi!” “Apa maksudmu B 85 %
tara Sarman?” “Pembantaian itu kesalahan besar Pak! Generasi

kita

kena getahnya! Orang-orang itu tidak rela mati Pak! Mereka m 91 %
idak rela mati Pak! Mereka membalas dendam!” “Apa yang harus

kita

lakukan?” “Sembahyangkan mereka Pak! Harus dilakukan penyemb 91 %
ereka Pak! Harus dilakukan penyembahyangan massal Pak! Rudal

kita

cuma seratus! Tidak cukup untuk membasmi mereka! Sembahyangk 92 %
i ya Bintara Sarman? Kamu ngelindur! Itu semua omong-kosong!

kita

sedang mengimpor rudal dari luar negeri! Kamu dengar itu? En 93 %
olisi lagi! Polisi lagi! Atasan mencak-mencak, dan buntutnya

kita-kita

lagi yang kena. Mana gaji cuma cukup untuk seminggu! Busyet! 41 %
busuk tercium sampai ke tempat Reserse Sarman. Astaga, mayat

kok

hidup lagi. Setan mana yang merasukinya? Kalau dihitung-hitu 57 %